
Malam hari saat Alvin dan Shevi pulang Tiara langsung berlari kearah mereka dan memeluk pinggang Shevi sambil meraung.
" Huaaaaaa kenapa mommy lama... Ara gak mau disini..... disini mommy gak sayang lagi sama Ara..... Disini mommy tinggalin Ara..... Ara ingin pulang ke rumah kita... Ara gak mau disini huaaaa " Anak itu merindukan mommy'nya. Karena baru kali ini dia ditinggal seharian penuh. Bahkan Tiara tidak melihat saat Shevi pergi karena masih tertidur.
Shevi berjongkok dan memeluk putri kesayangannya.
" Sayangggg... kenapa jadi cengeng seperti ini sekarang ? " Alvin ikut berjongkok disamping kedua wanita tersayangnya dan ikut mengusap kepala Tiara.
" Anak mommy kan biasanya gak nangis.. Kan ada nenna, ada aunty sama uncle Rasya.. Ada bi nah juga kan sayang ? " Shevi menghapus air mata Tiara dan mengecup kedua pipinya.
" Sekarang bilang sama mommy kenapa Tiara nangis ?? " Anak itu mulai tenang dan tidak lagi menangis.
" Mommy lebih sayang sama daddy.. Mommy jadi pergi terus sama daddy dan Ara ditinggalin. Mommy gak sayang lagi sama Ara " Sesekali anak itu menarik ingusnya yang akan turun disela senggukannya.
" Kata siapa mommy gak sayang lagi sama Tiara ?? sayangnya mommy tidak akan berkurang sampai kapanpun " Shevi bisa mengerti anaknya yang mulai cemburu dengan waktunya yang terbagi, yang biasanya hanya fokus kepada anaknya saja sekarang fokusnya harus terbagi dengan mengurus pernikahan dan juga Alvin.
" Mommy kan pergi untuk mengurus pernikahan. Katanya Tiara ingin daddy tinggal bareng - bareng sama kita. Jadi Tiara juga harus mengerti ya sayang ?? " Anak itu mengangguk dan kembali memeluk Shevi.
" Daddy juga ingin dipelukkkkk " Suara Alvin dikecilkan dengan gaya manja membuat Tiara tertawa dan memeluknya. Yang disambut pelukan juga dari Shevi memeluk keduanya.
Yang lain yang berada diruang keluarga Shandika bahagia melihatnya.
***
Keesokan harinya anak ayam tidak mau ketinggalan induknya. Tiara ikut mommy dan daddy'nya mencari cincin pernikahan. Anak itu duduk dibelakang sendiri sambil bernyanyi - nyanyi. Anak yang usianya hampir lima tahun itu tergolong anak yang cerdas. Dia sudah menguasai dua bahasa yaitu bahasa ibunya dan bahasa Inggris tempatnya tinggal selama ini. Permainan pianonyapun untuk anak seukuran dia sudah bisa dibilang luar biasa. Karena setiap hari Shevi lebih banyak berlatih diapartemen dan Tiara menemani jadi anak itu cukup lihai dalam memainkan alat musik besar itu.
" Tiara mau ya sekolah disini sama daddy ?? Nanti biar mommy ke New York sendiri selesain kerjanya. Tiara disini aja biar sekolahnya gak keganggu ?? " Alvin sudah menemukan sekolah yang sekiranya cocok untuk Tiara tidak jauh dari komplek perumahan mereka.
" No daddy.. Ara mau ikut mommy " Shevi terkikik mendengar jawaban Tiara yang lebih memilih untuk ikut dengannya.
" Jangan terlalu dipaksakan mas.. Dia masih asing sama kamu.. nanti juga terbiasa " Alvin hanya menghela nafas dan mengangguk.
Tak apa yang terpenting dia tidak akan kehilangan dua bidadari dalam hidupnya lagi. Toh mereka pergi hanya sebentar.
Setelah sampai di toko perhiasan yang ada disalah satu mall Alvin langsung mengambil pesanannya. Alvin sudah memesan cincin untuk pernikahannya dan Shevi. Juga memesan dua kalung untuk anak dan calon istrinya. Kalung couple yang dia desain sendiri untuk dua wanita terpenting dalam hidupnya.
__ADS_1
" Pesanan saya sudah jadi mbak ? " Pegawai yang memang sudah bertemu dengan Alvin sebelumnya tersenyum ramah dan mengambil pesanan Alvin.
" Silahkan tuan dicek dulu ukuran sama bentuknya sudah sesuai dengan keinginan tuan atau ada yang perlu kami rubah " Alvin mengambil dua kotak yang diberikan pegawai tersebut dan membukanya.
" Lho udah pesan mas ?? katanya ngajakin aku milih " Shevi cemberut karena tidak ditanya pendapatnya tentang pilihannya sendiri.
" Ini aku desain khusus sayang.. Kamu coba ya ?? " Alvin mengambil salah satu cincin yang ada dikotak dan memasangkan dijari manis lentik Shevi.
" Pas ternyata.. cantik kan ?? " Diangkatnya tangan Shevi dan dikecupnya dengan segenap cinta.
Shevi mengamati jarinya yang terpasang cincin untuk nikahannya nanti dengan raut berbinar. Benar kata Alvin cincinnya cantik, Tidak berlebihan tapi elegan dijari manisnya.
" Daddy juga punya dong buat bidadari daddy " Alvin kemudian mengeluarkan kalung yang ukurannya lebih kecil dari yang satunya untuk dia pakaikan di leher anaknya.
" Wahh bidadari daddy makin cantik ternyata " Alvin mengamati Tiara dan mengecup keningnya dan dibalas kecupan dipipi sebelah kanannya dari Tiara.
" Thank you daddy " Tiada kebahagiaan yang lebih bahagia dari melihat anaknya bahagia bersama ayahnya. Dia menyesal sempat memisahkan mereka dan menunda kebahagiaan untuk mereka berdua.
" Satu lagi buat mommy " Alvin berdiri dan memasang kalung satunya lagi dileher Shevi dari belakang dan diakhiri kecupan dileher wanitanya.
***
" Mau makan dimana ?? " Alvin menggandeng Tiara berjalan menuju restoran dilantai tiga mall yang mereka datangi.
" hmmm western aja deh mas.. Biar gak bingung juga milihnya buat Tiara.. Dia masih belum terbiasa sama masakan sini yang kebanyakan pedas "
" Oke let's goo "
Alvin memesan meja private untuk mereka dan langsung ditunjukan oleh waiters kesalah satu ruangan yang masih kosong. Dijam makan siang seperti ini meja hampir semua terisi.
Setelah mencatat pesanan waiters tersebut meninggalkan mereka.
Ting..
Terdengar tanda pesan masuk di ponsel Shevi. Shevi mengambil ponsel yang berada dalam tasnya ternyata grup chat sahabatnya yang berbunyai.
__ADS_1
Indah : Kuy adain bridal shower buat Shevi
Nay : Bridal shower mah kebanyakan buat surprise dodol !! Ini malah di umumin digrup yang calon pengantennya juga ada 🤦
Lidia : Tau nih bu bos padahal udah mau mimpin perusahaan tapi otaknya belum bangun juga wkwkwk
Shevi masih menyimak sambil cekikikan sendiri. Tak perduli dengan Alvin dan Tiara yang asik bercanda.
Indah : Sialan lo !! otak gue bangun begini.. Dan yang biasanya bangun bukan otak ya Lid.. Tapi burung bhahahaha.
Dan asal kalian tau aja kemaren gue abis menang tender dari usaha gue sendiri 😝
Nurin : Wahhhh dasar bos gadungan emang ini si Indah.. kek gini aja diumumin apa lagi tender.. gak percaga gue lo menangin dari kerja lo sendiri hahahaha
Shevi : Jangan di bully lah Indah nya kasian.. Tapi emang otaknya suka ketinggalan si hahaha
Indah : Wah sialan lo vii.. Gue udah sesayang ini sama lo pengen ngadain acara buat ngelepas masa lajang lo tapi malah lo hina gue.. Sahabat lucknut emang kalian semua 😤
Shevi : Jangan ngambek dong ndah.. kita kan cuma bercanda.. dan lagi gue gak perlu ngadain acara begituan.. gue udah punya anak jadi gak pantes
Nay : Tapi gak papa si vii.. ini kan bridal shower di geng kita buat yang pertama.
Lidia : Bener tuh vii... kuy lah
" Simpen dulu lah hp'nya kita makan dulu " Tegur Alvin karena sedari tadi Shevi cekikikan sendiri dengan ponselnya.
" Hehe iya mas " Shevi menyimpan ponselnya kembali kedalam tas. Biar masalah bridal shower jadi urusan para sahabatnya.
*
*
*
Happy Reading 💕
__ADS_1