DEMI DIA

DEMI DIA
Pupus Harapan


__ADS_3

Banyak yang berpartisipasi bernyanyi dipesta pernikahan Shevi dan Alvin. Shera dan Bayu sudah lebih dulu meninggalkan pesta karena Shera sudah kelelahan.


Tinggalah tamu undangan khusus dari Alvin dan Shevi yang ada di ballroom. Pesta mereka berlanjut sampai malam semakin larut.


Dipanggung Gio sedang berduet dengan Luna. Sebelumnya Luna sudah minta maaf kepada Shevi.


" Maafin gue atas semua kesalahan gue sama lo vii.. Gue sadar gue salah dan sekarang malah gue sendiri yang ngalaminnya " Luna menunduk malu saat menghampiri meja Shevi dan kawan - kawan di gandeng Gio.


Pandangan Shevi terpusat pada perut Luna yang sudah mulai kelihatan besar. Dan ternyata dia dan Gio sudah menikah sebulan yang lalu yang artinya mereka menikah saat Luna sudah hamil.


" Tenang aja kak.. Gue udah maafin lo kok " Shevi mengusap perut Luna.


" Udah berapa bulan kak ? "


" Udah mau lima bulan " Jawab Luna malu.


" Selamat ya kak.. Gue tau gimana rasanya, bahkan gue lebih dari lo sedihnya.. Sehat - sehat " Shevi tersenyum tulus ke arah Luna.


" Makasih ya vii.. Dan selamat buat pernikahan lo sama Alvin. Semoga langgeng " Shevi memeluk Luna, yang dipeluk hanya diam membeku karena kaget. Luna tak menyangka Shevi akan bersikap sehangat ini.


Alvin mengajak Gio menjauh dari yang lain.


" Lo gila ya yo ??!! Lo nikahin Luna padahal lo tau status bokapnya yang sekarang dipenjara ??!! " Alvin berseru tertahan kepada Gio. Sahabatnya ini benar - benar tidak ia sangka. Bahkan Gio yang selalu menjaga pergaulan bisa sampai menghamili Luna diluar nikah seperti itu.


" Justru karena gue kasian bokapnya dipenjara jadi dia gue jadiin sekertaris gue dan tinggal di apartemen gue. Gue pria normal vin.. Tiap hari dua puluh empat jam bareng wanita gue tergoda juga lah " Gio malah tersenyum tanpa doa.


" Tapi lo yakin kan dia anak lo ?? "


" Weittsss sabar bos.. pasti itu anak gue secara gue yang bobol dia dan dia selalu kemana mana sama gue jadi gak mungkin ada orang lain yang punya kesempatan nebar benih "


" Gila dasar lo !! Tapi lo cintai kan sama dia ?? " Alvin tidak ingin sahabatnya salah pilih. Dia ingin Gio mendapatkan wanita baik yang mencintai dan dia cintai.


" Lo tau kan gue suka sama dia dari jaman SMA dulu.. dan lo juga gak usah khawatir dia udah berubah baik sekarang " Alvin merasa tenang jika Gio sudah yakin dengan keputusannya.


Setelah itu acara lebih seperti kontes menyanyi yang mereka semua bergantian menyanyi entah suaranya bagus atau malah merusak gendang telinga. Toh tidak ada tamu lain selain mereka jadi mereka happy happy saja.


Tiba - tiba datang satu lagi tamu untuk Shevi.


" Ray !! " Shevi berteriak dan berjalan kearah abang angkatnya dan langsung memeluknya.

__ADS_1


" Sory aku telat. Masih harus nyelesain kerjaan dulu " Ray melepaskan pelukannya kepada Shevi saat melihat tatapan tajam dari Alvin.


" No problem.. Aku ngerti kok.. Ayo gabung sama yang lain "


Alvin berubah menjadi dingin saat Shevi kembali bersama Ray.


" Selamat Alvin.. Aku titip adikku.. Dan jangan kau sakiti dia lagi atau aku akan mengambilnya darimu " Ray menjabat tangan Alvin yang tidak mendapat tanggapan apa - apa dari Alvin.


" Mas.. Itu Ray'nya ngasil selamat lho.. Kenapa diem aja ?? "


" Gak papa " Alvin melengos pergi duduk disebelah Gio. Shevi hanya menghembuskan nafasnya pelan.


***


" Mau mas yang mandi dulu atau aku dulu ?? " Sikap Alvin masih saja dingin. Tak banyak bicara jika tidak ditanya.


" Terserah !! " Alvin menjawab acuh.


Bagi pasangan yang baru menikah, malam pertama adalah hal yang paling dinantikan. Tapi Alvin malah dibuat kecewa dengan istri barunya yang tidak peka memeluk pria lain dihadapannya.


Alvin merasa panas saat melihat orang yang dicintainya, wanita miliknya dipeluk pria lain. Apa lagi di hari bahagianya ini.


" Kenapa si mas.. Kamu marah sama aku ?? kalo aku ada salah ngomong dong jangan ngambek - ngambek kaya gini "


" Udah lah kalo kamu gak mau mandi dulu biar aku aja dulu " Alvin bangun dan hendak melangkah ke kamar mandi tapi tangannya dicekal oleh Shevi.


" Duduk mas.. Diselesein dulu masalahnya.. kamu yang ngajak nikah tapi kamu yang malah nyuekin aku kaya gini.. kalo kamu belum siap nikah makanya jangan buru - buru jadi udah gak labil " Amarah Alvin tampah mendidih saat Shevi menyebutnya labil.


" Labil kamu bilang ?? Kamu aja yang gak peka peluk - peluk pria lain didepan suami kamu sendiri dengan muka sebahagia itu ketemu dia !! " Seru Alvin dengan suara yang sedikit meninggi.


Shevi tarkejut dengan respon Alvin. Dia tidak pernah menyangka akan dibentak oleh suaminya sendiri dimalam pertamanya.


" Jadi gara - gara aku meluk Ray ?? Ray itu udah aku anggep kakak sendiri !! sama kaya kamu dulu waktu kita masih sekolah !! " Air mata Shevi mengalir tanpa permisi dan langsung ditepis olehnya.


" Yaudah lebih baik mas tenang diri aja dulu.. Aku mandi dikamar mami aja sekalian liat Tiara " Shevi mulai mengambil baju gantinya didalam koper miliknya dan melangkah menuju pintu. Tapi kali ini Alvin yang mencegahnya pergi.


" Jangan !! Mandi disini aja " Alvin memeluk Shevi dari belakang dan menyandarkan dagunya pada pundak Shevi.


" Maaf yank aku kebawa emosi. Aku gak rela ada laki - laki lain yang peluk kamu " Shevi membalikan badan dan menatap Alvin.

__ADS_1


" Ya tapi gak perlu sampai marah kaya gini mas. Hari ini kan hari bahagia kita kenapa kamu rusak dengan kesan yang gak enak begini si ?? Gak enak banget buat dikenang nantinya " Shevi cemberut memanyunkan bibrinya.


" Iya maaf ya ?? " Alvin mengecup singkat bibir Shevi yang sedang mengerucut lucu.


" Ya udah aku mau mandi dulu " Shevi melepaskan pelukan Alvin dan berlalu ke arah kamar mandi.


" Mau mandi bareng gak yank " Alvin menampilkan muka penuh harap.


" Ga-k ma-u " Tolak Shevi dengan menekankan setiap kata. Alvin langsung tertunduk lesu yang membuat Shevi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


" Malam pertama lho yank.. katanya pengen buat kenangan yang berkesan "


" Udah gak mood.. udah dirusak sama ngambek - ngambekan gak jelas si "


" Ayoo lah yank aku udah gak tahan " Alvin mulai memeluk dan mencium leher Shevi membuat Shevi mendesah geli campur nikamat tapi kemudian mendoromg Alvin.


" Mas.. aku lagi dateng bulan "


Duaarrrr


Malam yang dinantikan Alvin seketika runtuh dengan kata datang bulan. Alvin membeku ditempat kemudian berucap lirih.


" Kok kamu tega banget si yank sama aku ?? " Alvin duduk dengan lesu ditepi ranjang.


Shevi berjalan mendekat dan memeluk kepala Alvin.


" Maaf ya mas.. Tunggu tiga atau emapt hari lagi " Alvin mendongak dengan mulut menganga.


" Lama banget "


Percuma dia menitipkan Tiara kepada sang mami. Percuma juga kamar dihias dengan nuansa romantis dikelilingi lilin dan taburan kelopak bunga mawar dimana - mana biar malam ini lebih berkesan. Tapi pada akhirnya tidak akan terjadi apa - apa kecuali mengistirahatkan dirinya yang lelah setelah serangkaian acara yang mereka lalui sampai lewat tengah malam begini.


*


*


*


Happy Reading 💕

__ADS_1


__ADS_2