DEMI DIA

DEMI DIA
Pesta BBQ


__ADS_3

" Daebak.. Sekarang kak Alvin udah jadi sultan. Rumahnya gede banget !! " Seru Indah setelah berkeliling di rumah baru Alvin dan Shevi bersama para wanita lainnya. Dan bergabung dengan para pria yang sedang menyiapkan barbeque di roftop carport yang berhadapan langsung dengan rumah.


" Gak usah lebay deh ndah.. Kaya rumah lo gak gede aja !! " Alvin melirik sinis. Indah itu memuji atau menghina.


" Tetep aja !! Ternyata lo punya duit buat beli semua ini kak ??!! "


" Astaga Ky.. Sepupu lo !! Kaya gue orang kaya baru aja !! Gue tuh anak tunggal lho ndah !! " Ricky yang disebelahnya hanya tertawa. Mau bagaimana lagi. Sepupunya memang mulutnya seperti itu.


" Emang sih bokap lo tajir kak.. Percaya gue kalo lo tajir dari lahir.. Dan gue juga anak tunggal. Tapi gue gak pernah ngalamin sih rasanya diusir terus dibekelin uang 10 juta doang. Jadi gue gak pernah ngerasain rasanya jadi miskin terus mendadak di angkat jadi CEO kaya lo kak !! " Alvin menatap tak percaya pada gadis yang duduk disebelah istrinya.


" Mulut lo ndah !!! Mau maunya pak Andrian di jodohin sama wanita jadi - jadian kaya lo !! " Sungut Alvin. Dan yang lain tertawa terpingkal - pingkal melihat perdebatan antara Alvin dan Indah.


" Biar begini juga gue mempesona ya !! Mau adu apa lo sama gue ?? " Tanya Indah mengibaskan rambutnya.


" Cantik ? Gue gak usah di tanya. Luna maya aja kalah !! Suara ? Apa lagi itu. Istri lo aja kalah merdu sama gue !! Mau adu harta ? Nanti tunggu gue jadi mantunya Dawson biar lo kalah telak !! " Alvin tergelak melempar sosis mentah ke arah Indah diiringi tawa yang lainnya kecuali Andrian yang hanya tersenyum tipis.


Semua orang tau Indah bukan orang yang sombong. Dia begitu hanya jika sedang bersama mereka saja. Untuk mengisi tawa disaat kebersamaan mereka.


***


Acara berjalan dengan penuh canda tawa dan kebahagiaan. Saat para laki - laki sibuk membakar aneka macam makanan. Para wanitanya meramaikan suasana dengan bernyanyi. Andrian menawarkan diri memainkan gitar, satu hal yang mereka tidak sangka sebelumnya. Karena Andrian hanya akrab dengan para lelaki. Jadi tidak menyangka saat Shevi mulai mengiringi Indah, malah Andrian sendiri yang menawarkan diri. Dan membuat Indah tersenyum merona.


" Cieee.. roman - romannya ada yang udah mulai ada perkembangan nih ??? " Seru Lidia menggoda Indah yang tersenyum - senyum malu.


" Orang hidup tuh butuh berkembang !! Jangan kaya Nurin sama Leon yang jalan di tempat !! " Indah langsung menyahuti.

__ADS_1


" Bangkee lo Ndah.. Kenapa jadi bawa - bawa gue dah.. !! " Nurin melempar kacang yang sedang dia cemil.


" Hahaha.. Makanya ajak dong Leon maju. Jangan pacaran mulu lo. Seenggaknya tunangan dulu kek !! "


" Emang gue cewek apaan ngajakin cowok tunangan. Yang ada tuh harusnya dia yang ngajakin gue.. !! " Nurin melirik tajam Leon. Gara - gara masih mementingkan karir dirinya jadi bahan ledekan teman - temannya.


" Uhuk.. " Yang dilirik terbatuk - batuk merasa tersindir.


" Tau lo Leon !! udah pacaran lama masih aja gantungin sahabat gue lo !! Awas aja kalo sampe lo mainin Nurin !! " Lidia yang sedang berdiri berkacak pinggang menatap Leon.


" Mana ada gue mainin dia. Gue serius lah sama dia. Kalo gak serius mana mungkin gue kerja siang malem buat ngumpulin harta biar setidaknya bisa layak bersanding sama kelurganya. " Nurin merasa terharu dengan kata - kata kekasihnya. Ternyata itu alasan Leon selama ini menunda - nunda saat dirinya mulai membicarakan pertunangan.


Leon memang tidak terlahir dari keluarga kaya seperti para lelaki yang ada disana. Orang tuanya hanya pemilik restoran yang tidak terlalu besar di pusat kota. Tapi penghasilannya sebagai model papan atas membuatnya memiliki banyak aset dan infestasi dibeberapa bidang. Sehingga jika nanti dirinya bersanding dengan Nurin, dia tidak akan membawa wanitanya dalam kondisi yang susah.


" O'ooh... Gue mau dong diperjuangin begitu.. " Nay heboh dengan mata berbinar.


" Sialannn emang kalian..!! Malah pada mesra - mesraan !! Kirain gue gak akan merana karna bukan Tiara lagi yang nemenin gue malam ini. Ternyata sama aja !! " Indah melipat kedua tangannya didepan dada dengan muka cemberut.


Semua tertawa mengingat acara lamaran Alvin dan Shevi dimana Indah datang seorang diri dan hanya ditemani Tiara ditengah - tengah pasangan romantis. Dan kali ini Indah datang dengan orang yang dijodohkan dengannya. Tapi tetap saja tidak bisa romantis seperti pasangan lainnya. Dan diantara manusia yang sedang tertawa, Andrian diam menatap Indah dalam. Entah apa yang dipikirkan lelaki berpostur tinggi tersebut.


***


" Makasih buat semua udah nyempetin dateng diacara kecil kami. Dan malam ini gue juga mau ngumumin kabar gembira yang baru aja gue tau tadi pagi sebagai hadiah ulang tahun paling berharga sepanjang hidup gue.. " Alvin berdiri di depan para sahabatnya dengan memeluk pinggang istrinya yang berdiri di sampingnya.


Alvin menatap Shevi dan mengusap perut wanita itu yang masih datar. Nay yang sudah tahu hanya tersenyum. Dia sudah berjanji tidak memberitahu yang lain sampai Shevi yang memberi tahu sendiri sahabat - sahabat mereka.

__ADS_1


" Sebentar lagi Tiara bakalan punya adek.. " Ucap Alvin dengan banga.


Para wanita dengan hebohnya bertepuk tangan dan memeluk Shevi secara bergantian. Sedangkan para pria menjabat tangan dan menepuk punggung Alvin.


" Selamat bro.. Baru juga balikan udah langsung gaspol aja hahaha.. " Kelakar Leon.


" Gila emang kak Alvin.. Gak kira - kira pasti nih tiap saat main makanya cepet jadi.. " Shevi mengerucutkan bibirnya dengan wajah yang sudah merona.


" Liat aja kalo lo udah nikah Ndah.. Lo juga bakalan ngerasain gimana ganasnya Andrian.. Mana ada lelaki sejati yang tahan liat wanita diranjangnya.. " Balas Alvin tak mau kalah. Andrian terbatuk mendengarnya.


" Itu mah lo aja kali kak yang nafsunya gede !! "


" Tanya aja tuh sama penganten baru gimana ?? "


" Kenapa jadi bawa - bawa kita ?? Itu mah privaci ya !! " Seru Lidia.


" Iya lah privaci, masih tak terhitung ya sehari berapa ronde hahaha.. " Muka Lidia sudah merah bak kepiting rebus.


" Iiiihh kak Alvin nyebelin deh !! Malu - maluin tau !! " Semua tertawa melihat Lidia salah tingkah.


" Intinya gue bahagia banget gue masih dikasih kesempatan buat dampingi istri gue dalam masa kehamilannya. Gue janji akan jaga dia dan calon anak kita dengan baik... Hal yang dulu gue gak bisa lakuin saat hamil Tiara. " Alvin kembali memeluk dan mencium dahi istrinya.


" Sekali lagi makasih banget buat kalian yang dulu udah jagain dan bantuin Shevi saat hamil. Kali ini gue ambil alih apa yang seharusnya jadi tanggung jawab gue.. " Mata Shevi berkaca - kaca memandang wajah suaminya dengan sebuah senyum bangga dan bahagia. Dia yakin kehamilannya kali ini akan menjadi kehamilan yang penuh rasa bahagia.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2