DEMI DIA

DEMI DIA
Camping


__ADS_3

Hari senin saat Shevi baru sampai disekolah dia melihat banyak kerumunan anak - anak didepan mading. Karena penasaran dia pun ikut melihat pengumuman apa yang tertera disana. Yang kebetulan Nurin juga sedang berada disana ikut berdesak - desakan melihat pengumuman dengan yang lainnya.


Shevi menepuk bahu Nurin membuat sahabatnya itu menoleh.


" Pengumuman apa si rin kok rame banget ? "


" elo Shev.. ini jadi kita minggu depan ada acara camping dipuncak sama anak kelas tiga yang jadi panitianya. " Mata Nurin berbinar senang. Sudah membayangkan betapa asiknya mereka besok saat camping.


" Ooh ya? emang kapan berangkatnya ? " dia ikut antusias.


" Sabtu pagi kita berangkat.. Terus minggu sore pulang. Seninnya kita libur deh. yeayyyy !! " Shevi hanya menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya kegirangan seperti itu.


***


Hari yang ditunggu pun tiba. Saking semangatnya Nurin menjemput Shevi sedari subuh agar mereka bisa berangkat bersama. Mereka diwajibkan kumpul disekolah jam 7 pagi agar tidak terlalu siang sampai di lokasi.


Sesampainya mereka disekolah teman yang lain sudah datang dan sudah ramai membentuk kelompok masing - masing sesuai kelas mereka.


Ada sekitar enam bus untuk membawa mereka kelokasi camping. Lima bus untuk kelas sepuluh masing - masing kelas menggunakan satu bus. Dan satu bus lainnya untuk panitia dan guru pembimbing.


" Ehh Luna cs jadi panitia Shev ? Kak Alvin juga " Nurin berbisik sambil mlihat kearah panitia yang sedang berkumpul.


Shevi mengikuti arah pandangan Nurin. Dan benar saja disana ada Luna cs dan Alvin yang sedang mengikuti breafing.


" Udahlah biarin aja. Yuk naik, yang lain udah pada naik tuh. " Shevi menarik tangan Nurin agar cepet naik ke bus sebelum dia tidak kebagian tempat duduk didepan. Dan mereka pun mendapatkan tempat duduk dibaris ketiga.


" Tapi perasaan gue kok ga enak ya pas liat kak Luna ? " Nurin mengeluarkan cemilan dan membukanya.


" Iisshhh makan mulu deh.. kita kan belum berangkat. tar yang ada bekel lo keburu abis. Masalah kak Luna ga usah dipikirin lah. "


" Hehe abis gue kalo ga makan tar yang ada gumoh gue naik bus begini. maklum biasa naik jetpri.hihihi " Nurin masih sibuk aja masukin makanan kedalam mulutnya.


" Dasar songong ni anak satu " satu toyoran kepala Nurin dapatkan dari Shevi.


" Biarin bweeee " Nurin hanya tertawa menanggapi Shevi yang sudah memasang headset ditelinganya memasang musik instrumental dari Yiruma panutannya dalam dunia piano.

__ADS_1


***


Hampir dua jam perjalanan yang mereka tempuh sampai akhirnya sampai dilokasi. Pemandangan disana sangatlah indah. Udara sejuk khas pegunungan yang masih segar jauh dari polusi yang biasa mereka rasakan setiap hari dijakarta.


Anak - anak langsung tersenyum ceria melihat pemandangan dan mulai sibuk memasang tenda sesuai kelompok masing - masing.


Shevi satu kelompok dengan Nurin, Indah, Lidia dan juga Nay yang memang sesuai kelas masing - masing.


Selesai memasang tenda mereka dikumpulkan untuk diberi arahan. Yang menyampaikan acara adalah ketua panitia yang tak lain adalah Alvin.


" Selamat siang semua " Sapanya dengan menggunakaan toa yang disambut adik - adik kelasnya dengan ramai.


" Acara ini kita adakan untuk mempererat pertemanan kita selama di SMA Putra Bangsa ini. Agar kalian makin kompak dan semakin memiliki rasa perduli satu sama yang lain.


Acara hari ini kita mulai nanti setelah istirahat. Untuk acara pertama kita nanti adalah mencari jejak jam 2. Setiap kelompok nanti punya kakak pembimbing masing - masing. Kalian hanya perlu mengumpukan bendera warna oren yang tersebar.


Dan ingat !! Disepanjang kalian mencari ada petunjuk di jalannya. jadi jangan sampai tersesat !! kalian hanya perlu melihat kesekitar dahan ranting atau pohon yang kalian lewati untuk dapat menemukannya. Apa kalian mengerti ?? "


" MENGERTI KAK " Para siswa kelas sepuluh kompak menjawab.


" Usahakan sebelum gelap kalian sudah sampai disini lagi. kumpulkan bendera pada pembimbing kalian masing - masing. Nanti kelompok yang tidak dapat menemukan bendera akan mendapatkan hukuman. "


***


Shevi sudah siap dengan hoodie dan topi warna putih serta bawahan jeans hitam dan sneaker hitam. Dia sudah siap tempur untuk mencari jejak bersama teman sekelompoknya.


Mereka mulai memasuki hutan yang ada didekat area camping. Setengah jam sudah mereka berjalan dan mereka baru menemukan satu bendera. Bahkan sekarang kelompok lain sudah tidak kelihatan lagi.


Mereka mulai panik karena mereka semua perempuan.


" Kita tersesat ga si ? kok ga ada yang kelihatan ya? " tanya Nay yang berjalan paling depan.


" Iya ya.. mana hutannya sepi begini lagi. bukannya katanya ada kakak pembimbing yang tersebar disepanjang hutan ya ? " timpal Lidia.


" Iya nih.. jangan - jangan kita salah jalan lagi pas di persimpangan terahir tadi.. sebelumnya kan kita ga ketinggalan jauh dari kelompok depan. " Nurin ikut berkomentar

__ADS_1


Mereka sedang duduk beristirahat karena sudah lelah dan tak kunjung menemukan bendera.


" Eeh ngomong - ngomong kita juga udah ga nemuin petunjuk jalan lagi kan dari persimpangan terahir tadi ? " tanya indah yang langsung kaget berdiri saat menyadarinya.


" Tapi masa si ada yang tega nuker papan petunjuknya tadi ? " Shevi ikut khawatir juga.


" Ya udah mending kita jalan sedikit lagi.. kalo sampai kita belum nemuin petunjuk jalan juga kita diem aja disitu jangan kemana - mana. siapa tahu ada yang sadar kita belum kembali terus cari kita. kan Kita jadi belum terlalu jauh masuk hutannya. " Usul Indah dan diangguki yang lainnya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk meneruskan perjalanan. Lima belas menit mereka berjalan mulai kelihatan jurang yang cukup dalam tapi tidak terlalu curam.


Dan naas saat mereka melewati jurang tersebut kaki Shevi tersandun ranting dan terjatuh.


" AAAKKHHHH " teriaknya yang membuat temannya yang lain menoleh karena Shevi berjalan paling belakang. Untung ada akar besar yang bisa dia pegang agar tidak jatuh kebawah.


" SHEVI !! " yang lain teriak bersamaan.


" TOLONGGGG !! TEMAN KAMI JATUH !! " teriak Nurin yang panik.


" TOLONG SIAPA AJA TOLONG !! KAMI DARI PUTRA BANGSA !! " Indah ikutan teriak. Entah untuk apa dia menyebutkan dari putra bangsa.


" Ngapain pake ngaku dari putra bangsa ? " Nay gatel ingin komentar.


" Ya biar yang denger tau aja.. Siapa tau dikira hantu yang triak jadi mereka ga percaya terus malah kabur ga mau nolong pas denger kita " Timpalnya masa bodoh.


" Ya ga gitu juga bege.. Kalo ada yang denger pasti tetep aja dateng nolong. " Lidia menoyor kepala Indah saking geregetnya.


" Udah - udah kok malah berantem si. Ini gimana cara kita nolongi Shevinya nih !! " Bentak Nurin yang nggak habis pikir sama teman - temannya yang masih sempet bertengkar.


***


Epilog


Setelah kelompok yang berada didepan Shvi lewat, Twindy teman Luna yang bersembunyi di semak - semak langsung menukar arah dipersimpangan agar Shevi cs tersesat ke jalan yang ada jurangnya. Panitia sengaja tidak memilih jalan itu karena mereka takut terjadi hal buruk kepada peserta camping jika melewati jalan itu. Walau sebenarnya ujung dari jalan itu sama menuju ke lapangan tempat mereka memasang tenda untuk Camping.


" ****** kalian !! hihuhi " Luna cs belum tahu kalau jalannya sama - sama berujung ke lapangan.

__ADS_1


Setelah Shevu cs lewat Twindy kembali menukar papan petunjuk ke arah yang benar.


Happy Reading 💕


__ADS_2