
Alvin mengajak istrinya keliling menyapa orang yang dia kenal sebagai relasi bisnisnya. Setelahnya Shevi pamit karena Lidia memanggilnya dari panggung hiburan yang ada disebelah pelaminan.
" Lo mau kan main piano ngiringin gue dansa sebagai hadiah buat gue.. " Shevi tertawa. Tanpa Lidia meminta seperti itupun dia pasti mau.
" Berani bayar berapa lo.. Gue pianis mahal ya. Terkenal gue di New York walaupun disini belum terlalu diminati hehe. "
" Masalah bayaran tenang aja.. " Candaan Shevi dianggap serius oleh Lidia.
" Gak lah.. Becanda gue. Masa sama sahabat yang selalu ada saat gue susah dan seneng gue minta imbalan. Ya udah sana lo turun. " Shevi memeluk sekilas Lidia kemudian berjalan ke arah piano yang sudah siap untuk dia mainkan.
Lampu sorot mengarah ke Shevi. Sedangkan lampu lainnya berubah menjadi lampu yang lebih redup untuk para pasangan berdansa. Jari Shevi lincah menari di atas tuts piano membawakan lagu A Thousand Years dan dilanjut dengan lagu - lagu miliknya yang cocok untuk mengiringi dansa.
Sedangkan di lantai dansa pasangan pengantin berdansa dengan indahnya mengintimidasi pasangan lainnya yang ikut berdansa disekeliling mereka. Kebanyakan yang berdansa adalah pasangan muda. Untuk para orang tua hanya beberapa saja yang ikut berdansa termasuk mami dan papi Alvin.
" Bunda mau dansa bareng aku ?? " Ajak Alvin pada ibu mertuanya yang juga handir dalam acara tersebut.
" Gak lah. Malu bunda dansa sama brondong kaya kamu. " Alasan sebenarnya adalah setiap dansa dia akan mengingat suaminya yang telah tiada. Dan Bunda tidak ingin bersedih di sini.
" Dih berondong. Aku kan anak bunda. Lagian istri aku lagi disewa buat ngiringin yang lagi dansa. Kan aku gak ada pasangan. " Alvin cemberut membuat Bunda tertawa tapi tetap tidak mau berdansa. Akhirnya Alvin kembali duduk di mejanya yang disana masih ada Gio dan Luna yang tidak mungkin berdansa dengan membawa bayi kecil diantara mereka.
" Lo gak pada mau dansa ? Kalo mau sini biar anak lo sama gue." Tawar Alvin pada Gio.
" Lo yakin ?? " Tanya Gio sangsi.
" Yakin lah.. Gak percaya amat lo sama gue. Gue kan udah jadi bapak. Jadi gini doang mah bisa gue. " Kiandra kini sudah dalam gendongan Alvin.
" Kalo nangis lo panggil gue aja. " Alvin mengacungkan jempolnya kepada Luna sebelum mereka turun ke lantai dansa.
***
Lama Shevi mengiringi para pasangan yang berdansa. Dan kadang pandangannya mengawasi Alvin yang sedang dikerubuti wanita - wanita seksi.
" Lihatlah. Dia yang suruh gue jangan jauh - jauh biar gak ada yang nikung. Sekarang dia yang ketawa - tawa saat gue jauh dan aman dari orang - orang. " Gerutu Shevi dalam hati.
Setengah jam waktu yang cukup untuk pasangan berdansa. Sekarang Indah menghampiri Shevi meminta sahabatnya itu mengiringinya bernyanyi.
Tangannya kembali bermain diatas tuts piano memainkan lagu Dewa yang berjudul Pupus.
Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
__ADS_1
Meski kau takkan pernah tahu
Pandangan Indah saat bernyanyi lurus kedalam mata Andrian. Seakan menyiratkan ini perasaannya untuk pria itu.
Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Sahabat - sahabat Indah bersorak saat Indah menyanyikan Reffrein lagu yang mereka yakin lagu ini untuk Andrian yang duduk diantara mereka.
Semoga waktu akan mengilhami
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu
Entah apa arti tatapan yang diberikan Andrian untuk Indah. Pria itu tak sedikitpun mengalihkan tatapannya dari mata milik Indah yang juga tak beralih dari tatapannya.
Baru kusadari (uuh baru ku sadari)
Cintaku bertepuk sebelah tangan (bertepuk sebelah tangan)
Kau buat remuk seluruh hatiku
Seluruh hatiku
Riuh tepuk tangan memenuhi isi ballroom saat lagu yang Indah bawakan berakhir.
" Cieee yang kasih kode keras.. hahaha "
__ADS_1
" Udah diem lo vii.. Ayo turun. " Indah dan Shevi membungkuk memberi salam kemudian turun dan kembali bergabung di meja tempat teman - teman mereka duduk yang disana juga sudah bergabung pengantin baru. Si raja dan ratu hari ini.
" Indahhh suara lo emang tak diragukan. Makasih ya udah berpartisipasi.. " Lidia menyambut Indah dengan heboh. Sebenarnya dia tahu lagu itu untuk Andrian. Tapi Lidia hanya memancing saja. Walaupun sebenarnya tidak perlu. Karena tahu sendiri jika Indah orangnya ceplas ceplos.
" Dihh.. Siapa juga yang nyanyi buat lo. PeDe banget lo. Orang gue nyanyi buat My Annoying Soulmate kesayangan gue."
" Tuh kak. Indah aja udah nyatain perasaannya masa kakak yang lebih dewasa kalah sih ?? " Sebenarnya Nay berharap dengan dia memancing seperti ini Andrian akan ikut menyatakan perasaannya dengan balas menyanyi atau sebatas ungkapan karena dia yakin Andrian tidak mungkin mau bernyanyi.
" Masalah perasaan biar hanya aku dan dia yang tahu. " Jawab Andrian dengan santai seperti biasa.
" Cieee privasi nihh... Jangan - jangan ngungkapinnya di kamar lagi. " Lidia langsung mendapatkan sentilan di dahi dari pria yang baru sah menjadi suaminya hari ini.
" Kamu tuh.. Jangan ngusulin yang gak - gak. " Omel Ricky kepada istrinya. Lidia cemberut dan menggosok dahinya yang sedikit sakit.
" Awas lho ndah. Jangan sampai yang dibilang Lidia bener. Kakak laporin ayah lihat aja !! " Ancam Ricky kepada adik sepupunya.
" Itu mah pikiran istri lo aja yang kotor kak.. Makanya banyakin kasih air putih dia biar bersih. hihihi " Indah terkikik geli sendiri.
" Tapi kalau aku mau seperti saran Lidia bagaimana ?? " Bisik Andrian ditelinga Indah. Membuat wanita itu melotot tajam.
" Jangan bisik - bisik disini banyak orang. Kalo punya kebahagiaan tuh di bagi - bagi. " Protes Nurin saat melihat Indah dan Andrian berbisik - bisik.
" Tau nih. Kalian tuh cocok. Kenapa gak diterima aja sih ndah lamaran dari Pak Andrian ?? " Tanya Ricky yang mendapat tatapan tajam sepupunya dan tatapan kaget dari yang lain.
" Jadi kak Andri udah ngelamar lo Ndah ?? " Tanya Nay kaget.
" Dan belum lo terima ?? " Timpal Nurin.
" Tega banget lo Ndah gak ngasih tau kita. Padahal kita apa pun selalu cerita ke lo. Kita kan sahabat !! " Protes terakhir dari Shevi.
" Kan belum gue terima. Kenapa pada sewot sih ?? " Indah mencebik.
" Ya kalo lo cinta kenapa bisa gak diterima ??!! " Tanya Nurin heran.
" Karena dia belum cinta sama gue. Gue gak mau nikah sama orang yang gak cinta sama gue. Emang gue mau dia jadiin apa tanpa cinta ?? Pemuas nafsu ?? atau pelayan yang ngelayanin semua kebutuhan dia ?? " Tatapan tajam Indah beralih kepada Andrian. Yang di tatap diam saja dengan tatapan yang sulit di artikan.
Setelah mendengar jawaban dari Indah yang lain diam. Mereka tahu apa yang Indah rasakan dan inginkan.
*
*
*
__ADS_1
Aku bikin cerita Indah sama Andrian judulnya " My Annoying Soulmate " Baca juga ya gaes. Jangan lupa tinggalin jejak 💕