
" Yankkk buruan dong.. Telat kita nanti !! " Seru Alvin dari depan pintu kamar. Istrinya itu sudah dandan sejak sejam yang lalu tapi belum juga selesai. Mau secantik apa sih istrinya itu. Padahal bagi Alvin tanpa berdandan pun istrinya sudah menjadi wanita tercantik untuk Alvin.
" Iya iya mas.. Sabar kenapa !! Lagian acaranya juga masih satu jam lagi. " Shevi mendekat sembari memeriksa tas tangannya apakah tidak ada yang tertinggal.
" Cantik !! " ucap Alvin lirih dengan mata yang tak berkedip menatap istrinya yang malam ini terlihat memukau.
Shevi mengenakan cocktail dress warna silver senada dengan sepatu dan tas tangan warna hitam. Rambutnya dia sanggul dengan kepang di sisi kanan dan kirinya. Tanpa tambahan aksesoris yang berlebihan penampilan Shevi sudah sempurna dimata Alvin.
" Jadi menurut kamu kemarin - kemarin aku gak cantik. " Shevi cemberut saat mendengar ucapam Alvin yang lirih.
Alvin terkekeh dan mencubit pelan hidung istrinya. " Kamu selalu cantik buat aku sayang.. Kalau begini aku akan selalu jatuh cinta lagi dan lagi sama kamu.. Dan malam ini kau lebih memukau seperti saat kita menikah waktu itu. " Bisiknya di akhir kalimat tepat di telinga Shevi. Membuat Shevi merona dibuatnya.
" Ya udah ayo berangkat.. " Alvin melipat sikunya yang langsung disambut oleh Shevi. Mereka berangkat hanya berdua. Karena pesta resepsi Lidia pasti sampai larut malam sehingga mereka tidak bisa membawa Tiara.
" Pokoknya disana kamu harus selalu di dekatku ya yank.. Aku gak mau ada yang nikung aku. Karena kamu gak keliatan udah nikah apa lagi punya anak !! " Shevi terkekeh belum sampai saja sudah diwanti - wanti seperti ini.
" Disana juga banyak relasi bisnis aku yang hadir. Aku mau ngenalin kamu sama mereka. Biar mereka tau kalau aku punya istri seperti bidadari. Agar mereka gak lagi nawarin anak mereka buat aku nikahin. " Shevi mengkerutkan kedua alisnya. Karena baru kali ini suaminya bilang.
" Jadi selama ini kamu sering ditawarin anak klien kamu mas ?? " Tanya Shevi dengan bersedekap menatap tajam suaminya.
" Iya yank.. Tapi kamu tenang aja, gak ada yang bisa nandingin kecantikan kamu. "
" Ooh jadi kalo ada yang lebih cantik dari aku kamu mau ??!! " Shevi mulai berseru.
" Eh? ya enggak lah sayang.. Mana ada yang bisa gantiin kamu. Cinta Aa hanya untuk eneng seorang. " Kata Alvin dengan serius sambil menoleh sekilas kearah istrinya.
Yang di gombal hanya berdecih dan tersenyum. " Tapi by the way emang mereka gak hadir pas kita nikah mas ?? "
__ADS_1
" Hadir lah.. itu kan relasi papi. Tapi dulu aku kan cuma direktur biasa. Sekarang kan aku CEO yank. "
" Cih sombong. Aku yang CEO dari perusahaan yang aku dirikan sendiri aja gak sombong. " Mengedikkan bahu dan melipat kedua tangannya didepan dada sembari menaikkan alisnya.
" Itu namanya kamu juga lagi sombong sama suami kamu sekarang. " Mereka tertawa bersama. Sepanjang perjalanan mereka isi dengan obrolan seputar kerjaan dan juga Tiara. Jika mereka sudah bersama rasanya tidak akan pernah ada habisnya bahan obrolan untuk mereka.
***
Acara digelar dengan meriah. Mengundang banyak tamu undangan. Setelah memberi selamat kepada Lidia dan Ricky, Alvin mengajak Shevi untuk duduk di meja dimana teman - teman mereka yang lain sudah duduk.
" Lama banget si kalian baru dateng. " Dimeja itu sudah terisi Nurin dan Leon yang memakai baju senada. Baju yang Shevi yakin Nurin design sendiri. Ada juga Nay dan dokter Randy. Serta pasangan kerajaan dagang Indah dan Andrian.
" Cieee tukang dagang makin lengket nih kayaknya. " Goda Shevi saat baru duduk disebelah Indah dan menyenggol bahunya pelan.
" Udah lengket gue mah kaya perangko nempel mulu kemana - mana. Tapi yang ditempelin gak peka - peka. " Gerutuan Indah mengundang semua yang ada dimeja itu untuk tertawa kecuali pria yang ada disebelah Indah yang selalu cuek dalam setiap keadaan.
" Itu tergantung Indah bagaimana. " Pria satu ini memang selalu dingin dan serius meskipun yang lain bicara santai Andrian tetap saja kaku. Tidak biasa berkumpul dengan Indah dan teman - temannya. Untung ada Alvin dan Ricky yang memang pebisnis sama sepertinya, sehingga dia tidak merasa bosan karena ada yang dia ajak membicarakan masalah bisnis.
" Tuh ndah.. Gimana lo katanya.. " Nurin diseberang meja menimpali.
" Iya terserah gue emang.. Nanti kalau manusia kulkas ini udah berubah menjadi manusi beruang yang hangat. " Andrian menatap tajam Indah. Bisa - bisanya ditempat umum begini wanita itu menyebutnya manusia kulkas.
" Kalo lo mau dia berubah jadi manusi beruang yang hangat makanya buruan merried. Dia pasti akan jadi manusia beruang yang ganas dan hangat di atas ranjang. " Kata - kata Alvin lagi - lagi membuat yang lain tertawa. Indah dan Andrian sendiri hanya tersipu malu mendengar kata - kata Alvin yang merujuk ke hal - hal vulgar. Di meja ini memang hanya Alvin dan Shevi yang sudah menikah.
" Gio.. " Guman Alvin dan melambaikan tangannya saat Gio melihat ke arahnya.
Gio tersenyum dan mendekat ke arah meja mereka didampingi Luna yang menggendong bayi kecil berumur empat bulan.
__ADS_1
" Baru dateng lo.. " Ucap Alvin setelah Gio selesai menyapa semua orang yang ada dimeja mereka.
" Iya.. Niatnya mau langsung pulang kasian si kecil. " Si kecil yang di maksud Gio adalah anak yang sekarang sedang dalam buaian Shevi.
" Lucunya.. Siapa namanya kak. " Tanya Shevi masih menatap wajah bayi laki - laki yang sedang tersenyum kearahnya.
" Namana Kiandra.. " Kini giliran Luna yang menjawab.
" Namanya keren kaya dedeknya.. Iya.. Kiandra ganteng.. " Shevi mengajak berbicara bayi kecil yang hanya bisa tertawa melihat tingkahnya.
" Sepertia dia suka sama lo vii.. Biasanya kalo di gendong orang asing suka nangis kenceng lho dia.. "
" Oh ya kak ?? Wah.. Aunty cantik ya jadi mau ikut.. " Alvin tersenyum melihat interaksi istrinya dengan bayi kecil itu. Mungkin dulu Shevi begitu saat dengan Tiara. Dan Alvin ingin lihat langsung interaksi antara istri dan anaknya suatu hari nanti. Semoga usahanya selama ini dapat membuahkan hasil.
" Gue juga mau gendong dong.. " Indah sudah meregangkan tangannya siap mengambil Kiandra dari gendongan Shevi namun dicegah oleh Andrian.
" Jangan. Nanti kamu salah gendong dia bisa sakit. Kamu saja masih suka ceroboh jatuh tanpa sebab. Jadi jangan coba - coba gendong anak kecil. Bahaya. " Indah mencebik kesal, tapi menurut juga.
" Kenapa emang kak Andrian ?? Dulu Indah sering lho gendong - gendong Tiara pas bayi. Tapi bisa kok dia. "
" Dia mah emang apa - apa gak boleh gue vii.. Lo kan tau sendiri gue sering kesandung kaki gue sendiri. Katanya gue ceroboh jadi gak di ijinin gendong anak kecil. Jangankan anak kecil. Kucing diapartemennya aja gue gak boleh gendong takut jatoh nanti sakit. " Indah melipat kedua tangannya kesal. Sedangkan yang lain justru tertawa kecuali Andrian tentunya.
*
*
*
__ADS_1
Dulu sehari bisa nabung tiga episode. Sekarang susah 😁 maaf ya kalo sekarang upnya cuma satu sehari.