
"Lo tuh bisa hati-hati gak sih?" seru Alvaro saat istrinya memekik, dapat dia lihat darah yang keluar dari jari Tiara cukup banyak.
Alvaro menarik tangan Tiara, membasuh luka di jari istrinya dengan air mengalir. "Diem di sini sebentar." mendudukkan Tiara pada kuris di meja makan.
Alvaro kembali dengan kotak P3K di tangannya. Meraih tangan istrinya dan mulai mengobati luka Tiara dengan cekatan.
"Gak usah cengeng! lo sendiri yang salah motong jari!" omel Alvaro saat istrinya mendesis ketika pemuda itu mengolesi obat.
"Kan lo yang ngagetin gue!" seru Tiara dengan bibir mengerucut kesal. "Lagian gue lagi kesakitan gini. Manis dikit kek ngomongnya!"
"Gue manis sama lo, tar lo jatuh cinta sama gue! gue belum siap di bucinin. Belum siap di cemburuin sama hal-hal gak penting!"
"PD banget sih lo! mana ada gue bucin sama lo." tatap Tiara pada Alvaro yang sudah selesai mengobati lukanya.
"Gue ganteng. Wajar kalau gue percaya diri." ujar Alvaro mengedikkan bahunya.
"Ckckck ada manusia kaya lo gini Al." Tiara menggelengkan kepalanya.
Mereka memang seperti itu sejak dulu, saling usil, saling ejek, saling mengganggu. Tidak pernah ada akurnya. Untung setelah menikah mereka sama-sama menerima dan berusaha berubah. Jika tidak, akan seperti apa rumah tangga mereka ini.
"Emang cuma gue yang boleh begini. yang lain gak boleh! makanya lo harus bangga jadi istri gue." seloroh Alvaro dengan memainkan kedua alisnya dan senyum yang mengembang.
"Astaga Al! gue gak ngerti lagi deh harus ngomong apaan." ucap Tiara dengan menggeleng dramatis.
"Gak perlu ngomong. Gue laper! kenapa gak beli aja sih?" tanya Alvaro melihat bahan yang sedang istrinya olah untuk makan malam mereka.
"Gue kan lagi belajar jadi istri yang baik. Lagian gue gak mau boros sebelum gue tau penghasilan lo dari mana dan seberapa besar." ucap Tiara berdiri, memulai lagi acara memasak yang tertunda tadi.
"Gue kan udah bilang, gue gak akan bawa lo hidup susah. Ya, walau pun gak mewah. Tapi kalo cuma buat beli makan gue mampu Ra!" Alvaro merebut pisau di tangan istrinya dan membantu memotong bawang dan mencincang daging.
__ADS_1
"Emang lo kerja apa sih Al?" Tiara tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.
"Ada lah, nanti kalau gue udah sukses, gue kasih tau! sekarang yang penting kita gak kelaperan!"
Tiara menghela napasnya, tidak ingin memaksa suaminya itu.
***
Setelah makan malam, Tiara masuk ke dalam kamar setelah membuatkan teh untuk suaminya yang akan masuk ke ruang kerja. Entah apa yang ada di dalam sana sampai Tiara tidak boleh mengintip sedikitpun. Tapi gadis itu tidak ambil pusing, karena mereka memang baru mencoba untuk dekat, belum mempunyai keterikatan apa pun selain status mereka sebagai suami istri.
Tiara melanjutkan novel yang ia baca di sekolah tadi saat menunggu teman-temannya berjuang di acara classmeeting, membela nama kelas mereka masing-masing.
Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam saat Alvaro memasuki kamar dan merebut buku di tangan Tiara.
"AL. balikin! rese banget sih lo!" seru Tiara langsung berdiri di hadapan suaminya dan berusaha menggapai buku yang di angkat tinggi oleh Alvaro.
"Main PS yuk Ra." ajak Alvaro di tengah usaha Tiara untuk mengambil bukunya kembali.
"Ayolah Ra.. Gue bosen di rumah cuma sama lo, tapi lo-nya gak asik banget sih!" gerutu Alvaro yang masih bisa mengelak dari setiap serangan yang di lancarkan istrinya.
"Kalo gak asik, main aja sana sama temen-temen lo! gak usah gangguin gue deh." sewot Tiara, berkacak pinggang, lelah menghajar Alvaro sedangkan pemuda itu bisa saja menghindarnya.
"Kata ibu, gue gak boleh ninggalin lo sendirian di rumah!"
"Ya udah," mengalah. "Tapi sini balikin dulu buku gue." pinta Tiara yang langsung di turuti oleh suaminya.
Setelah mendapatkan kembali buku di tangannya, Tiara berjalan melewati Alvaro dan menginjak salah satu kaki suaminya itu dengan keras. Membuat Alvaro meringis kesakitan. Jika saja bukan Tiara yang di hadapannya, mungkin Alvaro sudah teriak-teriak kesakitan.
"KDRT mulu lo sama gue!" seru Alvaro mendahului Tiara dan mengacak rambut istrinya dengan gemas. Membuat gadis itu berteriak kesal.
__ADS_1
Entah kenapa, istrinya yang marah dan kesal seperti itu terlihat tambah cantik di matanya. Selalu bisa membuatnya tertawa dan melupakan sejenak pikirannya yang kadang kacau.
***
Tiara benar-benar menemani Alvaro main PlayStation. Jika istri-istri pada umumnya di ganggu oleh suami yang meminta jatah ranjang di malam hari, beda dengan Tiara yang mulai saat ini harus siap di ganggu suaminya untuk menemaninya bermain PlayStation.
Berbagai makanan ringan dan minuman kemasan tersaji di depan mereka. Bungkusan kosong juga berserakan. Malam itu menjadi malam yang seru bagi mereka, tak jarang Tiara menjerit kesal karena lagi-lagi terkalahkan oleh Alvaro. Wajahnya juga penuh dengan coretan spidol, sebagai hukuman bagi yang kalah bermain. Mereka bermain hingga tengah malam.
"Besok-besok kalo pake hukuman segala, gue ogah nemenin lo main!" gerutu Tiara yang sedang membersihkan wajahnya dengan pembersih make-up.
"Iya deh istriku yang cantik, besok gak pake hukuman segala." kata istriku dan cantik yang memang tulus di ucapkan untuk Tiara meski dengan nada yang di buat bercanda, hanya dianggap sebagai bentuk godaan dari Alvaro oleh gadis itu.
"Tapi gue laper lagi lho Ra, cari makan yuk? tadi kan cuma makan pasta." Tiara menatap tidak percaya pada Alvaro yang sedang duduk bersandar di tempat tidur dari cermin di depannya.
"Kita emang makan malam pasta, tapi lo udah makan berapa bungkus cemilan, belum lagi cheese john yang gue beli!" Tiara masih menatap takjub dengan perut suaminya yang katanya masih lapar setelah makan sebegitu banyak makanan. "Untung gue belinya yang gak di bikin pake susu tadi di bakery." imbuh Tiara yang ingat suaminya alergi terhadap sapi dan turunannya. Jadi ketika di toko roti, dia bertanya mana yang dibuat tanpa susu untuk suaminya.
"Kan lo emang istri terbaik, jadi emang mesti jeli milih makanan buat gue." ucap Alvaro dengan mamainkan alis dan senyum jenakanya, khas Alvaro ketika sedang menggoda istrinya.
Tiara hanya berdecih mendengar kata istri dari mulut Alvaro. Masih terasa menggelikan setiap kata istri atau suami terucap langsung dari mulut Alvaro.
*
saat Alvaro mengobati tangan Tiara
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa dukungan dan semangatnya 💕