DEMI DIA

DEMI DIA
Dokter Bayu


__ADS_3

Lama sekali rasanya Shevi tidak pulang ke tanah air. Rindu setelah hampir lima tahun pergi menjauh dari kota kelahirannya. Dan hari ini dia bisa menjejakan lagi kakinya di jakarta. Didampingi orang yang membuatnya enggan untuk pulang, siapa lagi jika bukan Alvin Mahesa.


Disana sudah menunggu para sahabatnya yang melambaikan tangan dengan sangat antusias.


" Ooh gaes.. Gue kangennnn !!! " Shevi langsung memeluk semua sahabatnya.


Mereka saling melepas rindu setelah sekian lama tidak berkumpul dengan formasi lengkap.


" Kita juga kangen banget sama lo tau gak !! lama banget rasanya kita gak kumpul lengkap kaya gini " Ucap Nay sambil menghapus air mata bahagianya. Mereka memang terkadang berkunjung ke New York saat libur kuliah, Tapi tidak pernah datang bersama. Karena ada saja salah satu diantara mereka yang berhalangan untuk ikut.


Alvin yang sedang menggendong Tiara dibelakang Shevi tersenyum melihat keharuan mereka. Dia mengerti bagaimana sayangnya mereka satu sama lain.


Setelah selesai melepas rindu mereka baru menyadari kehadiran Alvin dan juga Tiara.


" Haii cantik.. Kangen aunty tidak ?? " Nurin menyapa Tiara dan gadis itu tersenyum lalu mengangguk.


Nurin mengambil alih untuk menggendong Tiara yang langsung dikerubuti oleh yang lainnya.


" Langsung pulang atau kemana dulu ?? " Alvin mendekat dan memeluk pundak Shevi.


" Pulang aja kasian Tiara. Mereka juga pasti ikut ke rumah kok "


" Oke nyonya Mahesa.. Mari kita pulang, meskipun aku masih gak rela harus pisah rumah dari kamu " Alvin memasang wajah masamnya tidak ingin jauh dari Shevi dan Tiara. Karena jika ke New York pun Alvin tinggal di apartemen Shevi walau dengan kamar terpisah.


Shevi memutar matanya malas " Gak usah lebay deh. Kita udah biasa beda benua bukan beda rumah lagi !! Dan lagi aku masih nona Shandika belum jadi nyonya Mahesa wleee " Shevi memeletkan lidahnya ke arah Alvin yang membuat Alvin ingin sekali ******* lidah itu.


" Tapi sebentar lagi kan ??? " Goda Alvin dengan menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


" Cih. Kapan kamu ngelamar aku !! Udah bilang sebentar lagi aja !! "


" Udah - udah kalian berdua tuh berantem mulu. Malu udah punya anak segede ini !! " Lidia menyela perdebatan mereka.


" Iya nyonya Barata " Shevi menundukan kepalanya hormat sambil terkekeh kepada Lidia.


Lidia memang sebentar lagi akan menikah dengan rekan bisnisnya yang ternyata termasuk 20 orang terkaya di Indonesia.


" Cih. Kita bahkan gak tau gue dulu yang nikah atau lo vii !! " Lidia tidak mau kalah dalam menggoda.


" Kayaknya malah Nay dulu deh. Nay kan tunangannya dokter senior, jadi gak mungkin kan nunggu lama - lama nanti keburu tua hihihi " Indah ganti menggoda Nay.


" Dasar kurang ajar !! Kak Randy belum setua itu ya !! Dia cuma beda lima tahun aja dari kita !! " Nay yang tidak terima tunangannya dikatai tua langsung memukul kepala belakng Indah dan membuat mereka semua tertawa. Karena begitulah cara mereka saling menyayangi. Saling menggoda dan mengerjai.


" Sory ya gaes. Gue gak bisa hadir di acara penting kalian " Shevi berucap sendu. Dia merasa jahat sebagai sahabat, Mereka selalu ada untuknya tapi dia malah tidak menyempatkan waktu saat sahabatnya punya acara penting.


" Tapi BTW kapan nih Nurin sama Indah nyusul ?? " Tanya Shevi kepada kedua sahabatnya yang lain.


" Hahh.. Gue mah Leon masih susah diajak serius " Pacar Nurin adalah Model terkenal yang sering membawakan baju rancangannya. Disitulah mereka mulai saling jatuh cinta. Leon sangat menyayangi dan mencintai Nurin bahkan sampai tahap Bucin. Tapi dia belum siap menikah karena karirnya sedang naik daun.


" Kalo gue si masih nunggu jodoh dari yang di atas. Mungkin aja jodoh gue masih ada didalam perut lo vii " Indah menatap perut datar Shevi.


" Dih amit - amit ya ndah anak gue jodohnya sama lo. Sekalipun gue nanti punya anak cowok gak akan gue jodohin sama lo 'ketuaan' . Dan lagi gue gak lagi hamil ya enak aja !! " Seru Shevi dengan sengaja menekankan kata tua pada kalimatnya.


" Wah.. wah lo ngatain gue tua !! Jangan dikira di usia lo sekarang lo udah punya anak segede Tiara dan lo merasa menang ya !! Liat aja nanti siapa yang anaknya lebih banyak !! " Semua tergelak tertawa bersama.


***

__ADS_1


" Wah.. Calon manten udah lagi fitting aja nih !! " Shevi langsung berseru saat sampai dirumah dia melihat Shera sedang mengukur baju dengan salah satu designer weding dress yang calon suaminya kirim kerumah agar lebih memudahkan Shera.


" Shevi.. Tiara.. " Shera hanya melambaikan tangannya antusias karena dia tidak dapat memeluk mereka lantaran dirinya sedang mencoba gaun untuk resepsinya nanti.


" Lo cantik banget sumpah kak.. Pewaris rumah sakit itu gak mungkin nyesel deh nikahin lo. Dan lagi kayaknya dia sayang banget sama lo " Shevi memandang kakaknya yang dibalut gaun berwarna pink dengan bahan ringan yang tidak akan memberatkan Shera nantinya. Calon suami Shera memang luar biasa sampai sedetail itu memilih bahan agar tidah membuat pengantinnya lelah.


Shera tersipu mendengar punjian dari Shevi.


" Gue gak nyangka sumpah kak lo sengebet itu pengin nikah. Baru putus dari Alvin enam bulan udah mau nikah aja sama yang lain " Shevi terkekeh saat melihat Shera cemberut padahal dirinya hanya bercanda.


Calon suami Shera adalah pewaris rumah sakit dimana dirinya berobat. Dia adalah dokter muda lulusan Harvard University. Dia juga dokter yang menggantikan Dokter Fendy yang merawat Shera semenjak bayi. Karena Dokter Fendy pensiun.


Namanya Dokter Bayu. Dia sudah jatuh cinta saat pertama kali bertemu dengan Shera. Awalnya dia kecewa karena ternyata Shera sudah memiliki tunangan.


Seiring intensitas mereka bertemu yang membuat Shera nyaman menceritakan hubungannya denga Alvin yang tidak berjalan lancar membuat harapan sendiri untuk Bayu. Bukannya Bayu jahat karena berdoa supaya mereka berpisah. Tapi bukankah itu lebih baik dari pada Shera mencintai bahkan menikah dengan orang yang sama sekali tidak mencintainya.


Dan kabar itu datang. Meskipun awalnya khawatir karena membuat Shera kritis. Tapi setelah dapat melihat lagi pujaanya dia merasa lega. Hingga akhirnya sebulan setelah Shera dan Alvin putus, Bayu langsung memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya. Bayu tidak ingin ada yang mencuri startnya untuk mengambil hati Shera.


Tanpa disangka oleh Bayu ternyata Shera menyambut dengan baik perasaanya. Entah hanya karena rasa nyaman atau apa yang jelas sekarang dia tahu jika Shera mencintainya. Sehingga setelah lima bulan hubungannya dia memberanikan diri untuk melamar Shera dan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga besarnya. Orang tuanya bahkan sangat menyayangi Shera seperti anak mereka sendiri. Karena Bayu hanya dua bersaudara dan keduanya laki - laki jadi mereka sangat senang saat ada kehadiran anak perempuan dalam keluarga mereka. Belum lagi kedua orang tua Bayu mengenal dengan baik Jovan ayahnya Shera yang merupakan rekan bisnis mereka sejak lama.


*


*


*


Happy Reading 💕

__ADS_1


__ADS_2