DEMI DIA

DEMI DIA
Ekstra Part 8 (End of Story)


__ADS_3

Diruangan yang berbeda namun masih di rumah sakit yang sama, tiga ibu tengah berjuang dengan caranya masing-masing. Memperjuangkan anak mereka untuk lahir dengan selamat ke dunia.


Tiara di temani Alvaro tengah berjuang di meja operasi. Untuk kedua kalinya ia memasuki ruangan itu untuk melahirkan anaknya dengan cara Caesar.


Meski sebelumnya ia sudah pernah melewati proses tersebut. Namun masih ada rasa khawatir akan keselamatan anaknya. Akankah dokter dan timnya bisa mengeluarkan bayi kecilnya dengan selamat?


Diluar ruangan operasi, kedua orang tua dan mertua juga kedua jagoannya tengah menunggu. Menunggu detik-detik anak ketiganya terlahir ke dunia.


Sang suami tak pernah beranjak meninggalkan sisinya. Terus memberikan kata penyemangat dan untaian kata cinta yang diiringi lagu instrumental yang menenangkan jiwa.


Sedangkan diruang persalinan, Sheril dan Pricilla sama-sama tengah berbalut peluh. Mengerahkan seluruh tenaga yang mereka miliki untuk melahirkan anak mereka secara normal.


Dengan di temani suami masing-masing yang lebih berfungsi sebagai samsak ketika rasa sakit akibat kontraksi datang mendera.


Aldo dan Dika pasrah saja begitu istri-istri mereka menjambak rambut, mencakar juga memukul serta mengumpat.


Kesakitan yang keduanya rasakan tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan apa yang istri mereka rasakan untuk memperjuangkan anak mereka lahir dengan selamat.


Tak jarang kedua pria dewasa itu menitikkan air mata ketika istri mereka merintih kesakitan. Tidak bisa mereka bayangkan seperti apa rasa sakit yang istri mereka rasakan.


Hingga pukul 16.35 anak laki-laki terlahir dari seorang ibu hebat bernama Pricilla Maharani. Buah hati yang sudah sejak dua tahun lalu ia dan suaminya-Aldo-nantikan.


Dan pukul 16.45 terlahir juga putri cantik dengan kulit seputih susu dari ibu yang tak kalah hebat bernama Sheril Agustin. Buah cintanya bersama cinta masa muda yang begitu sulit ia dapatkan, Radika Putra. Pria yang akhirnya datang dengan sendirinya menawarkan cinta di saat ia menyerah pada dunia.


Bayi terakhir yang lahir adalah bayi yang di lahirkan dengan proses Caesar dari seorang wanita tangguh, Tiara Ashana Mahesa. Putri cantik untuk melengkapi keluarga kecilnya yang sudah memiliki dua putra. Bayi yang menangis keras begitu berhasil di keluarkan pukul 16.50.


Sepulang berlibur, dengan keajaiban dari Tuhan, ketiganya hamil bersamaan. Meski hari perkiraan lahir mereka berbeda, nyatanya mereka justru melahirkan di hari dan jam yang sama. Hanya berbeda beberapa menit saja.


Dengan menyewa suite room yang di rombak dengan berisi tiga unit tempat tidur elektik untuk ketiga ibu yang baru saja berjuang. Mereka di pindahkan ke ruang perawatan.


Tiara yang memang sudah menjadwalkan untuk operasi hari itu tidak menyangkan kedua sahabatnya mengalami kontraksi bersama dan datang bersamaan juga ke rumah sakit.


Untung rumah sakit itu milik om dari Tiara. Sehingga apa yang wanita itu minta langsung di kabulkan.


Ruang rawat paling luas itu terasa penuh dengan tiga keluarga. Namun terasa hangat di hati bisa berkumpul bersama dalam suasana bahagia.

__ADS_1


"Mau di kasih nama siapa nih, tiga kembar ini?" tanya Bobby yang mengamati tiga bayi mungil yang di tempatkan bersebelahan.


Mereka memang layaknya bayi kembar yang lahir secara bersamaan. Namun dari ibu dan ayah yang berbeda.


"Namain yang sama aja, gimana?" cetus Alvaro.


Yang lain mengernyit bingung. Nama sama bagaimana? apa nanti tidak tertukar?


"Maksudnya nama yang artinya sama. Atau setidaknya menggambarkan suasana yang sama. Seperti Senja karena dia terlahir sore hari saat matahari akan terbenam. Atau Jingga, karena warna langit saat dia lahir berwarna jingga. Dan Baskara atau surya, nama lain dari matahari." jelas Alvaro yang melihat keraguan di wajah orang-orang.


"Boleh juga. Aku mau kasih nama Senja Maharani." sahut Tiara.


"Nama belakang gue tuh." seru Pricilla.


"Kalau kakak-kakaknya kan bawa nama Kaisar dari papanya. Masa Senja bawa nama Kaisar juga. Dia kan cewek, jadi Maharani, tesaurus dari permaisuri." Alvaro mengangguk setuju.


"Ya udah. Kalau gitu, anak gue Jingga Radika Putri." ujar Dika ikut menimpali.


"Nggak kreatif banget, dah." cibir Bobby membuat yang lain terkekeh.


"Uluh uluh.. Papi protective." usapan lembut Dika rasakan pada pipinya dari sang istri, yang ia balas kecupan di dahi.


"Berarti anak gue Baskara, nih? cowok sendiri yang pasti bakal ngelindungin dua anak gadis kalian." semua orang tergelak bersama. Membenarkan ucapan Pricilla.


Pricilla memang pindah rumah yang hanya berjarak beberapa rumah dari rumah Tiara dan Sheril yang sejak menikah sudah pindah rumah tepat di sebelah Tiara. Sedangkan Pricilla baru pindah beberapa bulan yang lalu. Membuat mereka yakin kalau anak-anak mereka akan tumbuh dan berkembang bersama sebagai sahabat. Seperti para orang tua mereka.


"Siapa bilang adek Bas yang akan jagain adek Senja. Aku yang bakal jagain adek Senja, tau." protes Vindra tidak terima. Membuat orang-orang semakin tergelak.


"Kayaknya Senja bakal susah nih dideketin cowok kalau abangnya model begini." Bobby merangkul bahu Vindra. Anak yang sempat menolak memiliki adik. Dan berubah begitu bersemangat begitu tahu ibunya akan lebih sering berada di rumah.


Dan kini, pemuda kecil itu malah amat menyayangi adik perempuannya yang baru beberapa jam lalu terlahir ke dunia.


"Bukan cuma abang-abangnya yang bakal protectiv. Papanya lebih-lebih." ujar Tiara menggeleng dengan memandang sang suami yang tengah berdebat dengan adik perempuannya yang tidak boleh menyentuh anak mereka, karena adik dari suaminya itu baru datang dari luar.


"Kalau dia mah udah nggak usah di tanya. Bapak-bapak berlebihan ya, Alvaro itu." cibir Bobby mengingat tidak hanya pada anak perempuan yang baru terlahir itu, Alvaro protectiv. Tapi juga pada Vindra dan Fari ketika bayi dulu.

__ADS_1


Suasanya hangat itu berakhir saat jam besuk habis dan para ibu butuh istirahat yang cukup setelah lelah berjuang untuk anak mereka.


Hanya tersisa para suami yang siaga menjaga anak dan istri mereka.


Ketika malam anak-anak mereka bergantian bangun meminta ASI atau berganti popok, hanya Alvaro yang sudah cekatan.


Aldo dan Dika kadang masih kerepotan dan tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan ketika anak-anak mereka menangis.


Tak jarang Jingga dan Baskara menangis kencang karena keinginannya tidak juga dimengerti oleh ayah-ayah mereka.


Hingga Alvaro turun tangan untuk membantu kedua ayah baru itu. Beruntung di saat seperti ini ia sudah lebih berpengalaman. Meskipun tetap saja tangisan anak-anak akan membangunkan istri-istri mereka yang hanya tertidur sebentar dan bangun lagi. Hingga hal tersebut terulang beberapa kali selama semalam dan menjelang subuh baru semuanya bisa terlelap dengan tenang.


Ketiga pasang itu memiliki kisah cinta yang berbeda.


Alvaro dan Tiara yang bermula dari benci jadi cinta.


Pricilla dan Aldo yang cinta lokasi.


Dika dan Sheril, cinta mereka tumbuh karena terbiasa dan saling melengkapi. Dika menjadi penyembuh rasa sakit hati gadis itu karena rasa kecewa terhadap keluarganya. Sedangkan Sheril menjadi pengobat sepi bagi Dika ditengah kesibukan orang tuanya mencari pundi-pundi materi.


Jalan cinta mereka mungkin berbeda. Masalah yang mereka hadapi juga berbeda. Tapi kisah mereka sama-sama berakhir bahagia.


*


*


*


Holla.. Ekstra Partnya sampai sini aja ya gaes.


Kita sambung di Novel dengan judul baru. Yang pastinya nggak kalah seru.


Kisah tentang Senja, Jingga dan Baskara. Tiga sahabat yang akan terjerat cinta rumit yang nantinya juga akan melibatkan salah satu dari si kembar Fari dan Vindra.


Konfliknya nanti lebih berat dari Demi Dia versi Shevi&Alvin. Tapi nggak kalah seru dari Demi Dia season 2. Jadi nantikan ya gaes..

__ADS_1


Nanri aku infokan disini kalau sudah jadi. Oke... See youuu.... love sejagat buat kalian semua 🤗🤗🤗


__ADS_2