
" Tadinya aku mau pulang lagi ke rumah ini dan mencoba menerima semuanya.. Tapi setelah aku melihat sendiri bagaimana Tiara diperlakukan, Maaf mih Shevi belum bisa balik lagi kesini.. Dan maaf sepertinya aku akan membawa Tiara pergi sama aku " Alvin mendekati Shevi dengan langkah lebar. Dan Tania tersenyum penuh kemenangan. Sabar sobat semua belum berahir, jangan merasa menang dulu. Batin Shevi.
" Kamu apaan sih yank.. Kamu gak bisa dong bawa Tiara pergi gitu aja tanpa izin dari aku.. Dan aku gak akan pernah kasih izin !! "
" Gue akan tetap bawa Tiara pergi dengan atau tanpa izin dari lo.. Karna lo disini gak bisa ngelindungin anak lo sendiri dari istri lo itu !! " Shevi menunjuk Tania dengan jarinya, tapi tatapannya tetap terarah dengan tajam ke Alvin.
" Maksud kamu apa vii ?? " Mami Lyra mengkerutkan alisnya tidak mengerti. " Perlakuan apa ?? dan ngelindungin apa ?? "
Tania mulai sadar posisinya saat ini tidak aman. " Udah lah mih gak usah dengerin dia " Tania mendekati mami Lyra dan memeluk lengannya.
" Tadi gue liat istri baru lo ini megang rahang anak gue kasar buat nyuapin dia.. Dan gue gak tau apa lagi yang selama ini wanita itu lakuin sama anak gue disini.. Kalo lo gak bisa jagain Tiara.. Biar gue yang jagain.. Karena selama gue mengandung dan membesarkan Tiara.. Gue selalu ngasih yang terbaik buat dia Alvin !! " Seru Shevi kepada Alvin tak perduli drama yang di lakukan Tania.
" Apa ?? Lo apain anak gue ??!! " Alvin memegang erat lengan Tania sampai wanita itu meringis kesakitan.
" Engak mass.. Jangan dengerin dia.. Aaww sakit mas "
" Silahkan selesakan masalah rumah tangga kalian.. Aku pamit bawa Tiara pergi mih " Shevi berlalu menuju kamar anaknya. Sekaligus ada sesuatu yang perlu dia ambil dari kamarnya bersama Alvin.
***
" Brengsek lo !! berani - beraninya lo nyakitin anak gue !! "
" Saya sudah pernah bilang sama kamu Tania.. Jangan sampai kamu nyakitin cucu saya !! "
Tania yang dibentak dua orang sekaligus mengkeret takut. Tanpa berani membela diri sama sekali.
Disela Alvin dan Mami Lyra yang sedang memarahi Tania, Shevi turun menggandeng anaknya dan dibelakangnya bibi membawa koper besar milik Tiara.
" Yank. Kamu gak bisa bawa Tiara kaya gini " Alvin mendekati mereka dan mencegah Shevi melangkah keluar rumah.
" Gue gak akan bawa Tiara kalau saja dia diperlakukan dengan baik disini.. Gue mungkin emang belum bisa jadi ibu yang baik dengan segala sifat kekanak - kanakan gue.. Tapi setidaknya gue memperlakukan anak gue dengan baik.. Gue besarin dia sendiri dengan susah payah bukan buat disiksa di rumah ini !! " Emosi Shevi meluap mengingat anaknya diperlakukan dengan tidak baik. Dadanya naik turun seiring emosinya yang memuncak.
__ADS_1
" Kamu gak bisa nganggep Tiara tersiksa dirumah ini cuma karena perlakuan satu orang aja !! Dan lagi aku janji hal itu gak akan terulang lagi !! "
" Terus gue harus percaya !! Bisa aja kalian lalai lagi dan ninggalin Tiara sama wanita itu lagi.. Aku yakin dengan kesibukan kalian pasti Tiara sering kalian tinggal berdua sama wanita itu !! "
" Tiara gak cuma sama Tania !! Dirumah juga banyak bibi !! "
" Terus lo kira bibi ada yang berani bela atau ngelindungin Tiara saat di dijahatin !! Bahkan Tiara bilang kalau selama ini Taniamu itu bilang gue gak sayang lagi dan pergi ninggalin Tiara !! Gue titipin Tiara tinggal disini biar pesikologisnya gak keganggu karena hubungan kita yang lagi gak baik !! gue pengen dia taunya kita baik - baik aja !! Tapi kalau begini jadinya, mending dari awal gue bawa Tiara pergi !! "
Tiara menangis dan memeluk kaki Shevi, takut melihat kedua orang tuanya bertengkar dengan nada tinggi. Ini pertama kalinya dia melihat orang tuanya seperti ini.
" Ada apa ini !! " Suara Papi Dion memutuskan tatapan tajam dari Shevi kepada Alvin.
" Aku mau bawa Tiara pergi dari sini pih " Shevi menggendong Tiara dan mendekat ke papi mertuanya untuk mencium tangan beliau.
" Lho memangnya kenapa ?? "
" Disini orangnya pada sibuk.. Dan aku gak bisa biarin anak aku di perlakukan tidak baik sama menantu baru papi " Alis Papi Dion menukik tajam dan mengubah padangannya pada Tania.
" Memang mami kemana selama ini sampe Tiara dititipin ke orang lain ?? " Imbuh papi Dion kepada istrinya.
" Tadi mami habis arisan pih " Ucap mami takut - takut. Papi Dion menghela nafasnya.
" Maafkan kami Shevi.. Maafkan kami yang lalai ini.. Tapi papi harap kamu tidak meninggalkan rumah ini.. Kamu berhak ada disini.. Biar Alvin sama Tania saja yang pergi dari rumah ini " Papi Dion mengalihkan pandangannya dari Shevi kepada Alvin dan istri barunya. Alvin tercengang ditempat mendengar papi mengusir dirinya.
" Kenapa Alvin ikut diusir pih ?? Biar aja Tania pergi. Tapi Alvin gak mau !! " Alvin menatap tajam Tania. Seolah menyalahkannya jika sampai Papi Dion sungguh - sungguh mengusir dirinya.
" Tapi aku hamil anakmu mas.. Kok kamu tega sih ?? " Seru Tania tidak terima dan tidak takut dengan tatapan Alvin padanya.
" Pokoknya kalian berdua tinggalkan rumah ini !! Dan tinggalkan semua fasilitas yang papi kasih ke kamu Alvin !! " Alvin semakin tercengang sekarang.
" Biar Shevi aja pih yang pergi.. Kasian Tania sedang hamil " Walaupun Shevi sangat marah kepada Tania yang jahat kepada anaknya. Tapi dia juga merasa kasihan kalau mereka harus terusir bahkan tanpa fasilitas apapun.
__ADS_1
" Keputusan papi sudah bulat !! Asal kamu tahu saja Shevi.. Alvin itu sudah menimbulkan kerugian besar kepada perusahaan.. Seminggu ini dia melalaikan tanggung jawabnya diperusahaan padahal dia memegang banyak proyek dan membuat klien kecewa.. Untung papi masih bisa menanganinya .. "
" Tapi pih.. Alvin mau makan apa kalau semua fasilitas diambil " Papi Dion mengambil uang dalam tas kerjanya yang berjumlah sepuluh juta dan memberikannya kepada Alvin.
" Itu uang untukmu bertahan hidup.. Carilah kontrakan untuk kalian tinggal dan carilah pekerjaan untuk menghidupi istrimu itu.. Biar untuk istri dan anakmu yang satu lagi papi yang urus !! "
" Papi gak bisa kaya gitu dong.. Alvin gak mau !! "
" Papi tidak bertanya kamu mau atau tidak.. Ini keputusan papi dan kamu tidak ada pilihan "
" Alvin janji akan kerja dengan baik pih... "
" Kamu udah gak perlu lagi berangkat ke kantor. Karena posisi kamu udah digantikan oleh Jodi sampai usia Tiara 21 tahun.. "
Tania tercengang mendengarnya. Jadi sekarang suaminya ini jatuh miskin dan semua hartanya adalah milih anak perempuan itu ??!! Tania mengeratkan genggaman tangannya dan berlalu memasuki kamarnya untuk berkemas.
" Piiihhh... " Alvin merengek dan bersujud memeluk kaki papinya seperti anak kecil.
" Lebih baik kamu kemasin barang - barang kamu atau kamu keluar tanpa membawa sehelai pakaianpun !! "
Alvin mendesah dan berdiri mendekati istri serta anak dalam gendongan istrinya. Memeluk mereka dan mencium dahi mereka bergantian.
" Maafin aku yankk... Maafin daddy sayang " Air mata Shevi menetes saat Alvin melakukannya. Begitu juga dengan Alvin yang merasa teramat bersalah kepada istri dan anaknya.
*
*
*
Happy Reading 💕 kuy kasih semangat dengan Like, komen, dan vote seikhlasnya.
__ADS_1