DEMI DIA

DEMI DIA
Penyesalan Alvin


__ADS_3

Malamnya saat Gio pulang apartemennya sepi. Dia melangkahkan kakinya ke kamar Alvin berniat membujuk Alvin pulang karena sepertinya Shevi tidak berhasil makanya meminta dia untuk membujuk Alvin.


Betapa terkejutnya Gio saat melihat baju Alvin tercecer dilantai sedangkan si empunya sedang tidur dengan lelapnya.


" Bangun lo vin !! " Gio mengguncang keras tubuh Alvin. Dia sudah tidak sabar untuk mengintrogasi Alvin.


" Apa sihh gue masih ngantuk " Alvin mengerang dan merapatkan selimutnya.


" Heh bege lo apain Shevi ?? " Alvin yang mendengar nama Shevi disebut langsung mendudukan tubuhnya dan rasa kantuknya hilang seketika.


" Hah Shevi ?? "


" Iya ! Lo apain anak gadis orang ?? "


Alvin makin bingung dengan pertanyaan Gio. Gio yang melihat kebingungan diwajah sahabatnya mengangkat alis dan menunjuk tubuh polos Alvin.


" Kok gue bisa telanjang begini ?? " Alvin kaget saat dia mengikuti telunjuk Gio pada tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun.


Dan Gio menyingkap selimut menunjuk bercak darah yang ada di seprai sebelah Alvin.


" Gue gak nyangka lo sebrengsek itu vin. Dua tahun kita gak ketemu ternyata begini lo sekarang ?? ckckck " Gio berdecak sambil menggelengkan kepalanya dengan tangan yang terlipat didepan dada.


" Maksud lo apa ?? Darah siapa ini?? " Alvin makin nggak ngerti.


" Darah Shevi begee !! " Satu tampolan melayang ke kepala Alvin.


" Darah Shevi ?? Kapan dia kesini ?? dia lagi haid ?? " Gio melongo cengo mendengar hal bodoh yang diucapkan Alvin.


" Heh bege lo udah merawanin anak orang !! " Sekarang tinggal Alvin yang melongo tak percaya.


" APA ?? Mee-merawanin ?? Ma-maksud lo gu-gue me-me-merawanin Shevi ?? "


" Tadi Shevi kesini nyariin lo buat ngajakin lo pulang karena mami lo khawatir lo gak ada kabar "

__ADS_1


Alvin mencoba mengingat apa yang terjadi. Sekilas bayangan itu muncur seperti film di kepala Alvin.


" AAAKKKHHH BRENGSEK !!! " Seru Alvin dengan nada tinggi saat dia mengingat apa yang terjadi.


" Gue rasa tuh cewek gak bakalan mau kenal lo lagi " Gio menggeleng dramatis melihat temannya kalang kabut. Gio sebenarnya kecewa Alvin berbuat hal bejat seperti itu. Karena Gio dan Alvin bisa dibilang jauh dari hal pergaulan bebas. Tapi dilain sisi Gio mengerti keadaan Alvin. Betapa stresnya dia dan lagi dia sedang dibawah pengaruh alkohol.


" AKKHHH SIAL SIAL SIAL !!! " Alvin masih berteriak mengumpat segala kebodohan dan kebrengsekkannya sambil memungut dan memakai bajunya kembali.


" Mau kemana lo ?? " Tanya Gio saat Alvin sudah sampai ambang pintu.


" Gue mau nemuin Shevi " Alvin langsung pergi setelah mengatakannya.


***


Dirumah Nurin, Shevi sudah tertidur pulas. Tadi siang Shevi datang dalam keadaan yang kacau bahkan sampai pingsan saat sampai di kamar Nurin.


Setelah Shevi sadar barulah dia menceritakan semuanya.


" Brengsek tuh orang !! Gue tau Kak Alvin gak cinta sama Shera !! Gue tau dia terpaksa !! tapi bukan berarti dia bisa perlakuin lo kaya gini !! Kalo emang dia gak mau seharusnya dia nolak bukan malah ngambil mahkota lo begitu !! " Begitu makian Nurin saat Shevi selesai bercerita.


Saat akan menutup jendela dia melihat Alvin duduk diatas motornya didepan rumah Nurin. Nurin yang memang sudah geram sedari tadi langsung turun dan keluar menemui Alvin.


Tadi Alvin langsung kerumah Shevi dan kata Bunda Karina, Shevi sedang menginap di rumah Nurin untuk beberapa hari kedepan. Dan disinilah dia sekarang, ragu antara mau memencet bell atau tidak mengingat ini sudah terlalu malam untuk bertamu. Sampai kemudian pintu gerbang didepannya terbuka dan munculah Nurin dari baliknya.


PLAKK


" Brengsek lo kak !! dasar ******** !! " Sebuah tamparan keras sebagai sapaan untuk Alvin


" Gue tau gue salah. Ijinin gue buat ketemu Shevi. Gue mau minta maaf. Gue gak sadar riin. Gue dibawah pengaruh alkohol !!" Seru Alvin menjelaskan.


" Lo pikir alasan lo bisa ngembaliin mahkota Shevi !! Lo pikir lo bisa balikin Shevi yang udah hancur !! " Teriakan Nurin tertahan karena tidak ingin ada yang mendengar. Walau bagaimanapun itu aib buat sahabatnya.


" Gue tau riiinn !! Gue bakal tanggung jawab !! "

__ADS_1


" Lo tambah gila gue rasa kak !! Lo pikir Shevi mau terima pertanggung jawaban dari lo !! Lo pikir dia mau nikah sama lo dan nyakitin hati Shera ??!! Mikir kak.. Yang lo tunangin Shera tapi lo merawanin Shevi. Otak lo dimana ??!! " Nurin sangat geram dengan pemuda bodoh dihadapannya itu.


Shevi yang terbangun karena ingin buang air kecil tak sengaja melihat Nurin lewat jendela dan sedang ribut dengan Alvin didepan.


Sebenarnya Shevi malas bertemu Alvin. Tapi dia juga tidak ingin Nurin bertengakar dengan Alvin. Dan Shevi lebih tidak ingin lagi Alvin mengatakan yang terjadi kepada orang tua mereka.


***


" Riinnn " Shevi menepuk pelan bahu sahabatnya.


" Ehhh lo udah bangun viii.. Tidur lagi gih.. Yuk gue anterin " Nurin sudah menggandeng tangan Shevi untuk masuk tapi Shevi menggeleng.


" Gue mau ngomong sama Kak Alvin sebentar. Lo masuk aja dulu, tar gue nyusul " Shevi tersenyum memberitahu lewat sorot mata kalau dia tidak apa - apa. Dengan berat hati Nurin meninggalkan mereka berdua dan masuk kedalam rumahnya.


Alvin melihat Shevi dengan tatapan sendu dan penuh penyesalan. Mata sembab Shevi yang hampir menenggelamkan bola matanya karena banyak menangis. Wajah pucatnya. Sungguh Alvin menyesal telah menyakiti gadisnya.


" Gue minta maaf dek. Gue gak sadar. Gue dalam pe- " Kata - kata Alvin terpotong dengan ucapan Shevi.


" Gue tau kok. Dan anggep aja itu gak pernah terjadi. Anggep aja itu konsekuensi karena gue udah paksa lo buat tunangan sama kakak gue " Tak ada senyuman yang selalu menghiasi wajah Shevi saat berbicara dengan Alvin dulu. Tak ada binar mata bahagia lagi dimata indah itu.


" Gak Shev. Lo gak berhak dapetin itu. Gue emang brengsek !! Gue minta maaf " Alvin berlutut memohon kepada Shevi.


" Apaan sii gak usah kaya gitu. malu - maluin tau gak !! " Shevi menarik Alvin agar berdiri kembali.


" Gue akan maafin lo asal kejadian ini gak sampai ditelinga keluarga kita. Dan anggep ini gak pernah terjadi. Kalo sampe keluarga kita tau, Gue gak akan mau kenal lo lagi !! " Tak ada lagi air mata yang keluar untuk Alvin. Walaupun sakit tapi Shevi menahannya agar dia tidak kelihatan menyedihkan didepan Alvin.


Setelah mengucapkannya Shevi berbalik badan dan berlari memasuki rumah dan kamar Nurin dan memeluk sahabatnya yang sudah menunggu dibalik pintu. Shevi menangis lagi menumpahkan segala kesedihannya.


Benarkah yang dia pilih?. Inikah pilihan yang terbaik?. Shevi takut jika keluarganya atau keluarga Alvin tau, mereka akan menikahkannya dengan Alvin dan menyakiti Shera. Apalagi mereka belum ada seminggu bertunangan. Tapi jika bukan Alvin yang menikahinya masih adakah yang mau menikah dengannya ?? Dengan gadis yang sudah kehilangan kesuciannya.


*


*

__ADS_1


*


Happy Reading 💕


__ADS_2