
Nyatanya Alvin masih belum bisa memenuhi janjinya untuk lebih meluangkan waktu untuk keluarganya. Selama dua minggu Tiara masih memandangnya tak suka setiap kali bertemu setelah malamnya dirinya pulang larut malam. Tapi untungnya sang istri sekarang sudah lebih banyak di rumah menemani putri kecil mereka agar tidak terus - terusan merajuk.
Sama halnya dengan hari ini. Alvin baru pulang meeting dengan klien pukul sepuluh malam dan masih harus menyelesaikan laporannya untuk esok mereka serahkan lagi ke klien agar bisa segera di proses.
Belum lagi Jodi yang hari ini ijin karena ibunya masuk rumah sakit. Jadi Alvin terpaksa mengerjakan laporannya sendiri yang biasanya dikerjakan oleh Jodi.
" Ini kopinya pak " Tania meletakkan segelas kopi di meja kerja Alvin.
" Makasih.. Kamu boleh pulang lebih dulu " Alvin mengambil ponsel dalam saku jasnya dan menghubungi sang istri untuk mengabarkan kalau dirinya akan pulang larut lagi karena harus menyerahkan laporan pada klien besok pagi.
" Kenapa kamu masih disini ?? " Alvin mengerutkan dahi dan alisnya saat Tania masih ada diruangannya duduk di sofa sembari membuka berkas yang mereka bawa tadi sore.
" Saya masih memeriksa beberapa berkas penunjang pak.. Setelah ini saya akan pulang.. Saya tidak berani jika bekerja diruangan saya sendiri " Kata Tania yang memang di jam segini semua karyawan sudah pulang semua. Paling hanya beberapa security yang menjaga.
Alvin tidak menjawab dan membiarkan saja Tania berada disana. Kemudian mengambil cangkir kopi untuk diminumnya.
Jarinya bergerak di atas keyboard mengetik laporan proyek unuk esok pagi. Sepuluh menit berlalu dan matanya terasa berat seperti ada batu yang bergelantung di kelopak matanya. Berulang kali Alvin menguap dan menggosok matanya.
" Kenapa pak ?? " Tanya Tania yang sedari tadi memperhatikan atasannya tak berhenti menguap.
" Gak tau nih ngantuk banget.. Padahal biasanya kuat sampe pagi " Alvin kembali menguap lebar.
" Bapak tidur saja dulu diruang istirahat bapak. Biar laporannya saya yang kerjakan. Nanti kalau saya sudah selesai akan saya bangunkan " Tawar Tania.
" Oke kalau begitu. Saya hanya akan istirahat satu jam. Nanti kamu bangunkan saja saya "
Alvin berlalu memasuki ruangan yang berisi tempat tidur untuk istirahat setelah mendapat persetujuan dari Tania.
***
Shevi cemas karena suaminya tidak pulang. Padahal Alvin hanya bilang akan pulang terlambat dan sekarang nomor ponsel suaminya tidak dapat dihubungi.
__ADS_1
Berulang kali tadi malam Shevi bangun dan suaminya belum juga pulang. Sampai pukul setengah lima dia memutuskan untuk membuat sarapan dan akan diantarkan ke kantor.
Jam enam pagi Shevi berangkat menuju kantor Alvin. Sebelum berangkat dia berpesan kepada mami mertuanya untuk mengantar Tiara sekolah. Setengah tujuh Shevi sampai di kantor dan bertanya kepada security.
" Pak.. Alvin ada dikantor tidak ya ?? " Shevi sangat cemas dengan suaminya. Tidak biasanya Alvin tidak pulang. Biasanya setelat apapun Alvin akan tetap pulang dan tidur di rumah kecuali jika perjalanan bisnis keluar kota.
" Ada bu.. Semalam pulang meeting jam sepuluh dan belum keluar lagi " Kata security kepada menantu sekaligus istri bosnya sesopan mungkin.
Shevi mengucapkan terimakasih dan langsung menuju ruangan Alvin. Dia membuka pintu ruangan yang ternyata kosong.
" Mungkin Alvin masih tidur " Gumamnya pelan sambil melangkah ke arah kamar diruangan tersebut setelah meletakan bekal untuk Alvin sarapan di atas meja dekat sofa.
Saat membuka pintu kamar hati Shevi langsung remuk berantakan. Shevi mematung di pintu yang handelnya masih dia pegang. Air matanya turun begitu saja tanpa dia sadari.
" Jadi ini alasan kamu sering pulang telat mas " Gumamnya lirih dengan nada yang sangat pilu.
Di atas tempat tidur Alvin sedang tidur dengan memeluk Tania tanpa sehelai benang pun. Terlihat dari baju mereka yang tergeletak dimana - mana.
Tania langsung menarik kembali selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Sedangkan Alvin syok dengan yang terjadi.
" Tania ??!! Kamu ngapain.... ??!! Dan apa maksud ini semua ?? " Alvin membentak Tania dan langsung bangun memakai kembali pakaiannya. Saat akan menghampiri istrinya Shevi menghindar.
" Ba-bapak ti-tidak ingat semalam saat sa-saya akan membangunkan bapak, Ba-bapak menarik dan memeluk saya di atas tempat tidur mengira ka-kalau sa-saya Ibu Shevi dan ba-bapak me-maksa saya melakukannya. Pa-padahal sa-saya sudah menjelaskan kalau sa-saya Tania, ta-tapi ba-bapak tetap memaksa " Tania menjelaskan dengan menangis.
" Bohong !! Kamu pasti bohong kan ??!! Kamu pasti menjebak saya !! " Suara raungan Alvin menggema memenuhi ruangan itu.
Shevi menarik nafasnya panjang dan memejamkan matanya menahan air mata yang mendesak ingin keluar.
" Kalian selesaikan saja urusan kalian berdua. Aku kesini cuma mau nganterin sarapan aja kok.. Tadinya aku khawatir karena kamu gak pulang.. Tapi kalo ini alasan kamu lembur aku jadi gak akan khawatir lagi. Aku permisi " Shevi berbalik dan pergi dari ruangan menjijikan itu.
" Yank tunggu !! " Alvin menarik tangan Shevi membuat Shevi kembali menghadapnya.
__ADS_1
" Lepas !! " Shevi menghempaskan kuat cekalan Alvin pada lengannya dan berlari meninggalkan kantor tersebut.
" Aakkkhhh Sial !! " Alvin mengacak rambutnya.
" Mulai hari ini kamu saya pecat Tania !! " Bentak Alvin.
" Kenapa saya di pecat pak !! Setelah anda melakukan ini kepada saya !! " Tania berteriak dalam tangisannya.
" Melakukan apa??!! Saya saja tidak tau apa yang saya lakukan sama kamu. Kecuali bangun dengan keadaan yang tidak pantas itu !! "
" Tapi bapak sudah melecehkan saya !! " Tania tidak terima Alvin memperlakukannya seperti ini.
" Sudah lah, Lebih baik kamu pergi dari hadapan saya dan jangan sampai berani menampakan dirimu lagi dihadapan ku !! " Tania berdiri memunguti semua pakaiannya dan memakainya dihadapan Alvin dan berlalu pergi sambil menangis.
Alvin berulang kali menghubungi nomor ponsel istrinya tapi selalu saja di reject. Kemudia mengirimnya pesan.
Alvin : Sayang... Kamu dimana ???
Lama Alvin menunggu tidak ada jawaban. Bahkan dibacapun tidak.
Alvin : Yank.. Maafin aku... Aku gak tau apa yg terjadi.. Tapi aku berani sumpah kalo aku gak lakuin apa yang Tania bilang tadi.
Mana mungkin dirinya melakukan hubungan badan saat tidak sadarkan diri. Seingatnya semalam matanya terasa berat dan sangat mengantuk makanya dia memutuskan untuk tidur sebentar sebelum melanjutkan lagi pekerjaannya yang sudah harus selesai pagi ini. Dan setelah itu Alvin tidak ingat apa - apa lagi. Bahkan dia tidak ingat bertemu Shevi di mimpinya kalau memang benar yang dikatakan Tania jika dia mengira Tania adalah Shevi.
Alvin ke ruang kerjanya menyelesaikan laporan untuk dia serahkan ke Jodi. Biar dia saja yang menemui klien. Alvin akan mencari istrinya untuk meminta maaf dan menjelaskan yang terjadi sesuai ingatannya.
*
*
*
__ADS_1
Ujian datang lagi buat rumah tangga mereka.. Semoga mereka kuat 💕