DEMI DIA

DEMI DIA
S2 - Berdoa Yang Terbaik


__ADS_3

"Kesana dulu yuk, ada mertua gue." ajak Alvaro pada Bobby begitu pria itu melihat keberadaan orang tua sang istri berada di tengah-tengah pesta ulang tahun temannya.


Bobby mengekori Alvaro menuju sepasang suami istri yang masih terlihat sangat muda meski sudah memiliki dua orang cucu.


"Dad, mom." sapa Alvaro pada mertuanya. Tak lupa juga pria itu mencium tangan keduanya di ikuti Bobby.


"Lho kalian disini juga?" tanya mommy Shevi pada keduanya.


"Lupita teman kuliah kami mom." terang Alvaro.


"Ooh.. kok Tiara sama anak-anak gak di ajak?" pertanyaan mommy Shevi seperti menyudutkan Alvaro.


Bukan dari nada bicaranya, tapi juga dari tatapan matanya. Membuat Alvaro merasa tidak enak sendiri.


"Tiara lagi ada praktikum mom, makanya gak bisa ikut."


Orang tua Tiara mengangguk mengerti.


"Ya, udah. Kalian lanjut aja sama teman-teman kalian. Daddy juga mau ketemu yang punya hajat dulu."


Sepasang suami istri itu berlalu pergi dari hadapan Alvaro dan Bobby.


"Mampuus lo, Al. Baru datang ke pesta cewek aja nyokapnya Tiara udah gitu natapnya. Gimana kalau tau lo ada main sama Pita." ucap Bobby menakut-nakuti Alvaro dengan cengiran khasnya.


"Sialan lo! gue gak ada main!"


Baru Alvaro akan melayangkan tangan untuk menoyor kepala sahabatnya, Pita sudah menghampiri keduanya.


"Hai, Al. Bob. Udah lama?"


Keduanya menyapa balik serta mengucapkan selamat ulang tahun pada Pita. Berikut doa dan harapan.


"Yuk. Gue kenalin sama orang tua gue. Bokap gue pengen banget kenal sama lo, Al. Si anak muda berbakat." ajak Pita semangat. Gadis itu sampai menarik tangan Alvaro ketika kedua pria itu saling pandang dengan keraguan.


"Papa, mama. Kenalin, Alvaro yang sering Pita ceritain." Pita memeluk lengan Alvaro ketika memperkenalkan pria pujaannya itu. "Kalau yang ini Bobby, teman satu kelas Pita juga."


Alvaro melepaskan belitan tangan Pita dari lengannya ketika akan menjabat tangan kedua orang tua gadis itu.


Tak jauh dari mereka, mommy Shevi yang memang baru meninggalkan kedua orang tua Pita setelah menyapa dan mengucapkan selamat, melihat interaksi anak menantunya.


Wanita itu geram melihat Pita yang sangat jelas menunjukan ketertarikannya pada sang menantu. Pikirannya mulai berkeliaran. Tak ingin putrinya sulungnya tersakiti.

__ADS_1


"Mas, lihat menantu mas itu?" bisik mommy Shevi karena mereka tengah berbincang dengan klien bisnis suaminya yang lain.


Daddy Alvin menoleh ke arah tatapan istriya. Meski Pita sudah tidak lagi memeluk lengan Alvaro, tapi terlihat jelas jika wanita itu sedang menarik perhatian anak menantunya.


"Biarkan saja. Mereka kan hanya berteman." ucap daddy Alvin menenangkan.


"Berteman apanya seperti itu?! memang Alvaro gak ngasih tau teman-temannya apa, kalau dia sudah menikah?!" seru mommy Shevi masih dengan berbisik.


Bahkan sampai acara tiup lilin dan potong kue, Alvaro di tarik gadis itu untuk berdiri dengannya di depan sana bersama orang tua gadis itu.


Alvaro tidak enak menolak Pita di hari bahagia gadis itu. Membuat Alvaro meski dengan berat hati tetap menuruti permintaan Pita.


Sesekali matanya melirik dimana mertuanya merada. Daddy Alvin terlihat biasa saja. Tapi memang daddy Alvin jago menyamarkan perasaanya.


Tapi tidak dengan mommy Shevi. Wanita yang telah melahirkan sang istri itu terlihat jelas tidak suka.


***


Diperjalanan pulang, mommy Shevi terus saja mengomel pada sang suami atas sikap menantunya.


"Seharusnya dia tuh bisa memberikan batas terhadap lawan jenis. Dia tuh udah nikah! udah punya anak dua! istrinya capek di rumah, dia malah senang-senang sama wanita di luaran sana!"


Daddy Alvin menggeleng melihat istrinya yang begitu menggebu-gebu.


"Belum tentu itu yang terjadi gimana? jelas-jelas gadis itu memeluk mesra anak kita waktu ngenalin ke orang tuanya. Dan apa-apaan itu tadi Alvaro mau-mau saja diajak kedepan." seru mommy Shevi masih tidak terima.


"Kalau cewek ngajak cowok kedepan saat dia ulang tahun, berarti cowok itu cowok spesial di hati cewek itu! atau jangan-jangan malah mereka memang memiliki hubungan yang special!"


"Mom!" tegur daddy Alvin ketika istrinya mulai menuduh tanpa mereka memiliki bukti yang pasti. "Kita sendiri tahu, kalau tadi Alvaro datang dengan Bobby."


"Ya iyalah. Pita itu kan yang punya acara. Jadi gak mungkin dia datang bareng Alvaro."


Daddy Alvin kembali menggeleng. Tidak tahu harus bagaimana lagi menenangkan istrinya.


"Pokoknya mommy gak terima anak yang mommy besarkan dengan susah payah di sakiti begitu saja! mommy tahu gimana rasanya di selingkuhin! dan mommy gak bakal biarin anak mommy merasakan hal yang sama!"


Telak. Daddy Alvin merasa tersindir. Meski masalah yang lalu itu hanya sebuah jebakan bukan atas perbuatannya. Tapi jika dirinya tidak teledor, itu semua tidak akan terjadi. Istrinya tidak akan tersakiti. Dan anak kedua mereka tidak akan meninggalkan mereka secepat itu.


"Mau telfon siapa?" tanya daddy Alvin begitu istrinya menempelka ponsel pada telinganya.


"Anak kita lah!" jawab mommy Shevi masih dengan nada ketus. Padahal marahnya dengan siapa, yang di sinisin, diketusin, dicuekin siapa. Nasib jadi seorang suami. Istri selalu maha benar.

__ADS_1


"Jangan kasih tau dulu sayang. Biar kita lihat dulu seperti apa yang sebenarnya. Kita juga jangan terlalu ikut campur masalah mereka."


"Udahlah mas, diam saja!" salak mommy Shevi yang seketika membuat daddy Alvin diam seketika. Mengunci bibirnya rapat-rapat. Dari pada nanti dirinya yang mendapat imbasnya.


"Halo sayang.." sapa wanita itu lembut pada putri sulungnya di seberang telefon.


"Halo mom." sahut Tiara. Sepertinya gadis itu masih di kampus, terdengar dari berisiknya suara latar anaknya.


"Dimana? masih kuliah?"


"Iya mom. Ini lagi makan siang di kantin kampus. Abis ini lanjut praktikum. Kenapa mom?"


"Gak papa. Kangen aja." kilah mommy Shevi. "Anak-anak di rumah sama siapa? sama suami kamu?"


"Enggak. Alvaro ada undangan pesta ulang tahun temen kuliahnya."


Jawaban Tiara sedikit meredakan panas di hatinya. Setidaknya Alvaro jujur kepada putrinya.


"Kamu gak di ajak?"


"Di ajakin. Cuma aku hari ini praktikum. jadi gak bisa ikut."


Semakin mendingin lah emosi mommy Shevi pada menantunya.


"Ooh. Temannya kenal kamu sebagai istrinya Alvaro?"


"Aku gak paham temen yang mana yang ulang tahun. Cuma setahuku semua anak di jurusan yang satu angkatan sama Alvaro tau kalau dia udah nikah. Kenapa sih mom?" tanya Tiara merasa aneh dengan pertanyaan mommy Shevi.


"Eh. Gak pa-pa. Kirain gak tau kalo Alvao udah nikah, makanya kamu gak di ajakin." jawab mommy Shevi sedikit tergagap.


"Kamu harus lebih jagain suami kamu, kak. Jangan sampai bibit-bibit pelakor bermunculan."


Daddy Alvin yang tadinya sedang fokus menyetir, menatap istrinya ngeri. Bisa-bisanya istrinya berkata demikian pada anaknya.


Anaknya di seberang sana malah tergelak. "Mommy tuh kebanyakan nonton sinetron ikan terbang. Alvaro gak bakal berani kaya gitu mom. Mau kehilangan anak istrinya apa, berani selingkuh? Sudah ya mom. Aku udah harus masuk kelas lagi."


Mommy Shevi menghela napas ketika panggilan berakhir. Anaknya memang selalu berpikiran lurus. Jika sudah percaya pada seseorang, meski orang itu berbohong, anaknya akan tetap percaya.


Apa anaknya tidak bisa belajar dari pengalaman mommy-nya ini. Sekali lagi wanita itu menghela napas. Berdoa semoga apa yang ia takutkan tidak terjadi. Semoga anak dan menantunya akan saling setia dan memegang kesetiaan itu sebagai janji hingga mati.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2