
Niat Alvin ingin memberi kejutan pada Shevi. Tapi malah gadis itu yang pertama kali dia lihat saat sampai bandara.
Selama ini Alvin selalu komunikasi dengan Shevi. Hampir setiap hari mereka telefonan atau vidiocall. Tapi Alvin tidak bilang jika dia akan pulang ke Indonesia.
Kebetulan saat Alvin mengabari kedua orang tuanya akan pulang Shevi sedang berkunjung. Alhasil sekarang Shevi lah yang menjemput Alvin seorang diri.
Dari kejauhan Shevi sudah melambai - lambaikan tangannya sambil lompat - lompat dan memanggil nama Alvin saking girangnya melihat pemuda yang sudah dua tahun ini pergi meninggalkannya untuk menempuh pendidikan.
Alvin menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman hangat melihat betapa antusiasnya Shevi menyambut kepulangannya. Hatinya menghangat bisa melihat gadis itu lagi.
Alvin mempercepat langkahnya. Sebelah tangannya menarik koper kecil yang dia bawa, Sebelah lagi dia masukan ke saku celananya.
Saat jarak sudah dekat Shevi berlari dan menghamburkan dirinya kepelukan Alvin untuk menumpahkan rasa rindunya.
" Abaaaanngggg gue kangennnn " Alvin terkekeh dan membalas pelukan Shevi tak kalah erat.
" Gue juga kangen sama adek yang nakal ini " Alvin melonggarkan pelukan tanpa melepasnya untuk dapat melihat wajah Shevi dari dekat.
" Adek gue udah tumbuh jadi gadis cantik ternyata " Alvin menyelipkan anak rambut Shevi kebelakang telinga. Membuat Shevi merona dibuatnya.
" Dari dulu gue cantik kali bang " Shevi melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan Alvin menuju mobilnya diparkir.
" Lo sendirian dek ?? " Tanya Alvin saat tak mendapati kedua orang tuanya disana.
" Iya bang.. Gue mau ajak lo makan dulu. Gue kangen nih makan bareng lo. Gue juga udah ijin sama mami dan mami mengijinkan dengan senang hati " Shevi tersenyum menunjukan sederet giginya membuat Alvin gemas dan mengacak rambut Shevi.
Akhirnya mereka pergi mencari restoran dengan Alvin yang mengendarai mobilnya. Itupun harus berdebat dulu dengan Shevi yang tak mengijinkannya membawa mobil takut kecapekan.
***
Malam itu restoran sedang tidak terlalu banyak pengunjung. Karena malam ini bukanlah malam minggu yang biasanya tempat itu dipadati muda mudi yang kasmaran. Restoran tersebut memang didesign untuk para anak muda agar betah dan bakalan datang lagi ke restoran itu.
Alvin dan Shevi duduk di tengah dekat jendela. Mereka sedang menunggu pesanan mereka datang.
" Selamat ya dek. Gue bangga sama lo bisa jadi lulusan terbaik. " Alvin mencondongkan tubuhnya untuk mengusap rambut dan pipi Shevi saat berbicara.
Jantung Shevi mulai berulah bermain genderang hanya karena di perlakukan seperti itu oleh Alvin.
" Iya dong bang. Gue kan harus bisa dapet nilai bagus biar bisa masuk universitas bagus juga " Shevi meminum jus yang ada dihadapannya untuk mengurangi rasa deg degan pada jantungnya.
Entah kenapa melihat Alvin yang sekarang yang bertambah ganteng dan keren dengan badan atletis membuat perasaannya tak menentu. Dia tidak bisa sesantai dulu saat bersama Alvin. Jantung dan hatinya mulai bergetar.
" Emang lo jadi kuliah di Juilliard ? " tanya Alvin dengan nada berat. Jujur dia masih tidak rela jika gadisnya pergi jauh dari keluarganya.
__ADS_1
" Jadi dong bang. Kan gue udah keterima buat tahun depan. "
" Lo harus janji sama gue kalo lo bakal jaga diri lo baik - baik disana. Jangan sampai terjerumus sama pergaulan bebas !! "
" Siap komandan !! " Shevi memberi hormat layaknya polisi dengan menegakkan duduknya diakhiri senyuman manisnya.
" Gue punya hadiah buat keberhasilan lo. Buat lo yang udah lulus dengan nilai terbaik dan diterima ditempat impian lo " Alvin menyodorkan kotak persegi warna hitam kehadapan Shevi.
" Apa ini bang ?? " Shevi meraih kotak tersebut dan memandang kearah Alvin.
" Buka aja ! " Alvin melipat tangannya didepan dada sambil menunggu Shevi membuka kotak tersebut.
Shevi membuka kotak itu dan matanya berbinar saat melihat kalung emas putih dengan liontin lambang melodi dengan beberapa permata pada lambang tersebut.
" Ini buat gue bang ?? " Shevi mengambil kalung itu dan menoleh kearah Alvin.
" Iya. Sini gue pasangin " Alvin memundurkan kursinya dan berjalan mengelilingi meja dan berdiri dibelakang Shevi.
Alvin mengambil alih kalung itu, membuka pengaitnya dan mengalungkannya dileher Shevi kemudian mengancingkannya kembali. Alvin meraih rambut Shevi yang tergerai dan mengeluarkannya dari belitan kalung itu kemudian dia kembali ke kursinya lagi.
" Cantik " Kata Alvin setelah duduk dan mengamati Shevi.
" Makasih " Shevi menunduk malu sambil memegangi liontin dilehernya.
" Iiihh Abang " Shevi menghentakkan kakinya ke lantai dan membuat Alvin tergelak geli.
***
" Jadi pulang kemana dulu nih ? Mau nganterin gue pulang kerumah terus lo pulang sendiri atau gue anter lo pulang tapi mobil gue bawa " Alvin menoleh sekilas ke samping dimana Shevi duduk.
" Anterin gue aja deh bang.. Males gue pulang sendiri " Shevi balas memandang dengan senyuman sejuta watt nya.
Sekarang mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah selesai dengan urusan perut mereka.
Sepanjang perjalanan mereka bertukar cerita dari hal sepele yang membuat mereka tertawa terbahak sampai hal serius.
" Abang mau berapa lama disini ?? "
" Gak tau. Paling seminggu atau dua minggu. Soalnya kan ini belum libur semester " Alvin mengedikkan bahunya karena memang belum ada rencana mau berapa lama dia disini.
" Kalo gak libur ngapain pulang !! "
" Ya abis gimana, gue udah gak bisa nahan kangen lagi sama lo " Alvin memainkan alisnya saat menoleh untuk melihat Shevi yang tak memberikan tanggapan.
__ADS_1
Shevi tercekat tak bisa menjawab apapun. Dia bingung, ini Alvin becanda cuma mau godain dia doang atau gimana si?? masa iya pulang cuma kangen sama gue ?? Shevi bertanya - tanya dalam hati. Akhirnya lebih memilih untuk tak menanggapi ucapan Alvin barusan.
***
" Thank you ya bang.. besok pagi anterin lagi mobil gue. Traktir gue jalan kemana kek, kan gue udah jemput lo " Shevi membuka seatbeltnya dan bersiap turun.
" Oke. Besok lo siap - siap aja tar gue ajakin jalan "
Shevi mengacungkang kedua ibu jarinya.
" Ini gak mau mampir dulu bang?? Gak kangen sama yang lain ?? "
" Kangen si.. tapi besok aja lah. Ini udah malem " Alvin melihat jam tangannya yang sudah menunjukan pukul sepuluh malam.
" Ya udah deh kalo gitu. bye abang.. makasih buat hadiahnya " Shevi menyentuh liontinnya untuk menunjukan terimakasih atas kalungnya.
Alvin mengangguk sambil tersenyum. Shevi turun dan menutup pintu mobil kemudian Alvin memanggil.
" Jangan suka begadang - " Belum sempat Alvin menyelesaikan kalimatnya sudah dipotong oleh Shevi.
" Mending suka abang aja. Basi bang, itu itu mulu gombalnya gak kreatif " Alvin terbahak - bahak saat mendengar jawaban Shevi.
Ternyata gadis itu masih ingat gombalannya dulu. Padahal itu sudah berlalu lama sekali. Entah gadis itu menganggapnya special atau gimana sampai masih ingat.
" Basi aja kamu masih inget. Berarti melekat dihati dong " Goda Alvin dengan memainkan Alisnya.
Shevi hanya memutar kedua bola matanya malas dan Alvin meluncur meninggalkan halaman rumah Shevi. Saat mobil yang dikendarai Alvin tidak terlihat lagi Shevi berbalik dan memasuki rumahnya.
Kalung Dari Alvin
Saat mereka di Bandara
*
*
*
Happy Reading 💕
__ADS_1
Jangan lupa kasih semangat dengan Like, Komen, dan Votenya 😍