
Akhirnya setelah sekian lama Tiara bisa pulang cepat juga. Hanya ada satu mata kuliah hari ini. Karena mata kuliah ke dua dan ketiga dosennya berhalangan hadir dan hanya memberi tugas untuk di kumpulkan minggu depan.
Sampai di rumah anak-anak menyambutnya antusias.
Melihat anak-anak yang begitu ceria, rasanya sayang jika hari ini mereka lewatkan hanya bermain di dalam rumah.
Sudah lama juga anak-anak tidak di ajak main di luar.
Dan sudah lama juga ia tidak datang ke kantor sang suami. Kangen juga dengan anak-anak di sana. Dunia kuliah mengambil banyak waktunya ternyata.
Baiklah. Sepertinya lebih baik ia dan anak-anak bersiap untuk pergi menjemput papa mereka.
Tidak perlu memberi kabar. Biar saja suaminya itu kaget. Tiara terkekeh sendiri dalam hati.
Mangajak Alvaro makan siang di luar sekaligus mengajak anak-anak bermain akan jadi hal menyenangkan hari ini.
Kapana lagi kan mereka bisa jalan di hari kerja seperti ini.
Dengan di antar sopir, mereka berangkat menuju Kaisar Company.
Jalanan padat dan udara panas menyengat di luar sana tak membuat semangat anak-anak berkurang.
Kedua bocah yang sedang aktif-aktifnya itu bernyanyi riang.
I love you
You love me
We're a happy family
With a great big hug
And a kiss from me to you
Won't you say you love me too
Lagu Barney si Dinosaurus ungu nan menggemaskan, yang bahkan mungkin sudah di dengar sejak nenek mereka masih kecil dulu, di nyanyikan Rafa dan Vindra bersama sang ibu.
Meski belum terlalu jelas dalam pelafalan. Tapi kedua bocah itu mengingat kata dengan tepat.
Saling bercanda dan tertawa membuat mobil terasa ramai.
__ADS_1
Sampai di kantor, Tiara menggeleng begitu kedua buah hatinya langsung berlari ke lantai atas dan berteriak memanggil papa mereka.
"Waaahh kunjungan negara nih Ibu bos!" seloroh Bobby begitu Tiara menyapa para karyawan di sana yang tengah makan siang di lobby.
"Mumpung lagi gak ada tugas. Udah lama juga gak main ke sini, siapa tau kalian rindu." Tiara membalas candaan Bobby dengan candaan juga.
Membuat para karyawan di sana tertawa. Siapa yang tidak senang memiliki nyonya bos seperti Tiara. Sudah lah baik, tidak pernah menganggap mereka bawahan suaminya. Tiara selalu menganggap mereka keluarga.
"Tanpa kalian, suami saya bukan apa-apa." begitu kata ibu bos mereka ketika mereka merasa sungkan dengan sikap baik Tiara.
"Kalau gue sih rindu. Tapi kayanya ada yang malah kesempatan bu bos gak datang ke sini." celut Dika yang mulutnya penuh dengan makanan.
Bobby menyikut perut Dika. Tapi Dika tak peduli.
"Wahh siapa nih, yang kesempatan saya tidak datang?" Tiara masih menanggapi dengan candaan. Karena tak sedikitpun ia merasa curiga akan sesuatu.
"Elo ya Bob?! biar lo bisa bawa cewek ke kantor!" tuduhan Tiara membuat mereka kembali tertawa.
"Wahh mana ada sih cewek yang mau gue bawa ke sini. Mending gue bawa hotel." balasan Bobby tak kalah mengundang decakan juga tawa yang makin riuh.
"Pesta nih kayaknya?" tanya Tiara yang baru sadar makan siang kali ini tak seperti biasanya.
"Yoi. Pesta lulusan." celetuk Dika lagi.
"Ya udah.. Lanjutin aja deh. Saya mau ke suami dulu. Takut anak-anak ganggu papanya kerja."
Tiara sudah menuju tangga ketika Dika kembali berceletuk. "Bukan ganggu kerja. Tapi ganggu mpph."
Sebelum Dika menyelesaikan kalimatnya. Bobby sudah lebih dulu membekap mulut Dika dan meringis ke arah Tiara yang hanya menggeleng dan kembali melanjutkan langkahnya.
***
Di lantai atas ternyata Alvaro tidak sendiri. Ada gadis cantik yang duduk di sebelah suaminya itu.
Awalnya jarak duduk mereka yang cukup dekat tidak terlalu mengusik batinnya. Meskipun tetap saja terselip rasa tak nyaman melihat itu.
Ia pikir gadis itu anak baru. Terlebih melihat pakaian gadis itu yang memakai kemeja putih juga rok hitam. Layaknya anak-anak magang atau karyawan baru yang tengah dalam masa uji coba.
Tapi ekspresi terkejut gadis itu ketika melihatnya juga suami dan kedua anaknya bergantian membuat ia merasa curiga.
Biasanya insting seorang istri itu sering kali tepat. Tapi entah kenapa belakangan Tiara tidak merasakan apa pun. Atau karena ia sibuk dengan kuliah hingga perasaannya kurang peka.
__ADS_1
"Eh. Ha-hai yank. Tumben jam segini sudah pulang?" suara Alvaro tersendat. Terlihat grogi. Entah mengapa ia seperti seorang suami yang ketahuan selingkuh.
Bahkan saat menyapa istrinya, Alvaro juga melirik Pita.
"Dosen lagi males ngajar." jawabnya cuek karena semakin dekat rasanya semakin sebal mendapati suaminya hanya berdua gadis itu. Bahkan di lantai ini tak ada seorang pun kecuali mereka berdua.
Tiara takut suaminya kepincut karyawan seperti CEO yang sering kali selingkuh dengan sekretarisnya di novel-novel yang sering ia baca di mangatoon.
Mama muda itu langsung duduk di sebelah Alvaro yang tengah memangku anak-anak.
Alvaro mengangguk dan memperkenalkan Tiara dengan Pita.
"Ooh iya kenalin yank. Dia Pita. Teman kuliah aku. Dan Pita, kenalin, ini istri dan anak-anak gue."
Tiara sudah mengulurkan tangannya meski tak menampilkan senyuman yang biasa ia berikan.
Kenyataan bahwa gadis yang duduk di sebelah suaminya bukanlah karyawan Kaisar Company melainkan teman kuliah sang suami, membuat Tiara semakin panas hati.
Untuk apa juga Alvaro menerima tamu yang tidak ada hubungan pekerjaan di kantor seperti ini. Dan kenapa selama ini suaminya tidak pernah bercerita jika dia memiliki teman wanita. Cukup dekat sampai bisa mendatangi suaminya di jam makan siang ke kantor. Bahkan sampai makan siang berdua dalam tempat dimana hanya ada mereka berdua.
Istri mana yang tidak terbakar cemburu. Bahkan napasnya juga kian memburu.
Tiara menurunkan kembali tangannya ketika gadis di sebelah kiri suaminya hanya diam saja. Wajahnya terlihat memucat dengan tatapan kaget.
"Emang gue hantu apa, ngeliatinnya begitu" gerutu Tiara lirih. Tapi Alvaro masih bisa mendengar gumaman itu.
Alvaro berdeham karena suasana mulai terasa tidak enak. Bahkan ia mulai bisa merasakan kobaran api dalam tatapan istrinya.
"Nasib gueee.." jerit Alvaro dalam hati.
Ia bahkan tidak tahu bagaimana nanti harus menjelaskan kepada istrinya.
Dekat tapi tidak selingkuh. Tidak selingkuh tapi dekat.
Jadi apa yang harus ia lakukan?
Kenapa pula Tiara datangnya tepat sekali ketika Pita datang ke kantornya juga?
"Istri? anak?" gadis itu malah bergumam tidak percaya. Kenyataan Alvaro sudah berkeluarga cukup kuat menghantamnya.
*
__ADS_1
*
*