DEMI DIA

DEMI DIA
Tanggung Jawab


__ADS_3

Semua ikut menunggu Shevi di depan ruang IGD. Menunggu dengan cemas Shevi yang sedang diperiksa didalam sana.


Sedari tadi semua orang menyalahkan dan memarahi Shevi kecuali Papi Dion. Entah apa yang dipikirkan pria paruh baya itu bisa sampai setenang itu. Padahal dia tidak pernah memaafkan anaknya jika berbuat salah.


" Papi !! Kenapa papi diam saja dari tadi ??!! Anak papi tuh udah bikin mami malu tau gak ??!! Harusnya papi marahin dia !! Bilangin tuh anak kesayangan papi !! " Papi Dion yang sedang duduk sembari melipat kedua tangannya melihat Alvin yang sudah babak belur dihajar oleh Julian.


" Dia udah dapet pelajarannya dari Julian.. Papi masih ingin anak papi hidup mih " Papi Dion menjawab dengan santai tanpa emosi membuat mami Lyra geram.


Pintu ruang pemeriksaan dibuka membuat Alvin langsung berdiri dan mendekati suster yang baru saja keluar.


" Bagaimana kondisi istri saya sus ?? "


" Istri bapak baik - baik saja.. Istri bapak hanya terlalu stres yang membuat asam lambungnya naik dan kemudian pingsan.. Jadi tolong jangan membuat pasien tertekan atau memberinya kabar yang membuatnya stres dan kepikiran.. Apalagi pasien masih dalam konsini emosi yang tidak stabil pasca keguguran " Alvin menunduk lesu menyalahkan dirinya akan semua yang diderita Shevi.


" Saya boleh masuk kan sus ?? "


" Pasien sudah boleh di jenguk.. Tapi mohon maksimal empat orang " Setelah suster itu pergi Alvin masuk beserta kedua orang tuanya dan Bunda Karina.


" Gimana keadaan kamu sayang " Bunda Karina manatap sendu putri keduanya itu.


" Shevi baik - baik aja kok bun " Shevi berusaha menampilkan senyumnya walaupun berat.


" Maafin mami yang gak bisa didik anak mami dengan benar sayang " Mami Lyra langsung menangis melihat kondisi menantunya yang terlihat pucat.


" Mami gak perlu minta maaf mih.. Semua orang tua gak ada yang mendidik anak - anaknya yang tidak baik.. Jadi mami gak boleh nyalahin diri mami sendiri " Shevi mengusap lengan mami mertuanya itu.


" Maafin aku yankk.. Tapi sumpah aku gak ngapa - ngapain !! " Alvin menggenggam erat tangan Alvin.


" Tania mana ?? " Tanya Shevi dengan lirih tak menghiraukan permohonan maaf suaminya.

__ADS_1


" Ngapain kamu tanya wanita itu ??!! Dia matipun aku gak perduli !! " Seru Alvin.


" Lo gak boleh kaya gitu viinn.. Walau bagaimanapun ada anak lo dalam perut Tania " Ucap Shevi menasehati. Walau sudah berusaha tegar ternyata dia tidak sekuat itu. Matanya tetap saja mengalirkan air mata yang tiada hentinya.


" Itu bukan anak aku !! Anak aku cuma Tiara dan yang akan terlahir dari rahim kamu !! "


" Lo punya bukti kalo itu bukan anak lo ?? " Alvin diam tidak bisa menjawab pertanyaan Shevi.


" Lo gak tau kan ?? Kita semua gak ada yang tau itu benar anak lo atau bukan !! Dan sampai anak itu lahir dan kita bisa membuktikannya gue harap lo mau bertanggung jawab " Walau berat mengatakannya tapi Shevi tidak mau egois. Shevi tidak akan membiarkan bayi yang tak berdosa lahir tanpa seorang ayah.


" Maksud kamu apa ngomong kaya gitu yank ?? " Alvin tidak mengerti dengan jalan pikiran Shevi. Selalu saja diluar kemauannya. Dulu menyuruhnya tunangan dengan Shera. Sekarang menyuruhnya tanggung jawab dengan anak yang ada dalam kandungan Tania.


" Nikahin Tania. Gue tau gimana rasanya hamil tanpa suami vinn.... Dan Gue juga kasihan sama Tiara yang besar tanpa seorang ayah.... Lo jangan sampai ngulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya vin.... Jangan lo biarin ibu dari anak lo hamil tanpa lo.... Jangan biarin anak lo lahir tanpa seorang ayah.... Dulu mungkin lo gak tau saat gue hamil.... Maka dari itu selagi sekarang lo tau, lo dampingi Tania vinn.... Nikahin dia.. " Ditahan sekuat apapun isakan itu tetap keluar disela ucapannya yang panjang. Mana ada wanita yang rela membiarkan suaminya menikah lagi. Shevi juga hancur di setiap kata yang dia ucapkan. Disetiap kata menorehkan luka yang semakin memperdalam luka yang dia miliki.


" Kamu gila ya !! Dulu suruh aku tunangan.. Sekarang nyuruh aku buat nikah !! mungkin emang bener kamu gak pernah mencintai aku !! " Jika hanya bertanggung jawab merawat anak Tania mungkin Alvin bisa mempertimbangkanya. Tapi untuk menikahinya jawabannya TIDAK. Alvin tidak akan menikahi wanita lain selain istrinya Shevi.


" Terserah lo mau bilang gue gila atau apa vin.. Gue cuma gak mau lo nyesel kaya waktu sama gue dan Tiara "


" Kita akan buktiin itu nanti.. Sebelum anak itu lahir gue harap lo mau nikahin dia "


" Emang kamu mau aku madu, hah ??!! " Istrinya ini memang sangat keras kepala.


" Kalau anak itu terbukti anak lo, gue yang akan ajuin gugatan cerai setelah anak itu lahir dan lo tes DNA " Dan semoga itu bukan anakmu mas. Tambah Shevi dalam hati.


" Dan kalau anak itu terbukti bukan darah daging lo.. Lo bisa cerein Tania "


" Tapi anak itu lahir aja masih lama yank.. Atau kita tes DNA dari ketubannya aja ??!! " Tanya Alvin. Karena Alvin pernah mendengar kalau kita bisa tes DNA meski bayi masih dalam kandungan dengan cara mengetes air ketubannya.


" Itu bahaya buat anak lo !! "

__ADS_1


" Tapi aku gak mau jauh dari kamu.. Dan aku gak mau nambah anggota keluarga di kartu keluarga kita kecuali anak kita "


" Siapa yang nyuruh lo nikahin dia secara resmi.. Nikah sirih aja biar gampang cerainya nanti kalo emang itu bukan anak lo "


" Papi setuju !! " Seru Papi Dion menimpali.


" Pih.. Jangan dukung ide gilanya Shevi deh !! " Seru Alvin tak terima ada yang mendukung istrinya dengan ide gilanya itu.


" Tapi benar kata Shevi Alvin.. Jangan sampai ada Shevi dan Tiara ke dua lagi.. Cukup mereka yang pernah kamu lewatkan.. Laki - laki itu harus bisa bertanggung jawab.. Walau bagaimanapun kamu memang salah.. Dan siapa tau itu memang cucu papi " Papi Dion mengedikkan bahunya santai.


" Papi gak percaya sama anak papi sendiri ?? Mami gak mau punya menantu murahan kaya si Tania itu pih " Mami Lyra berjalan mendekati suaminya untuk membantu Alvin membujuknya. Bukan karena dia membenarkan kesalahan Alvin. Tapi lebih kepada rasa malu kepada keluarga Shevi. Terlebih yang menjadi menantunya model wanita seperti Tania yang suka pakai baju terbuka.


" Sampai ada bukti yang nyata baru papi akan percaya sama anak mami itu "


" Tapi selama itu juga, aku gak akan biarin anakku pulang ke rumah kalian !! " Ibu mana yang tega anaknya dimadu. Apa lagi wanitanya sudah mengandung seperti itu.


Alvin semakin lemas mendengar kalimat mertuanya. " Terserah kalian aja lah " Alvin keluar ruangan di ikutin maminya.


" Aku boleh ngomong sebentar sama Shevi Riin " Tanya Papi Dion kepada Bunda Karina.


" Boleh kak.. Bunda keluar dulu ya sayang " Bunda membelai rambut Shevi dan menciumnya lalu berjalan keluar.


Entah apa yang dibicarakan antara menantu dan mertua itu tidak ada yang tahu.


*


*


*

__ADS_1


Adik bayi buat Tiara ternyata datang dari mamah baru gaes 😤


__ADS_2