DEMI DIA

DEMI DIA
Persiapan Terakhir


__ADS_3

Seminggu tinggal di rumah Bunda Karina akhirnya Shevi memutuskan membeli apartemen dekat dengan sekolah miliknya. Seminggu sudah Shevi menempatinya, karena kesibukannya yang semakin banyak mengingat sebentar lagi akan peresmian pembukaan sekolah jadi lebih mudah bagi Shevi untuk tinggal disana sekarang.


Shevi juga tidak lupa untuk memberi tahu Alvin tentang tempat tinggal barunya. Karena walau bagaimana pun Alvin masih tetap suaminya.


Tapi sampai hari ini Shevi masih terus menghindari bertemu dengan Alvin. Telfonpun tidak pernah Shevi angkat kecuali sebelumnya Alvin mengirim pesan anaknya yang meminta videocall barulah Shevi mengangkatnya.


Hari ini Shevi disibukan dengan pengecekan semua kelas serta peralatan yang akan mereka gunakan untuk mengajar.


" Kak Nathan kalau menurut aku sebaiknya disetiap sudut ruang kelas kita kasih APAR untuk berjaga - jaga. " APAR ( alat pemadam api ringan )


" Dan kasih bunga segar di setiap kelas.. Ganti bunganya setiap pagi.. Nindi tolong dicatat untuk di beli "


" Baik kak " Nindi asisten Shevi mencatat semua kekurangan yang harus dibeli.


" Jangan panggil kak dong vii.. Aku kan disini bawahan kamu.. Jadi kita harus profesional.. Panggil namaku aja.. Dan aku akan panggil kamu ibu " Protes Nathan karena merasa tidak pantas dan nyaman kalau sampai ada karyawan lain yang mendengar.


" Apaan sih kak.. Ini semua bisa berdiri tuh karena banyak bantuan dari kak Nathan dan juga Nindi.. Aku juga lebih nyaman seperti ini "


" Ya terserah kamu aja deh.. Tapi kalau didepan murid dan wali murid aku harap yang lebih formal vii.. Walau bagaimana pun juga itu sebagai bentuk profesionalitas kita.. Nanti yang ada mereka meremehkan kita dan menganggap kita terlalu santai " Nindi setuju dengan pendapat Nathan.


" Oke aku setuju juga kalo itu kak "


" Berarti aku juga panggil kak Shevi ibu dan kak Nathan pak kan kak ?? " Tanya Nindi sumringah yang mendapat anggukan dari Shevi juga Nathan.


***


" Lalu bagimana untuk sosial media dan blog kita Nin ?? " Shevi sudah memyuruh Nindi membuat akun sosial media untuk mempromosikan sekolah ini. Perkembangan dan banyaknya pengguna Sosial media memudahkan mereka untuk mempromosikan bisnis mereka.


" Sudah saya buat bu.. Dan sudah banyak juga followers nya.. Malah sudah banyak yang menanyakam kapan opening dan kapan bisa mulai mendaftar " Shevi tersenyum dan mengangguk.


" Lalu untuk promo lainnya ?? " Kini mereka sudah ada diruang rapat bersama pengurus yang lain.


" Untuk promo lainnya seperti papan iklan dan selebaran sudah dari sebulan yang lalu kita pasang bu " Ucap bagian marketing.


" Kita juga sudah mendatangi beberapa sekolah Negeri maupun swasta untuk promosi.. Dan mengundang sebagian dari mereka untuk hadir saat grand opening "


" Untuk Chanel Youtube juga kita sudah banyak Subscribe nya bu.. Apa lagi saat konten yang berisi penampilan Ibu di aula.. Banyak yang Like " Tambah tim marketing lainnya bangga dengan usahanya.


" Waduhh jadi malu saya.. Menggunakan wajah sendiri untuk promosi usaha sendiri " Semua ikut tertawa bersama Shevi.

__ADS_1


Dan masih banyak lagi yang mereka bahas dalam rapat terakhir sebelum Grand Opening yang akan mereka laksanakan. Seperti perlengkapan dan kelengkapan saat acara nanti agar tidak memalukan karena akan disiarkan secara Live di semua sosial media serta Youtube milik mereka.


" Oke.. Saya rasa cukup sampai disini rapat kita hari ini.. Terima kasih untuk semua kerja keras kalian.. Dan mari kita sukseskan sekolah ini bersama - sama " Semua bersorak dan bertepuk tangan.


***


Shevi membuka ruang kerja miliknya dan dikagetkan dengan sosok Om Julian yang sudah duduk di kursi di balik meja kerjanya.


" Om Julian.. !! Kok gak bilang - bilang mau kesini om ?? " Shevi berjalan mendekat dan mencium tangan Om yang sudah seperti ayahnya sendiri itu.


" Emang Om gak boleh kesini ?? " Tanya Om Julian pura - pura tersinggung.


" Ya boleh lah Om.. "


" Om gak nyangka kamu bisa mimpin juga " Om Julian mendengar semua saat rapat tadi.


" Maksud Om ?? Om tadi denger pas aku rapat ?? " Shevi malu kalau sampai Om nya beneran mendengar rapat mereka. Karena Shevi masih kurang percaya diri di depan Om nya yang sudah lama memimpin perusahaan besar.


" Tentu saja.. Kamu hebat vii.. Bakat pemimpin ayahmu sepertinya menurun sama kamu " Om Julian bangga pada keponakannya satu ini.


" Shevi belum sehebat itu Om.. Shevi yakin ayah jauh lebih hebat dibanding Shevi.. Tapi Shevi juga harap Shevi bisa sehebat ayah "


" Makasih Om " Shevi terharu dengan segala kasih sayang yang Om Julian berikan padanya.


" Mana Tiara ?? Om kangen banget sama dia.. Om juga bawa mainan buat dia " Om Julian menunjuk paperbag di atas meja sofa.


" Harusnya Om gak usah repot - repot gitu.. Tapi makasih ya Om "


" Kamu gak bawa Tiara kesini ?? " Sebenarnya Om Julian tahu kalau Shevi dan Alvin ada masalah. Om Julian selalu mengirim orang - orang kepercayaannya untuk menjaga dan mengawasi keluarga abangnya ini.


" Gak lah Om.. Dia kan harus sekolah dan aku sibuk disini. Jadi kasian kalau dia harus ikut aku ke sini "


" Kamu gak ada yang mau diceritain ke Om vii ?? " Om Julian tahu keponakannya yang satu ini tidak mudah untuk cerita apa lagi ini masalah rumah tangganya. Meskipun Shevi selalu cerita dan meminta tolong padanya dalam berbagai urusan. Tapi untuk masalah satu ini dia yakin Shevi tidak akan cerita jika dirinya tidak bertanya.


" Cerita apa Om ?? Masalah sekolah ?? " Tanya Shevi bingung.


" Oh iya Om udah terima undangan buat acara Garand Opening minggu depan kan ?? " Shevi ingat saat menyuruh Nindi untuk mengantar undangan langsung ke perusahaan Om nya.


" Udah.. Om Juga udah banyak tawarin ke kolega Om siapa tau mereka mau menyekolahkan anaknya musik.. "

__ADS_1


" Makasih Om.. Ajak tante dan adik - adik juga " Shevi tersenyum bahagia.


" Pasti lah.. Tantemu sudah tidak sabar saat Om kasih tau kalau kamu udah mau opening "


" Shevi kangen banget sama tante dan adik - adik.. Besok kalau udah selesai acara Shevi akan main ke rumah Om ajak Tiara "


" Oke Om tunggu.. Pasti Tantemu seneng banget dengernya "


" Oh iya sampai lupa gak dibikinin minum.. Om mau minum apa ? " Tanya Shevi saat sudah tergabung dengan Nindi di seberang telefon kantornya.


" Kopi aja.. Gula sedikit "


" Oke.. Nin tolong bikinin kopi gulanya dikit aja.. Terus buat aku tolong bikinin coklat hangat aja "


Shevi banyak menanyakan bagaimana seharusnya dia dalam mengurus sekolahan ini agar berkembang kepada Om Julian setelah minuman mereka datang.


" Kamu gak mau cerita ke om masalah perselingkuhan Alvin dan kamu yang keguguran vii ?? " Shevi terkejut dengan pertanyaan Omnya.


" Da-dari ma-mana om tau ?? "


" Gak penting dari mana om tahu.. Berarti semua benar kan ?? "


" I-iya om " Shevi menunduk sedih.


" Apa perlu Om menghajarnya atau mengajukan gugatan cerai untuk kalian ?? " Shevi langsung mengangkat kepalanya terkejut.


" Ja-jangan Om aku mohon.. Biar Shevi selesaikan masalah rumah tangga Shevi sendiri " Om Julian menghela nafas dan berdiri dari duduknya.


" Baiklah om tidak akan ikut campur.. Tapi kapan pun kamu butuh bantuan, Om selalu ada "


" Makasih Om " Shevi berdiri dan memeluk Omnya sebentar sebelum Om Julian beranjak pergi meninggalkan ruangannya.


Shevi terduduk sedih di kursinya. Dan lagi air mata itu mengalir deras mengingat kejadian di kantor suaminya.


*


*


*

__ADS_1


Kasih semangat buat Shevi dong kawan demgan Like Komen dan Vote. Makasih 💕


__ADS_2