
" APA !! " enam bulan berlalu dengan baik. Alvin sering datang berkunjung untuk bertemu dengan anak dan ibu dari anaknya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama mengganti waktu empat tahun yang hilang. Shevi bahagia bisa melihat anaknya tertawa dan bercanda bersama Alvin.
Tapi sekarang bukan itu yang membuatnya kaget dipagi hari saat baru bangun tidur. Tapi kabar yang sang bunda sampaikanlah yang membuatnya terkejut dan menghilangkan rasa kantuk yang tadi masih menggelayuti matanya.
" Menikah bulan depan ?? bunda serius ?? " Shevi masih bertanya tidak percaya.
" Untuk apa bunda berbohong masalah seperti ini. Kamu bisa kan pulang ?? Tiara juga pasti senang mendengar kabar ini " Diseberang bundanya sedang sibuk menyiapkan makan malam.
" Bisa bun. Shevi memang udah gak terima kontrak lagi. Cuma tinggal nyelesein yang ada. Itu juga tinggal beberapa jadwal untuk dua bulan lagi " Shevi bangun dan membuka tirai pada kamarnya untuk membiarkan cahaya matahari menghangatkan kamarnya.
" Bagus lah kalau begitu. Cepatlah pulang, karena waktu kita gak banyak untuk mempersiapkan semuanya. Kita perlu fitting baju dan yang lainnya " Diseberang bunda sangat antusias dan bahagia.
" Bunda seneng banget kayaknya ?? " Tak sadar jika Shevi sendiri juga tersenyum.
" Iya dong. Ini pernikahan pertama dikeluarga kita. Dan lagi anak bunda nikah sama orang yang dia cintai. Pokoknya kita harus bikin pesta yang meriah biar berkesan "
" Iya iya terserah bunda aja. Mungkin minggu - minggu ini Shevi pulang "
" Ooh kalau begitu biar Alvin aja yang jemput kalian kalau begitu " Bunda Karina sudah selesai menata piring di meja makan.
" Iya bun. Alvin memang besok sampe sini. Tapi tiga hari lagi aku masih ada jadwal jadi paling pulang seminggu lagi "
" Oke sayang. Tapi inget walaupun kalian sudah memiliki anak kalian gak boleh melewati batas. Kalian belum menikah !! " Setiap Alvin akan berkunjung Bunda Karina selalu mengingatkan hal yang sama.
" Astaga bunda.. Selalu itu yang diingatkan. Shevi tau batasan bun.. "
" Ya kamu tahu batasan. Tapi bisa aja kamu terbuai sama Alvin kaya kejadian Tiara " Wajah Shevi merona karena malu.
" Stop bunda.. jangan diterusin !! "
" Ya sudah bunda mau panggil yang lain untuk makan malam. Kamu jangan lupa sarapan, kasih cucu nenna makanan bergizi "
" Siap bunda. Love you !! " Shevi mematikan telefon sambil geleng kepala.
" Siapa mom.. ?? " Gadis kecilnya baru saja bangun dan mengusap kedua matanya untuk menghilangkan kantuk.
" Nenna sayang.. Ayo kita mandi lalu sarapan " Shevi menggendong anaknya kedalam kamar mandi. Mengisi bathtub dengan air hangat dan memberikan sabun sampai berbusa dan meneteskan beberapa tetes aroma terapi.
Shevi membantu anaknya untuk membuka seluruh pakaiannya sebelum menanggalkan pakaiannya sendiri. Rutinitas paginya adalah berendam bersama putri kesayangannya.
__ADS_1
***
Di ujung pintu kedatangan terlihat timbul dan tenggelam wajah seorang pria dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya. Wajahnya menonjol dianata yang lain karena wajah asianya yang mempunyai pesona tinggi. Setidaknya seperti itulah Alvin dimata Shevi.
" Daddy datang.. daddy datang.. " Tiara langsung bersorak heboh saat melihat Alvin yang berjalan kearahnya.
Shevi tersenyum melihat kebahagiaan anaknya. Mengingatkan Shevi pada kejadian saat dirinya menjemput Alvin dibandara saat pertama kali pulang dari Belanda.
Tiara langsung berlari kedalam pelukan Alvin saat mereka sudah dekat.
" Waahhh anak daddy kangen ya ?? " Tiara mengangguk dan mencium sebelah pipi Alvin yang juga membalas ciuman dikening anaknya.
Alvin kemudian berdiri bersama anak dalam gendongannya dan menghampiri Shevi.
Dipeluknya pinggang ramping calon istrinya dan diberinya kecupan dikening pujaan hatinya.
" Kamu gak kangen juga sama aku ?? " Tanya Alvin sambil memainkan hidungnya di pipi Shevi.
" Gak biasa aja !! " Shevi menjawab acuh. Padahal dalam hati dia juga merindukan Alvin. Waktu enam bulan yang mereka lalui bersama mengembalikan rasa cintanya lagi walau belum seutuhnya.
Shevi mengedikan bahunya agar pelukan Alvin terlepas. " Lepas viinn.. !! Jangan begini malu !! " Seru Shevi yang lebih sadar tempat dibanding Alvin.
" Biarin aja. Orang aku kangen. Kenapa harus malu ?? Apa kamu pengennya peluk - pelukan dikamar aja yang hanya ada kita berdua ??" Alvin berbisik masih tetap mengusap usapkan hidungnya dipipi Shevi hingga membuat Shevi melotot kearahnya dengan wajah merona membuat Alvin melepaskan Shevi sambil terkekeh.
Shevi memutar kedua bola matanya melihat drama anak dan ayah di sampingnya.
***
Hari yang cerah mereka habiskan untuk jalan - jalan menyenangkan anak mereka. Main ke taman hiburan sesuai permintaan sang putri.
" Daddy.. Ara mau naik itu " Tiara menunjuk bianglala terbesar di New York City.
" Baiklah mari tuan putri kita naik itu. Hari ini apapun yang tuan putri mau akan daddy kabulkan " Alvin menggandeng tangan anaknya dan melangkah ke arah pembelian tiket bianglala.
" Tiara mah emang apa aja kamu turutin !! " Cibir Shevi.
" Biarin, kan anak kesayangan daddy. Kamu cemburu sama anak kamu ?? " Goda Alvin pada Shevi.
" Diihh.. Maaf ya, gak ada kata cemburu buat kamu !! " Seru Shevi semakin melangkah menjauhi Alvin dan Tiara untuk mendului membeli tiket untuk mereka bertiga.
__ADS_1
Kota New York dari ketinggian sangatlah kecil. Mobil - mobil terlihat seperti semut yang berbaris.
" Vinn.. Kamu udah dikasih tahu masalah penikahan ?? "
Alvin mengalihkan pandangannya dari Tiara yang sedang asik bercerita ke arah Shevi.
" Udah lah. Masa aku gak tau !! "
" Terus gimana menurut kamu ?? " Shevi menyandarkan tubuhnya ke dinding bianglala.
" Gimana apanya ?? Bukanya lebih cepat lebih baik ?? " Tanya Alvin heran dengan pertanyaan Shevi.
" Iya si.. Tapi rasanya ini terlalu cepat menurut aku "
" Semua udah diputusi udah tinggal nunggu hari H. Kita mah ikutin aja. Lagian bukan hak kita buat ngatur masalah pernikahan "
Shevi menghela nafasnya pasrah.
" Daddy.. Apa itu menikah ?? " Tanya Tiara dengan polosnya.
" Menikah itu berarti daddy dan mommy akan tinggal bersama Tiara dan tidak akan lagi terpisah " Ucap Alvin menjelaskan sesimpel mungkin.
" Ooh.. Tapi kata teman Ara, Menikah itu berarti nanti akan punya baby. Apa mommy dan daddy juga akan punya adik bayi untuk Ara ?? " Shevi malu sendiri dengan pertanyaan anaknya.
" Tentu dong sayang.. Tiara ingin punya adik bayi berapa ?? " Alvin bertanya dengan antusias sambil mencuri pandang kepada Shevi.
" Ara ingin adik bayi yang banyak biar Ara tidak kesepian lagi " Alvin tersenyum dan mendekatkan bibirnya pada telinga Tiara untuk berbisik.
" Kalau Tiara ingin punya adik bayi yang banyak Ara harus bujuk mommy untuk mau punya adik bayi ya " Tiara mengangguk dengan semangat.
" Mommy Ara ingin punya adik bayi yang banyak " Pintanya dengan berpindah duduk disebelah Shevi dan memasang wajah puppy eyes andalannya.
" Iya nanti kita buat adik bayi yang banyak dari lilin ya sayang " Shevi memeluk dan mencium puncak kepala anaknya.
Tiara mencebik dan memutar kedua matanya saat mendengar jawaban Shevi membuat kedua orang tuanya terkekeh.
*
*
__ADS_1
*
Happy Reading 💕