DEMI DIA

DEMI DIA
Berita Kurang Baik


__ADS_3

Di trimester pertama Shevi benar - benar lemah. Setiap pagi selalu tidak bisa sarapan dan mual. Sering jatuh pingsan yang kata dokter tubuhnya belum siap menerima perubahan.


Para sahabatnya benar - benar setia menemaninya berjuang. Setiap hari sehabis kuliah mereka selalu datang menghibur dan memberi semangat untuk Shevi.


Kelima gadis itu menangis bersama saat pertama kali diceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka marah terhadap Alavin tapi tidak bisa merbuat apa - apa karena Shevi tidak ingin Alvin tahu semua ini.


Menginjak tri semester ke dua Shevi lebih kuat dan sehat. Sudah mulai bisa sarapan walaupun sedikit dan sudah tidak pernah pingsan lagi.


Dikehamilan yang mulai menginjak tujuh bulan ini perut Shevi sudah lumayan besar. Shevi sudah bisa merasakan anaknya yang aktif bergerak. Terutama ketika sedang diajak berbicara atau diusap.


Shevi juga sering membacakan dongeng untuk anaknya. Karena kata dokter itu bagus untuk tumbuh kembang anaknya jadi setiap hari dia selalu membacakan dongeng dan anaknya selalu merespon.


Seperti malam ini Shevi menceritakan tentang Putri Salju kepada anakanya. Karena yang dia tahu anaknya berjenis kelamin perempuan saat USG kemarin.


" Waahh anak mommy seneng ya dibacain dongeng ini ? Tumbuh yang sehat ya sayang. Mommy akan jagain kamu walau gak ada daddy " Air mata Shevi selalu menetes setiap kali bercerita tentang Alvin kepada anaknya.


Kadang Shevi menceritakan seperti apa Alvin. Ganteng , baik dan sebagainya. Dia tidak mau anaknya mengira tidak mempunyai ayah. Dia akan selalu jujur pada anaknya nanti walaupun tidak akan memberitahu siapa sebenarnya ayahnya ketika dia sudah lahir dan sudah mulai bertanya. Dia hanya akan bilang kalau dia punya ayah yang baik.


" Kamu gak boleh sedih karena daddy gak sama kita ya sayang. Daddy bukannya gak sayang sama kamu. Daddy hanya belum tahu kamu ada " Suara Shevi bergetar dan tak kuat lagi untuk menangis.


Shevi menutup mulutnya kuat agar tidak mengeluarkan isak tangisnya. Dia tidak ingin anaknya mendengar kalau dia sedang menangis. Tiba - tiba anaknya menendang.


" Uuh sayang. Mommy gak sedih kok "


Jika ditanya teman - temannya kenapa dia ingin dipanggil mommy. Shevi selalu menjawab karena nanti anaknya akan hidup dan besar di Amerika.


Tok tok tok


Terdengar suara bunda yang meminta ijin masuk. Shevi mengusap pipinya untuk menghapus air matanya.

__ADS_1


Bunda datang dengan segelas susu coklat khusus ibu hamil ditangannya.


" Minum dulu susunya sayang. " Bunda menyerahkan gelas kepada Shevi dan duduk disebelahnya.


" Makasih bunda.. " Bunda hanya tersenyum dan mengusap rambut panjang anaknya.


" Kamu sedih lagi sayang ?? " Bunda dapat melihat mata Shevi yang merah bekas menangis itu.


" Sedikit hehe " Shevi tersenyum menunjukan gigi - giginya.


" Kamu inget dulu pas bunda hamil Rasya kalo ayah lagi keluar kota atau keluar negeri kamu yang selalu bikinin bunda susu. Pas ayah meninggal kamu yang kuatin bunda untuk semangat lagi. Kamu yang bikin bunda percaya kalo bunda bisa melalui itu semua. Dan sekarang bunda juga mau kamu percaya kalo kamu pasti bisa ya sayang " Digenggamnya jari - jari Shevi dan diusapnya.


" Dokter yang biasa periksa kamu bilang kemarin hasilnya bagus ya ? dedeknya cewe ? " Shevi mengangguk semangat.


" Waaahh tinggal nunggu dua bulan bunda udah jadi nenna nih " Canda sang bunda.


" Kan bunda belum setua itu buat di panggil nenek. Jadi nenna aja " Bunda tertawa yang tawa menular kepada Shevi.


" Iya deh.. Kenalin dek ini nenna kamu " Shevi menarik tangan bunda untuk mengusap perutnya.


" Tapi sayang.. Kata dokter Lisa panggul kamu terlalu kecil untuk bisa melakukan persalinan normal. Jadi dokter Lisa nyaranin buat operasi sc aja buat ngurangin resikonya. Kamu mau ya ? " Bunda dapat melihat kecemasan dimata Shevi saat dia mendengarkan.


" Dan lagi kamu gak bisa maksain buat lahiran normal. Karena itu bahaya buat kamu dan dedek bayinya " Semenjak hamil memang tubuh Shevi yang berubah hanya perutnya saja yang semakin membesar. Sedangkan tubuh lainnya tidak mengalami perubahan apa - apa.


" Terus kapan Shevi harus operasi bun ?? " Suara Shevi sudah bergetar saat mengatakannya.


" Nanti kalo usia kehamilan kamu sudah memasuki usia 38 atau 39 minggu. Semoga saja dedeknya gak keburu pengen keluar. Bunda sampein sekarang karena bunda mau kamu siap dari sekarang. Kalo bunda kasih tahunya mendadak takutnya kamu stres atau takut yang malah akan menghambat prosesnya nanti " Bunda menarik Shevi kedalam pelukannya.


" Kasihan sekali kamu sayang. Hamil tanpa suami, awal kehamilan berat dan sekarang harus dihadapkan dengan berita ini. Maafin bunda yang gak bisa jagain kamu. Mungkin benar kata ayah dulu yang ingin kamu sama Shera dikawal bodyguard. Bunda pikir kamu akan baik - baik saja karena kalian tidak bunda kenalin ke media. Jadi nggak ada lawan bisnis ayah kamu yang berusaha nyakitin kamu dan saudara kamu. Maafin aku mas karena nggak nurutin permintaan kamu. Memang cuma kamu yang bisa jagain anak gadis kamu ini "

__ADS_1


***


Sekarang Shevi sering ikut kelas Ibu Hamil ditemani sahabat - sahabatnya tentunya. Seperti hari ini dia ada kelas di temani Nay dan Indah karena Nurin dan Lidia ada kuliah.


Saat baru turun dari mobil dan berjalan ke arah kelas dilaksanakan ada seorang ibu yang mendekat.


" Shevi datang sama teman - temannya lagi ? kemana suaminya ? kasian masih kecil udah hamil ditinggalin suami lagi. Apa malah gak ada suaminya ya ? " Ibu itu tersenyum mengejek kearah Shevi.


" Heh bu jaga mulutnya ya. Mau saya sambelin tuh mulut biar tambah pedes. Sesama ibu hamil kok mulutnya kaya cabe nyinyir banget " Indah mengepalkan kedua tangannya. Kalau saja dia tidak dicekal oleh Shevi pasti dia sudah menampar atau setidaknya menjambak ibu itu. Karena dari awal Shevi ikut kelas kayaknya itu ibu suka banget gangguin.


" Saya mah hamil ada suami beda sama temen kamu " Ibu itu masih membela dirinya.


" Dasar mak lampir. Moga aja anaknya gak kaya emaknya. Malu kali tuh anak punya emak kaya gitu " Nay melipat kedua tangannya didepan dada dan membalas dengan sinis.


" Jaga ya mulut kamu anak kecil !! " seru ibu itu marah.


" Yang harus dijaga mulutnya tuh ibu. ibu yang mulai ganggui teman saya. Jangan mulut kalo diem pas dicium suaminya doang !! " Indah mendapat pelototan dari Nay dan Shevi dan Indah hanya cengengesan saja sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


" Dari pada mulutnya buat nyinyirin orang mending buat dzikir aja bu dapat pahala. Yuk ah masuk jangan ngeladenin tu orang " Nay menarik Shevi untuk masuk diikuti Indah dibelakangnya.


Saat melewati ibu itu indah menjulurkan lidahnya lalu lari saat ibu itu melotot kearahnya.


*


*


*


Hapoy Reading 💕

__ADS_1


__ADS_2