
Sebulan lebih istri dan anaknya pergi dan belum juga kembali. Hari - hari yang dia lalui terasa hampa tanpa mereka. Mungkin dulu Alvin terbiasa tanpa adanya Tiara dan juga Shevi. Tapi setelah menikah rasanya jauh dari mereka terasa berat. Tak ada lagi suara tawa mereka yang menemaninya saat pulang kerja. Tak ada suara rengekan Tiara ketika meminta sesuatu. Mereka hanya bertukar kabar lewat videocall itu pun jika mereka berdua sama - sama tidak sibuk.
Alvin sedang sibuk - sibuknya akhir - akhir ini. Banyak proyek yang berhasil dia dapatkan. Kemampuan Alvin tidak diragukan lagi. Banyak klien yang langsung percaya dengan kemampuan Alvin. Sekretarisnya yang lama mengundurkan diri karena menikah. Dan sekarang Alvin punya dua sekretaris laki - laki dan perempuan untuk membantunya dalam proyek - proyek ini. Tak ada waktu untuk mengajari mereka di situasi seperti ini. Walaupun Tania sekretarisnya yang perempuan sedikit lebih lambat dari sekretarisnya yang sebelumnya tapi setidaknya dia sudah berpengalaman meski kurang cekatan.
Tok tok tok
" Permisi pak " Tania membuka membuka pintu ruangan Alvin ketika Alvin sedang mempelajari beberapa dokumen.
" Iya ada apa Tania " Alvin tidak mengalihkan pandangannya dari dokumen didepannya.
" Ada dokumen yang harus bapak tanda tangani karena sore nanti harus saya kirimkan ke klien pak " Tania berdiri disamping Alvin sedikit menempel membuat Alvin risih.
" Kamu bisa berdiri didepan meja saya atau kamu bisa duduk !! Jangan berdiri disini membuat saya tidak nyaman !! " Seru Alvin memperingati Tania agar tidak mengulanginya lagi dan membuatnya semakin melunjak.
Alvin sebenarnya lebih suka dengan Dewi sekretarisnya sebelumnya. Selain dia cekatan serta bisa diandalkan masalah pekerjaan, Dewi juga orang yang menjaga sopan santunnya terutama dalam hal berpakaian. Dewi tidak pernah memamerkan paha atau belahan dadanya seperti Tania yang selalu memakai rok span sepuluh centi diatas lutut serta dua kancing atas bajunya yang selalu dibiarkan terbuka. Sebenarnya Alvin ingin menegurnya tapi dirinya selalu saja lupa. Karena yang terpenting sekarang adalah pekerjaannya. Masalah penampilan Tania biar dia kasih tau nanti saja.
" Maaf pak " Tania pindah dan duduk di kursi dihadapan Alvin.
" Sial !! Kenapa pak Alvin susah sekali gue deketin. Biasanya bos bos tempat gue kerja sebelumnya selalu tertarik sama body gue sampai mereka tak pernah melewatkan seharipun untuk menarik gue keatas ranjangnya " Tania menggerutu dalam hati.
Tania memang selalu memikat bos tempat dirinya bekerja sebelumnya dengan body goals'nya. Laki - laki mana yang tidak tertarik melihat tubuh indahnya. Tubuh tinggi langsing dan depan belakang yang berisi dan selalu membuat mata para lelaki yang melihatnya berubah menjadi tatapan nafsu. Belum lagi wajahnya yang cantik. Tapi tidak bagi Alvin, dia sama sekali tidak tertarik terhadap Tania meskipun sekretarisnya itu selalu memamerkan tubuhnya dengan pakaian seksi. Bagi Alvin tiada yang lebih cantik dan menarik kecuali istri yang paling dia cintai didunia ini.
Tania belum tahu jika Alvin sudah menikah. Kalaupun Tania tahu dia tidak akan perduli. Dimadupun dia mau dengan senang hati asalkan semua keinginannya terpenuhi sama seperti bos - bos nya dulu yang selalu memanjakannya dengan barang - barang branded dan mewah.
__ADS_1
***
Disatu sisi Shevi tengah merayakan kesuksesan penampilannya dalam panggung malam tadi. Tinggal satu kali penampilan lagi setelah itu dia akan kembali ke Indonesia. Penampilannya minggu depan adalah pagelaran terbesar di kota New York dan dia menjadi salah satu bintang tamunya. Menjadi penutup karirnya di kota yang dijuluki dengan The Big Apple itu.
Shevi patut berbangga diri dengan karirnya yang semakin menanjak, tapi dia juga sedih harus meninggalkan kota yang membesarkan namanya ini.
" Kamu yakin akan pulang ke Indonesia dan tidak akan kembali lagi kemari Shevi ?? " Tanya Mr. Dave produsernya.
" Saya belum tahu Mr. Dave. Tapi saya akan mengikuti suami saya disana. Tapi kalau Mr. Dave punya pekerjaan untuk saya hanya satu dua kali tampil boleh lah.haha " Gurau Shevi.
" Saya pasti akan menghubungi Ray jika ada pekerjaan yang membutuhkanmu. Kau adalah salah satu bakat yang luar biasa yang saya miliki. Kalau kamu punya lagu lagi kamu harus datang kepadaku oke " Mr. Dave sangat menyayangkan keputusan Shevi untuk pulang ke Indonesia saat karirnya sedang sangat bagus. Tapi dirinya juga tidak dapat melarangnya. Karena kalau dia yang jadi suami Shevi, dia juga akan melakukan hal yang sama. Siapa yang akan rela berjauhan dengan istri secantik Shevi dan anak selucu Tiara.
" Kau harus sering mengunjungiku my little sister " Ray memeluk Shevi yang duduk disebelahnya.
" Tentu brother.. Kau sudah banyak membantu dan menjagaku serta Tiara saat disini. Kami tidak mungkin melupakanmu begitu saja " Shevi membalas pelukan Ray tak kalah kuat.
" off course.. Apartemen kami selalu terbuka untukmu " Mereka melepaskan pelukan mereka.
" Apa suamimu tidak akan marah little ?? "
" Ya. Dia akan sangat marah jika tadi dia melihatmu memelukku hahaha " Tak bisa Shevi bayangkan akan semarah apa Alvin jika melihatnya berpelukan dengan Ray. Dulu saja waktu resepsi dia bisa mengacuhkannya saat malam pertama apa lagi sekarang. Tapi sungguh Shevi hanya menganggap Ray seorang kakak dan tak mungkin dirinya menjauhi Ray yang sudah sangat baik kepada dirinya.
" Kalian terlihat serasi.. Aku pikir dulu kalian memiliki hubungan yang special atau akan berakhir pada hubungan yang special. Ternyata kau hanya menjaga jodoh orang lain Ray " Mr. Dave meledek Ray yang ternyata tidak dapat meluluhkan hati Shevi.
__ADS_1
" Tak apa Mr. Dave.. Aku rela menjaga jodoh orang asal dia bahagia dengan jodohnya sekarang atau aku akan mengambilnya jika dia menangisi suaminya itu "
" Uuh uuh uuh so sweet haha " Shevi hanya menganggap ucapan Ray sekedar gurauan yang membuat Mr. Dave dan Timnya tertawa.
" Hah kalian hanya bisa meledekku saja !! " Runtuk Ray kesal karena menjadi bulan - bulanan teman kerjanya siang hari ini.
Terdengar nada dering dari ponsel Shevi membuat wanita itu menghentikan tawanya. Saat dia melihatnya ternyata panggilan videocall dari Alvin.
" Hay sayang lagi apa ?? " Alvin sedang berada dikamarnya duduk di atas tempat tidur sambil menyandarkan punggunggnya pada kepala tempat tidur.
" Aku sedang makan siang bersama timku karena keberhasilan penampilan kemarin malam mas.. Sekaligus pesta perpisahan " Shevi mengedarkan kameranya menangkap setiap wajah yang hadir agar suaminya bisa melihat.
" Tumben hubungin aku jam segini.. Bukannya disitu tengah malam ?? " Imbuh Shevi kemudian saat kamera beralih menghadapnya kembali.
" Iya. Aku gak bisa tidur yank.. Kangen aku tuhh.. Padahal cape seharian kerjaan makin banyak. Tapi aku mikirin kamu sama Tiara terus kalo dirumah.. Kapan si pulangnya ?? " Selalu itu yang Alvin tanyakan saat menghubunginya.
" Minggu depan aku pulang sayang.. Tinggal satu penampilan lagi lusa " Teman - teman Shevi asik mengobrol dan bercanda satu sama lain tak menghiraukan Shevi. Mereka tahu jika Shevi butuh waktu untuk sendiri menikmati momennya berbagi kabar dengan sang suami.
*
*
*
__ADS_1
Happy Reading 💕
Ayo bantu like komen sama votenya sayank.. Kasih semangat buat Alvin yang lagi ditinggal anak istrinya 😍😘