
Tiara menatap punggung pemuda yang sedang tenggelam dalam buku di tangannya. Pemuda yang tadi memberikan pukulan telak agar Sheril tidak lagi mengganggu dirinya.
Pertanyaan kenapa Alvaro membantunya masih menghantui pikirannya. Dia masih tidak mengerti untuk apa cowok usil yang sudah menjadi musuhnya itu membelanya. Bahkan bilang kalau Alvaro tidak pernah menganggapnya musuh.
"Udah gak usah di liatin terus, tar lama-lama cinta beneran lo!" senggolan di lengan dari Pricilla menarik pandangannya dari Alvaro.
"Menurut lo, maksud dia tadi apa ya sil?"
Pricilla mengedikkan bahunya "Mending dipikirinnya nanti aja! tuh Dika udah nungguin." menunjuk pintu kelas dengan dagunya.
Dika sedang melambaikan tangannya dan tersenyum.
"Yuk ah makan. Laper gue!!" ajakan Tiara, Pricillia tolak dengan gelengan.
"Gue gak mau jadi obat nyamuk. Gue mau nemenin Aa Alvaro aja di kelas."
Tiara memutar bola matanya malas dan menghampiri Dika untuk ke kantin bersama.
Setelah Tiara sudah tidak terlihat, Pricilla mendekati Alvaro, duduk di kursi sebelah pemuda yang sedang serius membaca bukunya.
"Lo suka sama Tiara, Al?" tanya Pricilla langsung to the poin.
Menutup bukunya dengan kasar dan menatap Pricilla tajam. "Ngapain gue suka sama gadis kasar kaya dia?" kilahnya.
"Gak usah bohong. Gue tau beberapa bulan ini lo yang secara gak langsung bantuin Tiara buat gak ketemu sama Sheril kan?"
"Ngarang. Ngapain juga gue ngelakuin hal begituan!!"
"Gue tau lo suka ngerjain Sheril di jam istirahat biar mereka gak ketemu di kantin." Waktu itu Peicilla di panggil ke ruang guru untuk mengambil tugas, karena guru kelas berikutnya berhalangan untuk mengajar.
Saat melewati kelas IPS1 dia mendengar Sheril berteriak kesal karena Alvaro yang lagi-lagi membuatnya terjebak dalam kelas saat jam istirahat.
Pricilla tidak pernah memberitahu Tiara, karena baginya Alvaro pasti mempunyai alasan sendiri.
Entah mengapa Pricilla merasa kata-kata Alvaro yang mengatakan jika pemuda itu tidak pernah menganggap Tiara musuh itu jujur. Pricilla merasa ada hal yang membuat pemuda itu terus-terusan membuat Tiara semakin membencinya.
__ADS_1
Tapi jika memang benar Alvaro suka kepada Tiara. Kenapa justru membuat gadis itu membencinya, bukan mendekat padanya.
Sebegitu pengecutnya kah Alvaro? tapi jika dilihat selama ini Alvaro justru sangat jentel di banding cowok-cowok yang mendekati Tiara.
"Males gue ngomong sama orang sok tau kaya lo!" Alvaro meninggalkan Pricilla yang tersenyum penuh arti.
"Gue akan bantu lo Al, kalo emang lo suka sama temen gue! Gue rasa lo yang paling cocok dan bisa menjaga Tiara." gumam Pricilla sendirian.
***
Sedangkan di kantin sekolah, gadis yang sedang mereka bicarakan, sedang nenertawakan Dika yang sedang bercerita tentang masa kecilnya di kampung bersama nenek dan kakeknya.
"Iya. Abis aku kesel kan ya, udah ngambek, ngumpet di tumpukan daun kelapa dari pagi berharap di bujuk-bujuk sama embah aku, malah embah aku nyarinya gak tau kemana."
Saat kecil Dika yang tinggal bersama kakek dan neneknya karena orang tuanya tinggal di jakarta, ngambek tidak mau berangkat sekolah, dia lari keluar rumah dan bersembunyi di dekat tumpukan daun kelapa kering yang ada disebelah rumah tetangganya.
Hingga hari menjelang sore, neneknya tidak menemukan kemana cucuknya itu berlari. Saat rasa bosan dan lapar mendatanginya, akhirnya Dika berteriak. " Mbah uti... Aku disini.."
Nenek langsung berlari kearah suara dan menemukan cucuknya yang sedang berjongkok agar tidak kelihatan.
Nenek tertawa geli dan lega sekaligus saat melihat cucuknya cemberut di tempat persembunyiannya yang sedari pagi membuat wanita tua itu khawatirkan.
"Namanya juga anak kecil! Tapi aku sayang banget si sama uti aku. Bahkan lebih sayang dari pada ke bunda. Uti yang udah jagain aku dari umur tiga tahun sampe segede ini." Tiara bisa melihat cahaya kasih sayang yang besar dari mata Dika saat pemuda itu mengatakan menyayangi neneknya.
"Terus kalo kamu disini, uti kamu sama siapa?"
"Uti aku udah tua, kasihan kalo harus ngurusin aku. Sekarang uti, akung, tinggal sama aku dan orang tua aku disini." Tiara mengangguk mengerti, bisa di bayangkan bagaimana kasihannya jika nenna (Ibu dari mommy-nya) tinggal sendiri di masa tuanya.
"Nenna aku malah masih kerja. Bukan karna gila harta atau anak-anaknya gak perduli. Tapi kata nenna, dia bingung kalo gak kerja mau ngapain. Soalnya nenna udah biasa kerja dari mommy aku umur delapan tahun."
"Beliau pasti senang menemani suaminya bekerja."
"Aku gak punya kakek. Kakek meninggal saat mommy berusia delapan tahun, saat nenna hamil Om Rasya." Tiara tidak merasa sedih saat membicarakan kakeknya, karena dia tidak mengenal sang kakek, dan tidak ada kesan apapum di hatinya.
Pernyataan gadis didepannya. Membuat Dika seketika merasa tidak enak. "Sory Ra.. Aku gak tau kalau.."
__ADS_1
"Gak papa lagi. Kakek emang udah pergi jauh sebelum kita lahir. Jadi wajar aja kalau kamu gak tau."
Tiara berjengit kaget saat Dika menggenggam tangannya di atas meja, tapi akhirnya membiarakannya. "Gue tau lo gadis hebat."
***
Di ujung kantin, Sheril yang tidak berani mengganggu Tiara merasa geram melihat Tiara dan Dika yang semakin dekat, bahkan sudah mulai berani menunjukkan kemesraan mereka dengan menggenggam tangan dan bergandengan saat pergi meninggalkan kantin.
"Tuh anak emang gak bisa dibilangin!!" menusuk baksonya dengan kasar.
"Ya terus lo bisa apa? backingan dia Alvaro!"
"Pokoknya gue harus cari cara buat jatuhin Tiara dan Alvaro sekaligus. Biar tuh cewek gak deket-deket lagi sama Dika!!" diotaknya sedang menyusun rencana untuk dua manusia yang di bencinya itu.
"Gak usah macem-macem. Nanti malah lo sendiri yang kena!" temannya yang satu lagi mengingatkan.
"Kalian tuh harusnya dukung gue!! jangan malah nyuruh gue mundur!! apa pun caranya, Dika harus jadi milik gue!!" tekadnya bulat.
Kadang cinta bisa membutakan mata manusia. Dan untuk kasus Sheril ini sudah masuk dalam tahap obsesi. Saking cintanya gadis itu kepada Dika, dia rela melakukan berbagai cara untuk mendapatkan cowok yang dia cintai itu. Menyingkirkan gadis yang dia anggap saingan dari sisi cowok yang sudah ia anggap hak milik.
"Jangan pake cara kasar. Dika gak suka cewek kasar!!"
"Kalian tenang aja. Cara gue nanti gak bakalan ada yang tau, termasuk Dika." Seringai licik menghias wajah cantik Sheril.
"Kalau itu melanggar hukum, gue gak mau ikutan!!"
"Gue juga!!"
Sheril mendengus saat kedua sahabatnya tidak ingin terlibat dalam rencananya.
*
*
*
__ADS_1
Judul episode ku suka nyambung gak sih sama isinya? Gak papa lah ya 😂
Salam sayang buat semua 💕