DEMI DIA

DEMI DIA
S2 - Sakit


__ADS_3

...Genggam tanganku, dan tatap mataku....


...Percayalah hanya kamu masa depanku...


...Lupakan masa lalu yang tak berarti itu....


...-Alvaro Kaisar-...


...👑...


Alvaro sadar ada yang berbeda dengan sikap istrinya yang mencoba menghindar. Tapi tak ada niatan untuk Alvaro bertanya kenapa. Dia kenal bagaimana istrinya. Gadis itu paling tidak tahan menahan amarah dan akan meluapkannya setelah tidak tahan sendiri.


Untuk menunggu istrinya meluapkan amarahnya. Alvaro memilih unuk menyenangkan istrinya dulu. Siapa tau dengan begitu, istrinya tidak jadi marah padanya. Marah yang dia sendiri tidak tahu alasannya. Karena Alvaro tidak merasa melakukan kesalahan apa pun yang bisa membuat gadis di sebelahnya diam seribu bahasa dengan wajah di tekuk seperti sekarang.


"Mau mampir beli es krim gak yank? di depan kata temen gue ada cafe baru yang jual es krim paling enak di daerah kampus?"


Yang di tanya hanya diam saja. Malah semakin terlihat geram. Apa yang salah dengan kata-katanya?


"Yaaank" panggilnya mesra.


Tiara tetap acuh dan memalingkan wajahnya ke luar jendela. Menatap deretan toko di luar sana yang silih berganti di pandangannya.


"Hmmm.. Gimana kalo makan siang di luar?" tawarnya lagi setelah tidak juga mendapat jawaban. "Tadi lo gak jadi sarapan kan? kasian perutnya laper."


Tangan Alvaro yang baru mendarat di perut rata istrinya untuk mengelus, langsung di tepis oleh si empunya perut.


"Galaknya permaisuriku ini. Megang doang aja gak boleh." ucap Alvaro dengan ekspresi terluka yang di buat-buat.


"Diem deh Al! brisik tau gak!" sentak Tiara dan langsung memejamkan matanya setelah menurunkan sandarannya sedikit lebih rendah. Ada rasa aneh saat tadi menepis tangan suaminya. Suhu suaminya lebih panas dari biasanya. Tapi karena mood-nya sedang tidak baik. Tiara gengsi untuk menanyakannya.


Alvaro menghembuskan napasnya mengalah. Lagi pula kepalanya sudah cukup pusing tanpa perlu mengajak Tiara berdebat.


Tiara masih tidur dengan pulasnya ketika Alvaro memarkirkan mobilnya si basment apartemen. Wajah Tiara terlihat lelah dan tidak tega untuk di bangunkan. Akhirnya Alvaro memutuskan menggendong tubuh istrinya, meskipun tubuhnya sediri terasa lemah.


Setelah berhasil membawa tubuh Tiara hingga memasuki kamar, Alvaro ikut berbaring dan mengistirahatkan tubuhnya. Tanpa berganti baju dan melepas sepatunya.


Sebelah lengan ia gunakan untuk menutupi matanya ketika kepalanya berdenyut nyeri. Hingga tak lama kemudian pemuda itu ikut terlelap.


***


Tiara mengerjapkan matanya dan mendapati kamar yang sudah gelap. Sejak kapan dia tidur sehingga lupa menyalakan sekedar lampu tidur.


Ketika kesadarannya mulai kembali, ia ingat tadi siang tidur di dalam mobil saat marah kepada suaminya karena cemburu.


Menoleh ke samping dan mendapati Alvaro juga tertidur dengan lelap.

__ADS_1


"Jadi Alvaro yang membawanya dari basment sampai ke kamar?" merapikan anak rambut yang menutupi dahi suaminya. Seketika matanya melebar saat mendapati tubuh sang suami panas.


"Astaga Al. Lo sakit?" tanyanya panik. Tapi Alvaro tidak menjawab, pemuda itu masih terlelap dalam tidur atau tidak sadar?


Keringat dingin membasahi dahi Alvaro. Badannya juga menggigil.


Seharusnya Tiara mengganti baju Alvaro menjadi baju yang lebih tipis dan nyaman. Tapi gadis itu malu untuk menggantinya.


"Al.. Bangun dulu yuk. Ganti bajunya dulu." mengusap lengan Alvaro lembut setelah mengambil piyama milik suaminya.


Alvaro tetap bergeming. Hanya suara rintihan yang terdengar dari mulut yang matanya masih terpejam itu.


"Bangun dong Al."


Setelah menimbang beberapa saat, Tiara memberanikan diri membuka baju Alvaro. Tangannya bergetar saat membuka kancing kemeja Alvaro.


"Aduuhh stop bergetar! ini bukan waktu lo buat malu atau lemah. Alvaro butuh lo sekarang." makinya pada diri sendiri.


Setelah berhasil membuka baju, dengan memejamkan mata dengan sesekali mengintip, Tiara membuka celana yang di kenakan Alvaro dan mengganti dengan piyama yang di pegangnya.


Tiara menghembuskan napasnya lega setelah selesai mengganti baju suaminya dengan yang lebih nyaman dan longgar. Dengan bahan cukup tipis untuk tubuh Alvaro yang demam.


"Tunggu ya Al. Gue ambil kompresan dulu." pamit Tiara pada Alvaro yang bahkan tidak mendengarnya.


Bagaimana bisa, dia sebagai seorang istri tidak tahu suaminya sakit? Semalam saat kulit tubuh mereka saling bersentuhan, Tiara kira itu karena kegiatan panas mereka.


Dia ingat, tadi saat Alvaro menjemputnya di kantin memang wajah Alvaro sedikit pucat. Tapi karena dia sedang dibakar cemburu, membuatnya tidak peduli.


***


Alvaro memejamkan matanya erat. Kepalanya terasa pusing, matanya panas, tenggorokannya juga kering. Sepertinya ia butuh minum.


Memijit pelipisnya dan menemukan handuk basah di dahinya. Senyumnya mengembang. Biarpun marah, ternyata Tiara tetap peduli padanya.


Melihat sekeliling kamar dan tidak menemukan keberadaan istrinya dimana pun. Hingga ia mendengar suara gemericik dari kamar mandi, yang ia yakin istrinya berada di dalam sama.


Tak lama pintu terbuka, menampilkan tubuh istrinya yang sudah lengkap menggunakan pakaian. Hanya handuk menggulung rambut di atas kepala. Aroma sambun dan sampo menguar memenuhi kamar mereka.


Tiara mengangkat kepala dan senyumnya terbit seketika. "Udah bangun Al." mendekati Alvaro dan menyentuh dahinya. Syukurlah demamnya sudah mulai turun.


"Makan dulu ya. Tadi gue bikin bubur. Sebentar gue ambilin." cerocos Tiara tanpa menunggu jawaban Alvaro, gadis itu berlalu menuju dapur. Mengambil bubur yang tadi dia buat sebelum mandi.


"Makan dulu ya Al. Abis itu minum obat." gadis itu menahan pintu dengan bahunya. Meletakan nampan yang berisi bubur serta air minum dan obat di atas nakas sebelum membantu suaminya untuk duduk.


Dengan sabar, Tiara menyuapi Alvaro sedikit demi sedikit hingga habis. Belum ada kata yang keluar dari mulut pemuda itu. Tapi senyum terus mengembang tanpa surut.

__ADS_1


"Gak usah senyum-senyum mulu! kaku tar muka lo!"


"Apa sih sayang. Gue lagi sakit lho. Masa di marahin." menyandarkan kepala ke bahu sebelah kiri Tiara yang duduk di sebelahnya.


"Kenapa gak bilang kalo sakit!" hardik gadis itu lagi. Lebih baik bilang di awal jika merasa kurang enak badan. Dari pada membuatnya khawatir seperti ini. Di rumah, Tiara gadis yang manja. Belum pernah mengurus orang sakit sebelumnya. Tapi untung dia mengingat dengan jelas bagaimana mommy Shevi merawatnya serta kedua adik kembarnya jika sakit. Sehingga hari ini dia bisa di andalkan sebagai seorang istri saat tidak ada yang bisa ia mintai tolong atau memberi tahu apa yang harus ia lakukan di keadaan seperti ini.


"Gue kira mau flu biasa. Jadi gak perlu bilang sama lo." melingkarkan lengannya di pinggang sang istri. "Tau gini kan mending tadi pagi di rumah aja meluk lo biar gak sakit gini."


Bubur yang entah enak atau tidak itu habis di makan Alvaro tanpa sisa. Membantu suaminya minum obat. "Ya udah tidur lagi aja Al. Biar besok pagi bangun udah sehat. Masih malem juga."


"Tapi peluk ya." pinta Alvaro dengan manja yang langsung di turuti oleh Tiara.


Bukannya Alvaro yang di peluk untuk tidur, malah Tiara yang di peluk dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Menghirup wangi tubuh Alvaro yang selalu mengantarkannya tidur nyenyak. Tak peduli jika suaminya itu belum mandi.


"Ra." panggil Alvaro setelah beberapa saat hanya keheningan yang mengisi kamar.


"Hmm." sahut Tiara tanpa membuka matanya.


"Lo yang gantiin baju gue?"


"Hmm."


"Tumben berani?"


"Terpaksa. Dari pada lo kena sengatan panas."


"Emang gue lagi panas-panasan!" cibir Alvaro. "Lo udah gak marah sama gue?" tambahnya.


"Besok lagi aja."


"Kok gitu sih yank? emang aku salah apa? perasaan pas kita berangkat kita baik-baik aja. Lagi di tahap hubungan paling baik malah."


"Iya paling baik buat lo, setelah lo dapetin gue seutuhnya." cibir Tiara dalam hati.


"Pertama. Lo lagi sakit jadi gue gak mau debat. Ingat ya DEBAT bukan marah. Kedua, gue udah cape terus ngantuk banget. Jadi gimana kalo kita tidur aja."


"Ya udah deh. Malam my mine. Mimpiin Alvaro ya." menghadiahkan satu kecupan lama di dahi istrinya.


*


*


*


Sory baru up. Adakah yang menunggu? 😇

__ADS_1


__ADS_2