
Suasana hening setelah Alvin dan Shevi duduk. Alvin hanya menunduk takut dihadapan papi Dion yang menatapnya tajam.
Papi Dion memang hangat kepada keluarganya. Tapi sekali ada yang membuat kesalahan yang fatal papi Dion bisa sangat kejam dalam memberikan hukuman. Sewaktu SMP Alvin pernah bolos sekolah dan malah main PS dirumah temannya. Sekolah langsung menghubungi papi Dion bahwa Alvin tidak masuk sekolah.
Saat sore hari dirinya pulang papi Dion sudah menunggunya di ruang keluarga. Saat itu juga Alvin langsung di marahi habis - habisan dan langsung menarik semua fasilitas yang Alvin miliki selama dua minggu. Membuat Alvin harus berjalan kaki kesekolahnya dan selalu dibawakan bekal oleh sang mami. Walaupun galak tapi papi Dion tidak pernah menggunakan kekerasan dalam mendidik anak semata wayangnya.
Papi Dion menghela nafas dan membuka kacamata yang membingkai matanya.
" Papi gak ngerti harus ngomong apa lagi sama kalian berdua. Kalian itu udah bukan lagi anak - anak yang harus papi nasehati ini dan itu. Dan Tiara juga bukan hak papi untuk menjaga dan mendidiknya. Itu sepenuhnya hak kalian. Papi, mami dan bunda hanya membantu jika sekiranya kalian kesulitan." Tidak ada emosi dalam nada bicara Papi Dion. Kali ini beliau hanya ingin mengingatkan dua pasangan muda didepannya, bukan untuk memarahi mereka.
" Tapi untuk hari ini papi benar - benar kecewa kepada kalian. Bagaimana bisa Tiara lepas dari pengawasan kalian. Dia masih terlalu kecil untuk kalian biarkan main sendiri. Bahkan di New York kamu bisa menjaga Tiara sendiri vii.. Tapi disini ada Alvin malah membuat kamu lengah " Shevi menunduk merasa bersalah.
" Untung Tiara baik - baik saja dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. " Imbuh mami Lyra.
" Papi tahu kalau kalian pengantin baru yang sedang menikmati rasanya kasmaran dan indahnya berumah tangga. Tapi kalian juga tidak boleh lalai dan melupakan tugas utama kalian sebagai orang tua."
" Papi udah pesankan tiket pesawat dan hotel untuk kalian bulan madu. Mungkin kalian memang butuh waktu untuk berdua. Papi kasih kamu cuti satu minggi vin " Kedua pasangan muda itu pangsung mendongak menatap lekat sang papi.
" Pa-papi se-serius ?? " Tanya Alvin tak percaya. Alvin sudah mempersiapkan diri untuk dimarahi habis - habisan atau dipukul papinya karena kehilangan Tiara. Tapi ternyata malah dirinya mendapatkan hadiah honeymoon dari papinya.
" Papi serius.. Dari pada kalian teledor lagi sibuk pacaran dan ngilangin cucu papi. Lebih baik kalian pergi bulan madu sana !! Papi juga bosen tiap hari liat kalian mesra - mesraan. Belum lagi kalo malem kedengeran sampe bawah kalo papi kebangun nonton tv " Beberapa kali papi Dion tidk bisa tidur dan memilih menonton televisi. Tapi malah terdengar lenguhan dari kamar Alvin yang membuat dirinya sering kali membangunkan istrinya tengah malam untuk menyalurkan hasratnya.
" Aakkkhhh papi bikin malu aja !! " Seru Shevi sambil menitup mukanya dengan kedua telapak tangannya. Membuat para orang tua tertawa. Dan Alvin hanya menyeringai dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
***
Malam itu Shevi, Alvin dan Tiara menempati kamar lama Shevi di kediaman Shandika. Shevi tidur ditengah antara anak dan suaminya.
" Mas.. Emang kalo kita lagi gituan suara aku keras banget ya ?? " Shevi masih sangat malu dengan pernyataan papi mertuanya tadi.
" Hmmm gimana ya ?? aku gak terlalu konsen si keras apa gak'nya.. Soalnya aku lebih konsen nikmatinnya haha " Alvin tertawa pelan menggoda istrinya.
" Iihhh mas mah nyebelin.. Malu banget tau aku tuh sama mereka.. " Alvin mengaduh sambil tergelak saat Shevi mencubit perutnya.
" Ngapain harus malu ?? Mereka juga pernah muda yank.. Mungkin mereka malah lebih bikin polusi suara dari pada kita.. " Kata Alvin menenangkan istrinya.
" Lagian aku suka suara desahan kamu.. Bikin aku semakin bergairah " Bisik Alvin di telinga Shevi. Membuat istrinya itu melotot malu.
" Kalo begini mah mending kita punya rumah sendiri aja mas.. Malu aku kalo ketemu mereka.. Aku juga gak mau gituan dulu lah !! Aku gak bisa ngontrol suara aku abisnya !! "
" Maassss !! Mending kamu puasa aja seminggu deh.. aku gak mau ngasih jatah !! " Seru Shevi dongkol dengan suaminya yang terus saja menggoda dirininya.
" Jangan dong yank.. Sehari aja aku gak kuat apa lagi seminggu... " Alvin kembali memeluk Shevi dari samping dan menelusupkan kepalanya di bahu dan leher sang istri.
" Aku kasih peredam suara deh kamarnya.. Gimana ?? " Tak terbayang rasanya bisa mendekap sang istri tapi tak bisa menjamahnya.
" Hmm.. gitu lebih baik deh mas " Tidak terlalu buruk juga ide dari Alvin. Karena sebenarnya dirinya juga tidak berniat membeli rumah agar bisa menemani mami mertuanya agar tidak kesepian.
__ADS_1
" Oke.. Besok aku langsung suruh orang buat pasang peredam.. Biar malamnya kita bisa langsung mencoba apa peredam itu berguna atau gak "
" Pikiranmu massss !! Mesum dasar !! " Shevi menggeleng sambil terkekeh.
" Mesum sama istri sendiri mah harus yank.. Biar makin harmonis !! "
" Haha kata siapa mas ?? " Pemikiran konyol dari mana lagi suaminya ini.
" Kata aku lah.. Lihat aja kalo kamu lagi ngambek kan gak mau ngasih aku jatah. Tapi kalo kita lagi aku gini setiap saat juga kamu kasih.. Berarti indikasi rumah tangga kita harmonis itu dari seberapa sering kita berhubungan intim " Shevi langsung tergelak mendengar pendapat suaminya. Suami yang cerdas ternyata begini kalau sedang mesum, pikirannya tidak logis.
" Ssttt jangan kenceng - kenceng yank.. Nanti Tiaranya bangun !! " Alvin membekap mulut istrinya yang tidak henti - hentinya tertawa. Dan baru melepaskan saat tawa istrinya mereda.
" Iya maaf tuan specialis menidurkan anak " Shevi mencangkup kedua pipi Alvin dan mengecup bibir lembut suaminya.
Sekarang setiap malam Alvin yang selalu menemani Tiara untuk tidur. Tiada malam tanpa nyanyian atau dongeng dari buku yang Alvin bacakan. Setiap hari juga Alvin mengusahakan untuk tidak pulang terlambat agar bisa menani putri kecilnya. Dia lebih memilih lembur di rumah dari pada harus lembur dikantor tapi tidak menemani anaknya tidur.
Alvin tidak akan menyia - nyiakan kesempatannya kali ini. Dia akan membuat Tiara senyaman mungkin berada didekatnya. Akan dia jaga selayaknya seorang putri. Tiara adalah cinta ketiganya setelah posisi pertama dan kedua ditempati oleh ibu dan istrinya. Dan Alvin akan pastikan kalau dirinya adalah cinta pertama untuk putrinya.
Alvin tersenyum mendapat ciuman dari istrinya. Kemudian dia langsung menarik tengkuk istrinya untuk membenamkan ciumannya lebih dalam, tidak sekedar kecupan. Menikmati bibir lembut dan manis sang istri untuk pengantar tidurnya. Saat mereka sudah sama - sama kehabisan nafas Alvin melepaskan ciumannya dan membenamkan kepala istrinya pada dada bidangnya. Dikecup kening sang istri sebelum mengucapkan selamat tidur.
*
*
__ADS_1
*
Happy Reading 💕