
Minggu siang mereka baru keluar kamar. Sampai subuh tadi Alvin masih meminta haknya. Alvin hanya memberinya waktu istirahat satu atau dua jam dan kembali melakukannya. Makanpun banyak yang terlewat. Terlalu sayang untuk menyia - nyiakan tubuh istrinya. Membuat Shevi kesal dibuatnya. Padahal niatnya pagi sampe sore nanti akan dia habiskan dirumah bunda Karina sebelum dirinya berangkat ke New York nanti malam. Tapi dirinya terlalu lelah untuk bangun pagi.
" Kamu bener - bener keterlaluan mas.. Aku kan mau perjalanan jauh nanti malam.. Sedangkan sekarang aja aku masih cape banget " Shevi sedang menyisir rambutnya seusai membersihkan dirinya.
" Maaf sayang.. Ya gimana lagi namanya juga penyaluran hasrat setelah lima tahun menahannya.. Kamu gak tau si seberapa candunya tubuhmu itu dari pertama kali kita ngelakuinnya dulu.. Untung aku masih kuat nahan.. Dari pada aku nyalurin ke wanita lain " Shevi langsung memicingkan matanya menatap tajam Alvin.
" Berani kamu main sama wanita lain mas ?? Aku tinggalin dan gak akan pernah mau pulang lagi kalo itu terjadi !! " Shevi berkacak pinggang dihadapan Alvin.
" Enggak dong sayang.. Buat apa sama wanita lain kalau istri aku aja bisa service aku sampe puas " Alvin memeluk tubuh istrinya dan memberikan ciuman bertubi - tubi.
" Ayo kita jemput Tiara dirumah bunda.. Dia pasti kangen banget sama kamu " Mereka turun kebawah untuk berpamitan kepada orang tua Alvin yang sedang duduk diruang keluarga.
Papi Dion meskipun hari minggu masih saja sibuk dengan leptop dipangkuannya. Tugas seorang pemimpin memang tidak memandang hari. Apa lagi perusahaan Papi Dion yang besar dan cabang dimana - mana.
Sedangkan mami Lyra hanya menemani suaminya sembari membaca majalah.
" Mih pih kita ke rumah bunda dulu ya " Suara Alvin mengalihkan pandangan kedua orang paruh baya yang masih gagah dan cantik diusia mereka sekarang.
" Waahh yang pengantin baru baru keluar kamar setelah dua hari pih " Shevi menunduk malu dengan mertuanya. Mungkin memang pengantin baru harus pergi bulan madu dimana tidak ada keluarganya disana jadi tidak akan semalu ini batin Shevi.
" Aahh masih kalah sama kita mih.. Mereka mah cuma dua hari hahaha " Aduh ini mertua kenapa pada fulgar semua gini si ?? batin Shevi.
" Bodo amat yang penting aku puas " Alvin menghempaskan dirinya di sofa tunggal sebelah sang mami.
" Ayoo mas katanya mau kerumah bunda " Shevi ingin cepat - cepat kabur dari situasi memalukan ini. Dan Shevi sudah kangen dengan anaknya. Biasanya mereka selalu bersama tapi ini sudah dua hari mereka tidak bertemu.
__ADS_1
" Ooh iya ayoo " Mereka mencium tangan kedua orang tua mereka lalu pergi menaiki mobil ke kediaman Shandika.
***
Sesampainya di kediaman Shandika ternyata Tiara sedang tidur siang. Hanya ada bunda Karina yang tak kalah sibuk dengan papi Dion. Meskipun hari minggu beliau tetap berkutat dengan leptop di hadapannya. Apa lagi sedari kemarin bunda menjaga cucunya membuat pekerjaanya tak tersentuh. Walaupun begitu Bunda Karina tetap bahagia bisa mendengar tawa anak kecil lagi dirumahnya. Semua anaknya sudah dewasa hanya Rasya yang masih sekolah, itu juga lebih sibuk dengan teman - temannya diluar sana ketimbang menemani bundanya dirumah. Jadi kehadiran Tiara membawa keceriaan yang selalu Shevi bawa waktu dulu mereka tinggal bersama.
Shevi langsung ke kamarnya yang sedang ditempati Tiara setelah membuatkan secangkir teh untuk suaminya. Sedangkan Alvin duduk menemani dan berbincang dengan bunda.
Dan beruntungnya Bunda Karina tidak seperti mami dan papinya yang selalu bicara fulgar dan meledeknya. Bunda Kirana lebih bertanya rencana Alvin kedepannya akan keluarga mereka.
" Aku pengen beli rumah deket - deket sini bun.. Kalo menurut bunda gimana ?? " Tanya Alvin setelah menyesap teh buatan istrinya yang ternyata lebih enak dibanding buatan bibi dirumah.
" Kalo bunda si setuju - setuju aja.. Tinggal gimana kamu sama Shevi aja.. Dan jangan lupa tanya pendapat kedua orang tuamu.. "
" Pendapat apa bun ?? " Shevi yang baru turun dari lantai dua menjadi penasaran saat melihat ibu dan suaminya sedang mengobrol serius.
" Buat apa mas ?? kan kasian mami sama papi kalo kita tinggalin.. mereka masa tinggal cuma berdua.. mami pasti bakal kesepian apa lagi papi kan sibuk dikantor " Shevi tidak setuju dengan rencana Alvin.
" Emang kamu gak pengen ngejalani rumah tangga kita sendiri tanpa campir tangan mereka yank ?? Dan lagi mereka tuh usil banget ngeledekin aku mulu " Alvin cemberut setiap kali mengingat saat orang tuanya meledek dirinya masalah ranjang.
" Tinggal sama orang tua kan bukan berarti masalah keluarga kita mereka bisa ikut campur juga yank.. Dan masalah ledekan itu si deritamu hahaha " Shevi tak kuasa melihat suaminya yang semakin cemberut.
" Kamu gak pengen kaya Shera sama Bayu yang punya rumah sendiri ?? "
" Enggak tuh.. Aku nyaman - nyaman aja " Alvin mengbembuskan nafasnya pelan. Kalau permaisuri sudah bertitah hamba bisa apa. batin Alvin pasrah
__ADS_1
" Kalau maksud kamu biar masalah ranjang kalian gak keganggu kalian kan bisa bulan madu vinn " Bunda Karina mengerti apa yang dirasakan Alvin saat ini. Pengantin baru di tengah keluarga memang tidak enak. Entah harus menerima malu saat di ledek atau merasa tidak enak karena bangun siang.
" Masalahnya kerjaan Alvin lagi banyak banget bun.. Udah gitu mau ditinggal lama lagi " Alvin melirik sinis ke arah istrinya.
" Duh duh duh sayangnya aku ngambek.. Kan udah dibilang aku masih punya kerjaan " Berulang kali dijelaskanpun Alvin tetap saja tidak terima jika harus ditinggal lama - lama dimasa pengantin baru seperti ini. Alvin lebih memilih diam dari pada harus berdebat dengan istrinya ini.
" Gimana kabar Kak Shera bun ?? " Shera langsung berangkat bulan madu sehari setelah resepsi.
" Entahlah.. Mereka gak mau diganggu kayaknya sampe nomor mereka gak ada yang bisa dihubungi.. Shera cuma telefon pas baru sampe hotel " Shera saat ini sedang bulan madu ke Maldives tempat impian Shera untuk bulan madu sedari dulu. Shera suka membaca novel romantis. Dari resepsi, gaun pernikahan sampai bulan madu itu semua sudah ada didaftar Shera sejak remaja. "Imipian semua wanita" begitu Shera menyebutnya.
" Iya lah bun.. mana ada yang mau diganggu kalo lagi honeymoon.. aku aja gak mau " Alvin berujar sambil miris dengan nasih bulan madunya sendiri.
" Tapi kan Shera beda sama Shevi.. Kalo Shevi kamu ajak lembur terus dia gak masalah.. Tapi kalo Shera bunda takut dia kenapa - kenapa " Bunda Kirana tidak bisa membayangkan jika saat anak sulungnya bercinta dan kelelahan yang membuat jantungnya bermasalah lagi.
" Bunda gak usah cemas.. Kak Bayu kan dokter jantung.. Dia pasti bisa jagain Kak Shera " Shevi memeluk bundanya dari samping. Memberikan ketenangan dan kata penghiburan untuk bundanya.
" Doain aja mereka pulang bawa kabar baik.. Mereka kan honeymoom sebulan "
" Apa ??!! " Alvin langsung kaget saat mengetahui waktu bulan madu Shera dan Bayu. Kenapa papinya tidak perhatian seperti itu memberinya cuti lama untuk bulan madu. Alvin merosot dikursinya dengan lemas. Menerima semua takdir hidupnya.
*
*
*
__ADS_1
Happy Reading 💕