DEMI DIA

DEMI DIA
Malam Penuh Cinta


__ADS_3

" Dan sekarang aku pengen nebus semua kesalahan aku sama kamu.. Aku ingin menemanimu, berdiri disampingmu dan menjadi sandaran saat kamu butuhkan. Aku gak akan biarin kamu buat jauh dariku lagi. Aku udah coba buka hati sama Shera tapi nyatanya hatiku tak pernah goyah sedikitpun. Cintaku utuh hanya untukmu nggak akan ada yang bisa menggantikanmu dihatiku. Jadi maukah kamu menikah denganku ?? Menemaniku sampai maut memisahkan kita nanti ??? "


Shevi bingung harus menjawab apa. Ada rasa haru dan bahagia yang membuncah didadanya. Semua orang menunggu jawaban dari Shevi. Terutama Alvin yang jantungnya sudah berdegub kencang.


Sebenarnya cepat atau lambat mereka akan tetap menikah dan Alvin tau Shevi tidak mungkin menolaknya. Tapi tetap saja dia harap - harap cemas akan jawaban Shevi. Karena terakhir kali Om Julian menyuruh mereka untuk menikah Shevi ingin menyelesaikan pekerjaannya dulu. Dan lagi Alvin tidak ingin Shevi menikah dengannya lantaran paksaan dari Om Julian dan yang lainnya. Dia ingin Shevi menerima lamarannya karena Shevi juga mencintainya. Karena Shevi juga ingin hidup bersamanya membina keluarga bahagia bersama anak - anak mereka nantinya.


Sikap Shevi selama enam bulan ini sudah lebih menerima Alvin dengan baik. Tapi tak pernah terucap kata sayang atau bahkan cinta yang keluar dari mulut wanita itu. Berapa banyak Alvin ngungkapin rasa sayang dan cinta, tapi tak pernah satupun yang dijawab oleh Shevi.


Shevi menarik nafasnya sebelum menjawab. " Aku mau vin.. Dan kamu tau itu pasti. Tapi gak sekarang " Sebenarnya Shevi juga tidak tega melihat mata Alvin yang begitu berharap, Tapi mau bagaimana lagi kerjaannya masih banyak.


" Shev kerjaan kamu gak nuntut untuk kamu ga nikah dulu kan ?? " Alvin berdiri dan menggenggam tangan Shevi.


" Memang enggak, Tapi apa kamu mau setelah menikah kita LDR'an. Toh kerjaanku cuma tinggal beberapa bulan lagi. Jadi aku rasa gak ada bedanya kita nikah sekarang atau nanti vin.. " Shevi mengusap lembut pipi Alvin yang terlihat murung.


" Aku gak papa LDR'an asal kamu siap nikah sama aku sekarang !! " Seru Alvin mantap. Dia tidak ingin lagi menunda niat baiknya.


" Kalau.. Kalau kamu siap untuk LDR.. ya sudah aku mau " Shevi menjawabnya dengan gugup lalu tersenyum saat Alvin bersorak bahagia.


" Tapi tunggu !! Kamu gak nerima lamaran aku karena terpaksa kan Shev ?? " Alvin teringat poin pentingnya.


" Ya gak lah !! " Seru Shevi sambil memutar kedua bola matanya kesal. Alvin kira nikah itu buat mainan apa karena terpaksa terus mau nikah. Dia Tidak akan menerima lamaran Alvin kalau memang dia tidak menginginkannya juga.


" Kalu begitu apa kamu mencintaiku ??" Tanya Alvin untuk memastikan.


" Iya aku mencintaimu " Jawab Shevi yakin. Karena sekarang hati dan cintanya milik Alvin. Tak ada keraguan untuk itu.


" Indah tolong tutup mata Tiara !! " Setelah Indah melaksanakan perintah Alvin yang dia sendiri tidak tahu maksudnya apa, Alvin langsung memeluk Shevi.


" Aku juga sangat mencintaimu. I Love you so much !! " Alvin menarik tengkuk Shevi dan mencium bibir warna ceri itu dengan lembut. Bibir yang sudah lama ingin dia nikmati rasa manisnya.


Awalnya Shevi kaget dengan ciuman yang tiba - tiba itu. Tapi lama kelamaan dia mulai menikmati meskipun dia belum bisa membalas ciuman Alvin. Karena ini ciuman pertamanya yang dengan perasaan. Ciuman Alvin lima tahun lalu tidak dapat dia sebut sebagai ciuman karen itu pemaksaan dari Alvin.


Rasa bahagia bukan hanya dirasakan oleh dua manusia yang tengah larut akan ciuman itu. Tapi kebahagiaan juga dirasakan oleh sahabat yang selalu menemaninya. Mereka sampai meneteskan air mata melihat kebahagiaan Shevi. Sudah cukup kesedihan Shevi menjalani kehidupannya sendiri. Sudah cukup untuk Shevi mengalah. Mereka bahagia akhirnya Shevi bisa bersatu dengan orang yang dia cintai.

__ADS_1


***


Semua duduk dengan pasangan mereka masing - masing. Di dalam aula itu terdapat lima meja bundar dengan dua kursi yang dihias dengan cantik. Makanan mewah terhidang diatas meja masing - masing sesuai pesanan Alvin. Hanya Indah yang belum memiliki pasangan.


" Ayo Tiara sama aunty aja.. Biarin mommy dan daddy'mu berkencan dulu.. Mereka jahat tak perduli dengan jiwa jomblo aunty " Indah memasang muka sedih dihadapan Tiara membuat yang lain tertawa.


" Makanya ndah.. buruan cari pacar biar gak jombol terus. Atau mau gue cariin ?? " Tawar Leon kekasih Nurin.


" Ogah !! Temen - temen lo kan playboy semua. Indah terlalu berharga untuk mereka semua. Gue lagi nunggu pangeran berkuda putih jemut gue " Indah menuntun Tiara kemejanya.


" Pangeran berkuda mana yang mau sama lo ndah ?? " Lidia ikut berkomentar.


" Udah - udah berisik kalian semua !!. Mentang - mentang udah punya pasangan !!. Nikmatin aja tuh makan malem romantis kalian. Gak usah gangguin jiwa jomblo gue !! " Sebenarnya Indah sudah dijodohkan oleh papanya dengan anak rekan bisnisnya. Tapi Indah belum siap cerita kepada sahabanya. Karena Indah belum mencintai calon suaminya. Bagaimana bisa mencintai jika pria itu saja sangat dingin kepada Indah. Pria dengan hati sekeras freezer kulkas satu pintu yang udah lama tidak dimatikan dan biang esnya penuh sampai sulit untuk dibuka. Begitulah kira - kia hati pria yang dijodohkan dengannya. Terlalu sulit untuk dia masuki.


Yang lain langsung fokus dengan pasangan masing - masing. Tak ingin terlalu membuat Indah kesal. Mereka hanya ingin menggoda indah, bukan ingin menyakiti hatinya.


Alvin selalu mencuri - curi ciuman dari Shevi. Hal yang sudah sedari dulu ingin dia lakukan tapi terlalu takut akan penolakan dari wanitanya itu. Alvin menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Shevi.


Setelah makan malam mereka hampir habis, dipojok ruangan tempat piano berada Indah dan Tiara sudah siap didepan piano. Jari kecil Tiara menari diatas tuts piano membawakan lagu The Way You Look at Me milik Christian Bautista.


No one ever saw me like you do


All the things that I could add up to


I never knew just what a smile was worth


But your eyes say everything without a single word


'Cause there's somethin' in the way you look at me


It's as if my heart knows you're the missing piece


You made me believe that there's nothing in this world I can't be

__ADS_1


I never know what you see


But there's somethin' in the way you look at me


" Liat hebatkan anakku ?? " Shevi menoleh Alvin meminta pendapat.


" Anak kita sayang " Alvin memeluk Shevi dari samping menikmati lagu yang anak dan sahabat mereka bawakan.


If I could freeze some moment in my mind


Be the second that you touch your lips to mine


I'd like to stop the clock, make time stand still


'Cause, baby, this is just the way I always want to feel


I don't know how or why I feel different in your eyes


All I know is it happens every time


Yang lain juga larut dengan suasana romantis yang tercipta. Nay dan Randy saling menggenggam tangan dengan pandangan penuh cinta satu sama lain.


Nurin menyandarkan kepalanya dipundah Leon yang sesekali Leon mendaratkan ciuman dipuncak kepala Nurin.


Lidia yang larut dalam ciuman mesranya dengan Ricky Barata.


Malam itu semuanya bahagia dengan pasangan masing - masing termasuk Indah. Meskipun dia belum memiliki tambatan hatinya seperti para sahabatnya tapi dia merasa bahagia melihat semua sahabatnya bahagia.


*


*


*

__ADS_1


Happy Reading 💕


Selalu belajar untuk memperbaiki. Karena ini benar - benar karya pertamaku. Tolong kasih aku semangat dengan Like dan komen. Sukur - sukur dikasih vote 😍😍


__ADS_2