
Nay, Indah dan Lidia membuka pintu apartemen Nurin. Dan saat mereka masuk, mereka disuguhi pemandangan dua orang yang sedang berciuman memadu kasih.
" Wahhhh daebak emang lo Rinn.. Nyuruh kita kesini buat nonton lo pacaran ternyata ?? " Nurin dan Leon langsung kelabakan dan saling menjauhkan duduk mereka saat para sahabatnya tiba - tiba masuk. Karena mereka tahu passcode apartemen Nurin jadi mereka langsung masuk tanpa membunyikan bell terlebih dahulu.
" Gak usah panik begitu lah Riinn.. Kita ngerti kok yang selalu kasmaran " Ucap Nay disambut gelak tawa yang lain.
" Lagian Indah lo panikin.. Dia kan belum ngerasain namanya ciuman " Tawa mereka semakin menggelegar kecuali dua pasangan yang sedang salah tingkah karena malu terpergok oleh mereka.
" Waahhh gue lagi yang kena.. Liat aja gue bakalan bawa calon suami gue dinikahan Shevi nanti "
" Calon suami dari mana ndah.. Cowok aja gak ada yang berani deketin lo " Indah melenggang duduk di sofa tunggal sambil mengibaskan rambut panjangnya.
" Liat aja nanti "
" Kalian ngapain si kesini ?? " Tanya Nurin yang dari tadi hanya menyimak mereka berbicara.
" Lo lagi Riin.. Kita kan udah janjian buat ngerencanain bridal shower disini kemaren " Nay melempar bantal sofa ke muka Nurin. Yang dilempar hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Hehe gue lupa "
" Tapi baju buat acara ga lupa kan lo ?? " Lidia menimpali.
" Tenang.. Masalah baju udah rebesss "
" Oke kalo gitu.. Gue yang sewa kamar hotelnya kalo gitu.. Gue pesenin yang bagus dan nyaman buat kita tidur bareng "
" Wahhh bos Lidia emang daebak " Indah bertepuk tangan untuk Lidia.
" Kalo gitu aku yang nyiapin makanan dan lo Nay siapin keperluan lainnya " Nay mengacungkan jempolnya ke arah Indah.
***
H-2 pernikahan pada sore hari mereka membawa Shevi ke sebuah kamar hotel jenis family room. Karena rencananya mereka akan menginap menghabiskan malam sebelum besok setelah menikah mereka tidak dapat lagi tidur dengan Shevi.
Kamar tersebut sudah dihias dengan berbagai pernak pernik bridal party seperti tulisan, balon - balon, dan cup cake bridal shower.
" Surprissssseee " Sahabat Shevi berteriak bersamaan saat Shevi memasuki kamar.
Mereka mengalungkan shas bertuliskan calon manten dibahu Shevi.
Walaupun Shevi sudah tau adanya acara ini tapi tak urung membuatnya kagum dan terharu juga saat memasuki kamar hotel.
" Thanks gaess.. Kalian emang yang terbaik " Mereka masuk dan duduk diatas ranjang kamar.
Sahabat Shevi memakai dress warna peach dengan model dan warna yang sama baju rancangan Nurin. Sedangakan Shevi dress warna baby pink dengan model yang sama juga.
__ADS_1
" It's time to game !! " Nay membawa perlengkapan game untuk Shevi.
" Ini gamenya berhubungan sama malam pertama ya vii. Dan lo harus nurutin semua tantangan dari kita "
" Oke - oke.. emang apa si game yang berhubungan sama malam pertama ?? "
" Tantangan pertama dari gue " Nurin menyerahkan mentimun serta alat pengaman untuk laki - laki yang membuat Shevi menganga saat melihatnya.
" Gila niat banget si kalian sampe bawa begituan " Shevi berdecak sambil menggelengkan kepalanya sedangkan yang lainnya terkikik geli.
" Iya dong.. Namanya juga berhubungan sama malam pertama. Tantangannya lo harus bisa pakein ni balon ke timun ini dengan mata tertutup " Lidia menutup mata Shevi dengan penutup mata yang sudah mereka siapkan.
Shevi tidak tahu jika acara mereka terhubung dengan Alvin lewat videocall.
Setelah matanya tertutup rapat Nurin memegang mentimun itu didepan Shevi dan memberika pengaman itu kepada Shevi.
" Gimana nih makeinnya ?? " Shevi tau itu alat pengaman, tapi dia baru pertama kali melihatnya secara langsung dan tidak tahu gimana menggunakannya. Hanya secara logika aja dia mencoba memasangkan pengaman itu ke mentimun didepannya.
" Punya Alvin segede itu ga vii ?? " Indah yang memang selalu ingin tahu.
" Mana gue tau lah " Shevi membuka penutup matanya setelah berhasil dan ternyata hasilnya tidak buruk juga.
" Kan udah pernah nikamatin masa lo gak tau si vii.. " Shevi langsung memukul Indah dengan bantal membuat Indah tertawa terbahak. Padahal Indah sengaja bertanya untuk membuat Alvin malu.
" Tapi enak gak vii ?? "
" INDAH !!! " Shevi semakin keras memukul Indah.
" Hahaha iya iya vii ampuuunn " Yang lain hanya tertawa melihat mereka.
" Sekarang tantangan dari gue.. jengjeng... " Nay mengeluarkan beberapa pisang.
" Lo pilih dah pisang mana yang mau lo makan. Tapi makannya ga boleh lo gigit !! Coba lo masukin seberapa masuk pisang itu kemulut lo " Nay sudah cekikikan dulu.
" Wahhh otak lo pada emang ngeres banget "
" Ini latihan buat malam pertama lo.. Namanya juga bridal shower ya begini.. kalo kita main nyanyi sama tebak - tebakan ya ultah bocah "
Shevi memilih pisang yang tidak terlalu panjang dan mengupasnya kemudian memasukannya kedalam mulut. Baru pisang menyentuh tenggorokannya Shevi sudah langsung mau muntah dengan mata merah dan berair.
" Gak kuat gue " Shevi mengangkat tangannya menyerah untuk game yang satu itu.
" Yahhh gimana si vii.. lo harus bisa lah biar lo bisa muasin Alvin " Lidia mendekatkan kembali pisang tersebut kedepan mulut Shevi.
" Belum terbiasa aja vii.. Tar juga lama - lama gak muntah hahaha " Nurin tertawa melihat sahabatnya tersiska sama pisang.
__ADS_1
" Wahhh Nurin pengalaman nihhh.. gue malah geli liatnya " Indah begidik ngeri ngebayangin yang aslinya dan membuat yang lain tertawa.
Setelah tiga kali percobaan dan gagal akhirnya Shevi menyerah dia menggigit dan memakan pisangnya membuat Alvin diseberang sana ngilu melihatnya.
Shevi menerima hukuman dengan dicoret wajahnya oleh semua sahabatnya. Beraneka ragam gambar dari lipstik ada diwajah Shevi.
" Last game.. Lo harus bisa pecahin balon ini dengan cara mendudukinya " Game terahir diberika oleh Lidia.
Lidia meletakkan sebuah balon diatas kasur dan menyuruh Shevi menaikinya. Sedangkan mereka semua turun menghindar.
Shevi menutup kedua telinganya dan meloncat dan menekan balon beberapa kali tapi tidak pecah juga. Dan akhirnya dipindah balonya kelantai dan kembali dia meloncat dengan posisi duduk sampai akhirnya balon meletus.
Alvin diseberang senyum melihat semuanya. Membuat pikirannya menjadi liar.
" Wahh jadi gak sabar gue " Teriak Alvin dari seberang.
Deg. Shevi langsung menengok ke kiri dan kanan saat mendengar suara Alvin.
" Kalian denger suara Alvin gak si gaes " Mereka yang ditanya malah terkekeh.
Lidia mengambil ponselnya yang sedari tadi terhubung dengan Alvin.
" Aaahhhhh kaliaannn gilaaaa yaaaa !!! " Shevi langsung memukuli sahabatnya satu persatu dengan bantal.
Sungguh Shevi malu Alvin melihat semua yang dia lakukan. Terutama tantangan dari sahabatnya yang sungguh memalukan untuk dilihat orang lain.
" Hahahaha biar Alvin gak penasaran vii.. Lagian kita mau tau gimana ekspresi Alvin saat liat.. Ehh ternyata dia mupeng banget lhoo " Nay terpingkal - pingkal saat mengingat ekspresi Alvin saat tadi Shevi menerima tantangan. Sedari tadi Nay sudah menahan tawanya dan akhirnya sekarang dia bisa bebas tertawa.
" Gue maluuuu " Shevi menutup mukanya dengan bantal.
Malam itu mereka habiskan dengan mengenang masa - masa mereka saat sekolah dulu. Dan bercerita keluh kesah mereka sekarang ini.
" Gue sayang kalian " Shevi memeluk sahabatnya.
" Kita juga sayang banget sama lo "
Malam itu benar - benar jadi malam milik mereka sampai akhirnya mereka tidur sambil berpelukan.
*
*
*
Happy Reading 💕
__ADS_1