
Anak kecil itu berjalan dengan riang menuju ruang dimana mommy'nya dirawat. Beberapa hari tidak bertemu membuat Tiara sangat merindukan Shevi.
Tiara tidak tahu jika kedua orang tuanya sedang bertengkar. Yang dia tahu mommy'nya sedang sibuk karena membuka sekolah musik baru yang mengharuskannya menginap di dekat sekolah.
Dan kabar mengenai kehilangan adik bayi juga membuat Tiara sedih. Tapi dia akan menghibur mommy'nya jadi Tiara tidak akan bersedih nanti.
" Mommy " Teriak Tiara saat membuka pintu ruang rawat mommy'nya.
Suara Tiara membuat Shevi segera menghapus air matanya dan berusaha tersenyum ke arah putrinya.
" Mommy, kenapa mata mommy jadi besar dan hitam ?? " Tanya Tiara polos.
Shevi tersenyum dan mengangkat anaknya untuk duduk di sebelahnya dan memeluknya erat.
" Mommy hanya lelah sayang " Mata Shevi memang sembab dan ada lingkaran hitam di sekitar matanya. Shevi lebih banyak menangis dari pada tidur.
" Mommy capek ya kerja ?? Mommy gak usah kerja aja.. Nanti kalau Ara sudah besar biar Ara yang cari uang buat mommy " Ara mengangkat kepala dalam pelukan mommy'nya untuk melihat wajah sang mommy.
" Iya. Nanti kalau Ara sudah besar Arah boleh bekerja.. Sekarang Ara belajar yang rajin biar pinter " Shevi membelai dan mencium wajah putrinya.
" Ara pinter dong mom.. Lihat, Ara tadi belajar memggambar dan dapat nilai bagus " Anak itu sibuk membuka ransel dan mengeluarkan buku bergambarnya.
Tiara menggambar daddy dan mommy yang sedang menggandeng tangannya. Dan mereka tersenyum bahagia dalam gambar yang Tiara buat. Shevi tersenyum melihat gambar anaknya. Meskipun belum terlalu bagus karena gambar anak TK. Tapi bagi Shevi itu gambar terindah.
" Kata daddy.. mommy sedih karena kehilangan adik bayi ya ?? " Tiara mengahapus air mata yang mengalir di kedua pipi mommy'nya. Shevi hanya diam saja dengan air mata yang terus mengalir.
" Apa sesakit itu mom.. Kehilangan adik bayi ?? " Lagi - lagi Shevi hanya bisa diam saja.
" Kata daddy.. Tuhan lebih sayang sama adik bayi, makanya Tuhan ambil adik bayi dari kita. Ara juga sedih tadi. Tapi apa mommy juga lebih sayang adik bayi dibandingkan dengan Ara ?? "
" Kenapa mommy diam saja tidak mau bicara dengan Ara ?? apa mommy gak peduli lagi sama Ara gara - gara adik bayinya pergi ?? " Anak itu bertanya dengan mata yang berkaca - kaca.
Shevi langsung mendekap erat putrinya. Dia tidak ingin anaknya bersedih. Dan bukan itu maksud Shevi.
" Bukan sayang.. Ara maupun adik bayi sama - sama mendapat kasih sayang yang sama dari mommy.. Mommy hanya sedang kehilangan saja sayang " Shevi mengecup berkali - kali puncak kepala anaknya.
__ADS_1
Bunda Karina dan Alvin yang menyaksikan itu ikut berkaca - kaca.
" Tapi kenapa mommy mengabaikan Ara ?? "
" Maaf sayang " Shevi sadar bahwa dia melupakan putri yang sudah lima tahun ini menemaninya. Dia tidak boleh egois hidup dalam keterpurukan sedangkan masih ada anak lain yang dia miliki dan butuh kasih sayang dan perhatiannya.
***
Seminggu dirawat dirumah sakit kondisi Shevi berangsur membaik. Semenjak kehadiran Tiara, Shevi kembali semangat menjalani hidupnya. Hanya saja Shevi masih belum mau berbicara dengan Alvin walaupun membiarkan suaminya itu untuk menjenguk dan menungguinya.
Besok Shevi sudah di ijinkan pulang, tapi masih harus beristirahat total selama seminggu kedepan.
" Besok Shevi pulang ke rumah bunda dulu ya bun " Di ruangan itu ada Bunda Karina, Alvin dan kedua orang tuanya.
Bunda Karina menatap Alvin dan besannya tidak enak hati kemudian mendekati anaknya yang sedang duduk bersandar di atas brangkar.
" Sayang.. Kan kamu sudah menikah masa pulang kerumah bunda ?? "
" Shevi mau dirawat bunda dirumah " Shevi tetap dengan pendiriannya.
" Shevi mau tinggal di rumah bunda sendiri bun " Shevi merengek kepada bundanya. Membuat Alvin mendekat.
" Tapi sayang.. Tiara pasti nyariin kamu.. Dan aku gimana " Shevi tidak sedikitpun melihat dan menghiraukan Alvin.
" Bunnnn Shevi mohon.. Biar Tiara tetap tinggal di rumah mami.. Kalau Tiara aku bawa nanti dia tau kalo aku sama daddy'nya lagi gak akur.. Shevi gak mau masalah kami membuat Tiara sedih.. Karena aku tau betapa bahagianya dia punya seorang ayah yang selama ini dinantikannya " Bunda Karina hanya bisa menghela nafas. Bunda tahu Shevi masih sakit hati atas perselingkuhan Alvin.
" Ya sudah besok kita pulang ke rumah " Bunda membelai rambut anaknya.
" Tapi bunn... " Papi Dion langsung memotong perkataan Alvin.
" Biarkan Shevi menenangkan dirinya Alvin !! "
" Tapi piihh.. Aku gak bisa jauh dari istri aku.. Dua hari aja udah bikin aku gila pih "
" Itu salah kamu sendiri.. Ayo mih kita pulang " Papi Dion berdiri dan mengajak istrinya pulang karena hari sudah malam.
__ADS_1
" Sayang.. Kita pulang dulu ya.. ?? Besok mami kesini lagi pas kamu mau pulang " Mami Lyra memeluk dan mencium kening menantunya.
Bunda Karina mengantar besan sekaligus sahabatnya sampai ke luar. Tinggal lah Alvin bersama Shevi di ruangan itu.
" Yankk.. Aku mohon maafin aku.. aku harus gimana yank biar kamu maafin aku ?? " Alvin duduk di sebelah Shevi yang sudah membaringkan dan menutupi tubuh yang membelakangi Alvin dengan selimut sampai ke kepala.
" Aku tau aku salah.. Tapi aku yakin kalo aku gak ngapa - ngapain yank "
" Gue juga gak tau lo ngapain.. Tapi yang gue liat udah cukup buat gue sakit hati.. Tanpa harus gue tau malam itu lo ngapain aja " Shevi berkata lirih dari balik selimutnya.
" Terus aku harus gimana yank ?? " Tanya Alvin frustasi.
" Kasih gue waktu buat nenangin diri.. Nanti gue akan putusin apakah kita masih bisa bersama atau lebih baik kita berpisah aja " Kata pisah menybar telinga dan hati Alvin.
" Gak yank.. Apa pun keputusan kamu nanti.. Aku gak akan mau buat bercerai !! " Seru Alvin.
" Gue akan putusin itu nanti saat hati dan pikiran gue udah tenang.. Karena gue juga gak mau ngambil langkah yang salah yang nantinya akan gue sesali " Suara Shevi sudah mulai bergetar menahan isakannya.
" Tapi aku gak mau yank.. Coba kamu pikirin Tiara.. Akan sehancur apa dia nanti ??!! "
" Terus lo gak mikirin perasaan gue ?? Gue liat lo aja masih jijik.. Masih kebayang lo yang tanpa baji meluk wanita lain.. " Shevi menarik nafas menghilangkan sedikit rasa sesak di hatinya
" Belum lagi ngebayangin lo yang bercumbu sama dia.. Gue jijik viin.. Gue gak mau lo deket - deket sama gue lagi.. " Seru Shevi di tengah tangisannya.
" Gue masih bertahan karena gue masih mikirin Tiara.. Masih mikirin kalo ini bukan sekedar pacaran yang bisa putus nyambung.. "
" Ini pernikahan.. Janji suci kita di hadapan Tuhan.. Gue gak mau mempermainkan pernikahan kita.. Kalo memang gue masih bisa bertahan, gue akan bertahan.. Tapi kalau gue udah gak kuat, gue akan ajuin cerai "
*
*
*
Semangat untuk hari ini Reader 💕
__ADS_1