
" Ehh anak siapa tuh ?? " Ada rasa bergetar dihatinya saat melihat senyum anak kecil itu padanya.
Brakk..
Shera menoleh kearah pintu kamar mandi yang terbuka keras. Shevi berdiri sambil menggelengkan kepalanya dan menangkupkan kedua tangannya didepan dada memohon agar Shera tak memberi tahu Alvin bahwa itu anaknya.
Shera yang tahu arti gelengan kepala Shevi pun menghela nafas.
" Hmm.. Biar orang tuanya aja yang nanti kasih tau ke abang siapa anak ini " Kata Shera menjawab pertanyaan Alvin.
" Ehh.. emang aku kenal orang tuanya ?? " Tanya Alvin bingung dan menaikan sebelah alisnya dan dijawab anggukan oleh Shera.
" Tapi tunggu deh.. Bukannya itu anak kecil yang sering kamu upload di medsos kamu ya ra?? Terus di medsos Nurin cs juga ?? " Alvin yakin itu anak yang sama yang sering Shera dan Nurin cs upload. Dan kalau sosial media Alvin tidak diblok oleh Shevi mungkin Alvin akan tahu kalau itu adalah anak Shevi.
" Iya bang.. Cantik kan ?? " Shera mengalihkan kebingungan Alvin agar Alvin tidak semakin mendesak untuk mencari tahu.
" Iya cantik banget ya ?? Imut begitu ?? Kaya perpaduan kamu sama siapa gitu " Alvin memandangi gadis yang sedang menatapnya sambil menghisap jarinya.
" Iya nanti kalo aku punya anak juga pasti cantiknya kaya gini " Shera mencubit pipi Tiara lembut.
Shevi lega Shera tidak memberi tahu Alvin. Shevi beranjak duduk di sofa menunggu Shera selesai agar bisa mengambil anaknya.
" Emang kamu udah siap abang ajakin bikin anak ?? " Goda Alvin dengan menaik turunkan alisnya
" Iiih abang mesum !! udah aaah Tiara kayanya udah ngantuk, udah nyariin mommy'nya. Daahh Abang " Shera mematikan panggilannya.
***
Alvin tergelak mengingat wajah merona Shera. Alvin kini mulai bisa menerima pertunangannya dengan Shera. Mulai sering menghubungi Shera duluan. Siapa tahu dengan begitu cintanya bisa tumbuh untuk Shera. Walaupun untuk saat ini Alvin hanya menyayangi Shera sebagai adik dan belum bisa mencintainya. Tapi setidaknya dia akan menyenangkan hati Shera dengan tidak membuatnya kecewa.
__ADS_1
" Tapi siapa ya bayi tadi.. Kenapa jantung gue deg degan gini waktu liat dia.. Kaya orang jatuh cinta.. Tapi masa jatuh cinta sama bayi si ?? " Alvin beranjak dan masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah lelah berolah raga.
***
Beberapa bulan yang lalu sebelum melahirkan Shevi sempat terbang ke NY untuk melakukan audisi secara langsung di depan anggota fakultas dan administrasi langsung di Juilliard. Dan hasilnya cukup memuaskan dan dia bisa langsung masuk kelas di musim gugur atau bulan September nanti.
Dia akan berangkat sekarang agar bisa beradaptasi terlebih dahulu di lingkungan tempatnya tinggal dan menghafal jalanan dan tempat - tempat yang sekiranya dia butuh untuk di kunjungi.
Walaupun jaman sudah canggih kita bisa menggunakan Maps. Akan tetapi bukankah lebih bagus lagi kalau kita bisa menghafalnya.
Dan Bunda Karina juga sudah membelikan apartemen yang strategis untuknya di Manhattan, yang jarak tempuhnya tidak sampai lima menit jalan kaki sampai di Juilliard. Agar dia tidak terlalu jauh untuk meninggalkan putri kecilnya.
Umur baby Tiara yang sudah lebih dari tiga bulan membuatnya tidak terlalu was - was untuk mengajaknya naik pesawat dan tinggal jauh dari keluarga. Apa lagi ada Bi Nah yang akan menemani dan menjaga baby Tiara.
Rasanya sudah tidak sabar untuk sampai di NY dan mulai belajar disana. Dia akan berusaha keras untuk mencapai cita - citanya menjadi pianis dan komposer terkenal. Dia akan persembahkan kesuksesannya untuk sang ayah yang sudah mengenalkan dan mengajarinya piano. Dan Shevi akan berusaha untuk menjadi ibu yang membanggakan untuk putri kecilnya Tiara.
Cita - citanya tidak terlalu tinggi ingin menjadi pengusaha kaya raya bergelimang harta. Cita - citanya hanya apa yang dia suka . Apa yang menjadi hobinya itu yang akan dia kembangkan dan perjuangkan. Karena bukan seberapa tinggi cita - citamu, Tapi seberapa kuat usahamu untuk meraihnya.
***
" Wahhh anak mommy seneng banget kayaknya... Abis liat daddy ya tadi siang.. Maafin daddy karena belum ngenalin kamu ya sayang " Shevi menatap anaknya dengan tatapan sendu. Shevi merasa kasihan juga karena anaknya tidak mendapat kasih sayang dari daddy'nya. Tapi ini sudah menjadi keputusannya dan dia akan menjalaninya dan akan mencurahkan segenap kasih sayangnya untuk baby Tiara agar tidak merasa kurang kasih sayang. Yang ditatap malah tertawa kegirangan dan menggerakan kakinya seakan meminta untuk diangkat tinggi - tinggi lagi. Dan Shevi pun mengangkat tinggi putrinya yang tertawa.
" Ya ampun Shevi turunin nanti jatoh !! " Seru Bunda Karina panik melihat cucunya diangkat tinggi seperti itu.
" Hehe bunda.. Orang Tiara yang minta kok " Shevi menurunkan anaknya dan mendudukannya dipangkuannya yang duduk ditepi ranjang.
" Sini sama nenna aja.. Mommy'mu jahat ya ?? " Shevi mencebikan bibirnya.
" Jangan didoktrin buat gak suka sama Shevi dong bunda " Ucap Shevi sebal.
__ADS_1
" Ya emang kamu jahat. Dasar anak nakal !! " Bunda menjitak pelan kepala Shevi yang membuat gadis itu cemberut dan mengusap kepalanya meski tidak sakit.
" Jahat kenapa coba ?? "
" Jahat karena mau ninggalin bunda " Bunda Karina sedang menggoda dan mengajak bermain cucunya.
" Bundaaaa... Jangan gitu dong. Kan Shevi jadi berat mau pergi " Shevi memeluk bundanya dari samping dan menyandarkan kepalanya dipundak sang bunda.
" Udah awas sana.. Bunda lagi gak mau sedih - sedihan sama kamu.. Bunda kesini mau ngabisin waktu sama cucu nenna yang besok mau dibawa kabur mommy'nya !! " Bunda mengedikkan bahunya agar Shevi menyingkir dari sana.
" Iiih bunda gitu.. Udah ada Tiara akunya dilupain !! Tuh sayang nenna'mu jahat sama mommy " Adunya pada sang anak dengan ekspresi dibuat sedih sambil memegang dan memainkan tangan mungil anaknya.
" Siapa ya dek ?? Adek kenal sama orang ini ?? " Tanya bunda Karina kepada gadis kecil yang sedang bermain dengan tanganny sendiri.
" Aaahhh Bundaaaa.. " Bunda terkekeh dan memeluk putrinya yang sudah memiliki anak tapi masih manja juga.
Shera, Shevi dan Rasya adalah harta paling berharga dalam hidupnya. Dia tidak akan memilih satu diantara ketiga anaknya itu. Semua dia sayangi. Semua dia banggakan. Dan semua adalah harapannya di masa depan.
Kini waktunya dia melepas salah satu putrinya untuk menempuh pendidikan di negeri nan jauh disana. Dinegara orang tanpa pengawasan dan penjagaannya. Tapi Bunda Karina selalu berdoa semoga Tuhan selalu menjaga dan memudahkan segala urusan Shevi disana. Agar Shevi bisa pulang dengan kemenangannya. Pulang dengan mimpi yang mampu diraihnya.
Bundah berdoa semoga tuhan memberi kebahagiaan untuk Shevi dan Tiara disana. Sudah cukup penderitaan mereka selama ini yang harus hamil dan melahirkan tanpa suami. Biar sekarang mereka mencari kebahagiaan di negeri orang. Semoga disanalah tempat kebahagiaan untuk mereka.
*
*
*
Happy Reading 💕
__ADS_1
Aku butuh Like komen dan Vote dari kalian biar aku semangat 😢