
Hari yang ditunggu Shevi akhirnya datang juga. Hari ini impiannya untuk memiliki sekolah musik sendiri akhirnya tercapai. Cita - cita yang ia bangun saat ayahnya masih hidup. Ayah yang selalu memberinya motivasi dan semangat untuk mengejar mimpinya. Shevi yakin ayahnya turut bangga dan bahagia melihatnya hari ini.
Pagi - pagi sekali Shevi sudah datang ke sekolah miliknya untuk mengecek semua kelengkapan agar tidak ada yang kurang nanti saat acara. Saat dirinya tiba, sudah banyak kiriman rangkaian bunga ucapan selamat dari teman maupun instansi yang turut hadir dalam acara nanti.
Shevi mengundang semua teman dan keluarganya. Mengundang teman sekolah anaknya dan beberapa sekolah yang karyawannya sempat datangi untuk promosi.
Semakin siang, semakin banyak tamu undangan yang hadir memenuhi lobi tempat pemotongan pita akan dilaksanakan. Alunan musik yang dimainkan salah satu guru yang akan mengajar disana memenuhi ruangan.
Setelah semua tamu undangan telah hadir dan MC melakukan pembukaan, kini giliran Shevi melakukan sambutan sekaligus melakukan peresmian sekolah itu dengan memotong pita.
" Terimakasih untuk pembawa acara yang telah memberi kesempatan untuk saya melakukan sambutan ini..
Selamat siang dan salam sejahera bagi kita semua.
Para undangan dan hadirin yang kami muliakan selamat datang dan terimakasih atas kehadirannya. "
Shevi sungguh gugup saat melihat banyaknya antusias tamu undangan yang hadir. Ternyata berada diatas panggung menghibur dengan musik yang dia bawakan lebih nyaman dari pada harus berdiri dan memberikan kata sambutan seperti ini. Jantungnya tidak berhenti berdegup kencang bercampur antara gugup dan haru.
Shevi dengan tampilan office looknya yang menggunakan perpaduan ribbon tie blouse warna putih tulang bersama dengan pencil skirt warna hitam senada dengan sepatu hak nya yang juga hitam membuat penampilan Shevi kali ini lebih anggun dan dewasa. Ditambah rambut yang diikat sebagian dan ditata rapi. Tidak seperti penampilan Shevi yang biasanya selalu anak muda dan kekinian. Membuat Alvin yang sudah merindukan istrinya itu semakin tidak tahan untuk memeluk istrinya saat ini juga.
" Mengawali kata sambutan ini, mari kita mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mengkaruniakan rahmat kesehatan kepada kita semua, sehingga kita dipertemukan di tempat ini dengan penuh suka cita untuk menyaksikan acara pembukaan Tiara's Studio & Entertainment.
Ini adalah sekolah musik pertama yang saya dirikan. Kami telah menyiapkan banyak guru pengajar yang kompeten dalam bidangnya. Sehingga bisa kalian percayakan untuk putra dan puteri kalian yang berbakat dalam bidang musik untuk bersekolah disini.
Kami juga bergerak sebagai produser sehingga kami mampu menyalurkan bakat anak - anak yang kami didik untuk dapat memasuki dunia entertainment.
Membantu mereka yang bercita - cita untuk menjadi musis. Atau bisa bergabung juga dengan Tim kami, karena kami juga mempunyai grup orkestra.
Semoga kita semua bisa bekerja dengan baik untuk memenuhi keinginan kalian yang mau bergabung bersama kami. Karena kami sadari bahwa Tiara's studio & Entertainment ini bisa berdiri atas ijin-Nya dan atas campur tangan dan dukungan dari semua pihak.
Sekian untuk sambutan dari saya. Dengan ini saya nyatakan Tiara's studio & Entertainment resmi kami buka " Nindi memberikan gunting diatas baki yang dia bawa kepada Shevi.
__ADS_1
Semua yang hadir bertepuk tangan dengan meriah saat Shevi memotong pita yang terbentang didepannya sebagai bentuk peresmian pembukaan Tiara's studio & Entertainment.
Acarara selanjutnya adalah pengenalan isi sekolah dari mulai gedung ruang kelas dan lain sebagainya. Para tamu di bimbing karyawan Shevi untuk berkeliling sekolah.
" Selamat sayang.. Bunda bangga sama kamu " Bunda memeluk putrinya dengan bangga. Anak pertamanya yang mampu meraih kesuksesaannya sendiri.
" Makasih bun.. " Mata Shevi berkaca - kaca saking bahagiannya. Sudah sedari tadi Shevi menahan rasa haru dalam dadanya.
Setelah Bunda Karina melepaskan pelukannya semua bergantian memeluk dan mengucapkan selamat kepada Shevi. Dimulai dari Shera dan suaminya, Mami Lyra dan Papi Dion, Sahabat - sabahatnya, Om Julian dan istrinya dan terakhir adalah orang yang sudah lebih dari tiga minggu tidak ia lihat, siapa lagi jika bukan suaminya.
" Selamat yank.. " Shevi membiarkan Alvin memeluk tubuhnya meskipun dirinya tidak membalas pelukan Alvin. Sesungguhnya Shevi juga rindu dengan suaminya ini. Tapi rasa kecewanya masih terlampau besar dan belum bisa menerimanaya.
" Makasih.. " Shevi melepaskan pelukannya perlahan.
" Kamu masih belum maafin aku yank ?? " Tanya Alvin sambil menangkap pergelangan tangan istrinya yang akan beranjak meninggalkannya.
" Gak usah bahas itu disini.. Gue gak mau moment bahagia gue jadi rusak gara - gara itu " Shevi menghempaskan tangan Alvin dan berlalu menghampiri keluarga dan sahabat - sahabatnya.
***
Acara berlanjut dengan menikmati hidangan yang Shevi siapkan untuk tamu undangan. Ada berbagai makanan dari makanan ringan hingga yang berat. Juga berbagai dessert juga terhidang disana.
Hingga sore hari acara tersebut baru selesai. Tamu undangan pun mulai meninggalkan tampat acra. Hanya tinggal keluarga inti dan para sahabat Shevi saja.
" Tante pulang dulu ya sayang.. Tante tunggu lho janji kamu yang mau main ke rumah "
" Om nih.. Udah bilang - bilang aja ke tante.. Aku kan belum tau waktunya kapan " Protes Shevi kepada Om Julian setelah melepaskan pelukannya pada sang tante.
" Makanya diluangin waktunya " Om Julian mengacak rambut Shevi membuat wanita yang baru membuka usaha itu memberengut.
" Pak Alvin !! " Terdengar teriakan seorang wanita dari pintu masuk lobi.
__ADS_1
Semua orang menatap wanita itu termasuk Shevi. Wanita itu mendekati Alvin dengan uraian air mata.
" Pak Alvin harus tanggung jawab !! " Wanita itu melempar surat ke dada Alvin.
Hati Shevi sudah bergemuruh. Berbagai macam pikiran buruk melintas dikepalanya. Jangan sampai.. Jangan sampai.. Begitu rapal Shevi dalam hati.
" Tanggung jawab apa maksud kamu Tania ?? " Alvin mengambil dan membuka surat yang di lempar wanita itu yang tak lain adalah Tania.
" Hamil ?? Terus apa hubungannya apa dengan saya ?? " Tanya Alvin yang tidak mau menebak - nebak.
" Hubungannya sama bapak karena ini anak bapak..!! Anak kita !! Jadi bapak harus bertanggung jawab !! " Teriak Tania lagi.
Deg. Hati Shevi hancur berkeping - keping. Ternyata kebahagiaannya hari ini tidak berlangsung lama. Air mata memgalir dikedua mata Shevi.
" Gak mungkin.. Jangan mengada - ada kamu Tania !! " Alvin berjalan mendekati Shevi.
" Ini semua bohong yank.. Aku gak ngapa - ngapain !! jadi gak mungkin itu anak aku !! " Alvin memegang kedua pundak istrinya. Menyakinkan istrinya agar percaya kepadanya.
" Maksud bapak apa ?? Selama ini saya hanya berhubungan sama bapak dan tidak dengan pria lain.. !! Jadi ini jelas anak bapak !! "
Yang lain hanya diam membisu. Masih terlalu kaget menerima kabar buruk ini disaat hati mereka sedang bahagia. Kemudian Shevi yang sedang dalam cengkraman Alvin jatuh tak sadarkan diri membuat mereka semua sadar dari keterkejutannya dan mendekat.
" Yang bangun yank.. " Alvin mengguncang pelan badan Shevi yang ada dalam pelukannya.
Bunda mengambil alih Shevi. Alvin langsung ditarik Om Julian dan melayangkan pukulan keras ke wajah Alvin. " Brengsekk kamu Alvin !! " Raungan Om Julian menggema mengisi seluruh lobi.
*
*
*
__ADS_1
Yuk Kasih semangat Shevi biar gak sedih terus 💕