
" Putri ibu baik - baik saja. Hamil muda apa lagi usianya yang masih belia memang mudah untuk pingsan " Terang sang Dokter.
" HAMIL !! " Mamy Lyra dan Shera memekik tak percaya.
" Iya. nona Shevi sedang hamil dan usia kandungannya baru menginjak usia lima minggu. Diusia kehamilan ini masih sangat rentan, Jadi mohon putrinya untuk dijaga agar tidak terlalu lelah dan dipantau makanannya. Berikan makanan yang bergizi dan seimbang. Apalagi usia nona Shevi yang masih sangat muda terlalu banyak resikonya. Belum lagi tubuhnya yang belum berkembang sempurna untuk menerima kehamilan. Jadi mohon dijaga ya bu. " Dokter menjelasnya secara detail.
" Dan kalau memang putri ibu belum tahu jika dia sedang hami mohon diberitahunya pelan - pelan saja. Saya takutnya dia syok dan stres yang akan berakibat kepada kandungannya. " Imbuh Dokter sebelum pamit undur diri.
***
Shevi membuka matanya perlahan. Dia memegang kepalanya yang terasa berat. Bunda yang duduk disebelahnya langsung berdiri saat mendapati anaknya siuman.
" Sudah bangun sayang. Masih pusing ? " Bunda tidak akan marah. Bunda tidak akan menghakimi. Dia akan mendengarkan penjelasan dari Shevi.
Shevi memandang sekeliling dan tahu kalau sekarang dia berada di rumah sakit. Belum lagi tangannya yang di infus.
" Kok Shevi dirumah sakit bun ?" Bukannya menjawab Shevi malah bertanya.
" Iya tadi kamu pingsan pas jalan sama Nurin " Setelah ingat Shevi hanya menganggukan kepalanya.
" Terus Shevi gak papa kan bun. Shevi pengen pulang " Rengeknya manja.
" Nanti kita pulang kalau sudah dibolehin pulang. Sekarang bunda mau tanya sesuatu sama kamu boleh ? " Melihat wajah bundanya yang serius Shevi pun menganggukan kepalanya.
" Apa kamu punya pacar ? "
" Pacar ? haha bunda bercanda ya ? dari kapan Shevi punya pacar ? " Shevi tertawa karena merasa lucu dengan pertanyaan bundanya.
" Terus kamu hamil anak siapa sayang ? " Suara bunda bergetar menahan tangisnya. Dia kecewa pada dirinya sendiri karena tak bisa melindungi putrinya.
Shevi mematung tak bereaksi apa pun. Sampai bundanya memanggilnya sampai dua kali baru Shevi memberi respon.
__ADS_1
" Ha-ha-hamil.. Maksud bunda apa ? " Mata Shevi sudah berkaca - kaca.
" Kamu hamil sayang. Usia kehamilan kamu sudah lima minggu. "
" Gak mungkin !! Shevi gak mungkin hamil !! gak mungkin bunda !! ini bohong kan !! " Shevi berteriak dan membuang semua bantal dan selimut yang ada didekatnya. Dia bahkan sampai mencabut jarum infus di tangannya hingga darah keluar dari bekar jarum tersebut.
Nurin langsung memencet tombol diatas brangkar untuk memanggil dokter. Dokter langsung berlari bersama beberapa suster ke dalam kamar rawat Shevi dan menyuntikan obat penenang kepada Shevi. Tak lama kemudian Shevi jatuh tertidur.
" Ibu.. Saya kan sudah bilang pelan - pelan saja menyampaikannya. Ini bahaya bu untuk kandungannya " Dokter memarahi Bunda Karina yang tidak sabaran dalam menyampaikan kehamilan Shevi.
" Maaf dokter " Bunda masih menangis dipelukan Mami Lyra dan diajaknya duduk saat dokter keluar.
" Bundaa.. " Shevi memangil setelah setengah jam dia tersadar kembali.
" Iya sayang " Bunda mendekat dan menggenggam tangan Shevi.
" Shevi takut bun.. Shevi takut hamil " Shevi memeluk bundanya dan menangis sesenggukan.
" Shevi gak ngelakuin itu sama pacar Shevi bun. Shevi gak punya pacar. Shevi diperkosa sama orang gak dikenal " Terpaksa Shevi berbohong. Dia tidak mungkin jujur dan menyakiti Shera.
" Diperkosa ?? " Bunda Kirana langsung melepaskan pelukannya untuk meminta kejelasan lebih lanjut. Mami Lyra juga mendekat.
Kemudian Shevi menceritakan jika dulu saat akan kerumah Nurin dia dicegat sama orang gak kenal dan diperkosa didalam mobil pas melewati jalan sepi.
Semua syok kecuali Nurin. Mereka menyuruh Shevi melaporkan kepada polisi tapi Shevi tidak mau. Dengan alasan dia tidak mau kalau orang jahat itu tahu dia mengandung anaknya dan mengambilnya. Akhirnya mereka hanya pasrah dan mensupport Shevi untuk menjalani kehamilannya.
" Mih.. Shevi mohon jangan kasih tahu Kak Alvin ya tentang ini semua. Shevi gak mau Kak Alvin marah dan kecewa. " Shevi memohon dengan wajah memelas dan mami Lyra berjanji tidak akan memberi tahu Alvin.
***
Mami Lyra pulang dengan Shera. Bunda Karina keluar mencari makan. Shevi hanya berdua bersama Nurin.
__ADS_1
" Kenapa si lo gak kasih tau aja Alvin si ******** itu biar tau perbuatannya udah nyusahin lo. Biar dia tanggung jawab sama lo !! " Nurin yang sudah emosi mendengar Shevi melarang Alvin mengetahui ini langsung memuntahkan saat mereka hanya berdua.
" Gue justru gak mau dia tanggung jawab. Gue gak mau nyakitin Kak Shera " Mata Shevi kembali berkaca - kaca. Melihatnya Nurin jadi tidak tega dan menurunkan nada bicaranya.
" Tapi sekarang kasusnya beda Vi.. lo lagi hamil. Dan anak lo butuh ayahnya !! " Nurin tidak habis pikir dengan Shevi yang masih saja memikirkan orang lain dimasa sulitnya ini.
" Gue bisa kok jadi bunda sekaligus ayah buat anak gue. Sama kaya bunda yang bisa menjadi ayah untuk kami bertiga. Gue juga pasti bisa. apa lagi anak gue satu " Air mata itu tak mampu Shevi tahan lajunya.
" Viii ayo lahhh. lo gak kasian sama anak lo yang gak bisa ngerasain kasih sayang seorang ayah ?? "
" Kalo ada gue ngapain dia masih butuh Alvin " Shevi tidak perduli dengan bujukan Nurin. Dia tidak akan memberi tahu Alvin. Biar dia berjuang sendiri untuk anaknya. Dia pasti bisa kok tanpa Alvin.
" Lo tuh gak usah keras kepala !! lo tau rasanya gimana tanpa ayah !! emang lo mau anak lo ngerasain kaya gitu juga !! " Melihat Nurin emosi Shevi jadi ikut emosi.
" Terus lo maunya gue giman ??!! Gue ngomong ke Alvin kalo gue hamil gara - gara dia ??!! Dan kalo gue nikah sama dia Shera balik drop lagi ??!! Lo mau Shera benci gue lagi dan gak mau ketemu gue ??!! Atau lo mau dia menutup mata selamanya gara - gara anak ini??!! " Shevi berteriak sambil menangis dan langsung dipeluk Nurin.
" Bukan itu maksud gue Vii.. Dan lo tau itu. Gue cuma gak mau lo hamil tanpa suami. Gue gak mau lo nanggung semuanya sendiri. sedangkan si brengsek itu lagi seneng - seneng disana. "
" Gue tau Riiin.. Gue tahu.. Tapi gue gak punya pilihan. Atau emang gue gak berhak buat memilih "
" Ya udah lo sabar ya.. Biar gue yang nemenin lo. Gue sama yang lain akan selalu ada buat lo. Lo jangan terlalu banyak fikiran ya. Soalnya kehamilan diusia lo itu masih rentan. "
" Makasih Riinnn " Mereka menangis dan berpelukan meluapkan segala emosi dan kesedihan mereka.
*
*
*
Happy Reading 💕
__ADS_1