
Siang ini Shevi sedang mengantar Shera periksa kandungan. Katanya keponakan dalam kandungan kakaknya itu ingin aunty'nya yang menemani. Entah ngidam model apa Shera itu. Tapi dengan senang hati Shevi mengantarkan Shera untuk periksa di rumah sakit milik kakak iparnya.
" Entar kamu liat deh vii keponakan kamu ini.. Gemesin banget tau.. Lincah lagi.. Dia tuh udah mulai gerak - gerak belakangan ini.. " Semenjak hamil Shera menjadi sangat cerewet. Shevi saja sampai heran orang sependiam Shera bisa bawel seperti ini. Kehamilan Shera sudah memasuki bulan ke empat. Mungkin kalau dulu Shevi tidak keguguran mereka akan hamil bersama, karena bedanya cuma beberapa minggu saja.
Mengingat itu membuat dadanya kembali sesak. Batu yang menimpanya sulit sekali di singkirkan. Sehingga rasa sesak itu terus saja menghantuinya. Jika dulu dia tahu sedang hamil pasti dia akan lebih hati - hati untuk menjaga anak yang dia kandung. Dan mungkin sekarang dirinya sedang bahagia menikmati momen - momen kehamilan seperti kakaknya ini.
" Iya. iya kak. Nanti gue liat secakep apa si ponakan gue ini.. Kira - kira cewek apa cowok ya kak ?? "
" Gak tau deh.. Tapi aku sama mas Bayu emang sengaja gak pengen tau jenis kelaminnya apa biar kejutan pas lahir nanti. "
" Kalau kembar gimana kak ? " Mereka kan kembar jadi mungkin aja kan kalau Shera hamil anak kembar.
" Kalo kembar aku pasti seneng banget. Tapi untuk kehamilanku kali ini anaknya cuma satu " Mereka menunggu di ruang tunggu tanpa perlu mendaftar karena sudah Bayu daftarkan dan tinggal masuk saja saat mulai praktik nanti. Dokter kandungan Shera jadwal praktiknya siang jadi mereka datang setelah menjemput Tiara, itupun masih terlalu cepat karena nyatanya saat sampai belum mulai praktik. Mereka masih harus menunggu lima belas menitan lagi.
" Daddy ?? " Shevi dan Shera mengikuti arah pandangan Tiara saat mendengar anak itu memanggil daddy. Disana Alvin sedang berjalan sambil menunduk memainkan ponselnya dengan Tania berjalan disisinya.
" Kuat ya dek " Shera meremas telapak tanga Shevi takut jika adiknya akan sakit hati melihat pemandangan itu. Jika boleh jujur, sebenarnya memang Shevi sakit hati. Tapi dia tidak akan menunjukannya di tempat umum dan didepan mereka seperti ini.
Setelah Alvin sudah lebih dekat Tiara berlari dan memeluk kaki Alvin " Daddy !! " Seru anak itu senang.
Alvin kaget mendapati anaknya ada disana. Berjongkok dan memeluk anaknya sebentar kemudian melepaskannya untuk memberikan ciuman menghilangkan rasa rindu yang selama ini dia tahan.
" Sama siapa sayang ?? " Tiara menunjuk kursi tunggu tempat Shevi dan Shera menunggu.
" Mommy and aunty dad " Alvin berdiri dan menatap lekat wajah istrinya. Entah tatapan apa yang Alvin berikan. Rasa rindu kah? Sedihkan? Malukah? atau rasa takut Shevi salah sangka? Entah apa arti tatapan Alvin pada Shevi itu.
Tania bergelayut manja di lengan Alvin mengajaknya mendekati istri pertama dan kakak iparnya. Tingkah Tania seakan menunjukan kalau saat ini Alvin telah bahagia bersamanya tanpa memikirkan Shevi sama sekali.
Alvin menggendong Tiara dan melepaskan pegangan Tania di lengannya kemudian melangkah mendekati Shevi.
" Haii Ra.. Haii yank !! " Sapa Alvin pada dua wanita yang wajahnya tak bisa dibedakan itu jika mereka baru mengenal.
" Haii viinn " Jawab mereka kompak.
__ADS_1
" Disini juga viin ?? " Tanya Shera basa - basi untuk mengisi keheningan dan kecanggungan.
" Iya. Nganterin Tania. " Jawabanya singkat.
" Daddy Ara kangen." Anak itu menggelayutkan tangannya di leher Alvin dan menyandarkan kepalanya pada dada daddy'nya.
" Daddy juga kangen banget sama Tiara. " Dikecupnya berkali - kali puncak kepala anaknya itu.
" Kalau daddy kangen kenapa daddy tidak pernah pulang ?? " Pertanyaan polos dari anak umur lima tahun.
" Maaf sayang.. Daddy belum bisa pulang.. Opa masih marah sama daddy. "
" Apa mommy juga masih marah sama daddy ?? Kenapa daddy tidak peluk dan cium mommy seperti biasa ?? " Pertanyaan anaknya membuat Shevi yang mendengarnya tercekat. Bahkan anak sekecil itu saja paham dengan perbedaan itu.
" Emmm.. Mommy gak marah.. Ini kan tempat umum jadi malu.. Iya kan Mom ?? " Tanya Alvin kepada Shevi yang ada disebelahnya. Yang di tanya gelagapan.
" Eh. Emm iya sayang.. Malu dong ditempat umum begini. "
" Ibu Shera ?? " Panggil salah satu suster.
" Ikut dong.. Gue kesini kan mau liat keponakan gue " Shevi ikut melangkah mengikuti Shera kemudian berbalik.
" Ayoo sayang liat adek bayi.. " Ajak Shevi kepada putrinya, namun putrinya itu menggeleng dan semakin mengeratkan pelukannya pada leher Alvin.
" Biar Tiara sama aku aja yank.. Kamu masuk aja."
" Ya udah.. Titip Tiara sebentar. "
***
Shevi sedang menunggu obat saat Alvin datang dan menarik tangannya.
" Lho mau kemana sih lepas !! " Shevi berusaha melepaskan cekalan tangan Alvin tapi sia - sia. Alvin baru melepaskannya setelah sampai di taman rumah sakit.
__ADS_1
" Lo apa - apaan sih vinn.. Kasihan Shera kan jadi harus jagain Tiara " Alvin tak mengindahkan protes dari Shevi malah justru memeluk erat istrinya itu. Pelukan dengan sepenuh jiwa, sepenuh hati agar Shevi ikut merasakan seperti apa sakitnya menahan rindu jauh darinya.
" Aku kangen yankk.. Aku kangen banget. " Ucap Alvin dengan isak tangisnya.
Shevi yang tadinya mau marah jadi tidak jadi. Membalas pelukan dan mengusap punggung suaminya yang bergetar menahan isakan. Sungguh sakit mendengar tangisan Alvin seperti ini. Shevi juga merindukan suaminya, tapi dia tidak menyangka ternyata suaminya merindukannya sedalam ini.
" Gue juga kangen. " Jawab Shevi setelah lama hanya diam.
" Maafiin aku yank.. Maaf... maaf... "
" Udah lah gak usah minta maaf mulu.. Jalani aja yang sekarang ada. "
" Aku udah berusaha jadi suami yang baik buat Tania seperti yang kamu bilang yank.. Tapi susah, karena hati aku cuma buat kamu. Aku gak pengen nyentuh wanita lain selain kamu.. Sedangkan dia marah - marah mulu gara - gara gak aku layanin dia diatas ranjang." Adunya seperti anak kecil pulang sekolah dan menceritakan kegiatannya di sekolah.
Shevi melepaskan pelukannya dan menatap tajam suaminya. " Gue juga gak nyuruh lo buat nyentuh dia ya !! Walaupun gue tau sebenernya kalian halal buat ngelakuinnya. " Shevi sudah berbaik hati menyuruh Alvin menikahi Tania. Tapi bolehkan dia egois tak ingin berbagi tubuh suaminya dengan wanita lain sekalipun itu istri sahnya. Karena terlalu sakit membayangkan Alvin bercumbu dengan wanita lain.
" Ciiieee cemburu.. " Alvin terkekeh melihat istrinya marah.
" Tapi aku emang gak pernah nyentuh sedikitpun Tania kok sayang.. Sekalipun dia pernah telanjang didepan aku buat ngegoda aku.. Tapi tenang aja suamimu ini gak kegoda sama tubuhnya. "
" Alaaah bilang aja lo suka liat tubuh polosnya.. Bilang aja kalo kalian pernah ngelakuinnya.. Iya kan ?? "
" Enggak sayang sumpah ?? " Alvin kembali memeluk istrinya. Dikecupnya bibir istrinya yang sedang cembert itu berkali kali.
" Aku kangennya sama tubuh polos kamu. " Bisik nya ditelinga Shevi.
" Iiishhh !! " Shevi memukul dada Alvin kecil dan kembali memeluk suaminya itu. Menyandarkan kepalanya didada bidang suaminya. Menikmati waktu yang mereka miliki sekarang sebelum nanti Tania selesai periksa dan datang mengambil alih Alvin lagi.
*
*
*
__ADS_1
Terus semangat berusaha lebih baik 💕