DEMI DIA

DEMI DIA
HAMIL ?


__ADS_3

Pagi hari Shevi bangun dengan perut yang serasa seperti diaduk - aduk dan kepala yang terasa berat. Dia langsung berlari masuk ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi dalam perutnya di wastafel. Setelah dirasa sudah keluar semua dia berkumur dan kembali ke ranjangnya mendudukan dirinya dan meminum air diatas nakas.


Kenapa akhir - akhir ini gue jadi sering mual begini si ?? Belum lagi gue gampang lelah kaya gak punya tenaga ?? Mungkin emang gue harus banyak istirahat dulu dirumah. Sebulan ini kan gue emang kurang istirahat. Sekarang lebih baik gue berendam air hangat dan turun sarapan. Monolognya dalam hati.


Setelah selesai mandi Shevi turun dan bergabung dengan keluarganya di meja makan.


" Pagi bunda " Shevi mencium sebelah pipi Bunda Karina kemudian duduk disebelahnya.


" Pagi sayang. Kok kamu pucet banget ? Kamu masih gak enak badan ? " Bunda mengusap pipi Shevi yang terlihat pucat.


" Tau nih bun.. Perut Shevi masih gak enak aja kalo pagi " Shevi melihat menu di meja makan ada nasi goreng , telur dadar, ada juga Sendwich tapi dia tidak berselera makan itu semua.


" Bi.. tolong bikinin salad buah yang seger - seger sama lemon jus ya bi. Shevi gak mau sarapan ini ah " Shevi menopang dagunya dengan kedua tangan diatas meja.


" Kok Shevi aneh gini ya kaya orang hamil. Tapi Shevi bukan anak yang seperti itu. Pacar aja dia gak punya " Bunda Karina bertanya - tanya dalam hati. Semoga dugaannya salah.


" Kakak kok aneh si pagi - pagi minta salad buah. Padahal kalo siang makannya banyak banget apa aja dimakan tapi kalo pagi pilih - pilih. " Bunda yang mendengar penuturan Rasya tambah curiga.


" Tau nih. Kayaknya cacing diperut kakak lagi banyak maunya hihihi "


Tapi anak sepolos ini benarkah ? Bunda


" Kalo kamu masih gak enak badan kita periksa aja ya sayang ?? " Bujuk sang Bunda yang sebenarnya ingin memastikan sesuatu.


" Gak ah bun. Tar juga sembuh. Lagian hari ini Shevi ada Les terus janji mau nemenin Nurin cari baju buat persiapan kuliah katanya " Shevi mulai memakan salad buah yang baru saja dihidangkan Bi Nah dengan lahapnya.


" Ya udah tapi jangan kecapekan ya sayang " Shevi hanya mengangguk dan tersenyum kearah Bunda dengan mulut penuh dengan buah - buahan segar.


***


Setelah Les Shevi dan Nurin langsung menuju Mall terbesar dijakarta. Shevi mengikiti Nurin keluar masuk toko membeli banyak baju, tas dan sepatu. Setelah lelah mereka pergi ke restoran jepang yang ada di mall.


Shevi memesan banyak menu dari Ramen, Takoyaki dan berbagai dessert sampai Nurin geleng kepala melihatnya.


" Lo yakin mau ngabisin ini semua ? "

__ADS_1


" Hehe kan ada lo. Pas liat di menu kayaknya enak " Shevi membasahi bibirnya dengan lidah seakan sudah tidak sabar memakan semua makanan yang terhidang dihadapannya.


" Ogah ya gue ngabisin. Gue cukup dengan sushi ini doang. Gue gak mau jadi gendut. Tar gue gak bisa gebet yang ganteng - ganteng lagi " Nurin mengibaskan rambutnya menunjukkan pesonanya.


" Idiiihhh Geli gue "


Awalnya Shevi menikmati makanannya tapi lama kelamaan dia tidak berselera lagi. Semua hanya dia cicipin satu dua sendok dan tidak mau lagi.


" Kann kann kann.. Gue bilang juga apa lo gak mungkin abis makan tuh semua. Kaya anak kecil aja deh liat apa aja pengen "


" Biari bweee " Shevi menjulurkan lidahnya dan tertawa saat melihat muka bete Nurin.


Saat di besment Mall setelah selesai memasukan barang belanjaannya ke bagasi Nurin melihat Shevi yang kelihatan pucat dan mulai kehilangan keseimbangannya.


" Lo kenapa vi ?? Pucet baget ?? Ayo kita pulang " Baru Nurin menuntun Shevi memasuki mobil tiba - tiba Shevi jatuh pingsan.


Nurin yang panik melihat sahabatnya pingsan berusaha meminta tolong. Kebetulan ada security yang lewat dan membantu mengangkat tubuh Shevi kedalam mobil Nurin.


Nurin memacu mobilnya dengan kecepatan melebihi biasanya jika dia membawa mobil. Nurin tak mau terjadi hal yang buruk dengan Shevi.


Sebenarnya Nurin sudah tahu jika Shevi sedang tidak enak badan sejak anak itu datang kerumahnya sehabis les. Tapi Shevi tetap ngotot untuk menemaninya shoping katanya dia jenuh jika harus pulang kerumah.


Dan sekarang apa yang dikhawatirkan Nurin terjadi juga. Shevi tak kuat dan jatuh pingsan.


Setelah sampai di rumah sakit Nurin langsung berteriak meminta tolong kepada suster jaga untuk membawa Shevi.


Dua orang suster bergegas mengambil brangkar dan membawa Shevi ke ruang IGD. Nurin terus mondar - mandir didepan IGD menunggu dengan cemas.


Nurin menghubungi bunda dan mengabarkan jika Shevi pingsan dan sedang di dalam ruang IGD sedang diperiksa dokter.


Tak butuh waktu lama untuk Bunda Karina datang. Karena memang rumah sakit itu tidak jauh dari perumahan Shevi.


Suara Sepatu berjalan cepat menggema disepanjang koridor rumah sakit. Nurin melihat Bunda Karina, Mamy Lyra, serta Shera sedang berjalan ke arahnya dengan raut muka yang cemas.


" Gimana keadaan Shevi Riin ? " Bunda Karina langsung memegang pundak Nurin.

__ADS_1


" Nurin belum tau bunn. Shevi belum selesai diperiksa "


" Bunda mau ngomong sama kamu sebentar " Bunda menarik lembut tangan Nurin dan menjauh dari Mami Lyra dan Shera yang sekarang sudah duduk diruang tunggu.


" Apa selama ini Shevi punya pacar yang bunda gak tau ?? " Nurin mengkerutkan keningnya bingung.


Apa hubungannya Shevi pingsan dengan Shevi punya pacar atau belum ?? tanya Nurin dalam hati.


" Pacar bunn ?? Setau Nurin si Shevi gak punya pacar. Kemana - mana kalo main cuma sama Nurin dan yang lainnya aja cewek semua. Emang kenapa bun ? "


" Beberapa hari ini bunda curiga sama Shevi. Tiap pagi dia mual dan gak selera makan. Terus kata adiknya kalau siang makannya berkali kali lipat. Dia juga pucet banget.Bunda khawatir dia hamil " Nurin langsung menganga mendengar kecurigaan Bunda Karina.


" Ha-hamil bunn ?? Tapi Shevi bukan anak yang kaya gitu "


" Kalo sampe beneran Shevi hamil berarti..... Alvin brengsek. Gue gak akan maafin dia !! " Nurin memaki - maki dalam hati.


Diantara makiannya Dokter keluar dari ruang IGD


" Keluarga nona Shevi " Bunda Karina dan Nurin mendekat.


" Saya Bundanya dok.. Gimana keadaan putri saya ? " Bunda sudah harap - harap cemas. semoga dugaannya salah.


" Putri ibu baik - baik saja. Hamil muda apa lagi usianya yang masih belia memang mudah untuk pingsan " Terang sang Dokter.


" HAMIL !! " Mamy Lyra dan Shera memekik tak percaya.


Sedangkan Bunda Karina dan Nurin mematung ditempat. Bunda anatara kecewa dan tidak tega jika anak gadisnya yang masih sangat muda harus hamil diusianya yang harusnya masih senang bermain.


Sedangkan Nurin mematung dengan segala emosinya. Emosi untuk orang yang tak bisa dia teriaki. Orang yang entah dimana dia berada.


*


*


*

__ADS_1


Happy Reading 💕


__ADS_2