
Alvin menyiapkan bahan untuk membuat omelet. Mengambil dua butir telur dari rak dan memecahkannya kedalam mangkuk, menambahkan susu cair, parutan keju, garam, lada lalu mengocoknya.
Kemudian memanaskan teflon untuk menumis bawang bombai, paprika dan daging giling yang kemudian setelah daging matang dia tuang kocokan telur dan kawan - kawannya di atas daging. Saat setengah matang dia tambahkan keju mozarella diatasnya kemudian dia tutup hingga matang dan keju meleleh.
Setelah dipastikan matang Alvin mengangkatnya dan menyajikannya di atas piring dan dia bawa ke hadapan istrinya.
" Selamat menikmati nyonya.. " Ucap Alvin seraya membungkuk.
" Suapin daddy.. " Rengekan Shevi mulai keluar. Tapi Alvin tidak merasa keberatan. Apa pun akan Alvin lakukan dengan bahagia. Mungkin dulu saat hamil Tiara tidak ada tempat untuk istrinya bermanja seperti ini.
" Ara juga mau di suapin dad.. " Putri kecilnya tidak mau kalah. Alvin terkekeh melihat anak dan istrinya berebut perhatian.
" Sini duduk dekat daddy.. Biar daddy suapi. "Alvin bergantian menyuapi anak dan istrinya. Rasanya bahagia bisa berkumpul dan melakukan aktifitas yang menurut orang lain sepele tapi menurut sebagian orang lain setiap detiknya terasa berharga. Seperti Alvin saat ini. Setiap detik yang dia lewati dengan anak dan istrinya terasa sangat berharga dan membahagiakan.
" Gimana rasanya yank ?? " Tanya Alvin saat suapan pertama masuk kedalam mulut istrinya.
" Enak.. " Jawab Shevi dengan wajah yang meyakinkan, juga dengan acungan jempol membuat Alvin sedikit bangga dengan kerja kerasnya.
" Ara mau.. Ara mau.. " Saat Alvin menyuapkan omelet kedalam mulut anaknya, Tiara langsung mengambil tisu di atas meja dan melepehnya.
" Weeeekk asiiinnn.. " Tiara langsung meminum air banyak - banyak untuk menghilangkan rasa asin pada mulutnya akibat omelet bikinan daddy'nya.
" Lho.. Yang bener yang mana nih ?? " Alvin menatap anak dan istrinya bergantian.
" Menurut aku enak kok.. Paling enak yang pernah aku makan malah.. Aaa.. lagi.. " Shevi membuka mulutnya lebar mendekatkan kepada Alvin. Alvin memotong dan kembali menyuapi istrinya dengan omelet. Lalu memotong untuk dia coba sendiri. Dan ternyata benar kata Tiara jika omelet itu keasinan.
" Kamu doyan omelet seasin ini yank ?? Udah jangan di makan ya ?? Nanti kamu sakit perut !! "
" Gak mau !! Aku mau makan itu !! enak kok !! " Seru Shevi tidak terima kenikmatannya di ganggu dan mengambil piring omelet untuk dia makan sendiri.
__ADS_1
" Emang selama di belanda kamu makan apa mas ?? Apa di kasih pelayan sama papi ?? "
" Aku kan disana sarapan cuma roti kalo gak oatmeal. Makan siang sama malem selalu di luar atau gak pesen. "
" Ooh.. Kok ini tau cara bikinnya ?? " Tanya Shevi lagi sambil menyuap besar - besar omelet ke dalam mulutnya.
" Mami kan sering bikin. Aku juga sering liat. Cuma tadi ga dicobain aja.hehehe "
" Gak papa. Enak kok buat aku. " Alvin menggeleng melihat istrinya begitu lahap memakan omelet asin bikinannya. Apa seperti ini namanya orang ngidam ?? tapi waktu itu Tania gak pernah makan yang aneh - aneh rasanya ?? atau karena bukan aku bapaknya ya ?? Banyak hal baru yang dia ketahui hari ini.
***
Menjelang siang saat rasa pusingnya hilang, Shevi mengajak Alvin untuk ke supermarket membeli bahan untuk barbeque nanti malam. Tadi saat sarapan Shevi sudah cerita kepada Alvin tentang rencananya yang mengundang sahabat - sahabatnya untuk barbeque nanti malam di rumah mereka. Merayakan ulang tahun Alvin sekaligus merayakan rumah baru mereka. Karena mereka belum sempat mengundang teman dan kerabat mereka makan malam atau sekedar berkumpul di rumah baru mereka ini.
Shevi juga tak lupa mengundang Shera dan Bayu. Begitu juga Alvin yang mengundang Gio dan Luna. Namun sayangnya mereka tidak bisa datang karena anak mereka sedang sakit.
" Beli daging dan kawan - kawannya. Beli buah, cemilan sama minuman juga. " Alvin mengangguk - anggukan kepalanya dan berjalan ke bagian makanan ringan dan minuman sebelum mencari yang lainnya.
Shevi mengambil banyak sekali makanan ringan dan minuman hingga trolly mereka hampir penuh. Padahal belum membeli buah, daging dan kawan - kawannya.
" Banyak banget yank.. Nanti susah bawanya. " Protes Alvin.
" Kan cemilan di rumah udah abis mas. Jadi sekalian aja buat ngisi lemari.. " Senyum merekah di bibir Shevi.
" Ya tapi nanti susah bawanya !! " Mau di taruh di mana nanti buah sama daging. Alvin malas jika harus membawa trolly dua. Tapi tidak akan mengijinkan istrinya untuk mendorong trolly juga.
Mata Shevi berkaca - kaca mendengar seruan Alvin. " Kan kapan lagi kita belanja bareng mas.. " Cicit Shevi sambil menunduk.
Alvin menghela napas. Ia lupa jika wanita hamil itu sensitif. Apa lagi istrinya yang berubah sangat manja akhir - akhir ini.
__ADS_1
" Maaf ya.. Jangan nangis lagi.. Ayo kita beli semua yang kamu mau. " Mengangkat dagu Shevi untuk menghapus air mata dan membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya.
" Janji gak marah lagi.. " Shevi mendongak untuk menjangkau wajah suaminya.
" Aku gak marah kok sayang.. " Senyuman dan kecupan di dahi membuat Shevi yakin jika suaminya tidak marah kepadanya.
Shevi berbinar bahagia dan mencium pipi suaminya. Tak perduli jika ini di tempat umum yang kemungkinan banyak orang yang melihat kearah mereka. Shevi tidak perduli dan tidak ingin melihat sekelilingnya. Karena yang ada di matanya sekarang hanya suaminya. Dan perhatian serta kasih sayang suaminya sangat ia butuhkan di saat kehamilannya.
Alvin menghela napas melihat istrinya yang kalap dalam berbelanja. Setelah ia mengijinkan untuk membeli apapun yang Shevi mau, wanita itu mengambil semua yang ia ingin dan menurutnya lucu. Sampai hal tidak pentingpun wanita itu ambil. Alvin sampai minta bantuan petugas toko untuk membawa trolly yang sudah penuh kedekat kasir dan mengambilkan trolly yang masih kosong untuk mereka.
" Udah yuk yank.. Nanti kamu cape.. Kasian anak - anak kita. " Alvin mengusap perut Shevi dengan tatapan khawatir. Dirinya saja merasa lelah. Apa lagi Shevi yang sedang hamil. Bukankah orang hamil tidak boleh terlalu lelah.
" Aku gak capek ko mass.. "
" Tapi ini udah mau sore. Nanti kita belum mandi mereka udah pada dateng. Lagian udah kebeli semua kan yang kita butuhin buat nanti malem ?? " Shevi berpikir dan melihat - lihat belanjaan mereka yang ternyata sudah sangat banyak tanpa dia sadari.
" Hehe udah banyak banget ya belanjaannya.. Ya udah deh, yuk pulang. " Alvin bernapas lega saat Shevi mau diajak untuk pulang.
" Kamu cari tempat duduk aja dulu, pasti capek. Ini bayarnya pasti lama. " Shevi mengangguk dan melihat sekeliling dimana kiranya dia bisa duduk.
" Aku tunggu di sana ya mas.. " Tunjuk Shevi ke bangku depan cafe yang ada di super market supaya dia juga bisa pesan minum. Alvin mengangguk dan mulai mengantri untuk membayar belanjaan mereka yang hampir tiga trolly penuh. Untung mereka menggunakan mobil jenis minivan.
*
*
*
Kira - kira anak mereka cewek / cowok ya ??
__ADS_1