
Alvin berlari disepanjang koridor rumah sakit. Tadi dirinya sedang berada dirumah menemani Tiara bermain agar mengalihkan pikiran anak semata wayangnya itu dari mommy'nya yang tak kunjung pulang. Sampai akhirnya Alvin mendengar Nurin menghubunginya dan mengatakan jika sekarang dirinya harus segera kerumah sakit menandatangani persetujuan untuk kuretase karena istrinya yang baru saja mengalami keguguran.
Alvin mematung dan menjatuhkan ponsel yang menempel ditelinganya saat mendengar kabar tersebut. Kabar itu mengguncangnya, beberapa waktu lalu saat mereka bulan madu Alvin berharap akan segera tumbuh anak kedua di rahim istrinya. Dan sekarang saat kabar itu datang justru dia mendengar saat kehilangannya.
Alvin menyuruh maminya untuk mengabari bunda Karina. Alvin langsung menuju rumah sakit saat itu juga. Menerobos banyak lampu lalu lintas tak perduli dengan teriakan orang yang berkendara disekitarnya. Yang dia perdulikan sekarang hanyalah istrinya yang sedang terbaring di rumah sakit.
Alvin menyalahkan dirinya atas hilangnya anak kedua mereka. Ini tidak akan terjadi jika bukan karena ulahnya yang dia sendiri tidak sadar. Air mata mengalir deras sepanjang perjalanannya menuju rumah sakit dan ruang UGD.
Saat sampai ke depan UGD tempat dimana Ray, Nurin dan sahabatnya yang lain menunggu Alvin menanyakan keberadaan dan kondisi istrinya. Hingga suster keluar dan memanggilnya untuk menandatangani surat persetujuan.
Derap langkah terdengar di koridor menuju mereka. Alvin sama sekali tidak melihat siapa yang datang. Dirinya terlalu dirundung rasa bersalah dan khawatir dengan keadaan istrinya saat ini, hingga sebuah tamparan melayang ke pipi kirinya.
" Kamu apakan lagi anak bunda Alvin ??!! Bahkan dia pergi dari rumah kalian tidak ada yang memberitahu bunda ??!! Walau kamu sudah menikahinya bukan berarti bunda gak berhak tahu keadaannya sekarang ??!! " Bunda Karina sangat Syok saat mengetahui anaknya keguguran. Dan lebih syok lagi saat tahu jika Shevi sudah dua hari tidak pulang kerumah sahabat sekaligus besannya Lyra.
" Maaf bun.. " Alvin berdiri dan menunduk. Tidak ada kata lain dipikirannya saat ini. Hanya kata maaf yang mampu dia ucapkan.
" Dari dulu hanya maaf yang kamu ucapkan Alvin.. Tapi toh nyatanya lagi - lagi kamu menyakiti anak bunda " Bunda Karina terisak. Merasa miris dengan nasib anaknya saat ini.
" Tapi bun.. Alvin gak berbuat apa - apa " Alvin menatap mata mertuanya dengan tatapan memohon untuk percaya.
" Apa kamu pikir bunda akan percaya.. sedangkan anak bunda sendiri yang memergoki kamu tidur tanpa busana dengan wanita lain ??!! Apa kamu pikir kita sebodoh itu vin.. sampai kamu berulang kali menyakiti hati anak - anak bunda ??!! "
" Kalau sampai Julian tahu, dia tidak akan memaafkan kamu kali ini. Karena Julian paling benci dengan perselingkuhan. Mungkin dia akan langsung mendaftarkan perceraian kalian saat ini juga " Alvin membeliakan matanya mendengar kata - kata bunda dan langsung berlutut memeluk kaki mertuanya itu.
__ADS_1
" Aku mohon bun.. Jangan kasih tau om Julian.. Aku gak mau berpisah dari istri dan anak aku bun " Alvin menangis dan memohon di kaki mertuanya.
Mami Lyra hanya menghela nafasnya tidak mampu membela Alvin karena memang Alvin sendirilah yang bersalah. Walaupun dia juga tidak ingin anak dan menantunya berpisah tapi dia juga tidak bisa melarang jika memang Shevi menginginkan perpisahan di anatara mereka.
" Kamu tenang aja.. Bunda gak akan kasih tau Julian.. Karena bunda menghargai apa pun keputusan Shevi nanti " Alvin merasa lega mendengarnya.
" Termasuk jika dia ingin bercerai denganmu " Alvin langsung tersentak mendengar kalimat tambahan dari Bunda Karina.
***
Tatapan mata Shevi kosong. Tidak ada cahaya lagi dimatanya. Air mata terus saja mengalir dikedua matanya. Tapi Shevi tidak berbicara atau pun histeris saat dirinya diberi tahu kalau dirinya keguguran oleh dokter.
Bunda Karina justru semakin khawatir melihat anaknya seperti ini. Lebih baik Shevi menangis histeris dan mengeluarkan kesedihannya dari pada harus diam seperti mati segan hidup tak mau. Shevi hidup tapi seperti orang mati yang tidak mau berbicara atau makan apapun. Pernah sekali bunda memaksa Shevi untuk makan, tapi Shevi malah marah dan histeris melempar piring yang berisi makanan itu. Sehingga tidak ada lagi yang berani memaksa apapun kepada Shevi. Yang dia lakukan hanya menangis tanpa suara dan tertidur jika sudah lelah.
Bayu dan Shera juga datang. Shera menangis tersedu - sedu memeluk adik kembarnya yang kehilangan anak dalam kandungannya. Shera ikut merasakan sedih dan sakit yang saudaranya itu rasakan.
Sahabat Shevi juga setiap hari datang dan bercerita tentang kegiatan mereka. Begitu juga dengan orang tua dan mertua Shevi.
Kata yang keluar dari mulut Shevi hanya bisikan lirih saat Alvin menjenguknya pertama kali.
" Lo tega bunuh anak gue vi... Lo yang bikin gue kehilangan anak gue.. Bahkan sebelum gue tau kalo dia ada.. hiks.. Kenapa vinn ??.. Kenapa lo tega sama gue ??.. Kenapa lo tega biarin anak gue ninggalin gue.. ?? Kenapa gak gue sekalian yang pergi sama dia.. ?? Kenapa Tuhan hanya menyayangi anak gue dan gue gak..?? Apa salah gue sampe gue menderita begini ??" Setelah itu tidak pernah lagi Shevi mengeluarkan suaranya.
Banyak yang datang tapi dianggap tidak ada oleh Shevi. Wanita itu tenggelam dalam dunianya sendiri. Tenggelam dalam rasa sedih dan kehilangan yang mendalam. Rasa kehilangan itu seakan menariknya semakin dalam tanpa membiarkan Shevi sedikit saja menarik nafas. Rasa itu menyesakkan dadanya. Shevi seakan mau mati karena tidak sanggup menanggung rasa itu.
__ADS_1
***
Hari ini Alvin mengajak Tiara untuk mengunjungi mommy'nya. Alvin sudah tidak tahan melihat istrinya seperti itu. Dan semoga Tiara bisa membawa Shevi kembali kedunia yang semestinya.
" Kenapa mommy ada di hospital dad ?? " Anak itu bingung saat dijemput disekolah oleh daddy'nya dan mengajaknya untuk mengunjungi mommy'nya di rumah sakit.
" Mommy sakit sayang.. Mommy kehilangan adik bayi.. Kamu nanti hibur mommy ya sayang " Alvin melihat anaknya yang duduk di jok samping kemudi.
" Kehilangan adik bayi ?? " Tiara mebelalakan matanya dan membuka mulutnya membuat Alvin tersenyum gemas sekaligus sedih.
" Kenapa adik bayinya pergi dad ?? Apakah adik bayinya tidak sayang sama mommy and Ara ?? " Tanya gadis itu polos.
" Adik bayi sangat sayang dengan mommy dan Tiara. Tapi Tuhan lebih menyayangi adik bayi dan mengambilnya kembali " Tiara menekuk kepalanya sedih.
" Tiara gak boleh sedih.. Tiara harus ceria agar mommy ikut ceria kembali.. Mommy saat ini sedang sangat sedih karema kehilangan.. Jadi Tiara harus menghibur mommy.. Ya ?? " Alvin mengusap kepala anaknya.
" Iya daddy.. Ara janji gak akan sedih di depan mommy " Tiara tersenyum ke arah Alvin.
*
*
*
__ADS_1
Anak adalah harta berhaga dalam hidup kita.. Sayangi anak kita selagi kita masih bisa memeluknya.. Jangan samapi menyesal saat kita kehilangan mereka atau saat mereka dewasa dan pergi meninggalkan kita untuk bekerja jauh atau berumah tangga 💕