DEMI DIA

DEMI DIA
Shera Murka


__ADS_3

" Jadi Tiara anak kamu bang ?? " Air mata Shera mengalir deras. Shera niatnya akan keluar setelah Tiara tidur. Tapi Shera terkejut saat Alvin bertanya apakah itu anaknya.


" Dan kamu udah bikin adekku susah dengan hamil tanpa suami !! Laki - laki macam apa kamu bang gak berani bertanggung jawab dan ninggalin Shevi setelah merusaknya !! " Shera berteriak histeris.


" Kamu gak tau bang gimana menderitanya Shevi akibat ulah kamu !! " Shera menarik kerah Alvin dan mengguncang - guncangnya.


Shevi yang panik takut kakaknya anfal lagi langsung memeluk dan menenangkan kakaknya dari belakang.


" Tahan emosi kamu kak. Tiara bukan anak Alvin kok. Jadi kamu tenang aja ya ?? " Shevi mengusap lembut punggung kakaknya agar tenang.


" Tenang kamu bilang ?? Kamu pikir aku bisa tenang setelah egois mempertahankan Alvin disamping aku yang ternyata malah melukai dan membuat hidup adikku menderita ??!! Kamu pikir aku bisa tenang memikirkan nasib Tiara sedangkan aku mengambil daddy'nya yang seharusnya ada untuknya ??!! " Shera melepaskan pelukan Shevi dan kembali menarik kerah Alvin.


" Kak, Tiara bukan anak Alvin !! " Shevi berteriak setelah tidak sabar melihat kakaknya yang lostcontrol seperti ini.


" Aku tau siapa dan bagaimana kamu !! Aku tau kamu gak akan menjajakan diri kamu !! Aku bahkan masih inget saat kamu bilang gak punya pacar dan langsung histeris saat tau kamu hamil !! Aku inget itu semua dan kenapa kamu masih mencoba bohongin aku ?? " Shera langsung memegang dadanya yang terasa sakit


Shevi dan Alvin panik dan langsung membawa Shera kerumah sakit.


***


Satu jam lebih Shera didalam ruang IGD dan dokter belum ada yang keluar satu pun. Rasa cemas dan khawatir memenuhi pikiran Shevi.


Shevi telah mengabari Bundanya tentang keadaan Shera dan mereka akan langsung menuju ke New York dengan penerbangan pertama.


" Jadi bener kan kalau Tiara anak gue ??" Shevi mendesah frustasi karena masih sempat - sempatnya Alvin menanyakan hal itu.


" Iya Tiara anak lo !! Puas ??!! "


" puas lo bikin hidup gue susah. Tapi makasih udah hadirin bidadari dalam hidup gue " Imbuh Shevi dalam hati.


Alvin langsung memeluk Shevi. Pria itu menangis sesenggukan dalam dekapan gadis yang ada dalam pelukannya. Shevi yang tidak tega akhirnya membalas pelukan Alvin dan mengusap punggung pria itu. Lama mereka berpelukan dengan Alvin yang memangis penuh dengan penyesalan.


" Maaf.. Maaf gara - gara perbuatan gue lo jadi susah.. Maaf kalo selama lo hamil gue gak ada disamping lo.. Maaf kalo gue gak ikut merawat dan membesarkan putri kita. Maaf.. Maafin gue Shev " Alvin masih memeluk Shevi dengan erat dan bahkan bicaranya tidak jelas diantara isak tangisnya. Tapi Shevi masih bisa mendengar setiap kata yang terucap. Tanpa terasa air mata Shevi mengalir saat kata maaf itu terucap.

__ADS_1


" Tapi makasih.. Makasih udah mau hamil anak gue.. Maksih udah mau merawat dan membesarkannya.. Makasih udah mempertahankan dan tidak membuangnya " Satu pukulan keras melayang dipunggung Alvin dari Shevi.


" Lo pikir gue ibu macam apa yang tega buang anaknya sendiri. Meskipun berat karena saat itu gue masih 18 tahun saat tau gue hamil tapi gue juga gak mungkin tega bunuh darah daging gue sendiri !! " Seru Shevi tidak terima setelah melepas pelukan Alvin dan menatapnya tajam.


" Iya sory sory.. " Alvin kembali memeluk dan mencium kening Shevi.


" Jangan pernah sakitin kakak gue.. Jagain dia baik - baik. Gue sama Tiara baik - baik aja tanpa lo. Tapi Shera lo bisa lihat sendiri " Alvin melepas pelukannya dan menatap Shevi dengan tatapan tak percaya.


" Gak usah egois !! Tiara butuh gue !! Dia anak gue !! " Baru saja Shevi akan mendebat dokter keluar dari ruang pemeriksaan Shera.


Dua insan yang sedang berdebat itu langsung mendekat ke arah dokter.


" Bagaimana keadaan saudari saya dok ?? " Tanya Shevi cemas.


" Saudari anda masih dalam keadaan kritis. Kejadian yang baru saja dia alami sepertinya membuat kondisi jantungnya melemah. Dan kita harus segera melakukan operasi penggantian katup jantung." Shevi menangis mendengar penjelasan dokter. Alvin langsung menarik Shevi kedalam dekapannya dan menenangkannya.


Alvin mengajak Shevi duduk saat dokter sudah pergi.


" Shera, Vinn.. Gue harus gimana. Gue gak akan maafin diri gue sendiri kalo sampe Shera kenapa - kenapa " Kenapa Shera harus tahu. Dan kenapa Shera datang membawa Alvin. Kata itu yang selalu Shevi ulang dalam hati.


" Mommy... " Terdengar suara Tiara memanggil bersamaan dengan derap langkah sepatu fantovel milik Ray.


" Sayang kok kesini ? " Shevi menghapus air matanya dan mengambil Tiara dalam gendongan Ray.


" Tadi aku ke apartemen dan Ara sedang menangis mencari kamu. Kata Bi Nah kalian kerumah sakit karena Shera drop. Bagaimana keadaannya sekarang ?? "


" Shera kritis Ray " Shevi kembali menangis saat teringat Shera. Ray memeluk Shevi dari samping dan memberikan kata penghiburan untuknya.


Alvin yang melihat Ray memeluk Shevi pun panas. Dia tidak terima wanitanya dipeluk pria lain. Alvin berdiri dari duduknya dan menarik Ray agar pelukannya terlepas.


" Alvin !! " pekik Shevi karena ketidak sopanan Alvin.


" Aku gak suka dia peluk - peluk kamu !! " Shevi memutar bola matanya melihat Alvin yang kekanakan dan tidak tau kondisi begini.

__ADS_1


" Tenang brother.. Saya hanya menenangkannya saja. Dan itu sudah biasa saya lakukan selama tiga tahun tanpa kehadiran anda " Ray mengerti bagaimana perasaan Alvin. Mungkin dia akan melakukan hal yang sama jika wanitanya dipeluk pria lain.


" Tapi sekarang sudah ada saya. Jadi biarkan saya yang menenangkannya " Ray mengangkat kedua tangannya sambil tersenyum sebagai tanda mengalah. Ray tenang sekarang karena ternyata Alvin benar - benar mencintai Shevi.


Alvin mendekat kearah Shevi dan membelai kepala anak kecil dalam gendongan Shevi.


" Haii cantik.. Ikut daddy yuk ?? " Alvin mengangkat kedua tangannya siap untuk menggendong Tiara.


" Mom.. " Tiara menatap Shevi dan Alvin bergantian.


" Iya sayang. Ini daddy'nya Tiara " Shevi tersenyum menjelaskan kebingungan dimata Tiara.


Tiara menyentuh pipi Alvin dan bertanya.


" Benarkah ini daddy ? Benarkah daddy sudah datang untuk menjemput Ara ? Kata mommy kalau Ara pintar dan tidak rewel nanti daddy bakalan jemput Ara. Ara juga nggak nangis, kata mommy Ara harus bahagia karena daddy disana juga sedang bahagia. " Tiara menangis dalam setiap kata yang dia ucapkan.


Shevi meneteskan air mata mendengar penuturan putri kecilnya yang selama ini ternyata menuruti perintahnya. Bukan karena dia tidak butuh ayahnya sehingga tidak pernah bertanya. Tapi dia tidak pernah bertanya karena menuruti perintah Shevi. Shevi baru sadar sekarang, betapa jahatnya dia memisahkan Tiara dari daddy'nya.


" Iya daddy sudah datang. Maafin daddy karena terlalu lama menjemput Tiara ya ? Sekarang Tiara mau kan kasih daddy pelukan. Daddy kangen sama Tiara. " Alvin juga tak kuasa menahan tangisnya. Ternyata selama ini anaknya menunggu untuk dia menjemputnya. Tiara langsung memeluk dan pindah ke gendongan Alvin.


" Tiara juga kangen banget sama daddy "


" Maaf.. Maafin daddy yang tidak bisa memberikan kasih sayang untukmu selama ini. Maafin daddy yang terlalu lama mengetahui ini semua. Maafin daddy yang baru datang menemuimu sayang " Diciumnya setiap sisi wajah Tiara berahir dengan ciuman panjang didahi putri kecilnya.


Ray bahagia bisa melihat Shevi dan Tiara bertemu dengan Alvin. Tidak ada rasa cemburu sedikitpun karena memang sudah sejak lama rasa cintanya untuk Shevi berganti dengan rasa sayang seorang kakak.


*


*


*


Udah waktunya kali ya Shevj buat bahagia

__ADS_1


Happy Reading 💕


__ADS_2