
...Bijaklah dalam membaca. Bagi adek-adek yang masih dibawah 21 tahun, di skip aja ya....
Alvin sudah tidak sabar untuk menantikan malam ini. Tadi dia sudah membujuk Tiara dengan mengiming - imingi akan mengajaknya jalan - jalan ke taman hiburan setelah dia pulang dari New York nanti. Alvin juga mengiming - imingi dia tentang adik bayi dan gadis kecilnya itu langsung bersorak bahagia kemudian menarik mommy'nya untuk mengantarnya tidur dikamarnya sendiri.
Alvin juga meminta tolong kepada maminya supaya besok jangan ada yang mengganggu mereka. Alvin tidak ingin seorang pun mengganggu aktifitas mereka didalam kamar termasuk Tiara. Dua hari ini Shevi hanya akan menjadi milik Alvin.
Alvin memasuki kamar Tiara dengan jantung yang berdebar saking bahagianya. Akhirnya malam ini bisa juga Alvin menjamah istri yang sudah seminggu sah ia miliki sepenuhnya. Rasa bahagia yang Alvin rasakan sampai membuatnya sesak seakan dadanya tak mampu menampung rasa ini.
Ternyata Tiara sudah tidur dengan lelapnya. Alvin memandang wajah anaknya yang terlelap. Dia selalu cantik seperti mommy'nya meski dalam keadaan apapun.
Tiara lebih mirip dengan Shevi dalam kecantikan dan warna kulit, Senyum, serta keceriaannya. Tapi untuk mata serta hidung menurun darinya.
Alvin mendekap tubuh indah istri tercintanya dari belakang. Posisi favoritnya dimana ia bisa mencium aroma tubuh sekaligus rambut Shevi yang wanginya membuat Alvin candu.
Tak hanya wanginya, tapi semua yang Shevi miliki selalu membuat Alvin candu. Begitu besarnya cinta Alvin kepadanya. Terlalu bucin kalau kata anak sekarang.
Alvin langsung menggendong dan mencium bibir Shevi. Menikmati kelembutan bibir dan rasa manis yang memabukan. Shevi sempat meronta dan memukul dada Alvin takut ada yang melihat. Saat Alvin menjelaskan kalau lantai dua ini sudah di kosongkan, wanita itu langsung menganga membuat Alvin gemas dan langsung melahap lagi bibir ranumnya istrinya itu.
Setelah mengunci pintu Alvin hampiri istrinya di tempat tidur. Di kunggkungnya tubuh istrinya dibawahnya. Di belai pipi halus istrinya dan dikecup dengan mesra.
" Malam ini kamu milikku " Alvin berbisik ditelinga istrinya membuat Shevi terkekeh geli.
" Aku pengen bersih - bersih dulu mas.. Mau gosok gigi, cuci muka sama ganti baju " Shevi berusaha bangun tapi dijatuhkan lagi tubuhnya.
" Buat apa bersih - bersih sekarang.. Kamu udah cantik kok.. Nanti aja kalo kita udah selesai aku mandiin " Shevi memukul dada bidang suaminya lagi sambil cemberut. Ekspresi yang selalu membuat Alvin gemas.
Tak mau berbasa basi lagi Alvin mencium dahi istrinya lama dan penuh cinta. Mencium semua wajahnya dari dahi, pipi, mata dan hidung. Lalu membenamkan bibirnya pada bibir istrinya yang menggoda.
Menikmati sesuatu yang sudah sangat lama hanya bisa ia rasakan dalam mimpi. Bagi hidup Alvin, tidak ada wanita lain yang ingin dia sentuh, selain wanita dalam dekapannya itu. Wanita yang sudah resmi menjadi istrinya, wanita yang sudah melahirkan dan membesarkan anaknya dengan segala penderitaannya. Wanita yang sudah dia hancurkan tanpa ia sadari.
__ADS_1
Biarkan mulai saat ini dia menebus kesalahannya selama lima tahun kebelakang. Menebus dengan membahagiakan istri serta putri kecilnya Tiara.
Shevi masih tetap sama seperti lima tahun lalu saat ia menyentuhnya. Cantik dan tanpa cela, hanya ada bekas jahitan operasi saat melahirkan Tiara dulu yang sudah terlihat samar.
Bukan hanya sekali dua kali Alvin bermimpi kotor setelah melakukan dosa di masa lalunya. Dosanya dalam menghancurkan anak gadis orang.
Shevi sedikit menjerit saat terjadi penyatuan, ada air mata yang mengalir dikedua sudut matanya, tangannya juga mencengkeram kain seprei dengan erat. Apakah sakit ? Bukankah ini bukan yang pertama untuk kita. Tapi kenapa dia seperti kesakitan seperti itu ?? Pikir alvin
Mungkin karena mereka hanya pernah melakukannya sekali dan itu sudah lima tahun berlalu makanya masih seperti untuk pertama kalinya.
Setelah mereka selesai dengan kebutuhan mereka, Alvin mendekap tubuh istrinya menenggelamkan wajah istrinya ke dalam dadanya yang masih dibasahi oleh keringat.
" Makasih sayang " Alvin mencium dahi Shevu berkali - kali sebelum menyusulnya ke alam mimpi.
***
Aku terbangun saat mendengar bibi mengetuk pintu kamar dan bilang kalau sarapannya dia taruh di depan pintu. Aku bingung untuk apa sarapannya dibawa kemari. Kita kan bisa sarapan dibawa saja seperti biasa.
Saat kulihat jam diatas nakas ternyata sudah jam sembilan pagi dan aku hanya tidur empat jam saja. Aku ingat Tiara, apakah dia tidak mencariku saat bangun. Karena aku tak mendengarnya mengetuk pintu kamar kami.
Alvin benar - benar seperti macan yang tidak diberi makan selama sebulan. Dia benar - benar buas saat menerkamku dan tak membiarkan aku istirahat sedikit saja.
Stamina Alvin sungguh luar biasa. Dia seperti tidak ada lelahnya saat melakukannya. Kalau saja semalam atau lebih tepatnya tadi pagi aku sudah tidak berdaya mungkin dia masih akan terus menyetubuhiku sampai siang hari. Dan sekarang badanku rasanya remuk semua. Untuk bergerak saja rasanya sakit dan lagi daerah sensitifku yang dibawah sana terasa perih sekali.
Alvin masih tidur lelap sambil mendekapku. Aku angkat perlahan tangan serta kakinya untuk kupindahkan dari atas tubuhku. Aku harap aku tak mengganggu tidurnya.
Saat Aku baru menurunkan kakiku Alvin langsung menarikku keatas tubuhnya dan mendekap lagi tubuhku.
" Mau kemana ?? " Tanyanya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
__ADS_1
" Aku mau mandi mas.. " Kucoba untuk bangun tapi tenaganya walau baru bangun tidur tetap tak bisa aku kalahkan.
" Nanti aja aku masih ngantuk " Rengeknya sambil mempererat pelukannya.
" Mas tidur aja lagi biar aku mandi dulu.. Sama mau ngambil sarapan tadi bibi udah anterin didepan pintu " Aku masih mencoba melepaskan belitannya pada tubuhku.
Ayolah aku sudah risih, rasanya lengket sekali bekas keringat semalam yang tidak sempat dibersihkan karena terlalu lelah.
" Nanti aja kita mandi bareng "
" Massss aku gerah pengen mandiiii, lengket " Dia akhirnya membuka mata karena penolakanku untuk tidur lagi.
" Ya udah ayo " Eh, Kenapa jadi dia ikutan bangun. Aku melilitkan selimut ketubuh polosku.
" Ayo katanya mau mandi " Alvin mulai menarik tanganku untuk berdiri. Kenapa dia dengan santainya berdiri tanpa busana seperti itu didepanku. Wajahku merona mengingat yang kita lakukan semalam. Saat kubelai dada bidangnya yang kokoh.
" Mmm.. Aku dulu aja yang mandi ya mas " Aku berdiri masih dengan selimut menempel pada tubuhku. Alvin mengacuhkan ucapanku lalu menggendong tubuhku memasuki kamar mandi. Dia mengisi bathup dengan air hangat dan menuang sabun serta aroma terapi kesukaannya dan menyuruhku untuk masuk dan berendam.
Mandi yang biasanya setengah jam berubah menjadi dua jam karena ulah Alvin. Aku sampai kedinginan karena air dalam bathup berubah dingin saking lamanya kita berendam dalam cinta didalamnya.
*
*
*
Happy Reading 💕
Aku rombak isinya biar gak terlalu vulgar. Biar pembaca awal saja yang tau isi lucknut bab ini.
__ADS_1