
Shevi baru terlelap dua jam saat dirinya merasa terganggu dengan ciuman bertubi - tubi disetiap sisi wajahnya, dari dahi, mata, hidung, kedua pipi dan juga bibirnya. Belum lagi pelukan erat yang membuatnya sedikit sulit untuk bernapas.
Shevi menggerakan kelopak matanya. Memaksakan untuk terbuka meski rasanya amatlah berat. Saat membuka mata, yang dilihatnya pertama kali adalah wajah seseorang yang amat dirindukannya tepat berada di atas wajahnya dengan jarak yang teramat dekat.
" Aku ganggu ya ?? " Tanya lembut suara yang selalu menemani hari - harinya beberapa bulan kebelakang kecuali hampir tiga bulan terakhir yang membuatnya membenci pemilik suara ini.
Shevi menghela napas. " Bahkan di mimpi pun lo nyebelin banget ya ?? Gue gak pengen mimpiin lo tau gak ?? Ganggu gue yang lagi mimpiin oppa Sehun aja !! " Gerutu wanita itu dengan mata setengah terbuka karena masih berat untuk bangun. Membuat Alvin terkekeh dibuatnya.
" Kamu tuh gemesin banget sih yank ?? " Alvin menggigit hidung mancung istrinya saking gemasnya.
" Aawww sakit tau !!! " Mata Shevi langsung terbuka lebar. Hilang sudah rasa kantuknya karena rasa sakit pada hidung yang Alvin gigit membuat kesadarannya penuh seutuhnya.
" Lagian orang aku nyata dibilang mimpin !! Terus juga aku lebih ganteng dari oppa kamu itu yank " Diciumnya pipi istrinya dengan gemas.
" Jadi ini bukan mimpi ?? " Tanya Shevi dengan bingung.
" Menurut kamu ?? " Alvin menaikkan sebelah alisnya dengan wajah menggoda.
Shevi langsung tersentak dan duduk bersandar pada kepala ranjang. " Terus ngapain lo disini ?? " Tanyanya dengan suara lebih keras.
Kenapa Alvin bisa berada dikamarnya malam - malam begini. Selama ini kemana saja dia. Dan Shevi ingat semalam dia lupa tidak mengunci pintu kamar.
" Emang nemuin istri sendiri harus ada alasannya dulu ?? Ya aku disini karena kangen sama istri aku lah !! " Alvin mencebik kesal dengan pertanyaan istrinya. Dia ikut duduk dan mendekap lagi istrinya menyandarkan kepalanya pada bahu Shevi tidak ingin jauh - jauh darinya. Rindunya sungguh menyiksa. Dan sekarang saat dia sudah kembali, tidak akan Alvin biarkan istrinya untuk menjauh lagi.
" Ya maksud gue biasanya kan lo gak pernah nemuin gue. Terus ngapain juga sekarang lo kesini ?? "
__ADS_1
" Cieee selama ini ada yang ngarepin aku dateng ternyata ?? " Eh? Shevi sadar telah salah bicara dan membuatnya malu sendiri.
" Bu-bukan.. Ahh udah lah sana lo pulang !! " Shevi mendorong keras Alvin hingga pelukan lelaki itu terlepas dari tubuhnya.
" Pulang kemana ?? Aku kan udah di usir sama papi. " Melipat kedua tangannya didepan dada.
" Ya pulang ke rumah istri lo lah !! "
" Istri aku tinggalnya sama orang tuaku. Tapi pas aku pulang katanya dia lagi nginep di rumah bundanya. Ya udah aku susulin aja !! "
" Istri kedua lo. Bukan gue !! " Seru Shevi sebal karena Alvin yang pura - pura tidak tahu maksudnya.
" Aku gak punya istri dua. Istri aku cuma satu Shavina Almahyra Shandika. " Menekankan saat menyebut nama lengkap Shevi dan mengedikan bahunya seolah dia tidak tahu jika selama ini mempunyai dua istri.
" Udah deh gak usah sok begoo gitu !! Pulang sana ke rumah Tania !! " Shevi lagi - lagi mendorong tubuh Alvin tapi kali ini tak membuahkan hasil karena lelaki itu mempertahankan duduknya kali ini dengan kuat.
" Maksud lo diusir ?? " Shevi mulai penasaran apa maksud suaminya.
" Ya diusir dari rumah dia. "
" Terus lo malah seneng gitu ?? Dan sekarang lo lari dari tanggung jawab lo ?? "
" Siapa yang lari dari tanggung jawab. Emang apa yang perlu aku tanggung jawabin ?? Udah lah aku tuh kangen sama kamu.. Aku lagi gak mau bahas wanita siaalan itu. " Alvin malas membahas tentang Tania. Dia hanya ingin mendekap istrinya dan tidur dengan nyenyak. Sesuatu yang sudah sangat lama tidak ia rasakan. Semenjak Shevi memilih menjauh darinya, tidurnya tidak pernah lebih dari tiga jam setiap malam. Sekuat apapun dia mencoba untuk tidur lagi ketika bangun ditengah malam, tetap saja dirinya tidak bisa kembali terlelap. Rasa bersalah dan rindu memenuhi pikirannya. Ada bagian yang hilang saat Shevi tidak ada lagi di sisinya.
" Ya udah kalo lo gak mau bahas pergi sana !! " Shevi turun dari ranjang dan menarik Alvin untuk turun dan pergi dari kamarnya. Untung kali ini Tiara tidur dengan Bunda Karina. Jadi anak itu tidak akan terganggu dengan keributan yang terjadi antara kedua orang tuanya. Yang satu berusaha mengusir dan yang satu bersikukuh untuk tetap berada di dalam kamar itu. Keributan yang mereka buat membuat Shera terganggu dan memarahi mereka.
__ADS_1
Shevi dan Alvin kaget saat pintu dibuka secara kasar. " Ngapain si kalian berdua malem - malem brisik banget ??!! Kalo mau bikin rusuh diluar rumah sana !! " Shera menatap tajam dua manusia yang sedang tarik menarik. Satu tangannya berada di pinggang dan satu tangannya lagi menunjuk arah luar, mengisaratkan keduanya untuk keluar.
" Itu Shera ?? " Tanya Alvin berbisik ditelinga istrinya. Seingatnya Shera dulu selalu lemah lembut dan tidak pernah marah - marah seperti ini.
" Iya. Galak kan dia sekarang. Semenjak hamil jadi cerewet banget dia. Mana galak lagi. Tar tinggal nangis - nangis. Hihihi " Shevi ikut berbisik dan terkekeh mengingat perubahan sifat Shera semenjak hamil melupakan kalau sebelumnya dia sedang berusaha mengusir Alvin dari kamarnya. Dan itu masih tertangkap oleh indra pendengaran Shera.
" Aku denger lho ya vii.. Kalian tuh udah tua malah pada berantem malem - malem begini. Kalau sampai mas Bayu bangun gara - gara kalian awas aja !! "
" Emang kenapa kalo mas Bayu bangun ?? " Alvin semakin tertarik menggoda ibu hamil satu itu.
" Kasian lah. Dia tuh udah cape seharian kerja demi aku sama anak kami tau gak !! " Shevi mengulum senyumnya menahan tawa.
" Ya elah nimbang kerja doang Ra.. Gue juga tiap hari kerja pulang malem masih kuat ngajak Shevi lembur. " Alvin mengingat kegiatannya dulu saat masih bersama Shevi.
" Masalah lembur sama istri mah lain lagi ya. Dan lagian kamu kan sekarang pengangguran. Mana tau kamu capeknya orang kerja " Shevi semakin menahan tawanya saat Shera menyebut Alvin pengangguran. Takut durhaka menertawakan suami sendiri.
Sedangkan Alvin merasa tertohok dengan pernyataan Shera. " Jahat lo Raa sama gue !! " Alvin memasang wajah memelasnya. Menunduk sambil memainkan kakiknya membentuk pola - pola abstarak.
" Kamu dulu lebih jahat sama aku tau !! " Tembak Shera telak. Kali ini Shevi tidak kuat lagi menahan tawanya. Shevi tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit saking gelinya.
Alvin berdeham dan menatapnya tajam. " Sori.. Sori.. " Shevi berusaha menghentikan tawanya dan menghapus air disudut matanya saat tertawa.
" Jangan bahas itu lagi dong Raa.. Lo kan sekarang udah bahagia sama mas Bayu.. Kenapa masih dendam aja si sama gue. "
*
__ADS_1
*
*