
" Bener tuh kata Nurin vii.. Kalo menurut gue sih mending lo balik aja.. Yang penting kan Alvin udah tanggung jawab.. Tinggal nunggu anak itu lahir aja kan, biar semua jelas.. Atau mau di tes sekarang ?? Gue bisa kok ?? "
" Iya sesekali egois gak apa - apa kali vii "
" Bukanya bahaya Nay ?? apa lagi ini masih hamil muda.. Dan gue gak mau disana tuh bukan karena gue kalah.. Tapi karena gue lagi ngembaliin hati gue dulu biar gak keliatan menyedihkan di depan wanita itu nanti "
" Ya emang bahaya si.. Paling gak kita harus nunggu sampe usia kandungannya lebih dari sepuluh minggu atau lebih amannya di trimester kedua."
" Kok lo bisa ?? Bukannya lo dokter umum Nay ?? Lo kan belum ngambil specialis?? " Sela Nurin bingung.
" Hehehe.. Maksud gue, gue bisa nemenin ke dokter specialis genetika " Shevi dan Nurin menepuk dahinya bersamaan.
***
Shevi PoV
Baiklah. Hari ini aku putuskan untuk pergi ke rumah mertuaku. Setelah kepulangan dua sahabat yang selalu ada untukku, aku memutuskan pergi ke studio sebentar mengecek beberapa pekerjaan dan kelangsungan belajar disana sekaligus mengambil mobil yang katanya sudah di ganti bannya oleh orang kantor.
Tidak lama aku distudio. Hanya melihat tim orkes yang sedang berlatih untuk mengisi acara weekend nanti. Sebenarnya biasanya aku sendiri yang mengisi posisi pianis. Tapi untuk perform kali ini sepertinya aku tidak bisa konsen mengingat baru saja aku dimadu. Toh pianis yang aku punya juga hebat.
Aku hanya memberikan beberapa koreksi dan arahan kepada mereka kemudian berlalu dan melihat kelas yang sedang mengajar. Aku masuk ke kelas piano, sudah lama juga aku tidak bermain piano. Aku mendekati pengajar yang sedang memberikan materi dan meminta izin untuk aku yang memberikan contoh kepada siswa yang hadir hari ini.
Aku membawakan lagu Yiruma yang judulnya Kiss the Rain. Pianis idolaku, Aku sering memainkan lagu - lagunya disaat aku bosan, sedih, atau sedang merindukan ayahku. Bahkan Tiara juga pertama kali bisa memainkan piano adalah lagu - lagu Yiruma karena mungkin dia sering mendengarku memainkanya dan yang pertama kali aku ajarkan juga.
Aku suka gaya bermusik Yiruma yang terbilang misclassify, karena musiknya sangat populer di semua kalangan usia. Instrumentalia solo pianonya lebih cenderung pada gaya new classical atau bisa juga disebut kontemporer klasik. Tapi, penelitian komposisinya, baik struktur lagu-lagunya maupun tekniknya dipengaruhi oleh gaya klasik. Di lain sisi, permainannya terkadang digolongkan sebagai karya populer.
Dia lah salah satu yang mendorongku untuk tetap semangat menjadi pianis seperti dirinya setelah ayah tiada.
__ADS_1
Setelah selesai, aku memberikan semangat untuk adik - adik untuk meraih mimpi mereka sebelum aku keluar kelas. Sebenarnya aku juga bermain piano untuk menenangkan dan menyiapkan hatiku untuk pulang ke rumah mertua. Atau lebih tepatnya berkunjung sih, Aku hanya ingin melihat keadaan disana lebih dahulu sebelum kemudian memutuskan apa aku akan pulang lagi kesana atau bertahan di apartemen.
Kularikan mobilku menembus macetnya jalanan ibu kota. Hari ini tidak begitu terik karena sudah memasuki musim penghujan. Aku suka bau hujan, aroma campuran air yang menyentuh tanah terasa menenangkan.
Niatnya aku mau sekalian menjemput Tiara disekolah. Tapi saat kulihat jam tangan dipergelangan tanganku yang sudah menunjukkan pukul satu siang kemungkinan besar Tiara sudah dijemput. Jadi aku langsung saja menuju rumah mertuaku.
Saat mengenali mobilku mamang security langsung membuka gerbang untukku. Ku parkir mobil di halaman rumah mertuaku.
Saat aku membuka pintu kudengar Tiara menangis dan ada yang sedang memarahinya dari arah ruang makan.
" Kamu tuh disuruh makan aja susah banget sih !! ayo buka mulutnya !! " Aku melihat Tania sedang memegang rahang putriku agar mau membuka mulutnya.
Hatiku sakit dan marah bercampur aduk. Jadi seperti ini perlakuannya kepada anaku. Aku mendekat dengan langkah lebar ke arah mereka dan langsung menyentak tangan Tania dari wajah anakku.
" Lo apain anak gue ??!! " Dapat kulihat Tania kaget saat tiba - tiba aku datang dan menyentak tangannya.
" Anak lo aja yang susah diatur.. Suruh makan aja manja.. Kalo gak makan gue yang dimarahin.. Makanya didik anak lo tuh biar gak manja !! "
" Huh didik apaan.. Anak aja ditinggalin !! " Cibir Tania.
Aku berjongkok dan mengusap air mata anakku, hatiku terasa teriris saat kudapati tubuh anakku yang gemetar " Tiara masuk kamar dulu ya.. Nanti mommy nyusul "
" Ara takut tante itu mom.. Mommy gak akan tinggalin Ara kan ?? " Tiara memelukku erat seakan aku akan pergi jauh meninggalkannya bersama nenek sihir itu.
" Enggak sayang.. Sekarang ke kamar dulu ya " kemudian ku suruh bibi yang sedari tadi berdiri dipintu dapur untuk mengantar Tiara ke kamar.
Setelah Tiara pergi aku kembali berdiri dan menghela nafas. " Gue tuh udah berbaik hati nyuruh Alvin nikahin lo ya !! Jadi lo gak usah ngelunjak dan semena - mena sama anak gue !! Jangan pernah lo sentuh anak gue !! " Aku berteriak meluapkan rasa marahku pada wanita iblis dihadapanku.
__ADS_1
" Tanpa lo suruh pun, Alvin memang harus tanggung jawab sama anak dalam kandungan gue ini.. "
" Kalo bukan gue yang nyuruh.. Gak bakalan lo ada dirumah ini sekarang.. Alvin gak bakal sudi nikahin lo !! "
" Gak sudi nikahin gue tapi semangat banget nikmatin gue " Entah itu hanya pancingan agar aku bertambah marah atau fakta yang jelas tetap saja itu menambah luka di hatiku.
" Gue gak perduli masalah ranjang kalian.. Gue cuma mau ngingetin satu hal.. Lebih baik lo nikmatin waktu lo dirumah ini yang kita gak akan tau bisa sampe kapan dari pada lo harus gangguin anak gue "
" Gue sih udah jelas bakal disini selamanya.. Lo sendiri kan yang bilang kalo lo akan tinggalin Alvin setelah anak ini lahir "
" Ada apa ini ?? " Mami mertuaku memasuki ruang makan dengan Alvin disampingnya. Dan Tania langsung berjalan mendekati Alvin sambil menangis.
" Mass.. Dia mau nyelakain anak aku.. Dia mau bunuh anak aku biar kamu cepat cerain aku " Aku tersenyum tipis dan tertawa dalam hati melihat aktingnya.
" Apaan sih lo.. Lepas !! " Alvin melepaskan belitan tangan Tania di lengannya dengan paksa.
" Kamu kapan datang sayang " Mami memelukku erat dan tubuhnya mulai bergetar. Ku usap punggungnya lembut, aku tau mami mertuaku menangis.
" Maafin mami vii.. "
" Udah lah mih.. Aku gak apa - apa kok " Aku melepaskan pelukanku kepada mami.
" Tadinya aku mau pulang lagi ke rumah ini dan mencoba menerima semuanya.. Tapi setelah aku melihat sendiri bagaimana Tiara diperlakukan, Maaf mih Shevi belum bisa balik lagi kesini.. Dan maaf sepertinya aku akan membawa Tiara pergi sama aku " Alvin mendekatiku dengan langkah lebar. Dan dapat kulihat Tania tersenyum penuh kemenangan. Sabar sobat semua belum berahir, jangan menganggap menang dulu.
*
*
__ADS_1
*
Kadanf bersikap egois sedikit gak papa kan ya gaes 💕