
Saat pertama memasuki ruang kerja Alvin ⁴ kesan pertama yang dia dapatkan adalah mewah. Walaupun ruangan itu tidak terlalu besar tapi semua prabot yang berada didalamnya adalah barang - barang bernilai tinggi. Ruangan itu didominasi warna coklat kayu.
Diatas meja kerja Alvin ada banyak tumpukan berkas yang sepertinya sedang Alvin periksa dan ada juga beberapa pigura yang berisi foto merka bertiga saat Alvin sedang berkunjung ke New York dan mengajak anak serta istrinya jalan - jalan ditaman hiburan.
Ada juga foto Alvin berdua dengan Shevi saat masa SMA dulu dan foto saat mereka lamaran malam waktu itu. Dan tak lupa juga foto pernikahan mereka dengan ukuran besar dipajang di dinding belakang meja kerja Alvin. Seakan Alvin ingin menunjukan kepada semua tamunya bahwa dia sudah menikahi gadis cantik idamannya dari kecil dulu.
Ada juga miniatur motor dan mobil sport serta action figure diatas bufet dipinggir ruangan.
" Ruangannya nyaman mas " Shevi menoleh kebelakang dimana Alvin sedang duduk di sofa bersama Tiara.
" Iya aku desain senyaman mungkin karna kan aku disini dari pagi sampe sore. Malah kadang gak pulang pas kamu belum disini " Shevi mendudukan tubuhnya disamping Alvin.
" Gak pulang disini ngapain mas ?? Lembur sampe pagi gitu ?? " Alvin memeluk istrinya mengurangi rasa rindunya setelah setengah hari tidak bertemu.
" Ya gak sampe pagi juga yank.. Cuma suka sampe tengah malem terus males pulang udah cape "
" Terus kamu tidur dimana ?? " Alvin menunjuk pintu disebelah kamar mandi.
" Disana ada kamar buat aku istirahat " Shevi beranjak dan melihat kamar yang Alvin tunjuk.
Ternyata didalam ada ranjang yang tidak terlalu besar serta lemari yang berisi beberapa setelan untuk Alvin kerja dan ada juga baju casual. Didalam juga ada satu kamar mandi lagi serta ada televisi yang ukurannya lebih besar dibandingkan di ruang kerja Alvin.
" Atau kita bisa gunain kamar ini untuk mencoba malam pertama kita " Alvin berbisik sambil memeluk istrinya dari belakang membuat Shevi geli.
" Apaan si mas !! Ada Tiara !! Dan jangan bilang kamu suka pake kamar ini buat tidur sama wanita lain ??!! " Shevi menghunuskan tatapan tajam kearah Alvin.
" Ya ampuun yank.. Aku bukan penggila Sekss !! Aku cuma penggila kamu aja "
" Iishh apaan sih " Seru Shevi tapi tak ayal membuatnya tersenyum juga.
" Udah yuk akita makan.. Aku udah laper bentar lagi aku ada meeting lagi diluar "
***
Alvin mengajak anak serta istrinya ke salah satu restoran terkenal didekat kantornya.
__ADS_1
Setelah mereka selesai memesan Shevi menceritakan kegiatannya memilih sekolah untuk Tiara tadi.
" Aku udah pilih sekolahnya mas.. Aku juga udah daftar sekalian jadi nanti pas pulang lagi kesini Tiara bisa langsung sekolah "
" Milih yang mana jadinya yank ?? "
" Yang Leonis. Aku suka tempatnya ramah anak dan gurunya juga sabar dan kompeten "
" Tiara gimana suka sama sekolahnya ?? " Alvin ingin yang terbaik untuk putrinya. Masalah biaya dia tidak masalah asal anaknya suka.
" Suka daddy.. " Tiara pun menceritakan apa yang dia suka dari sekolah itu kepada Alvin dengan semangat. Sampai akhirnya makanan yang mereka pesan datang.
Disela makan Tiara ingat perkataan aunty yang ada didalam lift tadi saat dikantor Alvin.
" Oiya dad.. Tadi aunty yang ada di lift bilang katanya kasihan sama daddy.. emang - "
" Sayang.. Makan dulu ceritanya nanti aja " Shevi menyela Tiara. Dia tak ingin masalah tadi diperpanjang lagi. Tiara pun menurut dan langsung melanjutkan makannya lagi.
" Emang pada ngomong apa yank ?? " Alvin heran karena sedari tadi sepertinya Shevi menutup - nutupi soal kejadian didalam lift.
" Bukan apa - apa mas.. Namanya juga anak kecil suka disambung - sambungin "
" Aku mau disuapin yank " Alvin menyodorkan piring makannya kearah Shevi dan mendekatkan wajahnya seraya membuka mulut.
" Tiara aja yang masih kecil makan sendiri mandiri " Shevi mencebik tapi mengambil piring Alvin juga.
Saat Shevi menyodorkan sendok kearah mulu suaminya yang sudah duduk dekat dirinya, Alvin malah mencium bibir Shevi sekilas membuat istrinya memelototkan matanya kearah Alvin.
" Maassss ada Tiara !! " Seru Shevi tertahan. Untung mereka makan di private room.
" Orang Tiara gak liat kok " Alvin berkata acuh sambil melahap makanan yang Shevi sodorkan.
***
Malam harinya setelah makan malam akhirnya Tiara mau tidur dikamarnya sendiri setelah berbagai macam Alvin membujuknya. Membuat kedua orang tuanya tertawa geli sekaligus kasihan dengan nasib malam pertama anak semata wayangnya.
__ADS_1
Alvin masih diruang keluarga menonton televisi sekaligus membahas beberapa pekerjaan dengan ayahnya. Biar acara menina bobokan Tiara menjadi urusan Shevi.
" Mih besok nitip Tiara ya.. Bilang aja sama dia kalo aku sama Shevi lagi pergi. Terus buat sarapan sama makan siang tolong minta bibi anterin aja ke kamar "
" Duhhh pih yang udah ngebet banget mau ngejemah istrinya.. Mau ngurung diri dikamar ngabisin akhir pekan hahahaha " Sang papi ikut tertawa melihat anaknya antusias seperti itu.
" Ahhh pokoknya mami harus bisa bikin Tiara gak nyariin kita.. jangan sampe Tiara tau pas bibi nganter makanan " Seru Alvin kesal karena diejek orang tuanya.
" Iya iya besok mami yang hendel Tiara tenang aja. Tapi Shevi jangan terlalu diforsir kasihan dia !! "
" Mampi tenang aja aku mainnya gak kasar kok hahaha " Ini sebenarnya keluarga apa ?? masalah ranjang bisa didiskusikan bersama orang tua seperti ini.
" Aku keatas dulu " Alvin mencium sebelah pipi maminya lalu berjalan menuju lantai dua.
Alvin melangkah dengan hati berdebar menuju kamar anaknya melihat apakah putri mereka sudah tidur atau belum.
Dibukanya pelan pintu kamar dengan nama Tiara dipintu dengan bingkai berbentuk awan. Dilihatnya Shevi sedang menyelimuti Tiara yang ternyata sudah tidur.
" Udah tidur sayang " Alvin memeluk istrinya dari belakang. Posisi kesukaan Alvin karena dirinya bisa merengkuh tubuh istrinya dengan nyaman dan membelai tempat - tempat favoritnya serta mencium aroma leher dan rambut Shevi yang selalu wangi.
" Udah mas.. Ayo keluar takut bangun kalo kita berisik begini " Tanpa menjawab Alvin langsung menggendong Shevi ala bridal style membuat Shevi memekik tapi langsung dibungkam dengan ciuman oleh Alvin.
Shevi memberontak dan memukul dada Alvin pelan saat mereka berhasil keluar dari kamar Tiara membuat ciuman Alvin terlepas.
" Maassss malu sama orang rumah !! " Seru Shevi dengan wajah yang sudah semerah kepiting rebus.
" Tenang aku udah kosongin lantai dua spesial buat kita " Shevi menganga mendengar jawaban dari suaminya.
Alvin tak menyia - nyiakan kesempatan dan langsung mencium bibir istrinya yang menggoda sambil memasuki kamar mereka.
Alvin menurunkan dengan hati - hati istrinya diatas tempat tidur kemudian berbalik untuk mengunci pintu kamar sambil tersenyum bangga akhirnya malam ini datang juga.
*
*
__ADS_1
*
Happy Reading 💕