
" APA ?? " Orang tua Alvin dan Shevi berseru kaget bersama.
Keluarga Alvin dan Shevi sedang makan malam bersama disebuah restoran yang Alvin pilihkan untuk membicarakan niat baiknya kepada orang tua mereka.
" Kalian yang bener aja lah mau nikah dadakan begini. Emang nikahin kalian segampang ngawinin kucing !! Kita perlu persiapan gedung, undangan dll. " Mami Lyra marah - marah dengan tingkah dua anak itu yang tiba - tiba minta dinikahkan.
" Ayolah mih.. Papi kan orang kaya gampang buat ngatur begituan sehari juga jadi " Alvin memasang muka puppy eyes didepan orang tuanya.
" Dasar anak nakal. Makanya kalo mau nikah tuh bilang - bilang jadi gak mepet begini " Bukanya kasihan melihat wajah Alvin malah mami Lyra menjewer telinga anak semata wayangnya itu.
Membuat Shera, Shevi dan Rasya terkekeh melihatnya.
" Salahin Alvin mih, ngajakin nikah mendadak gini " Shevi ikut mengompori orang tua mereka.
" Kok kamu nyalahin aku si yank.. Kamu tuh yang salah dari enam bulan yang lalu kan aku udah ngajakin nikah kamu gak mau !! " Seru Alvin tak mau disalahkan.
" Ooh jadi aku yang salah !! Yaudah kalo gitu gak jadi aja nikahnya. Kapan - kapan aja nunggu kamu siap ngalah !! " Shevi melipat kedua tangannya dan memalingkan muka membuat Alvin kelimpungan sendiri.
" Lho lho yank.. jangan gitu lah.. " Alvin mencoba meraih tangan Shevi tapi langsung ditepis oleh gadis itu.
" Ya udah gimana kalau kita barengin aja sama Shera. Jadi kita gak perlu booking gedung. Kita tinggal tambah prasmanan sama undangan dari mempelai dan Kak Dion. Gimana ?? " Bunda Kirana memberi usul. Karena jika dia mengadakan dua kali resepsi untuk kedua putrinya rasanya tidak enak kepada tamu undangannya. Apalagi banyak yang dari luar kota yang datang. Jadi lebih baik sekalian saja.
" Begitu juga boleh. Gedung untuk Shera besar kan Rin ?? Bagaimanapun Alvin anak semata wayang jadi undanganku banyak. " Papi Dion yang memang pengusaha sukses jelas undangannya tak kalah banyak.
" Cukup untuk menambah undangan dari kalian. Kamu gak keberatan kan Bayu kalo resepsinya dibarengin ?? " Tanya Bunda Karina kepada calon menantunya yang satu lagi.
" Bayu gak keberatan kok bun.. Asal Shera bahagia aku si ayo aja. Biar nanti Bayu bilang ke orang tua bayu " Bayu menggenggam tangan Shera dan menatapnya penuh cinta.
" Cie cie kak Shera.. Senengnya dapet suami yang sayang dan perhatian gitu " Shevi bahagia akhirnya kakaknya mendapat pasangan yang begitu mencintainya.
Shera dan Bayu adalah pasangan romantis yang selalu memandang dengan penuh cinta. Penuh dengan ucapan sayang yang tersampaikan. Berbanding terbalik dengan pasangan Shevi dan Alvin yang lebih sering berantem dan tak mau mengalah. Tapi begitulah cara mereka mencintai satu sama lain. Cinta yang begitu besar dan takan pernah tergantikan.
***
__ADS_1
Pagi hari berikutnya setelah selesai sarapan Shevi diajak oleh Mami Lyra untuk mencari gaun pengantin untuk resepsinya nanti. Mereka juga mengajak Tiara untuk mencarikan gaun yang cantik untuknya.
" Alvin gak ikut mih ? " Shevi mengendarai mobilnya menembus kemacetan kota jakarta.
" Nanti Alvin nyusul kesana. Dia ada meeting pagi ini jadi habis selesai baru bisa nyusul " Shevi hanya ber ooh tanpa suara.
Dibelakang Tiara sedang memainkan boneka kesayangannya.
" Kalian kan bentar lagi nikah jadi jangan cuma panggil nama dong vii.. Dulu kamu panggil Alvin abang kok sekarang cuma nama ?? "
" Dulu kan Alvin emang abang buat Shevi mih.. Kalo sekarang kan dia ayahnya anak Shevi bukan abangnya Shevi " Menurut Shevi dia sudah tak pantas lagi memanggil abang. Dan lagi semenjak kejadian lima tahun lalu rasanya tak sudi lagi untuk memanggil Alvin abang.
" Ya tapi kan sekarang mau nikah, Jadi alangkah baiknya punya panggilang yang sopan jangan cuma nama " Mami Lyra menasehati Shevi kalau tidak sopan jika nanti mereka menikah tapi Shevi memanggil suaminya hanya dengan nama.
" Terus panggil apa dong mih ?? " Shevi menoleh ke arah mertuanya sebelum kembali menatap jalan didepannya.
" Gimana kalau mas.. Mami rasa itu lebih sopan dari pada sekedar nama "
" Oke deh.. mulai sekarang Shevi coba biasain panggil Mas Alvin " Shevi terkekeh masih terasa geli dengan panggilan itu
***
Shevi dibantu karyawan untuk mencoba gaun pilihannya. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memakai gaun tersebut. Shevi juga mensanggul asal rambutnya supaya lebih terlihat serasi dengan gaun yang dia pakai.
Saat keluar ingin bertanya kepada mami mertuanya ternyata Alvin sudah berada disana.
Alvin terpukau dengan penampilan Shevi. Padahal belum memakai make up dan tatanan rambut yang rapi. Tapi Shevi sudah terlihat begitu cantik dan mempesona.
Gaun itu memperlihatkan bahu Shevi yang putih mulus serta leher jenjang milik Shevi. Rasanya Alvin tak ingin berbagi kecantikan istrinya dengan yang lain. Dia tak rela kecantikan istrinya nanti dilihat banyak orang.
Tapi Shevi pasti ingin tampil yang terbaik. Ingin terlihat seperti ratu sehari. Karena menikah adalah impian setiap wanita didunia. Dan mereka punya Dream Wedding masing - masing. Jadi Alvin tidak ingin mengacaukan Dream Wedding milik Shevi.
" Lap ilernya vin !! " Mami Lyra terkekeh melihat anaknya yang melihat Shevi tanpa berkedip.
__ADS_1
" Cantik " Hanya itu yang mampu Alvin ucapkan. Dia terlalu terpesona sehingga tidak ada lagi kata yang keluar dari mulutnya. Membuat Shevi tersipu mendengar komentar Alvin.
" Mommy you are so beautiful " Tiara tersenyum cerah melihat mommy'nya yang terlihat amat cantik.
" Ooh anak mommy... Thank you " Shevi memberi ciuman jauh untuk Tiara.
Shevi juga baru sadar kalau Alvin sudah memilih dan memakai setelan untuk dirinya diacara resepsi nanti.
Seperti biasa Alvin terlihat bertambah tampan berkali kali liapt jika menggunakan tuxedo seperti itu. Dan lagi tambah sexi menurut Shevi.
" Gimana menurut kamu vii.. Alvin cocok gak sama bajunya " Mami Lyra meminta pendapat Shevi tentang Alvin.
" Cocok kok mih. Mas Alvin tambah sexi hihihi " Shevi terkekeh tak sadar Alvin mematung mendengarnya memanggil Alvin mas.
" Kamu ngomong aku apa tadi yank ?? " Alvin mendekat untuk memastikan jika telinganya tidak salah dengar.
" Kamu cocok pakai itu mas.. Tambah sexi " Shevi mengulang katanya meski bingung karna dia yakin Alvin mendengarnya.
" Mas ? kamu panggil aku mas ?? " Shevi mengangguk.
Alvin langsung memeluk Shevi bahagia mendengar dirinya dipanggil mas. Lebih bahagia dari pada mendapatkan tander perusahaan.
" Aku suka.. Panggil aku mas terus ya " Pinta Alvin setelah melepas pelukannya.
" Iya mas.. Kata mami gak sopan kalo cuma panggil nama kesuami kita " Alvin mencium kening Shevi cukup lama. Dibelakangnya mami Lyra mengajak Tiara menjauh dari mereka agar Tiara tidak melihat yang belum seharusnya dia lihat.
*
*
*
__ADS_1
Happy Reading 💕