
Setelah memnghadiri acara hari ayah disekolah Tiara, Ray dan Shevi mengajak Tiara untuk piknik di central park. Hanya untuk sekedar menikmati waktu kebersamaan mereka.
Pagi tadi Shevi di bantu Bi Nah sudah menyiapkan bekal untuk mereka piknik. Dari sandwich, buah, cemilan dan minuman tersedia lengkap dikeranjang piknik mereka.
Taman yang hijau dan udara yang sejuk membuat Shevi betah berada disana. Banyak juga keluarga lain yang melakukan hal yang sama seperti dirinya. Menikmati waktu bersama keluarga mereka, Atau sekedar mencari tempat sejuk untuk mengerjakan tugas kuliah.
Shevi bahagia melihat anaknya tertawa lepas bermain dengan Ray. Berlari dikejar Ray dan sesekali teriak memanggil namanya. Meskipun Tiara tumbuh tanpa seorang ayah setidaknya dia dapat merasakan kasih sayang yang tulus dari Ray.
Shevi menyayangi Ray seperti kakaknya sendiri. Begitu juga Ray yang sekarang sudah menyerah dan memilih menyayangi Shevi seperti adiknya sendiri. Ray akan selalu ada saat Shevi membutuhkan bantuan.
Media tidak tahu jika Shevi memiliki anak. Bukannya mau menyembunyikan Tiara, tapi ini demi kebaikan gadis itu sendiri. Tapi Shevi tidak memusingkan hal itu. Yang terpenting produsernya tahu dan lagi mereka meyakinkan Shevi bahwa mereka bisa mengurus masalah itu jika muncul kepermukaan nanti. Tapi selama media tidak bertanya maka Shevi tidak perlu cerita. Begitu nasihat tim produsernya.
" Mommy..... Mommy.... !! " Tiara menggoyangkan tangan di depan wajah Shevi.
" Eh ? kenapa sayang ?? " Shevi tersentak dari lamunannya dan mendapati Tiara dan Ray sudah duduk dihadapannya.
" Kita laper mooommm... " Shevi terkekeh kemudian menyodorkan sendwich tuna untuk Tiara dan kalkun untuk Ray.
" Kamu melamunin apa ? " Ray mengacak rambut Shevi. Membuat ibu satu orang anak itu mencebikkan bibirnya.
" Inget kampung halaman. Sudah lama juga aku tidak pulang " Jawabnya dengan senyuman getir.
" Bahkan semalam kakakku sudah membicarakan pernikahan " Shevi menghela nafasnya berat.
" Jadi maksudmu kakak dan daddy.. Ups " Ray melirik Tiara yang sedang menatapnya penasaran pun terhentin kemudian melanjutkan.
" Maksudku pria itu akan segera menikah ?? "
" Tidak. Maksudku belum. Kata adikku mereka akan menunggu Alvin bisa memimpin perusahaan papinya " Shevi menyodorkan susu kotak kepada Tiara untuk diminum gadis kecil tersebut setelah sandwichnya habis.
" Daddy siapa uncle ?? Apakah daddy Ara ?? " Tiara masih penasaran saat Ray tidak sengaja menyebut kata daddy.
" Hmm bukan sayang.. " Shevi yang menjawab sembari membersihkan mulut anaknya dari sisa mayonaise.
" Kapan kita bertemu dengan daddy mom ?? Apakah daddy melupakan aku ?? Apakah selama ini Ara nakal sehingga daddy tidak mau menjemput Ara disini ?? " Gadis itu bertanya dengan sedih.
" Anak mommy jangan sedih. Kan Tiara sudah janji kalau Tiara tidak akan sedih dan mencari daddy. Daddy sudah bahagia, Jadi Ara juga harus bahagia ya ?? " Shevi memeluk dan mencium lembut pipi anaknya yang sedang sedih.
" Apakah itu artinya daddy nggak akan pernah jemput kita mom ?? Apakah kita sudah tidak bisa lagi berkumpul bersama daddy ?? " Tiara mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah mommy'nya.
" Bukan begitu sayang.. " Shevi bingung harus menjawab apa.
***
Saat tiba di apartemen Shevi mematung didepan pintu saat mendapati Shera dan Alvin sedang duduk di ruang tamu apartemen miliknya.
__ADS_1
Ray yang sedang menggendong dan bercanda dengan Tiara pun heran kenapa Shevi tidak masuk dan dia melihat penyebabnya.
" Shevi... Tiara... !! aunty kangen... " Shera langsung heboh saat mendapati orang yang dia tunggu sejak tadi akhirnya pulang juga.
" Tiara doang nih yang dikangenin ?? " Cebik Shevi menampilkan wajah setenang mungkin meskipun hatinya sangat gusar.
Walau bagai manapun ini pertemuan pertamanya dengan Alvin setelah terakhir bertemu di rumah Nurin lima tahun yang lalu.
Pertemuan yang selalu dia hindari dan dia harap tidak akan terjadi.
Tiara langsung turun dari gendongan Ray dan memeluk Shera yang berjongkok dihadapannya. Tiara tahu untuk tidak meminta gendong pada aunty'nya yang satu ini seperti yang mommy sering katakan.
Shevi menghela nafasnya panjang dan berjalan mendekat ke arah sofa.
" Hai kak.. Lama gak ketemu.. Makin keren aja sekarang " Usahanya yang mencoba untuk menggoda Alvin seperti dulu ternyata tidak mempan. Pria itu masih saja diam seribu bahasa dan hanya mengamati Shevi.
" Tunangan lo kenapa si ka ? Kesambet ya ? " Tanya Shevi kepada Shera yang kini duduk disamping Alvin sembari memangku Tiara.
" Bang.. " Alvin tersadar saat tangannya disentuh oleh Shera.
" Eh? yah ? " tanya Alvin bingung
Shera terkekeh dan menggeleng " Abang tuh kenapa diem aja ?? "
" Eh? Nikah? Kalo lo tau gue punya anak berarti seharusnya lo juga tahu gue belum merried. " Tegasnya menjelaskan.
" Belum nikah ? Lalu ini ? Dan itu ? " Alvin bingung menunjuk Tiara dan Ray bergantian.
" Tiara emang anak gue. Dan ini.. Kenalin Ray itu Alvin tunangan Shera.. Dan Alvin kenalin ini Ray manager gue disini " Shevi kemudian mengenalkan mereka berdua.
Alvin dan Ray saling berjabat tangan dan menyebutkan nama masing - masing.
" Lalu ayah tiara ?? " Alvin semakin bingung sebenarnya apa yang terjadi.
" Shevi di perkosa lima tahun yang lalu pas mau kerumah Nurin bang " lirih Shera menjelaskan agar tidak ada lagi kesalah pahaman.
" Diperkosa ??!! Gak mungkin. Atau jangan - jangan Tiara.. " Belum selesai Alvin melanjutkan kata - katanya sudah dipotong oleh Shevi.
" Kak bisa tolong ajak Tiara ke kamar dulu gak.. Gue gak mau dia denger " Shera hanya mengangguk dan membawa Tiara memasuki kamar Shevi.
" Ray. Kamu bilang ada janji sama produser kan?? " Ray hanya mengangguk dan berpamitan kepada Alvin.
Sebenarnya Ray enggan meninggalkan Shevi hanya berdua dengan Alvin. Ray juga marah terhadap Alvin atas perbuatan bejatnya yang membuat Shevi susah. Karena Shevi menceritakan semua kepadanya.
Tapi mau bagaimanapun mereka memang butuh waktu untung ngomong berdua.
__ADS_1
***
Lima belas menit diisi oleh keheningan. Tidak ada yang mau membuka mulutnya setelah semua pergi dan tinggal mereka berdua.
Akhirnya Alvin yang sudah tidak tahan mendesah dan membuka pembicaraan.
" Jadi sekarang jelasin. Anak siap Tiara itu ?? " Alvin menatap tajam Shevi berharap gadis itu tidak menyembunyikan sesuatu.
" Jelasin apa lagi? Seperti yang Shera bilang kalo gue diperkosa !! " Shevi paling menghindari tentang pembahasan siapa ayah Tiara.
" Tapi itu gak mungkin !! " Alvin berteriak marah karena sepertinya Shevi akan tetap menyembunyikan fakta yang sebenarnya.
" Shit. Jangan teriak - teriak anak gue denger !! " Shevi memaki Alvin yang tidak bisa mengontrol emosinya.
" Makanya lo jawab. Tiara anak gue kan ??!! " Seru Alvin.
Deg. Shevi diam sekejap kemudian menetralkan ekspresinya kembali agar Alvin tidak curiga.
" Bukan !! " Shevi ikut berseru mempertahankan apa yang dia jaga.
" Gue masih inget waktu gue maksa lo, lo masih suci " Alvin duduk kembali untuk menekan emosinya.
" Iya. Dan semenjak saat itu gue jadi menjajakan diri gue yang udah rusak karena ulah lo. Sampe - sampe gue gak tahu bapaknya Tiara siapa !! " Shevi marah saat diingatkan tentang kejadian itu lagi.
" Gue tau lo bukan gadis gampangan kaya gitu !! "
" Iya memang. Dan lo yang bikin gue jadi gampangan !! "
Brakk
Alvin dan Shevi menoleh kaget saat pintu kamar dibuka keras kemudian ditutup kembali karena Tiara sudah tidur.
" Jadi Tiara anak kamu bang ?? " Air mata Shera mengalir deras.
*
*
*
Kira - Kira Shera bakal egois atau mengalah ya ??? 🤔
Yuk kasih semangat deng like, komen dan vote
Happy Reading 💕
__ADS_1