
Pagi hari dikediaman Shandika sudah diramaikan dengan kehadiran empat gadis rusuh yang pagi - pagi sudah bertamu dan sok manja minta dibuatkan sarapan oleh bunda Karina. Mereka bukan pertama kali main ke rumah ini. Jadi bunda juga sudah dekat dengan mereka semua.
Padahal orang yang mereka cari masih bergelung dengan selimut hangat didalam kamarnya.
" Sudah, sudah jangan ribut ! Bunda mau siap - siap mau ke kantor dulu. Kalian bangunin Shevi nanti kita sarapan bersama. " Bunda Karina melerai keempat gadis yang sedang berdebat tentang siapa yang lebih banyak membantu sang bunda memasak.
" Oke bunda " Jawab mereka kompak dan lari ke lantai dua untuk membangunkan putri tidur yang sudah sesiang ini masih belum bangun.
Mereka masuk tanpa mengetuk pintu. Membuka pintu pelan - pelan dan berjalan mengendap endap agar siempunya kamar tidak terbangun. Lalu...
DOOORRR
Keempat gadis itu meloncat menjatuhkan tubuh mereka diranjang tempat Shevi tidur.
" APA ! APA!! " Shevi yang kaget langsung terbangun.
" Kalian ! ngapain si ganggu tidur orang aja. Gatau apa kalo lagi mimpi indah !! " Shevi memukul teman - temannya yang tertawa dengan bantal.
" Pagi - pagi bikin rusuh rumah orang aja. Pulang sana ! gue mau nikmatin hari libur gue. " Shevi kembali merebahkan tubuhnya dan menarik selimut sampai menutupi ujung kepalanya.
" Bangun oncommm !! anak gadis jam segini belum bangun, tar jodoh lo dipatuk ayam. " tutur Indah sambil menarik selimut Shevi.
" Itu rejeki dodol !! " Nay menoyor kepala indah pelan.
" Ooh udah ganti ya ?? Kemaren kayaknya masih jodoh deh. " Indah cengengesan sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Yang lain hanya memutar bola matanya malas.
" Udah sana bangun mandi !! nanti kita sarapan bareng - bareng terus jalan. Tadi kita udah masak lho " Nurin tersenyum sembari menaik turunkan alisnya.
" Gue gak salah denger kalian masak ?? Yang ada dapur gue ancur sama kalian. Lagian mau jalan kemana si?? emang kita janji mau pergi apa?? "
" Semalem gue udah telfon lo. Tapi hp lo gak aktif. Udah sana mandi ! keburu siang nih " Lidia menarik Shevi berdiri dan mendorongnya menuju kamar mandi.
***
__ADS_1
Setelah sarapan mereka langsung pergi ke taman hiburan. Hari ini mereka akan menghabiskan waktu seharian untuk bersenang - senang. Tadinya Nay sama Lidia inginnya shopping dan jalan - jalan saja di mall. Tapi karena suara lebih banyak ke taman hiburan, jadi disinilah mereka sekarang.
Mereka berkeliling mencoba semua wahana yang ada. Dari mulai komedi putar hingga permainan paling ekstrim yang ada disana.
Dari kepanasan sampai basah - basahan main arum jeram. Mereka berteriak melepas semua penat selama sekolah kemarin. Hari ini tak ada lagi stres karena Indah tidak dapat mengerjakan soal kimia atau Nay yang bosan pelajaran sejarah. Hari ini mereka semua gembira.
Setelah lelah setengah hari mereka habiskan untuk mencoba wahana. Mereka memutuskan untuk makan siang dan shopping di mall.
Kali ini mereka memilih untuk makam siang di foodcourt mall agar mereka bisa memilih makanan yang mereka inginkan masing - masing.
Setelah mendapatkan makanan yang mereka ingin mereka mencari tempat duduk yang kosong dan kemudian melihat Indah yang sudah duduk di pojok dekat jendela lengkap dengan nampan berisi makanannya.
" Jadi kak Alvin masih marah sama lo vi ? " Nurin memulai percakapan yang semula hening karena mereka sudah kelaparan setelah asik bermain.
" Tau aahh.. Dari waktu itu gak pernah ketemu lagi gue " Sahutnya malas kemudian kembali memakan baksonya.
" Eh gimana - gimana ?? Kak Alvin marah sama lo vi ? kenapa - kenapa ?? " Indah antusias saat mendengar nama Alvin disebut.
" Oooo " Lidia, Indah, Nay kompak memanggut - manggutkan kepalanya.
" Terus lo mau nurutin kata kak Alvin atau gimna vi ?? " Nay kemudian bertanya.
" Ya gak lah.. nyokap gue aja ngijinin kok. lagian Juiliard tuh undah impian gue dari kecil sesuai arahan ayah. Makannya gue belajar bener - bener soal musik biar bisa masuk sana " Shevi menyangga dagunya dengan sebelah tangan dan tangan satunya memainkan makanannya dengan ekspresi sendu.
***
Saat sampai rumah Shevi lupa ada yang mau dibeli di mini market akhirnya dia pergi menggunakan sepedanya. Baru jam tujuh malam tapi jalanan sudah sepi, hanya ada satu dua orang saja yang lewat.
Saat pulang dari mini market ditikungan menuju perumahannya Shevi merasa ada orang yang mengikutinya.
Shevi mulai mengayuh sepedanya lebih cepat namun nasib sedang tak berpihak padanya. Saat dia sedang mengayuh lebih cepet rantainya lepas.
Dia menepikan sepedanya untuk dia cek. Namun ada orang yang menariknya dari belakang.
__ADS_1
" AKKHHH " Shevi memekik ketakutan.
Dia tidak dapat melihat wajah orang tersebut karena tepat dibelakangnya sorot lampu dari sepeda motor masih menyala.
Setelah dia menyesuaikan cahaya akhirnya dia dapat sedikit melihat kalau orang itu berwajah menyeramkan menurut Shevi. Dengan dagu yang dipenuhi jenggot serta seringai yang menyeramkan. Orang tersebut mendekatkan wajahnya pada Shevi.
" A-Anda maa mau aa apppa ?? " Shevi sudah gemetar sedari orang tersebut menariknya. Semoga ini hanya mimpi. Dia tak ingin terjadi hal yang buruk padanya. Atau semoga ada yang menolongnya agar selamat.
" Anak manis jangan takut " Preman itu menyentuh pipi Shevi dengan punggung tangannya yang langsung ditepis oleh Shevi.
" Om hanya mau mengantarmu pulang. Tidak baik anak gadis pulang sendiri malam - malam seperti ini " Tangan yang habis dia pakai untuk menyentuh Shevi dia cium seakan itu adalah penawar candu untuknya.
" Ti tidak. Sa sa saya bisa pulang sen sendiri ! Ru rum mmah saya tidak jauh kok dari sini "
" Bunda Shevi takut ! Abang tolong Shevi " ucap Shevi dalam hati. Wajahnya sudah beruraikan air mata.
Dia menyesal pergi sendiri naik sepeda. Andai tadi dia mau masuk ke rumah dahulu untuk mengambil kunci mobil, mungkin sekarang Shevi sudah berada dirumah bercanda dan merasakan kehangatan keluarganya.
Shevi pikir karnya apa yang akan dia beli tidaklah banyak dan lagi ini belum terlalu malam makanya dia memakai sepeda saja. Dan orang rumah tidak ada yang tahu kalau dia sedang ke mini market.
Keluarganya fikir Shevi masih belum kembali dari pergi bersama teman - temannya tadi pagi.
" Ayo sebelum ada yang melihat lebih baik kita pergi cantik " Preman itu langsung menarik Shevi ke arah sepeda motornya diparkir.
Shevi memberontak dan menendang sebisanya. Namun kekuatannya tidak tercipta untuk melebihi kekuatan seorang pria, apa lagi pria didepannya ini yang berotot dan berbadan besar.
" TOLONG ! TOLLLLLOOOONGGGG " Shevi berusaha teriak untuk minta tolong agar siapapun bisa menolongnya.
" Diam gadis kurang ajar !! " Bentak preman tersebut. Tanganya melayang mengenai pipi mulus Shevi.
PLAK
Darah mengalir dari sudut bibir Shevi. rasa perih dipinya semakin membuat Shevi menangis ketakutan. Dia cuma berharap tuhan mendengar doanya untuk mengirimkan malaikat untuk menolongnya saat ini.
__ADS_1