DEMI DIA

DEMI DIA
Pasangan Gila


__ADS_3

Dua tahun berlalu tanpa terasa.


" BUNDAAAA " Shevi berteriak saat masuk kedalam rumah mencari keberadaan sang bunda yang hari ini kebetulan tidak masuk kantor.


" Di dapur kak.. " Sahut bunda dari arah dapur yang sedang menyiapkan makan siang.


Shevi muncul dipintu dapur dengan wajah penuh binar kebahagiaan.


" Kenapa harus teriak - teriak si kak ? gimana hasil ujiannya ? " Bunda sebenarnya dapat menebak kalau hasil ujian anaknya pasti bagus melihat dari ekspresi anak gadisnya itu.


" Shevi lulus dengan nilai ter baik bunnnn " Shevi langsung memeluk bundanya erat.


" Oh ya ? Selamat sayang. Bunda bangga sama kamu " Ciuman bertubu - tubi mendarat dipuncak kepala Shevi.


Shevi mendongak dan menambahkan.


" Dan ada satu kabar gembira lagi bun.. "


" Apa ? " Bunda dapat melihat betapa anaknya itu sedang teramat bahagia.


" Aku diterima di Juilliard " Matanya berkaca - kaca saat mengatakannya, Dan itu menular kepada sang bunda yang ikut menangis haru.


" Akhirnya yang kamu cita - citakan ada didepan mata. Bunda seneng lihat kamu bahagia. Tapi bunda juga sedih kalau harus ditinggal anak bunda yang nakal ini " Air mata meleleh di pipi Bunda Karina. Bunda menyentil pelan hidup Shevi saat mengatakannya.


" Bunda jangan sedih ya.. Shevi janji bakal jaga diri Shevi baik - baik. Dan Shevi janji bakalan pulang membawa kesuksesan." Shevi menghapus air mata dipipi bundanya dan kembali memeluk bundanya.


" Kapan kamu berangkat " Sekarang mereka sudah duduk dimeja makan.


" Shevi daftarnya buat tahun depan. Soalnya kalo daftar buat tahun ini kayaknya bakal susah deh bun. Kan dari luar pasti banyak banget yang daftar dan gak diragukan lagi kemampuannya. Jadi satu tahun ini mau aku habisin buat kumpul bareng kalian aja sama mengasah kemampuan pianoku dengan les "


Sebenarnya alasan Shevi masuk tahun depan adalah ia ingin menetap dan berkarir disana. Jadi Shevi ingin menghabiskan banyak waktu bersama keluargnya satu tahun kedepan.


Tapi dia tak ingin memberi tahu keluarganya sekarang. Biarlah itu berjalan dengan sendirinya nanti.


***


* Amsterdam - Belanda *


Hati Alvin sedang berbunga - bunga. Dia sudah mendapatkan kabar bahwa Shevi lulus dengan nilai terbaik.

__ADS_1


Dan rencananaya Alvin akan pulang ke Indonesia memberi selamat secara langsung. Dan memberi kejutan kepada gadisnya itu.


Selama Alvin di Belanda dia belum pernah pulang ke Indonesia. Paling hanya orang tuanya saja yang datang berkunjung.


Dia sudah sangat merindukan Shevi. Dan akan menghabiskan banyak waktu dengan gadis itu setibanya dia di Indonesia nanti.


Tapi yang membuatnya sedih adalah gadis itu diterima di Universitas impiannya. Dia takut kehilangan Shevi, Karena pasti banyak pria bule yang menyukainya nanti. Entahlah Alvin bungung harus gimana. Yang terpenting sekarang dia harus berkemas untuk kepulangannya ke Indonesia besok pagi.


***


Saat memasuki Apartemennya Alvin mendengar suara lenguhan dan desahan dari kamar Alex. Ya, Alex tinggal di apartemennya semenjak sebulan yang lalu sambil menunggu Apartemen sebelahnya kosong karena masih belum habis kontrak.


Dan setiap hari dia harus mendengar polusi suara menjijikan itu di Apartemennya. Kalau maminya tahu pasti bakal dimarahin habis - habisan Alvin karena membawa teman begitu kedalam Apartemennya.


" Dasar pasangan Laknat bikin polusi dirumah orang !! " Alvin masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu rapat - rapat serta menyalakan musiknya keras supaya tidak mendengar suara dua manusia yang sedang bercinta itu.


Malam harinya ketika Alvin keluar dari kamar untuk mengambil air di dapur, Alex dan pasangan mesumnya Sisil sedang duduk dimeja makan menikmati makan malam mereka.


" Duduk vin, Kita sudah belikan makan malam buat kamu " Alex nyengir kuda dan menunjuk makanan yang mereka beli untuk Alvin.


Ya. Pasangan mesum Alex adalah sisil. Setahun yang lalau karena frustasi tidak bisa mendapatkan hati Alvin Sisil punya rencana licik untuk menjebak Alvin.


Saat itu Sisil, Alex, Dan Alvin sedang makan direstoran dekat apartemen. Sisil menyuruh pelayan restoran untuk memasukan serbuk obat kedalam minuman Alvin.


Setelah sampai kemeja Alex mendengar kalau Sisil menyuruh Alvin ke Apartemennya dengan alasan meminta tolong pasangkan lampu karena lampu kamarnya mati.


Setelah selesai makan, mereka kembali ke Apartemen dan Sisil berlalu terlebih dahulu karena sudah kebelet dan menyuruh Alvin langsung masuk aja dia tidak akan mengunci pintu.


" Biar aku saja yang membantu Sisil mengganti bola lampunya. " Pinta Alex dan Alvin hanya mengedikan bahunya tanda setuju.


Alex berlalu memasuki apartemen Sisil yang ternyata memang tidak dikunci.


Dia merasakan panas dalam tubuhnya dan rasanya tak nyaman dan menginginkan pelepasan akan gairahnya.


Didalam kamar ternyata Sisil juga meminum obat yang sama sehingga merasakan apa yang dirasakan Alex dan membuka semua pakaiannya tanpa sehelai benangpun dan berbaring di ranjang.


Sisil meminumnya karena kata teman - temannya pengalaman pertama saat bercinta sangat menyakitkan. Setidaknya saat dia dalam pengaruh obat perangsang yang dia rasakan adalah rasa nikmat tanpa merasakan sakitnya.


Saat yang memasuki kamarnya adalah Alex awalnya Sisil terkejut tapi gairahnya sudah tidak dapat ditahan lagi. Dia hanya menginginkan sentuhan seorang pria saat ini juga.

__ADS_1


Alex yang memang gairahnya sudah mencapai ubun - ubun dan dihadapkan dengan tubuh polos Sisil tentunya tidak menolak dan langsung menerkamnya. Dan terjadilah mereka bercinta dengan gairan yang menggebu - gebu sampai Pagi menjelang. Karena pengaruh obat yang membuat keduanya tidak pernah merasakan puas.


Semenjak kejadian tersebut Sisil tidak lagi mengejar - ngejar Alvin. Yang ada sekarang hanyalah Alex karena Alex yang sudah mendapatkan mahkotanya.


Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kebutuhan ranjang. Tapi lama kelamaan tumbuh benih cinta dianatara keduanya.


***


" Dasar pasangan sialan kalian berdua. Tiap hari bikin polusi aja dirumah gue " Alvin mulai mengumpat saat sudah duduk bersama dua pasangan mesum itu.


" Hehe sory vin. Lo kan tau sekarang gue tinggal bareng sepupu gue. Masa gue mau contohin yang gak baik sama adek gue. Dan lagi Alex kan masih belum bisa nempatin apartmennya. " Alex yang sudah mulai bisa bahasa Indonesia hanya nyengir tak berdosa kepada Alvin.


" Dasar pasangan gila lo berdua. Nih bule suruh modal dong ajakin lo ke hotel " Alvin memukul kepala bagian belakang Alex.


" Kalu ada yang geratis kenapa mesti repot - repot ke hotel " Alex menjawab dengan bahasa Indonesia dengan logat Belanda yang kental kemudian terbahak.


" Bener - bener gak waras lo berdua. Awas aja kalau sampai hamil jangan pada nyusahin gue !! " Alvin mulai memakan jatah makannya.


" Tenang aja vin. Gue kan minum pil Kb jadi gak bakalan hamil. Gue saranin kalo lo punya pasangan kaya kita, suruh cewek lo minum pil kb aja dari pada lo pakai pengaman gak enak " Alvin langsung terbatuk saat mendengar jawaban blak - blakan dari Sisil.


" Emang udah gak waras beneran gue rasa lo berdua " Alvin geleng - geleng kepala saat Alex terbahak dengan jawaban Sisil dan Sisil yang menyandarkan kepalanya dipundak Alex.


" Gue tuh nasehatin bener - bener ya vin. Jangan samapai lo nyesel pas pacar lo hamil. Gue aja dulu langsung minum itu pas pertama kali. Dan untung yang kena jebakan gue Alex. Walaupun awalnya nyesel tapi sekarang cinta mati gue. Punya bule kan gede, biarpun gue belum liat punya lo si hihihi "


Alvin beranjak pergi meninggalkan dua manusia gila dari pada dia ikut ketularan gila.


Saat sambai di ambang pintu dia balik badan menghadap Alex dan Sisil.


" Oh iya. Besok gue balik ke Jakarta mungkin seminggu atau dua minggu. Kalian bebas ngelakuin kegilaan kalian tanpa bikin telinga gue risih. "


" Risih karena lo belum nyoba. Kalo udah nyoba juga lo ketagihan tiap hari gak bisa nahan kaya kita wleee " Sisil menyahut sambil menjulurkan lidahnya.


Astaga anak itu !! maki Alvin dalam hati.


*


*


*

__ADS_1


Happy Reading 💕


Bantu Like, Komen, dan Votenya kakak 😊


__ADS_2