DEMI DIA

DEMI DIA
S2 - Jebakan Sheril


__ADS_3

Tiara mendengar keributan dari luar kamar. Kepalanya terasa berat seakan habis di pukul. Memejamkan kuat kedua kelopak matanya, mengurangi rasa pening yang terasa menyakitkan, mencoba mengingat apa yang terjadi. Saat ingatan itu datang, gadis itu seketika duduk terbangun.


"AKKKHHHH!!" gadis itu menjerit saat selimut terjatuh ke pangkuannya, terlihat tubuhnya polos tanpa busana. Lebih menjerit lagi saat mendapati seorang pemuda tidur di sebelahnya. Pemuda yang sama dengannya, terlihat dari tubuh bagian atas pemuda itu yang juga tanpa sehelai benang pun.


Di saat bersamaan beberapa orang berseragam memasuki kamar yang mereka tempati. Tiara buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


Menatap sekeliling dan baru menyadari jika mereka berada di salah satu kamar hotel, jika melihat tatanan kamar tersebut.


Pemuda yang ternyata Alvaro itu tersadar saat mendengar jerit kedua Tiara yang bersamaan dengan orang-orang masuk kamar mereka.


"Lo udah ngapain gue!" teriak Tiara kepada Alvaro, tanpa memperdulikan petugas kepolisian yang datang menggerebek mereka. Memegang erat-erat selimut agar tetap menutupi tubuhnya.


"Lo yang ngapain di sini!" seru Alvaro tidak terima di salahkan.


"Lo kan yang udah bekap terus culik gue kesini! seneng banget sih lo jahatin gue!" hardiknya pada Alvaro.


Pemuda itu hanya diam dan menatap satu persatu orang-orang yang berada di ruangan yang sama dengannya.


"Kalian ini malah bertengkar. Sekarang pakai baju kalian dan ikut saya ke kantor!" seru salah satu petugas polisi.


Tiara dan Alvaro baru menyadari keadaan apa yang sedang mereka hadapi saat ini.


"Tapi pak! apa salah kami? bapak tidak bisa begitu saja membawa kami tanpa adanya bukti! kami tidak melakukan hal apa pun di sini!" Alvaro mencoba meluruskan situasi.


"Kalian pasangan di luar nikah yang kedapatan di dalam kamar hotel bersama tanpa busana! dan dari kartu identitas yang kami temukan, kalian masih pelajar! apa itu kurang untuk membawa kalian ke kantor?"


Tiara hanya bisa menunduk pasrah. Meskipun dia yakin tidak ada yang terjadi antara dirinya dan juga Alvaro, tapi mau beralasan bagaimana lagi jika memang mereka tidak memakai busana saat ini. Air mata mengalir di kedua pipi gadis itu, bayangan kedua orang tuanya yang kecewa menari di benaknya.


Dapat Tiara lihat jika Alvaro mengacak rambutnya dan mengerang frustasi. Petugas polisi memberikan pakaian mereka berdua yang tercecer di lantai.


Alvaro langsung memakai pakaiannya di bawah selimut. Sedangkan Tiara menunggu hingga mereka semua keluar dan hanya menyisakan petugas perempuan di dalam untuk mengawasi Tiara.

__ADS_1


Di depan kamar mereka sudah ada perwakilan guru mereka yang memang acara prom di lakukan di hotel yang sama. Mereka di minta ikut untuk mendampingi murid mereka hingga orang tua Tiara dan Alvaro datang.


Tiara melihat Sheril di kejauhan yang tersenyum mengejek dan mengacungkan ponselnya. Dengan mengernyit bigung, Tiara membuka ponsel yang ternyata ada pesan dari Sheril.


Membuka pesan tanpa perasaan apa pun. Tapi seketika gadis itu terperanjat saat sebuah foto yang Sheril kirimkan adalah foto dirinya dan Alvaro yang sama-sama tanpa busana, sedang berpelukan.


Di bawahnya tertulis caption "Makanya dengerin gue! kalo gue bilang jauhin Dika, ya jauhin!" Tiara menggenggam ponselnya geram. Jadi dalang penculikan dan penjebakan ini Sheril?


"Mulai hari ini jauhi Dika! atau foto kalian berdua akan beredar di seluruh SMA Putra Bangsa!" caption Sheril di foto yang lain, foto yang menampilkan tubuhnya dan Alvaro yang sama-sama terlentang.


Tidak ada yang tahu tentang kejadian itu kecuali Sheril dan gengnya. Tiara beruntung di situ, setidaknya dia hanya perlu menuruti keinginan Sheril agar tidak akan ada yang mengetahui masalah ini. Sheril tidak mungkin membiarkan ada yang tahu hal ini, karena niat gadis itu ingin memiliki sebuah senjata untuk mengancam Tiara dan Alvaro sekaligus.


***


Satu jam yang lalu. Sheril membayar karyawan hotel untuk membantu membius Tiara dan Alvaro, membawa mereka ke salah satu kamar yang sudah ia pesan atas nama Tiara.


Setelah orang bayarannya pergi, Sheril di bantu oleh kedua temannya melepas semua pakaian yang di kenakan oleh Tiara dan Alvaro.


"Gila! Alvaro bikin gue mupeng haha.." kelakar salah satu teman Sheril yang melepas pakaian Alvaro, menyisakan pakaian dalam bagian bawah pemuda itu. Memperlihatkan dada bidang Alvaro yang meskipun belum berotot tapi terlihat kekar.


Setelah memastikan semua aman, mereka keluar kamar dan menghubungi polisi, melaporkan kecurigaan adanya aksi mesum yang di lakukan oleh pasangan di luar nikah di hotel mereka berada saat ini.


"Rasain kalian! makanya jangan macam-macam sama gue!" seringai muncul di wajah Sheril saat pihak kepolisian datang dan membuka kamar dimana Tiara dan Alvaro yang masih dalam pengaruh obat bius. Tapi di lihat dari waktunya, seharusnya ini waktu yang tepat bersama dengan kesadaran dua orang di dalam sana yang ia jebak.


"Lo yakin kita gak bakal ketauan sama polisi Sher? lo yakin kita aman?" tanya salah satu teman Sheril khawatir.


"Udah, kalian tenang aja! sekalipun Tiara dan Alvaro tau, mereka gak mungkin berani laporin kita!"


Setelah mengirimkan pesan kepada Tiara dan melihat dua orang musuhnya di bawa polisi, Sheril mengajak teman-temannya untuk kembali ke ballroom.


"Sher, lo liat Tiara gak? waktunya gantian main piano." tanya salah satu anak musik. Tidak jauh dari mereka juga ada Pricilla dan Dika yang ikut mendengarkan. Mereka juga khawatir karena Tiara tiba-tiba menghilang setelah tampil.

__ADS_1


"Habis tampil tadi kayaknya gue liat dia pergi sama Alvaro." jawab Sheril santai, tidak menimbulkan kecurigaan apa pun terhadapnya.


"Alvaro!" seru Pricilla mendekat ke arah Sheril.


"Lo yakin dia pergi bareng Alvaro?" imbuhnya lagi.


"Kalo lo gak percaya, coba aja hubungi dia." Sheril dan gengnya meninggalkan Pricillia dan Dika yang tidak percaya.


Pricilla mengambil ponsel dan mencoba menghubungi Tiara. Hingga panggilan ke lima, teleponnya baru di angkat.


"Halo Ra.. Lo dimana?" tanya Pricilla langsung setelah di angkat oleh sahabatnya.


"Gu-gue udah lagi pulang. Sory ya sil, gue gak jadi pulang baren lo!" di seberang Tiara terlihat gugup dan takut.


"Lo pulang bareng Alvaro? lo gak kenapa-kenapa kan?" Pricilla khawatir saat mendengar suara Tiara yang sedikit bergetar seperti menahan tangis.


"Kok lo tau gue pulang bareng Alvaro?"


"Sheril yang bilang. Jadi bener lo pulang bareng dia? dia gak ngapa-ngapain lo kan?" Pricilla masih tidak puas karena Tiara tidak kunjung memberitahu kondisinya saat ini.


"Gue gak papa kok. Udah dulu ya Sil."


Pricilla mengernyit ketika Tiara begitu saja mematikan ponselnya. Dia tidak terlalu percaya jika gadis itu baik-baik saja. Nanti setelah pupang dari acara, dia akan tetap ke rumah Tiara untuk memastikan sahabatnya itu baik-baik saja.


"Gimana?" tanya Dika yang sudah menunggu kabar dari Tiara.


"Dia udah pulang bareng Alvaro. Dan dia baik-baik aja." Pricilla merasa iba melihat tatapan sedih dari Dika saat mengetahui Tiara pulang dengan Alvaro. Tapi mau bagaimana lagi.


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa tinggalin jejak Like, komen, kalau ada poin bisa vote biar authornya tambah semangat 😍


__ADS_2