DEMI DIA

DEMI DIA
Pulang


__ADS_3

Pertunjukan Shevi yang terakhir berjalan lancar sesuai dengan prediksi. Shevi bisa bernafas lega karena bisa menyelesaikan pekerjaannya sampai akhir dengan baik. Jadi dia bisa pulang ke tanah air tanpa beban.


Rencananya Shevi akan pulang akhir minggu ini. Tapi berhubung tidak ada lagi yang akan dia kerjakan disini jadi dia memajukan jadwal kepulangannya menjadi besok malam agar mereka bisa sampai di Jakarta siang hari waktu Jakarta.


Ini akan menjadi kejutan untuk suaminya yang sudah setiap hari merongrongnya untuk segera pulang.


Sore tadi sebelum berangkat ke pertunjukan Shevi sudah menyuruh Bi Nah untuk mempecking baju Tiara biar untuk baju - bajunya dia sendiri yang packing besok pagi.


Shevi pulang hampir tengah malam saat orang rumah sudah tertidur semua. Shevi mendekati Tiara yang sudah terlelap di bawah selimutnya dan mengecup dahi anaknya.


" Mimpi indah sayang " Bisik Shevi sambil menaikkan selimut Tiara sampai ke dadanya.


Shevi melangkahkan kakinya kearah lemari untuk mengambil piama tidurnya dan membersihkan diri di kamar mandi.


Kemarin lusa Ray datang ke apartemen sesuai janjinya. Ray memberikan sebuah gelang dengan liontin patung Liberty kecil untuk Tiara. Anak itu sangat menyukainya dan langsung memeluk serta mencium Ray.


Siang harinya mereka pergi ke sekolah Tiara untuk berpamitan dan memberikan kenang - kenangan untuk guru dan teman - teman sekelas Tiara.


Tiara sempat menangis dan tidak ingin berpisah dari teman - temannya. Tapi saat Shevi bilang daddy akan sedih jika Tiara tidak pulang akhirnya anak itu mau kooperatif.


***


Sesuai jadwal mereka sampai di Bandara Soekarno-Hatta pukul satu siang. Mereka sudah dijemput oleh mang Udin sopir kediaman Shandika. Karena Shevi hanya memberitahu bundanya bahwa merka akan akan pulang hari ini.


Shevi menyuruh mang Udin untuk mengantar Tiara dan Bi Nah ke kediaman Shandika. Sedangkan dirinya akan naik taxi ke kantor suaminya.


Bukan hanya Alvin yang merindukannya. Shevi juga sangat merindukan suaminya itu. Dia tidak mengajak Tiara karena kasihan anak itu pasti lelah. Sebenarnya dirinya sendiri pun lelah, tapi dia lebih tidak bisa menahan rindu dari pada menahan lelah.


Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit lebih akhirnya taxi yang ditumpanginya berhenti didepan gedung kantor Alvin bekerja. Setelah menyerahkan beberapa lembar uang untuk ongkos tadi beserta tips Shevi turun dan langsung melangkah masuk ke dalam kantor.

__ADS_1


Hari ini karena dirinya datang sendiri dia tidak perduli dengan omongan karyawan Alvin yang tidak tahu apa - apa itu. Dia akan menutup telinga dari semua omongan negatif tentang dirinya asal itu bukan Tiara yang mereka hina.


Shevi langsung melangkah masuk saat pintu lift terbuka. Lift cukup lengang karena memang jam istirahat sudah berakhir dari setengah jam yang lalu membuat Shevi bisa bernafas lega. Padahal untuk apa dia takut kepada karyawan Alvin, bukankah dirinya istri dan menantu dari perusahaan tempat mereka bekerja ?? Seharusnya mereka yang takut atau segan terhadap Shevi. Tapi nyatanya mereka tidak ada takutnya karena dimata mereka Shevi hanya anak muda yang hanya bisa hura - hura dan penganut pergaulan bebas. Dan Shevi lebih melilih diam karena dirinya tidak mau membuat keributan untuk hal yang tidak penting seperti itu.


Ting.


Shevi sedikit terlonjak saat lift terbuka di lantai Alvin kerja. Dirinya langsung menuju meja sekretaris Alvin untuk menanyakan Alvin.


Alis Shevi mengkerut saat tidak mengenali sekretaris Alvin. Seorang wanita dengan pakaian minim duduk di meja sekretaris yang setaunya dulu ditempati oleh wanita bernama Dewi. Terlebih dia tidak nyaman suaminya melihat pemandangan seperti itu setiap hari.


" Kenapa Alvin tidak pernah cerita dia punya sekretaris baru ?? " Tanya Shevi dalam hati.


" Permisi nona ada yang bisa saya bantu ?? " Seorang pria dengan setelan rapi bernama Jodi yang duduk dimeja sebelah wanita berpakaian minim yang di mejanya bernama Tania.


" Eh ? Ooh iya.. Pak Alvin nya ada ?? " Shevi sedikit terkejut karena tadi dirinya sempat melamun bertanya - tanya tentang Tania dan Dewi.


Tania mengamati penampilan Shevi dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan sinis. Tania yakin Shevi bukan klien Alvin karena dari penampilannya yang menggunakan dress hitam polos tanpa lengan rambut terurai dengan sling bag dan sepatu kets wana putih bukanlah orang dari kalangan pebisnis. Dan tidak mungkin kan Alvin punya pacar yang penampilannya anak muda begini ?? Pasti Alvin lebih suka wanita yang berpenampilan dewasa serta seksi seperti dirinya. Begitu yang Tania pikirkan.


" Ooh tapi saya hanya inggin bertemu sebentar saja kok tidak akan lama " Niatnya mau datang memberi kejutan malah dirinya yang terkejut karena dihalangi masuk oleh sekretaris suaminya ini.


" Apa dia tidak tahu kalau aku ini istrinya ?? " Seru Shevi dalam hati.


" Apa nona sudah membuat janji sebelumnya ?? " Tanya Jodi tidak ingin terlihat tidak sopan dengan tamu bosnya.


" Belum " Jawab Shevi tersenyum tipis ke arah Jodi yang lebih ramah dibanding Tania.


" Kalu belum membuat janji mending nona pulang saja. Pak Alvin tidak akan mau menemui anda !! Dia hanya akan menemui tamu - tamu penginnya saja " Shevi menghela nafasnya kasar. Namun saat akan melangkah pergi dari sana pintu ruangan Alvin terbuka.


Alvin yang sedang sibuk dengan berkas - berkas yang harus dia tanda tangani mendengar keributan di luar ruangannya dan memutuskan untuk melihat ada keributan apa. Dan saat dirinya membuka pintu ternyata ada istrinya yang akan melangkah pergi.

__ADS_1


" Lho yank mau kemana ?? " Alvin berjalan cepat kearah Shevi membuat Tania melongo dan membulatkan matanya.


Alvin langsung menangkupkan kedua tangannya pada kedua sisi wajah istrinya dan mencium bibir istrinya. Dia tidak perduli ada orang lain disana. Dirinya sudah sangat merindukan istrinya dan hanya ingin menyalurkan rasa rindunya.


" Mau pulang !! katanya kamu gak mau nerima tamu gak penting kaya aku !! " Shevi kesal sambil melirik kearah Tania setelah Alvin melepaskan ciumannya.


" Siapa yang berani mengusir istri saya ??!! Kalau istri saya datang langsung suruh dia masuk jangan pernah menghalangi dia !! Dia lebih penting dari tamu - tamu saya. Mengerti kalian ??!! " Alvin menbentak kedua sekretarisnya.


" Mengerti pak " Jawab keduanya kompak.


" Maafkan saya karena tidak tahu kalau nona ini istri anda pak " Tania tidak mau sikapnya tadi diadukan oleh istri bosnya itu.


Alvin tidak menghiraukan dan menggenggam tangan Shevi dan mengajaknya masuk keruangannya.


Alvin langsung mendekap erat istrinya dan kembali melanjutkan ciumannya lebih dalam lagi setelah mereka berada didalam dan mengunci pintu agar tidak ada yang mengganggu.


Luapan rasa rindu dan sayang berbaur menjadi satu dalam ciuman mereka. Seakan mereka sedang berlomba mencurahkan siapa diantara mereka yang paling merindukan pasangannya.


Alvin melepaskan ciuman mereka saat nafas keduanya susah tersengal dan mengajak istrinya untuk duduk di sofa.


" Kok udah pulang yank ?? katanya besok sabtu ?? tau gini kan aku bisa jemput " Serentetan pertanyaan Alvin lontarkan untuk istrinya.


" Iya udah kangen sama kamu mas.. makanya pulangnya dimajuin hihi " Alvin langsung mencubit hidung istrinya karena sudah mulai belajar menggombal.


Senyum tak surut dari wajah keduanya. Tatapan mereka terkunci satu sama lain. Mengirimkan cinta lewat tatapan mata mereka. Melihat kedalam hati pasangan masing - masing sampai akhirnya Alvin membaringkan menindih tubuh istrinya. Dan Shevi hanya bisa pasrah dengan semua yang Alvin lakukan karena dia juga merindukan sentuhan suaminya ini.


*


*

__ADS_1


*


Good Night, mimpi indah semua 😘


__ADS_2