
" Brengsekkk.. !! Semua tuh gara - gara lo tau gak ??!! " Sekarang Alvin dan Tania sedang berada dipinggir jalan menunggu jemputan Taxi yang tadi Alvin pesan.
" Kok gara - gara aku si mas ??!! Itu salah kamu sendiri bukannya kerja malah jadi stalkernya Shevi !! " Alvin hanya melirik tajam ke arah wanita disampingnya.
" Terus sekarang kita mau kemana ?? " Tanya Tania kemudian.
" Ya cari kontrakan lah.. Mau kemana lagi.. Apartemen ?? gue gak punya !! " Tania mengembuskan nafasnya kasar sambil mencibir.
" Ya udah ke rumah aku aja.. Aku kan punya rumah.. ngapain cari kontrakan !! "
Hening mengambil alih keadaan sampai Taxi datang dan membawa mereka menuju rumah Tania.
" Ini kamar kita " Tania menunjuk kamar utama yang selama ini dia tempati.
Rumah rumah satu lantai dengan dua kamar, ruang tamu, ruang keluarga serta dapur. Walau rumah lantai satu tapi rumah tersebut bisa dibilang cukup besar untuk ditinggali mereka berdua.
" Gue dikamar satunya lagi aja " Alvin memasuki kamar disebelah kamar Tania.
***
Sebulan lebih Alvin tinggal dirumah Tania. Bukannya mencari kerja untuk menghidupi istri sirihnya itu, Alvin malah sibuk dengan game di tangannya.
" Cari kerja dong mas.. Uang dari papimu tuh udah abis tau gak.. Mau makan apa kita ??!! " Menyesal Tania menikah dengan Alvin. Bukannya membuat hidupnya mewah malah sekarang dia harus menampung suaminya yang tak berguna itu.
Sudah nafkah lahir tidak dikasih, nafkah batinpun dia tidak mendapatkannya. Berulang kali Tania mencoba untuk menggoda suaminya agar mau menidurinya, tapi jangankan suaminya tergoda, melirikpun tidak.
Tania ingat malam itu saat dirinya sudah di puncak rasa gairah karena sudah lama tidak mendapatkan sentuhan laki - laki, dan lagi kehamilan semakin meningkatkan gairahnya untuk melakukan itu. Tania memasuki kamar Alvin tengah malam, menanggalkan semua pakaian yang ia kenakan dan berbaring di samping Alvin. Memberikan ciuman - ciuman kecil di wajah Alvin dan memberikan rangsangan pada tubuh suaminya itu. Namun saat Alvin membuka matanya hal pertama yang dia lakukan adalah membentak dan mendorongnya menjauh. Semenjak malam itu Alvin selalu mengunci kamarnya jika tidur.
Tania begitu frustasi, meminta secara terang - terangan tak digubris oleh Alvin. Meminta secara paksa pun dia tak dapatkan.
" Mau cari kerja dimana ?? Papi pasti udah black list nama gue biar gak ada perusahaan manapun yang mau nerima "
" Ya kamu coba lah rayu papi kamu mas.. Kamu kan anak dan pewaris tunggalnya !! "
__ADS_1
" Gue gak punya warisan apa - apa.. Lo denger sendiri kan waktu itu.. Kalo posisi gue udah di gantiin sama Jodi sampai usia Tiara 21 tahun.. Itu artinya semua warisan gue udah pindah atas nama Tiara "
" Jadi maksudnya sekarang kamu gelandangan mas ??!! " Tania mendudukan dirinya di sofa samping Alvin.
" Bukan lah.. Gue kan tinggal dirumah lo, Jadi bukan gelandangan yang gak punya rumah "
" Ya tapi sekarang kamu gak punya apa - apa !! Cari kerja dong mas buat makan kita !! " Alvin mematikan ponselnya kasar.
" Lo tuh brisik banget ya nyuruh gue kerja mulu tiap hari.. Besok gue cari kerja.. " Alvin melangkah meninggalkan Tania.
" Lagian uang sepuluh juta buat makan doang masa udah abis !! " Imbuhnya sebelum mencapai pintu dia berbalik menatap wanita itu.
" Mas kira kita cuma butuh makan ?? Buat laundry, buat listrik dll mas kira bayar pake apa ?? "
" Lo kan seorang istri.. Cucilah baju pake tangan lo.. Gak usah boros - boros di keadaan kaya gini !! "
" Aku tuh udah jadi istri yang baik ya mas sebulan ini.. Aku masakin dan aku semua yang beresin rumah dan bawa baju ke laundry.. Aku udah penuhin kewajiban aku sebagai seorang istri.. Tapi kamu apa ??!! Kerja gak !! Nafkah batinpun gak !! "
" Alvin brengsek !! "
***
" Pih.. Papi gak kasian sama Alvin.. Dia makan apa ya pih ?? " Mami Lyra setiap hari merengek kepada suaminya untuk mengajak Alvin kembali kerumah ini lagi.
" Biarin Alvin belajar hidup susah mih.. Selama ini kan dia selalu hidup enak.. Biar dia bisa bertanggung jawab sama istrinya " Papi Dion terus menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
" Alvin kerja apa sekarang pih ?? " Shevi penasaran juga, kerja apa suaminya sekarang.
Dan sebulan tak bertemu dengan suaminya rasanya rindu itu semakin berat. Sekarang Shevi bisa mengerti kenapa dulu bundanya begitu terpuruk saat ayahnya meninggal. Dia yang ditinggal sebulan aja rasanya seperti separuh jiwanya hilang, tidak ada lagi semangat dalam menanti hari esok, merindukan pelukan serta suara suaminya yang shevi hanya bisa menatap dengan air mata tempat dimana biasanya suaminya berbaring disebelahnya. Apa lagi bunda yang tidak bisa bertemu lagi. Shevi tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya.
" Anak itu belum sadar juga.. Orang suruhan papi yang mengawasinya bilang kalau Alvin tidak pernah mencari kerja.. Mungkin dia mengira papi memblack list namanya "
" Terus mereka makan apa pih.. Kasian Alvin pih.. Bisa - bisa anak mami kurus " Mami Lyra mulai menitikan air matanya membayangkan nasib anak semata wayangnya itu.
__ADS_1
" Mami tenang aja.. Dia pasti nanti pulang.. Dan papi juga gak mungkin biarin dia kelaparan "
" Boleh Shevi kunjungin mereka pih ?? " Walau berat tapi Shevi ingin tahu kondisi suaminya secara langsung.
" Boleh. Tapi tidak sekarang " Shevi hanya menghela nafasnya pelan. Papi mertuanya ini memang tidak bisa dibantah.
" Ara rindu daddy mom.. " Mata gadis kecil itu sudah berkaca - kaca.
" Tiara sabar ya.. Nanti pasti daddy pulang "
" Kenapa daddy sering sekali tinggalin kita mom.. Apa benar kata tante Tania kalau daddy akan punya adik bayi dengan tante itu dan menyayangi adik bayi lalu melupakan Ara ?? " Anak itu memeluk mommy'nya erat menumpahkan tangisannya.
" Enggak sayang.. Daddy gak akan pernah lupain Tiara.. Daddy akan selalu sayang sama Tiara.. "
" Benarkah mom ?? "
" Tentu dong sayang.. Sekarang Tiara naik ke kamar cuci muka, gosok gigi nanti mommy menysul kalau sudah selesai.Okey ?? "
" Oke mom.. Oma.. Opa.. Ara tidur dulu ya.. Selamat malam " Tiara bangun dari duduknya mendekati Opa dan Omanya untuk mencium pipi mereka.
" Selamat malam sayang " Balas papi Dion dan Mami Lyra bersamaan.
" Cucu mami pasti sangat sedih. Dari bayi tidak melihat dan tidak tahu daddynya.. Sedangkan sekarang baru berapa bulan mereka bertemu sudah harus berpisah lagi "
" Anak itu kuat kok.. Tiara bukan anak yang suka mengeluh.. Tapi mungkin mommy'nya yang mengeluh.. Mengingat dulu hampir setiap malam mereka bikin polusi suara dan sekarang sudah lama mereka tidak bertemu " Papi Dion menggoda Shevi untuk mencairkan kesedihan di meja makan malam itu. Yang membuat pipi Shevi merah seperti udang rebus.
" Paapiiii iiiihh nyebelin deh !!! " Shevi cemberut dengan wajah malu. Membuat kedua mertuanya tergelak senang berhasil menggoda menantu mereka.
*
*
*
__ADS_1