
Karena kondisi Disproporsi kepala panggul atau CPD. Dimana ukuran panggul Shevi terlalu kecil, sehingga jalan lahir tidak ideal untuk proses persalinan normal. Akhirnya hari ini jadwal Shevi untuk operasi caesar. Usia kehamilan yang sudah mencapai 38 minggu usia yang cukup untuk menghindari berbagai macam resiko.
Shevi sudah menjalani puasa beberapa jam untuk operasi ini. Bunda sedang membantu suster untuk membantu Shevi mengganti bajunya dengan pakaian untuk operasi.
" Kamu bisa sayang.. gak boleh takut. Bunda akan nunggu kamu di luar. oke " Bunda mendaratkan banyak ciuman diseluruh wajah Shevi.
Shevi didorong masuk ke dalam ruang operasi. Diluar ruangan ada Bunda Karina, Shera, Mami Lyra dan tentunya para sahabatnya yang tidak mungkin absen dalam momen penting untuk Shevi. Mereka menunggu dengan cemas dan dalam hati mereka berdoa untuk kelancaran operasi Shevi.
Didalam ruangan operasi Shevi sedang mendapatkan anastesi dan pemasangan keteter untuk mengosongkan kandung kemihnya. Dan Operasi pun di lakukan.
Sekitar sepuluh menit tangis bayi itu terdengar. Untuk pertama kalinya Shevi mendengar suara anaknya. Suara yang menggetarkan hatinya, membuat dadanya membuncah dengan rasa haru dan bahagia. Air mata menetes saat dokter meletakan bayi mungil itu diatas dadanya.
Shevi tidak perduli lagi apa yang dilakukan oleh dokter dan timnya. Sekarang yang ada dalam matanya hanya bayi mungil yang menggerakan kepalanya kemudian menghisap putingnya untuk menyusu pertama kali.
" Welcome to the world Tiara Ashana Shandika " Shevi mendekap dan mencium bayi mungilnya dengan sayang dan bahagia.
Kemudian bayinya diambil untuk dibersihkan oleh suster. Sekitar satu jam semua prosedur operasi selesai dan Shevi dipindahkan ke ruang perawatan VIP dengan bayinya.
Diluar ruang operasi rasa syukur mereka ucapkan bersama saat mendengar tangisan bayi dari dalam ruang operasi. Kemudian tak lama suster mengabarkan jika operasi berjalan lancar Ibu dan bayinya sehat dan akan segera dipindahkan ke ruang perawatan.
***
" Wahh cucu nenna cantik sekali.. " Bunda Karina sedang menimang cucu pertamanya. Membelai pipi dan menciumnya.
Sekarang Shevi sudah berada di ruang perawatan dengan kebahagiaan keluarga yang mengelilinginya.
Shevi sedang disuapi makan oleh Mami Lyra karena memang dia sudah lapar karena puasa sebelum operasi. Senyum Shevi mengembang melihat kebahagiaan keluarganya.
" Iya anak kamu cantik sekali vii.. Apa lagi mata sama hidungnya ngingetin mami sama Alvin pas bayi "
Deg. Benarkah Tiara mirip Alvin ?? tak terasa air mata mengalir di pipi Shevi. Entah senang mengetahui ada bagian dari anaknya yang mirip Alvin atau malah sedih karena itu semakin mengingatkan dia bahwa baby Tiara anak dari Alvin tapi tak bisa menyatukan mereka.
" Lhoo kok nangis sayang.. " Mami Lyra yang akan menyuapi kembali Shevi melihat air mata membasahi wajah gadis itu. Mami Lyra bangun meletakan poring diatas nakas dan menarik Shevi kedalam pelukannya.
" Itu kan anak aku mih.. kenapa mirip Alvin " Shevi semakin menangis didalam pelukan Mami Lyra.
" Iya iya sayang maaf ya.. Mungkin mirip ayahnya.. ehh bukan bukan.. Cuma mirip kamu kok " Yang lain tertawa melihat Mami Lyra kelimpungan yang menghadapi Shevi yang sensitif.
__ADS_1
Bunda Karina meletakan cucunya pada box disamping tempat tidur Shevi ketika baby Tiara sudah terlelap. Kemudian beranjak memeluk anaknya.
" Selamat ya sayang kamu sudah menjadi ibu. Anak gadis bunda udah besar sekarang " Air mata tak kuasa Bunda Karina bendung lagi.
" Maafin bunda karena kamu harus menjadi seorang ibu diusia kamu yang masih belia ini. Disaat teman - temanmu masih asik bermain kamu sudah direpotkan dengan mengurus anakmu. Maafin bunda yang gak bisa jagain kamu sayang " Banyak ciuman yang Bunda daratkan di wajah Shevi.
" Ayah pasti kecewa sama bunda.. Anak kesayangannya menjadi ibu bahkan saat baru lulus SMA "
" Bunda.. ini bukan salah bunda.. ini salah Shevi sendiri yang gak bisa jaga diri. Lagi pula Shevi yakin ayah diatas sana bahagia karena Shevi disini juga bahagia memiliki putri yang sangat cantik " Shevi tersenyum kearah anaknya yang sedang tertidur.
" Kalo ayah disini pasti ayah juga akan nangis bahagia lihat cucunya yang cantik. Maafin Shevi kalo selama ini Shevi bandel dan nyusahin bunda. Shevi udah ngerasain sendiri betapa beratnya ibu hamil itu. Maaf kalo Shevi belum bisa bikin bunda bangga.. Maaf kalo Shevi justru bikin bunda kecewa dan malu karena memiliki anak kaya Shevi. Memiliki anak yang hamil diluar nikah tanpa suami " Suara Shevi bergetar seiring tangisannya yang pecah.
" Stttt kamu gak boleh ngomomg gitu " Bunda kembali memeluk erat putrinya yang beberapa jam yang lalau telah resmi menjadi seorang ibu.
Yang lain ikut menangis melihat mereka berdua. Shevi bahagia dikelilingin orang - orang yang sayang padanya.
" Alvin.. Lihatlah betapa cantiknya anakmu " Shevi.
***
" Namanya siapa nih vii.. Kamu udah siapin belum ? " Tanya Mami Lyra
Ashana ( Alvin Shavina ) bayi itu adalah mahkota untukku dan Alvin. Tambahnya dalam hati dan hanya para sahabatnyalah yang tahu maksud dari nama tersebut.
" Aahhh kok gak ada bagian yang mirip aunty sii " Indah protes ke bayi yang ada dalam dekapannya.
" Padahal aunty lho yang nemenin kamu pas dalem perut.. Tapi kenapa kamu malah mirip yang lain !! " Serunya bete
" Ya ngapain juga baby Tiara mirip lo. emang lo siapanya !! " Nurin mendekat dan mencium pipi baby Tiara yang menggemaskan itu.
" Ahh gak.. Pokoknya aunty gak terima diginiin.. Pokoknya aunty ngambek sama kamu !! " diciuminya bertubi - tubi seluruh wajah baby Tiara membuat yang lain berdecak dan menggelengkan kepalanya.
" Apaan nih anget - anget ?? " Indah merasakan tangan dan bajunya dialiri air yang hangat dan yang lainnya tertawa karena ternyata baby Tiara buang air kecil dalam gendongan Indah.
" Hahaha sukurin lo.. anak bayi dimarahin tuh rasain dibalas dengan air pipis " Lidia tergelak dengan gelinya.
Bunda Karina mengambil baby Tiara dari gendongan Indah untuk mengganti popoknya.
__ADS_1
" Katanya kalo dipipisin bayi bisa cepet nyusul dapet bayi lho ndahh " Goda bunda pada Indah.
" Gimana Indah mau nyusul dapet bayi kalo gak ada yang ngajakin Indah buat bikinnya bunn... Begini nasib jomblo !! " Indah menggeleng dengan wajah pura - pura memelas.
" Wuuuu Dasar !! " Seru teman - teman Indah dan menoyor kepala Indah biar tidak gesrek lagi.
" Syirik aja kalian !!" seru Indah dengan muka cemberut dan merapikan rambutnya yang jadi berantakan.
Disudut ruangan Shera sedang memperhatikan bundanya yang mengganti popok baby Tiara di meja khusus. Shera memainkan tangan imut baby Tiara.
" Lucu ya bun baby Tiara.. Cantik lagi !! Nanti kalo aku sama bang Al nikah pasti anaknya kaya baby Tiara. Iya kan bun ?? " Shera tersenyum membayangkan dirinya mempunyai anak dengan Alvin.
" Emang kamu udah pengen nikah ?? " Tanya sang bunda sambil tersenyum dan melihatnya sekilas sebelum melanjutkan lagi kegiatannya mengganti popok.
" Liat baby Tiara bikin aku pengen nikah bun. Pengen punya baby Tiara versi aku dan bang Al " Shera terkekeh malu sendiri dengan kata - katanya.
Shevi yang dapat mendengar pembicaraan mereka wajahnya berubah menjadi sendu. Teman - temannya yang juga ikut mendengarkan mendekati Shevi yang matanya mulai berkaca - kaca.
" Sabar ya viii " Lirih Nay dan langsung memeluknya diikuti yang lain yang ikut memeluk Shevi.
" Thanks ya gaes.. Kalian selalu ada buat gue " Lagi dan lagi hari ini Shevi menangis. Dari tangisan bahagia sampai tangisan kesedihan.
Bunda Karina, Mami Lyra dan Shera yang tidak tahu mereka menangis dan berpelukan karena apa pun hanya bingung.
***
Hi ini Baby Tiara
*
*
*
__ADS_1
Happy Reading đź’•