
Tiga bulan berlalu. Kini baby Tiara sudah tumbuh semakin menggemaskan dengan pipi chubby'nya. Sudah semakin aktif dan bisa berguling.
Shevi tidak pernah bosan memperhatikan tumbuh kembang anaknya. Karena memang dia tidak ada kegiatan dan kegiatannya hanya dihabiskan untuk mengurus anaknya jadi Shevi tidak pernah melewatkan tumbuh kembang baby Tiara yang tidak akan terulang kembali.
Shevi selalu berteriak heboh saat baby Tiara bisa melakukan suatu hal yang baru. Seperti bisa miring, tengkurap, atau baru - baru ini saat Shevi sedang membacakan dongeng untuk baby Tiara dan tiba - tiba bayi umur tiga bulan itu berguling. Shevi langsung heboh dan mengabadikannya.
Awalnya memang Shevi kerepotan mengurus anaknya. Belum lagi anaknya yang suka bergadang di awal kehidupannya dan untungnya itu tidak bertahan lebih dari dua minggu. Dan untungnya lagi selalu banyak tangan yang membantunya. Dari Bunda, Bi Nah, Sampai sahabatnya yang tidak pernah absen hadir dirumahnya sehabis kuliah.
Jadi jika siang hari Shevi mengantuk dia bisa menitipkan anaknya pada sahabat - sahabatnya. Dan Shevi juga sudah menyiapkan ASI di lemari pendingin kamarnya.
***
" Bunda.. baby Tiara kan sudah besar, sudah gak terlalu repot juga buat Shevi menjaganya. Jadi Shevi boleh ya berangkat ke New York buat kuliah " Sekarang Shevi sedang makan malam bersama keluarga dan sahabatnya diruang makan rumah keluarganya.
" Kamu yakin sayang gak mau kuliah disini aja ?? Kasihan Tiara kalau kamu kuliah nanti. Kalo disini kan banyak yang jagain " Bunda masih berusaha membujuk Shevi. Karena Bunda tidak tega anak sekecil Shevi jauh dari keluarga apa lagi membawa bayi yang masih kecil.
" Buunnn.. Ini udah jadi cita - cita Shevi dari kecil. Dan bahkan ayah ngedukung " Shevi menatap sang bunda dengan tatapan sendunya.
Yang lain hanya diam mendengarkan mereka berdua.
" Tapi bunda gak tega Shevi.. dan lagi kalau nanti bunda kangen cucu bunda gimana ?? Kalo Tiara sakit kamu pasti panik sendiri. Disini aja kamu panik dan belum bisa ngurus sendiri. Terus kalo kamu kuliah dia mau sama siapa?? " seru Bunda masih berusaha agar anaknya sedikit goyah.
" Bunda harus percaya kalo Shevi bisa. Shevi bakalan ngurusin Tiara dengan baik kok bun. Dan untuk jagain Tiara kalo boleh Shevi mau ajak Bi Nah kesana buat nemenin Shevi bun " Bunda menghela nafas. Shevi memang keras kepala kalo sudah ada maunya. Apa lagi ini menyangkut masa depannya.
" Ya sudah kalo itu keputusan kamu. Bi Nah.. ? " Panggil Bunda pada salah satu asisten rumah tangganya.
" Injih bu.. " Bi Nah menunduk hormat disamping Bunda Karina.
" Seminggu lagi Shevi akan berangkat ke New York untuk kuliah. Bibi mau kan ikut kesana jagain Tiara sama bantu - bantu Shevi disana ? " Bi Nah menatap Bunda dan Shevi bergantian kemudian mengangguk.
" Mau bu.. Non Shevi kan sudah saya jaga sejak bayi. Jadi sudah seperti anak saya sendiri. Kalau Non Shevi mau saya ikut maka saya akan ikut bu " Shevi langsung berdiri dan memeluk Bi Nah
" Makasih ya bi "
***
__ADS_1
Pagi yang sejuk dengan matahari yang mulai menghangatkan bumi menemani Shevi yang sedang berkunjung ke makan ayahnya Jovan Shandika.
Shevi membawa gadis kecil dalalm gendonganya yang sedang asik menggigit mainannya. Dengan tangan kanan membawa sebuket bunga Lilly dan bunga mawar.
Shevi berjongkok disamping nisan sang ayah. Menaruh bunga Lilly putih dan menabur mawar diatas makam ayahnya. Kemudian membelai nisan dengan nama ayahnya dengan lembut seakan membelai ayahnya.
" Hai ayah.. Maaf udah lama Shevi baru bisa dateng kesini.. " Hatinya sakit saat mengingat kembali bagaimana ayahnya pergi. Mengingat terakhir kali melihat ayahnya yang dibungkus kain kafan.
" Shevi kesini mau pamit ayah.. Shevi mau ke New York. Shevi ketrima lho di Juilliard seperti saran ayah " Suara Shevi mulai berat. Dadanya sesak tak kuat menahan kesedihan.
Shevi menghapus air matanya saat anaknya menepuk - nepuk pipinya.
" Doain Shevi biar Shevi sukses disana.. Mungkin Shevi akan lama gak pulang kesini.. Shevi mau merintis karir Shevi disana.. Tapi ayah jangan kuatir karena Shevi gak akan kesepian disana " Shevi memandang anaknya yang masih sibuk dengan mainannya kemudian menciumnya.
" Ayah lihat anak kecil ini.. Anak ini yang akan menemani Shevi.. Ini cucu ayah.. anak Shevi.. " Air mata Shevi semakin deras keluar.
" Namanya Tiara.. Cantik kan dia yah ?? " Tiara yang mendengar namanya disebut tersenyum kearah Shevi.
" Maafin Shevi karena hamil tanpa suami yah.. Maafin Shevi udah ngecewain ayah.. Maafin Shevi bikin malu keluaraga.. Maaf yah " Tangis Shevi semakin keras. Tubuhnya semakin bergetas seiring dengan tangisannya yang memberat.
" Shevi akan berjuang mewujudkan mimpi Shevi. Shevi janji akan menjadi anak yang bisa ayah banggakan. Dan menjadi ibu yang baik buat anak Shevi. Ayah akan selalu dukung Shevi kan ?? Ayah akan selalu tersenyum untuk Shevi kan ?? Ayahh... Shevi kangen... " Shevi meendekap anaknya erat untuk meredakan tangisnya. Dia tak mau anaknya takut melihatnya dalam keadaan seperti ini.
***
Seminggu ini Shevi disibukan dengan mengurus segalah hal untuk keberangkatannya.
Packing baju dan perlengkapan untuknya dan baby Tiara. Untuk dokumen seperti paspor dan visa sudah diurus oleh asisten sang bunda.
Setelah semua siap Shevi ke kamar Shera untuk sekedar mengobrol sebelum dia berangkat.
Tok Tok Tok
Shevi mengetuk pintu kamar Shera dan mendapatkan ijin untuk masuk oleh yang punya kamar.
" Wah ponakan aunty yang mau ninggalin aunty nih.. " Shera mengambil Tiara dari gendongan Shevi. Dan Shevi duduk diatas ranjang Shera.
__ADS_1
" Kakak harus jaga kesehatan ya.. Gak boleh cape - cape apa lagi sampe drop." Sebenarnya berat untuk meninggalkan keluarganya. Tapi dia juga ingin meraih mimpinya.
" Iya kamu tenang aja. Gak usah khawatir. Kamu yang harus hati - hati disana. Cepet pulang. oke !! " Shevi hanya tersenyum tanpa menyanggupi.
Tiba - tiba Shevi ingin buang air kecil dan berlalu masuk ke kamar mandi Shera. Saat itu juga ponsel Shera berdering tanda ada panggilan Videocall masuk.
" Wahh uncle Alvin telfon ni sayang " Shera menaruh Tiara diatas ranjangnya dan dia ikut berbaring disebelah Tiara kemudian mengangkat panggilan itu.
" Haii abang " Senyum Shera merekah melihat tunangannya yang semakin hari semakin tampan.
" Seneng banget kayaknya ?? Lagi ada kabar baik ?? " Alvin terkekeh melihat Shera yang begitu girangnya.
" Seneng karena abang videocall.. kalo kabarnya si sebenarnya gak menyenangkan " Shera berbalik tengkurap.
" Emang kabar apa yang gak menyenangkan ? " Tanya Alvin lembut.
" Besok Shevi mau berangkat ke Juilliard " Ucap Shera dengan wajah sedih.
" Jadi itu anak ke sana ?? " Alvin sebenarnya masih tak ingin Shevi kuliah jauh. Tapi tak apa lah jika itu membuat Shevi bahagia.
Dibalik pintu kamar mandi Shevi yang sudah selesai dengan urusannya mendengarkan pembicaraan Shera dengan Alvin.
" Iya bang berangkat besok pagi sama Bi Nah " Tiara berguling kesamping Shera dan menunjukan senyumannya kearah layar yang menampilkan gambar Alvin.
" Ehh anak siapa tuh ?? " Ada rasa bergetar dihatinya saat melihat senyum anak kecil itu padanya.
*
*
*
Happy Reading 💕
Dukung aku dengan Like, Komen dan Votenya ðŸ˜
__ADS_1