DEMI DIA

DEMI DIA
Rencana Papi Mertua


__ADS_3

" Jangan bahas itu lagi dong Raa.. Lo kan sekarang udah bahagia sama mas Bayu.. Kenapa masih dendam aja si sama gue. " Dulu Alvin memang salah mempermainkan perasaan Shera meskipun niatnya tidak seperti itu.


" Aku gak lagi bahas kok. Aku cuma lagi bales kamu yang bilang aku jahat aja !! " Ibu hamil itu melipat tangannya didepan dada.


" Lagian ngapain kamu disini ?? Diusir istri muda balik ke istri tua ?? " Imbuhnya lagi dengan nada sinis.


" Mulut lo Raa... Iya gue di usir. Puas lo !! " Seru Alvin kesal dengan mulut Shera yang sekarang menjadi pedas.


" Eh? Jadi bener kamu di usir ?? Hahaha ya ampun aku bersyukur. " Shera malah tertawa senang sendiri.


" Syukurin. Makanya jangan suka cari istri lagi !! Istri satu aja gak abis, segala nambah. hahaha. " Alvin mengehela napas dan melirik sebal ke arah Shera.


" Yang nyuruh nambah kan adek lo nih!! " Tunjuk Alvin pada Shevi yang berada disampingnya. Yang di tunjuk hanya mengedikkan bahunya tak perduli.


" Emang kenapa kamu di usir ?? Gara - gara pengangguran ?? " Lagi - lagi kata pengangguran menohok Alvin.


" Iya. Gara - gara gue keree makanya gue diusir. " Sekalian saja Alvin bilang alasannya. Sudah diledek biar di ledek sekalian.


" Hahaha jadi bener gara - gara kamu dicoret jadi ahli waris terus kamu di usir dari rumah istri muda ?? Eh istri muda apa istri tua si ?? Kan tuaan Tania dibanding Shevi. " Shevi menepuk jidatnya mendengar pertanyaan terakhir Shera.


" Tapi kalo aku jadi Tania juga aku ogah mertahanin kamu viinn.. Udah mah lagi hamil, diajak hidup susah. " Shera bergidik ngeri membayangkannya.


" Tapi kasian anak lo viin.. Ntar dia gak punya ayah. " Kali ini Shevi yang berucap. Memancing Alvin mengatakan sesuatu yang sudah ia dan papi mertuanya duga.


" Orang itu bukan anak aku. " Duarr ada rasal lega di hati Shevi saat mendengarnya. Tapi masih ada rasa ragu juga.

__ADS_1


" Emang lo yakin itu bukan anak lo ?? "


" Dia tuh cuma njebak aku yank.. Sebelum kejadian itu dia udah hamil duluan.. Tapi karena tujuannya masuk kantor aku buat dapetin aku, makanya dia ambil kesempatan itu. " Alvin jelaskan yang di katakan Tania padanya tadi sore, dari mulai Tania yang memberinya obat tidur kemudian dibius agar Alvin tidak bangun saat Tania sedang melancarkan aksinya untuk melucuti seluruh pakaian yang dikenakan Alvin.


" Terus kenapa pas gue dateng lo lagi peluk dia. Dan pas gue tarik selimutnya langsung bangun." Shevi masih perlu bukti kalau semua itu hanya jebakan.


" Aku juga gak tau kenapa aku bisa meluk dia.. Tapi kalo masalah aku bangun kan obat biusnya udah lama jadi mungkin khasiatnya udah abis. " Shera hanya mendengarkan sambil menelaah semuanya.


" Kamu yakin nanti Tania gak bakalan ganggu hidup kalian berdua lagi saat tau kamu kembali ke keluarga kamu viin ?? "


" Gue rasa sih gak Raa.. Soalnya dia bilang sendiri mau minta pertanggung jawaban dari ayah anaknya itu. Dan dia tau kalo gue masih sama dia juga percuma udah dibuang sama keluarga gue dan gue bilang kalo semua warisan atas nama gue udah jadi atas nama Tiara. Itu makanya gue di usir dan gak dibutuhin dia lagi. Tapi gue akan tetap hati - hati sama wanita itu." Alvin tatap istri dan kakak iparnya bergantian saat menjelaskan.


" Yaaa aku harap setelah ini kalian bahagia.. Eh tapi kamu mau balik sama Alvin dek ?? Dia sekarang udah keree lho dek.. "


" Gak usah jadi kompor deh Raa !! " Seru Alvin tidak terima kakak iparnya itu mempengaruhi istrinya untuk tak kembali padanya.


" Emang papi bilang apa ?? " Tanya Alvin bingung dengan kerutan didahinya.


" Papi udah curiga itu bukan anak lo. Papi udah selidikin ternyata Tania bukan wanita baik - baik. Kemungkinan dia ngedeketin lo ya cuma mau harta lo aja." Shevi pindah duduk di sofa kamanya karena lelah berdiri dari tadi. Diikuti oleh Shera dan Alvin yang duduk di kedua sisinya.


" Tapi emang papi gak tau itu beneran bukan anak lo apa bukan. Soalnya di kamar kantor lo kan gak ada CCTV, jadi papi gak tau apa yang kalian lakuin di dalem."


" Kenapa kalian gak ngomong sih sama aku.. Aku kan pasti bisa buat wanita itu ngaku !! " Alvin merasa bodoh karena tidak mencoba mencari tahu sejak awal.


" Papi hanya ingin main halus. Papi ngikutin permainan Tania sampai mana. Dan saat ada kesempatan buat ngusir kalian berdua, papi manfaatin kesempatan itu. Dari situ kita akan tau itu anak lo apa bukan !! " Lirikan tajam Shevi berikan pada suaminya.

__ADS_1


" Dan terbukti kan sekarang. Papi udah duga, kalo emang Tania cuma ngejar harta pasti dia bakalan tinggalin lo saat lo gak lagi dapet fasilitas apa - apa dari keluarga Mahesa." Shera manggut - manggut mulai mengerti sekarang.


" Sebulan ini kita khawatir kalo itu beneran anak lo. Karna Tania masih pertahanin lo padahal lo udah gak punya apa - apa. Dan malam ini gue lega viinn.. Ternyata itu bukan anak lo.. Bukan anak tiri gue.. " Air mata bahagia mengalir dikedua sudut mata Shevi. Akhirnya mimpi buruknya berakhir juga. Alvin tidak pernah tidur dengan wanita lain. Alvin tidak memiliki anak dari wanita lain. Rasanya batu besar didadanya terangkat dan menyisakan rasa lega yang luar biasa setelah sekian lama dirinya menahan sakit karena beban tersebut.


" Akhirnya mimpi buruk gue berakhir.. " Suara Shevi bergetar karen tangisannya. Alvin menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya. Dikecup kening istrinya berkali - kali.


Shera juga ikut bahagia mendengar kabar ini. Dia ikut menangis bahagia dan mengusap punggung adik kembarnya yang sedang Alvin peluk.


" Sunshine kenapa nangis ?? " Bayu yang tak mendapati istrinya disebelahnya akhirnya terbangun dan mencari Shera ke kamar mandi dan ternyata kosong. Dan saat dirinya akan turun mencari didapur karena biasanya malam - malam begini istrinya merasa lapar, pintu kamar Shevi terbuka dan terdengar suara orang dari dalam. Dan saat masuk dia mendapati istrinya tengah menangis sembari mengusap punggung adik kembarnya.


" Eh. Mas bangun ?? Mereka brisik ya ?? " Shera bangun dan memeluk suaminya mesra sembari menyandarkan kepalanya pada dada suaminya.


" Geli banget gue dengernya bang lo panggil Shera begitu. " Shevi yang sudah melepaskan pelukannya tertawa kecil dan menghapus air matanya.


" Iya nih.. anak gue cewek kayaknya. Shera minta gue panggil begitu. " Bayu menggaruk tengkuknya dan tersenyum kikuk.


" Biarin kenapa si viin.. Sirik aja kamu tuh !! Kamu gak bisa kan kaya gini. " Shera melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya kemudian mencium bibir suaminya itu. Bayu walaupun malu tapi tetap meladeni keinginan istrinya. Karena kalau tidak pasti istrinya itu akan marah dan menangis. Alvin dan Shevi mengaga melihat apa yang dilakukan Shera. Sungguh ini bukan Shera banget.


Hanya sebentar dan Shera melepaskan ciuman itu. " Gak bisa kan kamu.. Shevi masih marah jadi gak bakalan kamu di kasih jatah hahaha. " Diledek seperti itu kesadaran Alvin kembali dan beridiri mengusir dua pasangan yang mengumbar kemesraan itu.


" Sana kalian kalau mau mesum di kamar kalian sendiri. Gue juga mau mesum sendiri sama istri gue yang gak perlu kalian lihat !! "


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2