DEMI DIA

DEMI DIA
Marry Me ?


__ADS_3

Shevi sedang membereskan baju - baju miliknya serta milik Tiara kedalam lemari saat mendengar nada notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya. Shevi beranjak mengambil ponselnya yang dia letakan di atas ranjang dan membuka pesan yang ternyata dari Alvin.


Alvin : Tar malem aku jemput. Aku pengen ngajak kamu makan malam di luar. Itung2 kencan kita untuk yang pertama di Indonesia 😉


Shevi tersenyum setelah membaca isi pesannya.


Shevi : Oke . Tapi Tiara ikut kan ??


Alvin : Ooh ayolah.. aku pengen jalan berdua sama kamu. Kalo ngajak Tiara bukan kencan namanya.. Biarin Tiara sama Omanya, dari tadi mami udah nanyain Tiara mulu nih. Katanya kapan dibawa kesini


Shevi : Dih siapa juga yang mau kencan sama kamu 😛. Yaudah dua jam lagi kamu jemput Tiara ajakin kesitu. Kalo sekarang dia udah bobo.


Alvin : Oke sayang. Kok kamu ga ikutan tidur ?? Pengen aku kelonin dulu ??


Shevi : 🙄 Aku sibuk !! Udah ah aku mau selesein beresin barang2. Temenku juga masih pada disini


Alvin : Oke. Sampai nanti malem


Shevi hanya tersenyum dan melangkah keluar untuk menemui sahabat - sahabatnya.


***


" Kita mau kemana si vin ? " Sekarang Shevi sudah ada didalam mobil berdua dengan Alvin.


Shevi bingung kalau hanya mau makan kenapa harus pakai pakaian formal begini. Tadi sore saat menjemput Tiara, Alvin membawa papperbag berisi dress selutut warna hitam dengan model off-shoulder yang sangat kontras dengan kulit Shevi yang putih bersih. Shevi sangat elegant menggunakan dress tersebut.


Sedangkan Alvin memakai celana jeans kaos putih polos yang dipadu jas semi formal warna abu - abu membuatnya kelihatan dewasa dan semakin tampan.

__ADS_1


" Ya makan malem " Alvin menoleh sebentar dan tersenyum kearah Shevi sebelum kebali fokus kejalan didepannya.


" Iya aku tau. Tapi tumben aja kamu ngajak aku makan ke tempat yang mesti pakai pakaian semi formal begini "


Alvin hanya tersenyum tidak lagi menjawab pertanyaan Shevi sampai ditempat tujuan.


" SMA Putra Bangsa ?? " Shevi menatap Alvin tak percaya.


" Yang bener aja dong vin.. masa aku udah dandan begini malah kamu ajakin aku kesini !! emang ada acara apa si disini ?? " Shevi berseru kesal. Dalam bayangannya Alvin akan membawanya makan malam romantis di restoran mewah atau pinggir pantai dengan segala keromantisannya. Lha ini malah di ajak ke SMA tempat mereka sekolah dulu.


" Udah jangan bawel !! Ayo turun " Alvin sudah membukakan pintu Shevi dan mengulurkan tangannya.


Shevi terpaksa turun dan menyambut uluran tangan Alvin.


Setiap lima meter mereka melangkah akan ada lampu Tumblr melilit dipilar gedung sekolah menari dengan warna yang mereka miliki. Entah siapa yang memasang disana dan menyalakannya. Lampu itu menggiring mereka memasuki aula kesenian tempat dimana dulu Shevi sering latihan disana.


Shevi cukup terkesan dan mulai merasa jantungnya berpacu lebih keras di setiap langkahnya. Dan Shevi tersenyum saat melihat orang - orang yang dia kenal dan sayangi.


Ditengah berdiri gadis kecil yang selama empat tahun lebih menemani hidup Shevi. Tiara memegang satu buket besar mawar putih yang ditengahnya berisi mawar merah berbentuk love.


" Kamu suka ?? " Alvin berbisik ditelinga Shevi dan gadis itu menoleh mengangguk sambil tersenyum kepada Alvin.


Mereka mendekat kearah Shevi satu persatu dan menyerahkan bunga menyisakan Tiara di akhir.


" Mommy, Maukah mommy menikah dengan daddy dan memberikan Tiara banyak adik bayi ?? " Tiara bertanya dengan polosnya sesuai intruksi dari Alvin sebelumnya.


Shevi berjongkok memeluk Tiara dan mengecup pipinya.

__ADS_1


" Mommy akan menjawab jika daddy'mu yang bertanya langsung. Bukankah laki - laki harus berani ?? " Shevi melirik sinis kearah Alvin karena menyuruh anaknya melamarnya dan membuat yang lain tergelak.


Tiba - Tiba sebuah layar besar menampilakan video Shevi dan Alvin dari semenjak kecil hingga dewasa sampai hadirnya Tiara ditengah - tengah kehidupan mereka.


Suara Alvin menjadi background video tersebut. Shevi berdiri saat mendengar suara Alvin menyebut namanya.


" Shavina Almahyra Shandika.. gadis kecil yang selalu gue usilin, selalu gue bikin dia nangis sampai akhirnya gue dimarahin sama ayah Jovan. Adek kecil yang selalu gue jaga dan gak gue biarin diganggu oleh yang lain. Karena hanya gue yang boleh gangguin dia " Alvin terkekeh saat mengingat masa kecil mereka.


" Entah bagaimana bocah kecil itu mulai menarik hati gue saat gue mulai SMP. Disaat temen - temen gue cari cewek cantik disekolah buat mereka jadiin pacar, gue menutup diri gue dari para cewek - cewek centil yang mulai deketin gue. gue selalu bersikap dingin dan gak bersahabat buat mereka. Karena gue menunggu gadis gue tumbuh dewasa, menunggu waktu yang tepat untuk mengajaknya menikah. " Shevi melihat Alvin dengan mata yang mulai berkaca - kaca. Dia tidak menyangka sikap Alvin yang dingin itu untuk melindungi diri dari gadis lain untuk mendekatinya karena dia menunggu Shevi dewasa.


" Dari awal gue emang gak berniat ngajak dia buat pacaran. Karena gue berharap bisa hidup sampai mati bersamanya. Gue mencoba jadi yang terbaik buat dia, gue belajar dengan rajin biar gue bisa mimpin perusahaan papi dan bisa menghidupi dia serta anak - anak gue dengan layak. Gue berusaha menjadi penjaga terbaik buat dia seperti sosok ayahnya yang selalu memperlakukannya layaknya seorang putri. " Alvin yang sedang menggendong Tiara memeluk Shevi dari samping karena ibu dari anaknya itu sudah mulai beruraikan air mata.


" Dan entah pikiran bodoh dari mana dia nyuruh gue buat tunangan sama kembarannya, menghancurkan semua angan dan usaha gue. Gak tau kah dia kalau itu amat menyakitkan buat gue. Dan itu membuat gue khilaf melakukan kesalahan yang gak pantes buat dia maafkan. " Tiara yang tidak mengerti apa yang terjadi mencoba menghapus air mata yang mengalir di pipi sang mommy.


"Tapi mungkin tanpa kejadian itu kita gak akan mungkin bersatu. Walaupun gue telat mengetahuinya." Dilayar muncul wajah Alvin yang sedang gugup didepan kamera.


" Makasih sayang, makasih mau menjaga bidadari kita. Makasih sudah menghadirkan putri cantik dan pintar untukku. " Tiara muncul dan duduk dipangkuan Alvin dan tersenyum kearah kamera saat Alvin mencium pipinya.


"Maaf kalau aku gak bisa jadi ayah yang baik.. Maaf kalau aku gak nemenin dimasa sulit kamu.. Maaf kalau kamu harus berjuang seorang diri.. Maaf disaat ibu - ibu yang lain ditemani oleh suaminya tapi kamu hanya ditemani sahabat - sahabatmu. Untuk Nurin, Nay, Lidia dan Indah. Makasih kalian udah mau gantiin gue buat jagain dua bidadari gue selama gue gak ada. Mungkin maaf dan makasih aja gak akan cukup." Alvin menurunkan Tiara dari gendongannya.


Alvin berlutut dihadapan Shevi dan mengeluarkan kotak beludru warna merah berisi cincin berlian yang sangat indah didalamnya.


" Dan sekarang aku pengen nebus semua kesalahan aku sama kamu.. Aku ingin menemanimu, berdiri disampingmu dan menjadi sandaran saat kamu butuhkan. Aku gak akan biarin kamu buat jauh dariku lagi. Aku udah coba buka hati sama Shera tapi nyatanya hatiku tak pernah goyah sedikitpun. Cintaku utuh hanya untukmu nggak akan ada yang bisa menggantikanmu dihatiku. Jadi maukah kamu menikah denganku ?? Menemaniku sampai maut memisahkan kita nanti ??? "


*


*

__ADS_1


*


Happy Reading 💕


__ADS_2